alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Harga Pertamax Naik, Inflasi Berpotensi Bengkak
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbdbff996bde63e598b456a/harga-pertamax-naik-inflasi-berpotensi-bengkak

Harga Pertamax Naik, Inflasi Berpotensi Bengkak

Jakarta, CNN Indonesia -- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) akan menekan inflasi tahun ini yang diproyeksikan 3,5 persen.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan kenaikan harga BBM akan menjadi satu dari dua faktor utama yang mempengaruhi inflasi hingga akhir tahun. Faktor lainnya adalah depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS.

Menurut dia, dua kombinasi ini tentu akan menekan daya beli masyarakat. Namun, ada kemungkinan hanya daya beli masyarakat perkotaan yang tergerus akibat kebijakan ini, mengingat BBM non-subsidi sebagian digunakan oleh masyarakat perkotaan.

Namun, kenaikan harga BBM bisa jadi signifikan jika pergerakan harga di kelompok pengeluaran konsumen yang lain terbilang stabil.

Lihat juga: Pertamina Naikkan Harga Pertamax Mulai Rp900 per Liter

Berkaca pada Februari silam, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok transportasi, jasa keuangan, dan komunikasi meningkat 0,28 persen gara-gara kenaikan harga BBM non-subsidi. Ini menjadi salah satu biang keladi utama inflasi Februari 2018 yang mencapai 0,99 persen.

"Kalau memang segmented di kota besar, tentu dampaknya ke inflasi cukup signifikan. Apakah dinamikanya sama di kota lain, itu juga perlu diperhatikan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/10).

Sebetulnya, dampak inflasi yang cukup besar akan terjadi jika harga BBM bersubsidi dinaikkan. Sebab, BBM bersubsidi, seperti Solar akan digunakan untuk distribusi, sedangkan BBM non-subsidi lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kendati demikian, ia tak bisa memprediksi angka pasti inflasi akhir tahun setelah kenaikan BBM dilakukan. "Memang untuk inflasi, sejauh ini kenaikan BBM bersubsidi yang punya dampak cukup besar," ungkap Eko.

Lihat juga: Tidak Haram Naikkan Harga BBM Demi Angkat Rupiah

Untuk menjaga daya beli, ada kemungkinan masyarakat pengguna BBM non-subsidi akan kembali beralih menggunakan BBM yang harganya diatur pemerintah, seperti Premium. Hanya saja, saat ini akses untuk mendapatkan Premium disebut terbatas, sehingga masyarakat mau tak mau harus menggunakan Pertamax atau Pertalite.

Selain itu, ia menaksir pelemahan daya beli karena kenaikan BBM non-subsidi akan lebih dirasakan oleh masyarakat dengan golongan pendapatan kelas menengah.

Sebab, untuk golongan masyarakat kelas atas, kenaikan harga BBM mungkin tak sebanding dengan kenaikan pendapatan yang diperoleh. Sementara itu, untuk golongan masyarakat bawah, pemerintah bisa mengompensasi kenaikan harga BBM dengan bantuan pemerintah agar daya belinya tetap terjaga, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH).

"Sebab, kelas menengah relatif tidak dapat kompensasi atas kenaikan harga BBM dalam aspek yang lain. Kalau masyarakat berpendapatan bawah ini kan sudah ada bantuan dari pemerintah," terang dia.

Lihat juga: BPK Sebut Pemerintah Utang Subsidi Rp8,07 Triliun ke BUMN

Sebelumnya, Pertamina menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan Dex Series, serta Biosolar Non-PSO. Sementara, untuk BBM jenis Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite, harganya tidak berubah.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mebilang penyesuaian ini berlaku hari ini, Rabu (10/10) dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

Melalui penyesuaian ini, di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya misalnya, harga Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

Di sisi lain, Pertamina Dex harganya naik dari Rp10.500 per liter menjadi Rp11.850 per liter. Dexlite naik dari Rp9 ribu per liter menjadi Rp10.500 per liter dan Biosolar Non-PSO sebesar Rp.9.800 per liter.


(glh/bir)

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20181010115753-85-337240/harga-pertamax-naik-inflasi-berpotensi-bengkak


Depresiasi Rupiah Berpotensi Terjadi PHK

POJOKSATU.id – Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengatakan depresiasi rupiah saat ini telah berdampak jauh dari target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Menurut Heri, dalam RPJMN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ditargetkan Rp 13.400 pada 2018. Namun, kata dia, saat ini nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp 15.200 per dolar AS.

Menurut Heri, melihat perkembangan terakhir rupiah bisa terus mengalami depresiasi hingga lebih dari 3,94 persen minggu ini. Pada minggu lalu 3,50 persen.


“Sehingga, diperkirakan sementara ini nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa menyentuh level Rp 15.500 per dolar,” ujar Heri dalam keterangannya, Selasa (9/10).

Menurut Heri, hal ini juga dapat dilihat dari exchange forward bank. BCA misalnya sebesar Rp 15.600 per dolar pada enam bulan ke depan. Ini bisa jadi baru permulaan karena The Fed akan kembali menaikkan suku bunga atau Fed Fund Rate beberapa kali lagi sampai tahun depan.

