alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc99355a5163a0428b4568/memaknai-pertemuan-tahunan-imf-bank-dunia-2018

Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018

Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018
Ilustrasi: Memperbaiki ketidakpastian ekonomi dan keuangan dunia.
Hajatan besar internasional tengah berlangsung di Bali. Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018, yang berlangsung 8-14 Oktober.

Tidak kurang dari 34.000 orang dari 189 negara hadir dalam acara tersebut. Memang Presiden Joko Widodo baru akan membuka secara resmi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua itu pada 10 Oktober, namun hari ini aneka diskusi sudah berlangsung.

Saat ini Bali pun tumpah dengan tamu VVIP. Dari Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, menteri-menteri keuangan dan gubernur bank sentral berbagai negara tumplek blek di Bali.

Yang paling ditunggu oleh ekonom sedunia adalah kehadiran Gubernur Federal Reserve System (The Fed, bank sentral Amerika Serikat) Jerome Powell. Ia dalam beberapa bulan terakhir sangat sering disebut media sehubungan dengan ketidak menentuan ekonomi global. Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga dituding menjadi salah satu penyebab tertekannya mata uang berbagai negara.

Annual Meeting IMF-WBG sesungguhnya pertemuan rutin yang biasanya berlangsung di markas IMF di Washington DC. Namun tiga tahun sekali dilaksanakan di negara anggota IMF. Tahun 2015 pertemuan dilakukan di Peru.

Untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini bukan hal yang sederhana. Banyak prasyarat dan tahapan yang mesti dipenuhi. Mulai dari pengajuan minat, penyerahan proposal, proses bidding, proses penilaian dari tim IMF dan Bank Dunia, hingga penetapan sebuah negara menjadi tuan rumah.

Indonesia, mengajukan diri pada September 2014. Pesaingnya Senegal dan Mesir. Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah diputuskan pada Oktober 2015.

Sebenarnya tidak terlalu istimewa atas penetapan Indonesia sebagai tuan rumah. Sebab di ASEAN, Indonesia adalah negara ke-4 setelah Filipina, Thailand, dan Singapura yang lebih dahulu menjadi tuan rumah.

Namun Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Bali ini menjadi perhatian baik dari dalam maupun luar negeri, mengingat beberapa hal.

Dari luar negeri, hasil pertemuan ini sangat ditunggu, terutama kaitannya dengan cara mengatasi turbulensi ekonomi akibat perang dagang dan perang tarif yang terjadi saat ini. Akankah pertemuan ini bisa memberikan jalan keluar, atau setidaknya ada komunike yang mampu memberikan sentiment positif.

Dari dalam negeri harapannya lebih seru lagi, ini karena rupiah juga belum berdaya terhadap dolar sekalipun Bank Indonesia sudah mengguyur cadangan devisa untuk menstabilkan kurs.

Selain itu kebetulan negeri ini juga tengah dilanda musibah: gempa bumi di Lombok, serta gempa bumi disertai tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah yang menelan korban meninggal ribuan orang dan kerugian material mencapai triliunan rupiah.

Di saat yang sama di negeri ini juga tengah memasuki tahun politik. Pemilu presiden dan pemilu legislatif 2019 secara serentak, sudah memasuki masa kampanye. Karenanya isu yang berkembang di masyarakat pun campur aduk antara ekonomi dan politik.

Ada yang menilai Annual Meeting IMF-WBG 2018 ini adalah ajang pencitraan calon presiden petahana. Ada pula yang mengkritik pertemuan ini sebagai pemborosan yang tak memberi manfaat bagi perbaikan nilai rupiah. Kritik lain mempertanyakan kontribusi pertemuan tersebut dengan penguatan rupiah. Bahkan ada yang meminta pertemuan ditunda saja karena Indonesia sedang darurat bencana alam.

Terhadap pernyataan dan pernyataan yang absurd seperti itu memang selayaknya panitia Annual Meeting IMF-WBG tak perlu menjawab. