alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian
4.64 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbd5756ded770481b8b4567/bambang-widjojanto-pertanyakan-nyali-kpk-periksa-tito-karnavian

Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian

JAKARTA - Bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto mempertanyakan keberanian Ketua KPK Agus Rahardjo cs untuk memeriksa Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian terkait kasus korupsi yang menjerat bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Dia juga mempertanyakan kesungguhan KPK untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Pimpinan KPK tengah diuji publik apakah masih punya nyali untuk membongkar kasus ini hingga tuntas, setidaknya memanggil dan memeriksa Tito Karnavian," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Oktober 2018.
Bambang menyampaikan itu untuk menanggapi pemberitaan mengenai dugaan perusakan barang bukti berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR oleh dua penyidik KPK, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisarisaris Harun. Roland dan Harun diduga telah merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku bank tersebut dan membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari Basuki.
Peristiwa tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017. KPK telah mengembalikan keduanya ke kepolisian karena dugaan perusakan tersebut.
Isi lembaran buku yang hilang tersebut berisi catatan transaksi keuangan yang dibuat oleh Bagian Keuangan CV Sumber Laut Perkasa Kumala Dewi Sumartono. Keterangan Kumala soal buku tersebut tercatat dalam berita acara pemeriksaan yang dibuat oleh penyidik KPK Surya Tarmiani pada 9 Maret 2017.
Dokumen pemeriksaan tersebut mengungkap keterangan Kumala tentang catatan pengeluaran uang Basuki yang ditengarai salah satunya buat para petinggi polisi, termasuk Tito. Ketika bersaksi untuk kasus yang sama di pengadilan tindak pidana korupsi pada 3 Juli lalu, Kumala mengakui dialah yang membuat buku catatan itu atas perintah Basuki dan atasannya, Ng Fenny, yang menjabat general manager.
Menurut dokumen pemeriksaan yang diperoleh IndonesiaLeaks, Surya meminta penjelasan ke Kumala tentang 68 transaksi yang tercatat dalam buku bank merah atas nama Serang Noor itu. Catatan arus uang masuk dan keluar dalam mata uang rupiah, dolar Amerika, dan Singapura. Tak semua penerima tertulis dengan nama jelas. Sebagian hanya menggunakan inisial.
Seperti tertuang dalam salinan berita acara pemeriksaan itu, ada 19 catatan transaksi untuk individu yang terkait dengan institusi Kepolisian RI. Tertulis dalam dokumen itu bahwa nama Tito Karnavian tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki langsung maupun melalui orang lain. Tertulis di dokumen itu bahwa dalam buku bank merah nama Tito tercatat sebagai Kapolda/Tito atau Tito saja.
Kumala menjelaskan, dalam dokumen pemeriksaan, ada pemberian dana kepada Tito saat ia menduduki kursi Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Tito memegang posisi ini pada Juni 2015 hingga Maret 2016.
Empat pengeluaran lain tercatat ketika ia menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016. Aliran lain tercatat sesudah ia dilantik Kepala Kepolisian RI. Nominal untuk setiap transaksi berkisar Rp 1 miliar.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian enggan menanggapi informasi aliran dana dalam berkas penyidikan Kumala. Tak satu pun pertanyaan yang ia jawab. Ia mengaku sudah mendelegasikan permohonan wawancara tim Indonesialeaks kepada bawahannya. "Sudah dijawab sama humas," ujarnya.
Lewat surat tertulis, Muhammad Iqbal selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri saat itu, membantah aliran dana kepada Tito. Menurut dia, catatan dalam buku merah itu belum tentu benar. "Tidak benar, Kapolri tidak pernah menerima itu. Dulu waktu menjadi Kapolda Papua, Kapolri juga pernah mengalami hal yang sama dan sudah diklarifikasi," kata dia.
Bambang mengatakan meski telah dibantah, KPK masih perlu memeriksa Tito. Dia mengatakan pemeriksaan Tito diperlukan untuk mengkonfirmasi bantahan Iqbal mengenai aliran dana tersebut. "Untuk mendapatkan konfirmasi soal klaim Muhammad Iqbal," kata dia.

https://www.gosumut.com/berita/baca/2018/10/09/bambang-widjojanto-pertanyakan-nyali-kpk-periksa-tito-karnavian

