alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbdbf1d5a5163690d8b456b/teka-teki-di-balik-penahanan-presiden-interpol-di-tiongkok

Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok

Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok
Presiden Interpol Meng Hongwei saat berbicara di Bali, Indonesia, pada 2016. Meng kini ditahan pemerintah Tiongkok karena dugaan suap dan pelanggaran hukum lainnya.
Tiongkok kembali menjadi pusat perhatian dunia. Presiden Interpol, Meng Hongwei, "hilang" setelah menginjakkan kaki di negara asalnya itu pada akhir September, tanpa ada pihak luar yang tahu pasti keberadaannya.

Meng, orang Tiongkok pertama yang terpilih memimpin Interpol dalam Sidang Umum ke-85 Interpol di Bali pada 2016, mendadak tak bisa dihubungi keluarganya setelah terbang dari Prancis ke Tiongkok pada 29 September 2018.

Markas Interpol--organisasi yang mengkoordinasikan aparat penegak hukum dari 192 negara--ada di Lyon, Prancis, sehingga Meng dan keluarganya tinggal di negara itu.

Setelah beberapa hari tak ada kabar, pada 4 Oktober istri Meng, Grace, menghubungi kantor Interpol, menanyakan keberadaan suaminya. Interpol ternyata juga tidak mengetahui posisi Meng saat itu.

Pada Minggu (7/10), Grace mengadakan konferensi pers, meminta bantuan dunia internasional menyelidiki keberadaan suaminya, yang juga masih menjabat sebagai wakil menteri Keamanan Publik Tiongkok itu.

Grace juga bercerita bahwa kabar terakhir yang diterima dari Meng adalah emoji bergambar pisau, yang mengindikasikan kemungkinan suaminya itu berada dalam situasi bahaya.

Pada hari yang sama, Interpol mengumumkan bahwa mereka menerima surat dari Meng yang menyatakan ia mengundurkan diri dari jabatannya dan "berlaku segera".
Statement by the INTERPOL General Secretariat on the resignation of Meng Hongwei. pic.twitter.com/c2daKd9N39
— INTERPOL (@INTERPOL_HQ) October 7, 2018
Dunia internasional langsung mengarahkan mata pada pemerintah Tiongkok. Baru pada Senin (8/10), Menteri Keamanan Publik Tiongkok, Zhao Kezhi, mengumumkan bahwa Meng ditahan atas tuduhan menerima suap dan beberapa kejahatan lainnya.

"Kita seharusnya mencermati dampak serius dari uang suap yang diterima Meng Hongwei dan dugaan pelanggaran hukum lainnya terhadap partai serta keamanan masyarakat," kata Zhao, dikutip The Associated Press.

Akan tetapi, Zhao tidak menjelaskan secara rinci soal suap dan pelanggaran hukum lainnya yang dilakukan lelaki berusia 64 tahun itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, juga membenarkan penangkapan Meng dalam konferensi pers, Senin (8/10).

"Kasus Meng Hongwei masih dalam penyelidikan. ...hal ini menunjukkan determinasi pemerintah Tiongkok untuk memberantas korupsi dan tindakan kriminal," kata Lu. "... tidak ada keistimewaan atau pengecualian di hadapan hukum."

Sekretaris Jenderal Interpol, Juergen Stock, menyatakan mereka masih menunggu penjelasan lengkap dari pemerintah Tiongkok. Interpol mengangkat Kim Jong Yang dari Korea Selatan sebagai presiden karena pemilihan presiden baru bisa dilakukan bulan depan. Masa jabatan presiden Interpol adalah empat tahun.

Interpol fokus pada penanganan kejahatan lintas batas negara (transnasional), seperti perdagangan manusia (trafficking) dan mencari orang yang hilang. Interpol tidak berhak menangkap langsung orang yang diduga melakukan kejahatan, tetapi bisa membantu negara anggota menelusuri keberadaan mereka dengan mengeluarkan "bendera merah".
Bersih-bersih Partai Komunis?
Para pengamat berpendapat bahwa penangkapan Meng tersebut merupakan bagian dari upaya pembersihan internal yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok.

Sebuah badan bernama Komisi Pengawasan Nasional didirikan pada Maret lalu untuk menginvestigasi korupsi dan diberi wewenang luas guna masuk ke dalam sistem birokrasi negara saat menjalankan tugas mereka.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memang telah lama menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah salah satu fokus pada pemerintahannya. Sejak Xi memimpin pada 2013, sudah lebih dari 1,5 juta pejabat publik yang diseret ke meja hijau karena dugaan korupsi.

Namun banyak pengamat yang melihat program tersebut lebih pada upaya sang presiden untuk mengonsolidasikan kekuasaannya. Pada Maret 2018, Parlemen Tiongkok memutuskan Xi bisa menjabat sebagai presiden seumur hidup.

NPR mengabarkan bahwa beberapa pengamat di Tiongkok, melihat keberanian Beijing untuk mempertaruhkan reputasi internasional--bahkan mungkin merusak hubungan diplomatik dengan beberapa negara--mengindikasikan ada kasus lebih besar di balik penangkapan Meng.

Meng diangkat sebagai wakil menteri Keamanan Publik oleh Zhou Yongkang, mantan penguasa kepolisian Tiongkok yang kini dikurung seumur hidup setelah mengakui menerima suap dan membocorkan rahasia negara. Zhou ditangkap pada 2015, tak lama setelah Xi berkuasa.

Apapun alasannya, Michael Caster, seorang peneliti dan advokat HAM yang mempelajari sistem hukum Tiongkok, menyatakan penangkapan Meng yang mendadak dan misterius itu bisa merusak citra Tiongkok yang warganya saat ini sudah dipercaya memimpin beberapa lembaga internasional.

"Bayangkan jika suatu ketika seorang warga Tiongkok menjadi sekretaris jenderal PBB dan kemudian ia mendadak hilang," ujar Caster kepada The New York Times. "Tindakan Tiongkok untuk beroperasi di luar semua konsep dan prosedur dalam norma internasional ini amat mengkhawatirkan."

Sementara itu, media Tiongkok beranggapan ekspose dunia internasional terhadap penangkapan Meng itu terlalu dibesar-besarkan.

Meng, menurut editorial situs berita Tiongkok, Global Times, adalah warga negara Tiongkok yang terikat oleh hukum di negara tersebut. Posisinya sebagai presiden Interpol tidak bisa membuatnya menjadi kebal hukum positif Tiongkok.

"Bayangkan jika presiden Interpol adalah seorang warga Amerika dan ia ditangkap polisi karena diduga melanggar hukum saat ia kembali ke AS, apakah itu jadi sebuah masalah?" tulis Global Times.
Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ol-di-tiongkok

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok Achmad Zaky: Kita butuh inovasi yang lebih gila

- Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok Pelemahan rupiah buat investasi di Indonesia jadi menarik

- Teka-teki di balik penahanan presiden Interpol di Tiongkok Gangguan kepribadian, dari parno sampai narsis

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di