alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ujian Integritas KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbcabdfe0522757338b4568/ujian-integritas-kpk

Ujian Integritas KPK

Ujian Integritas KPK
Selasa, 09 Okt 2018 01:53 WIB

Dalam perkara skandal buku merah, pimpinan KPK terkesan diam. Lebih dari setahun kasus itu terjadi, tak ada penindakan hukum terhadap ekspenyidik itu. Yang ada hanya sanksi etik.

EDITORIAL by Author KBR

Ujian Integritas KPKIlustrasi: Skandal buku merah

Sejumlah media, termasuk KBR, berkolaborasi menelusuri dugaan perusakan barang bukti di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Kasus perusakan itu kemudian disebut sebagai skandal perusakan Buku Merah.


Kolaborasi IndonesiaLeaks menemukan keterlibatan dua orang penyidik KPK yang berasal dari institusi Polri, yaitu Roland dan Harun. Dua orang penegak hukum itu merobek barang bukti karena diduga menyebut nama bekas Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian  dalam pusaran aliran dana miliaran rupiah dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.


Perusakan barang bukti itu kemudian menyebabkan dua penyidik itu didepak KPK dan dikembalikan ke institusi Polri.
Praktik perusakan barang bukti merupakan tindak kriminal. Apalagi jika dilakukan oleh penegak hukum. Mestinya mereka dijatuhi hukuman lebih berat.


Seorang pengacara Fredrich Yunadi dihukum tujuh tahun karena menghalang-halangi KPK ketika mengusut dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Pengacara lain, Lucas, ditetapkan sebagai tersangka karena menghalang-halangi KPK mengusut kasus suap yang melibatkan bekas petinggi Grup Lippo.


Apakah KPK berani menetapkan dua bekas penyidik KPK itu sebagai tersangka? Apakah KPK berani mengusut dugaan aliran dana kepada Petinggi Polisi itu?


KPK selama ini menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan transparansi. Biarpun langit runtuh, hukum harus tegak. Namun, dalam perkara skandal buku merah, pimpinan KPK terkesan diam. Lebih dari setahun kasus itu terjadi, tak ada penindakan hukum terhadap ekspenyidik itu. Yang ada hanya sanksi etik.


Ada apa dengan integritas dan  transparansi KPK? Sejumlah bekas pimpinan KPK mempertanyakan sikap pimpinan saat ini yang terkesan menutup-nutupi skandal tersebut. Reputasi KPK kini dipertaruhkan.


Sejumlah media, termasuk KBR, berkolaborasi menelusuri dugaan perusakan barang bukti di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus perusakan itu kemudian disebut sebagai skandal perusakan Buku Merah.


Kolaborasi IndonesiaLeaks menemukan keterlibatan dua orang penyidik KPK yang berasal dari institusi Polri, yaitu Roland dan Harun. Dua orang penegak hukum itu merobek barang bukti karena diduga menyebut nama bekas Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian dalam pusaran aliran dana miliaran rupiah dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.


Perusakan barang bukti itu kemudian menyebabkan dua penyidik itu didepak KPK dan dikembalikan ke institusi Polri.
Praktik perusakan barang bukti merupakan tindak kriminal. Apalagi jika dilakukan oleh penegak hukum. Mestinya mereka dijatuhi hukuman lebih berat.


Seorang pengacara Fredrich Yunadi dihukum tujuh tahun karena menghalang-halangi KPK ketika mengusut dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Pengacara lain, Lucas, ditetapkan sebagai tersangka karena menghalang-halangi KPK mengusut kasus suap yang melibatkan bekas petinggi Grup Lippo.


Apakah KPK berani menetapkan dua bekas penyidik KPK itu sebagai tersangka? Apakah KPK berani mengusut dugaan aliran dana kepada Petinggi Polisi itu?


KPK selama ini menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan transparansi. Biarpun langit runtuh, hukum harus tegak. Namun, dalam perkara skandal buku merah, pimpinan KPK terkesan diam. Lebih dari setahun kasus itu terjadi, tak ada penindakan hukum terhadap ekspenyidik itu. Yang ada hanya sanksi etik.


Ada apa dengan integritas dan  transparansi KPK? Sejumlah bekas pimpinan KPK mempertanyakan sikap pimpinan saat ini yang terkesan menutup-nutupi skandal tersebut. Reputasi KPK kini dipertaruhkan.


Skandal Buku Merah merupakan ujian integritas dan keberanian pimpinan KPK. Berani, atau penakut? Buku Merah merupakan ujian integritas dan keberanian pimpinan KPK. Berani, atau penakut? 

https://kbr.id/editorial/10-2018/uji...kpk/97613.html


Quote:

-------------------------

Saling bongkar aib lawan politik sudah mulai mereka ungkap ...
sesama anak bangsa pun mulai terbelah sebagai akibatnya  ...
lalu, siapa ddalang dibalik semua ini?

emoticon-No Hope
Urutan Terlama
Quote:
semua hanya berebut uang
semua hanya berebut kekuasaan
semua hanya berebut pengakuan

dan pada akhirnya rakyat tetap mati kelaparan
Ini pasti terdjadi di era pemerintah sebelumnya.. emoticon-Imlek


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di