Waduh kok bisa barang bukti dirusak. Bagaimana bisa masyarakat percaya pada lembaga hukum lagi kalau KPK aja jadi hilang wibawanya.
Kalo berkaca kasus Aulia Pohan zaman SBY dulu, aulia pohan dipenjara justru malah naekin elektabilitas SBY (dianggap tegas dan tidak pandang bulu oleh masyarakat).
Kalo wiwi mau 2 periode sih saran ane lakukan hal yang mirip dengan SBY (penjarain kroni terdekat) misal Toti dengan alasan menerima suap pasti otomatis 2 periode. Kalo bukti di hancurkan ya rusak lah wibawa wiwi dan KPK. Mana bisa 2 periode apalagi beritanya bocor ke media.
emoticon-Cool
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
uus aja noh jakarta
ud diangkat wan abud kpk jakarta gt kok
ciduk aja sendiri emoticon-Ngakak
sekalian seperti gatot dong , kalo gak punya nyali suruh pulang kampung mbang
tinggal minta mutasi bank lagi kan bisa , kok aneh2
Quote:


bukan masalah barang buktinya.... tapi tindakan merusak barang buktinya. Itu terekam kamera pulak... coba dibaca pelan pelan
Diubah oleh hayukdah5683
Si Bambang.... Mantan Wakil Ketua KPK kok begok banget yak.... kalo Bukti Buku Catatan Transaksi Keuangan Hilang / Rusak / Dibakar / Dimakan.... Kagak ada ngaruhnya.... Kan bisa minta ke PPATK bukti Lalu Lintas Keuangannya...

Hari gini masih Pakek Buku Catatan....


Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian

Diubah oleh president.trump
ga heran kecerdasan itu dibuang ke tong sampah, krn takut diprofiling jadi mahluk kecebong atau kampret
banyak babi mata cacat yang terguncang
goreng terus mbang jangan kasih kendor emoticon-Leh Uga
Quote:


Yakin PPATK tdk takut sama polisi,,ini Indonesia bukan Amerika..kalau Amerika sy percaya..

yg berani sama polisi cuma si samad dan bw
Quote:


barang bukti gak bernilai ya musnahkan saja, daripada menuh-menuhin lemari

Gue juga bisa bikin buku catatan anies terima terima duit sogokan dari kantor gue, tapi kalo gak ada bukti atau saksi penyerahannya apa valid tuh catatan
Balasan post hayukdah5683
ga ngaruh itu , lagian masih diduga, yg menduga goblok memang kalo udah disobek, lantas transaksi rekening udah ga bisa dideteksi, mikir pelan2 ya
Quote:


dulu udah ada keterangan dari nazarudin, anas dan angelina sondakh mengenai keterlibatan pangeran, tapi bw dan samad gak menindaklanjuti mending bw pulkam aja Gan
Quote:


Itu bukan buku catatan, itu buku rekening bank... hadeeh

Quote:


Ga diduga lagi, itu terekam kamera

Quote:


Kata2 diduga kan krn blm dibuktikan di pengadilan
Diubah oleh hayukdah5683
Bukan masalah cetak transaksi rekening bank nya bre. Itu bisa dicetak ulang. Tapi perusakan barang bukti yang sudah ada di KPK.

Fokus ke perusakan barang bukti yang ada di KPK.
Dikemanain wibawa KPK kalo barang bukti aja dengan mudah dirusak ato dihancurkan.

emoticon-No Hope
Balasan post president.trump
Quote:


hukum ga sesimpel otak lu gan
namanya barang bukti itu benda yg digunakan
klo lo bilang tadi itu alat buktiemoticon-Malu
Balasan post nibrashilmy
Quote:



Kenapa harus Takut...???.... Justru Laporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK yang Punya Kekuatan Hukum dibandingkan dengan "Buku Catatan Keuangan"...

Buku Catatan Keuangan mah semua orang juga bisa bikin....


Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian

Balasan post hayukdah5683
diduga baca pelan2, memang kalo dah terekam langsung kayak hakim ketok palu?
Balasan post president.trump
kesan dibesar2kan apalagi "tipex", memang klao ditipex ga kelihatan? keliatan seperti asli? tipex ga bisa dihilangin?
Quote:


Sy itu tidak yakin sama polisi...kalau penyidik hakim jaksa import dari Amerika misalnya...saya pernah baca artikel gusdur begitu,,saya malah percaya..

Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di