“Saat ini secara total, maka rupiah telah terdepresiasi lebih dari 11-12 persen tahun ini,” ungkap Heri.

Politikus Partai Gerindra itu mengingatkan dampak akibat depresiasi rupiah ini adalah cadangan devisa yang diprediksi akan terus turun ke level USD 115 miliar sampai akhir Oktober. Karena cadangan devisa terus turun akibat pemerintah mengintervensi rupiah, ada wacana agar Indonesia mengunakan Asia’s Crisis Reserve Pool untuk menahan laku depresiasi.

“Asia Crisis Reserve Pool ini berjumlah USD 240 miliar yang bisa dipinjam oleh negara-negara Asia dalam keadaan darurat untuk mengatasi gejolak keuangan. Khusus untuk situasi Indonesia saat ini, dialokasikan USD 23 miiar dari pool dana tersebut jika pemerintah Indonesia memerlukan,” paparnya.

Menurutnya, pelemahan rupiah juga bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Terutama PHK terjadi pada industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor.

“Potensi PHK semakin membesar seiring dengan terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

Heri menambahkan, depresiasi rupiah menyebabkan daya beli masyarakat menurun akibat meningkatnya harga-harga barang. Saat ini harga memang belum naik, dikarenakan pedagang masih menggunakan stok lama.

“Namun dalam 2-3 bulan ke depan, ketika pedagang sudah membeli bahan baku baru, maka kenaikan harga tidak bisa dihindarkan. Sekalipun tidak ada kenaikan, volumenya pasti diturunkan,” pungkasnya.

(jpnn/pojoksatu)

https://pojoksatu.id/pojok-bisnis/2018/10/10/depresiasi-rupiah-berpotensi-terjadi-phk/


siap2 ada yg meroket emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 2
Quote:
emoticon-Imlek emoticon-Traveller
bbm naik apakah diiklankan di bioskop?
Meroket!!
Taee lah!!
"Itu BBM tidak naik, hanya penyesuaian harga saja!", kata seorang kecebong dungu kepada rekan sesama buzzernya.

emoticon-Ngakak Ampas lo bong cebong...
Diubah oleh northvidelia
oalah jok jok
Ingat bong ingat.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

#2019GantiPemimpin
#2019PemimpinAmanah
#2019TidakPlongaPlongoLagi
#2019BBMTidakNaikLagi
#2019PemimpinMacanAsia

Quote:
syukur alhamdulillah
gapapa naik asal ekonomi jangan terjebak putaran setan aja.

inflasi->persepsi harga akan naik->inflasi->persepsi harga akan naik lagi->inflasi->persepsi harga akan naik lagi lagi->inflasi

putaran setan bisa repot semuanya nanti,juga bisa jadi peluang korupsi yang proyeknya perlu lebih dari 1 tahun anggaran karena anti contegency mainkan besaran inflasi untuk membengkakan (mark up) harga/biaya/cost.
fartaik oposisinya sapa nih skrg? pdipret kah? tumben pdipret kagak demo sbg fartaik oposisi?? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
apa pdipret udah jd fartaik oposisi yg baik hati, murah senyum dan rajin menabung kah? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)





emoticon-Traveller
siap-siap, harga nasi bungkus ikutan melonjak emoticon-Bingung

jika harga tetap, maka porsi lauk akan dikurangi emoticon-Leh Uga
Balasan Post northvidelia
Quote:


klo wowok mau membuang koalisi perusak image nya kayak efpeishit, fekaeshit dan sejenisnya, yakin gw mah, wowok bakalan menang


emoticon-Traveller
rezim goblok, nastak lebih goblok lagi😂
listrik ntar naik pisan. Pas wes, keluar in buku putih cpat
BBM naik tinggi susu tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi anak kami kurang gizi.


#Iwan.bopeng
Diubah oleh miyaza
Balasan Post northvidelia
Quote:


klo wowow jadi presiden bbm gak akan naik
gak perlu bbm juga
rakyat disuruh balik naik KUDA

emoticon-Wkwkwk
Quote:


emoticon-Amazed

Cuma seperti ini kualitas cebong dungu dalam adu argumen... emoticon-Amazed

Bacotan kosong nihil makna yg justru menunjukkan tingkat intelegensi yg sangat rendah.. emoticon-Ngakak (S)

Lulusan apa lo bong cebong.. emoticon-Ngakak (S)
Balasan Post northvidelia
Quote:


capres loe capres dagelan, masak gw nanggepin serius seh emoticon-Wkwkwk
Quote:


Nah kan makin menjadi2 sakit hati lo..emoticon-Big Grin
Gimana, terasa perih kan di dalam dada lo baca statement gua tadi..emoticon-Big Grin

Berkali2 gua bilangin bong..emoticon-Big Grin
Tingkat intelegensia kita jauh levelnya..emoticon-Big Grin

Yg ada lo gua injak2 harga diri lo disini..emoticon-Big Grin
Sudah, mending lo minggir saja di pojokan nonton penampilan gua disini..

emoticon-Ngakak Wuahahahaahahaaa...
Balasan Post northvidelia
Quote:


yang intelegensia nya tinggi itu yang gampang di kibulin nenek oplas ya ??


mantap betul emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di