alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wah! Tampilan Kartu Keluarga Sekarang Berbeda
1 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbd3a0a529a45f9688b4577/wah-tampilan-kartu-keluarga-sekarang-berbeda

Wah! Tampilan Kartu Keluarga Sekarang Berbeda

Wah! Tampilan Kartu Keluarga Sekarang Berbeda

 Deni Zulniyadi  09 Oct 2018 - 15:37  434

Wah! Tampilan Kartu Keluarga Sekarang Berbeda

Kadisdukcapil Bandar Lampung Zainuddin menunjukkan format KK terbaru berdasarkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.0 saat ditemui diruang kerjanya Selasa (9/10/2018) (Lampost/Deni Zulniyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung sudah memberlakukan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.0. Bedanya format SIAK versi terbaru ini dengan versi 6.0 adalah tampilan Kartu Keluarga (KK).

Kadisdukcapil Bandar Lampung A. Zainuddin mengatakan hal itu sesuai dengan Permendagri Nomor 118 tahun 2017 tentang Blanko KK, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil. Jika sebelumnya tampilan KK hanya ada 15 kolom, pada SIAK versi 7.0 ini ditambah lagi dengan kolom tanggal pernikahan, golongan darah, serta penambahan kolom kepercayaan. Hal ini sesuai dengan keputusan MK Nomor: 97/PUU-XIV/2016 tentang Pencantuman Penghayat Kepercayaan dalam Kolom KTP-El dan KK.



Zainuddin menjelaskan hal tersebut mulai berlaku di Disdukcapil Bandar Lampung sejak 1 Oktober lalu. Pada KK yang baru ditambahkan kolom golongan darah, status perkimpoian, tanggal perkimpoian, dan kolom kepercayaan. "Artinya melampirkan status perkimpoian, perkimpoian tercatat, kalau sudah kimpoi belum ngasih surat nikah, berarti kimpoi tidak tercatat," kata dia saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (9/10/2018).

Untuk itu dia mengimbau warga yang hendak mengurus KK agar melampirkan potocopy kutipan akta nikah serta golongan darah. "Per 1 Oktober wajib melampirkan potocopy kutipan akta nikah, kan kalau Islam dikeluarkan KUA, non Islam, dikeluarkan oleh Capil," ujar Zainuddin.

Tujuan dari peraturan baru ini agar berbagai jenis data kependudukan dapat tersimpan secara sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan menggunakan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi data. "Ini gunanya supaya legal secara administrasi kependudukan," kata dia.

http://www.lampost.co/berita-wah-tam...g-berbeda.html

Mendingan kolom agama di kk dihapus aja, nggak ada gunanya sama sekali
Quote:
kartu kok bentuknya surat
apa mesti diurus ulang tu??? emoticon-Matabelo
Ga ada guna
Nggak guna itu semua...
Si Kodok ngurus negara aja amburadul semua...
Quote:


...difotokopi, dikecilin seukuran ktp bre...!emoticon-Big Grin
kabar bahagia buat yg punya keluarga baru
belum waktunya ganti bre...

emoticon-Big Grin
OASE: Agama Sering Jadi Monster Perampas HAM

Wah! Tampilan Kartu Keluarga Sekarang Berbeda

Seminar Nasional Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Agama dan Kepercayaan di Indonesia ‘Risalat Al-Huquq Umam As Sajjad as: Kitab Hak Asasi Manusia Pertama dalam Sejarah Agama’, di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara Lantai 2, Jalan Medan Merdeka Selatan No 17, Jakarta Pusat. (Foto: Martahan Lumban Gaol)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Organization Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) menilai penyebab terjadi kekerasan atas nama agama yang menyerang keyakinan berbeda adalah penerjamahan agama yang keliru. Karena kepentingan politik dan ekonomis, menurut OASE, agama sering dijadikan monster untuk merampas hak-hak manusia paling mendasar, bukan alat menyebar kasih sayang.

Oleh karena itu, pada Rabu (25/3), bertempat di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara Lantai 2, Jalan Medan Merdeka Selatan No 17, Jakarta Pusat, OASE menyelenggarakan Seminar Nasional Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Agama dan Kepercayaan di Indonesia ‘Risalat Al-Huquq Umam As Sajjad as: Kitab Hak Asasi Manusia Pertama dalam Sejarah Agama’.

Tujuannya, menampilkan perspektif berbagai agama dan kepercayaan tentang HAM, secara khusus pandangan berbagai agama dan kepercayaan pada Risalatul Huquq. Selain itu, seminar ini juga ingin menunjukan bahwa penghormatan pada hak-hak asasi manusia, teristimewa kebebasan beragama adalah ajaran semua penyembah Tuhan dan terdapat dalam kitab suci berbagai keyakinan.

Turut hadir sekaligus menjadi pembicara dalam acara tersebut Romo Frans Magnis (tokoh Katolik), Romo Danie Byantoro (tokoh Gereja Ortodox Indonesia), Pendeta Albertus Patty (Persatuan Gereja-gereja di Indonesia/PGI), Engkus Ruswana (Majelis Luhur Kepercayaan), Biksu Nyanabhadra (Majelis Budhayyana Indonesia), Misbahul Munir (Komisi Fatwa MUI), Zafrullah Pontoh (Jama’ah Ahmadiyah Indonesia), Jalaluddin Rakhmat (Anggota Komisi VIII DPR RI), dan Imdadun Rahmat (Komisioner Komisi Nasional HAM).

OASE pun sepekat mengatakan gerakan kekerasan atas nama agama di Indonesia sekarang telah melanggar esensi dari aaran agama masing-masing. OASE meminta perhatian pemerintah untuk hadir dan melindungi kebebasan beragama setiap Warga Negara Indonesia.

Editor : Bayu Probo

http://www.satuharapan.com/read-deta...r-perampas-ham


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di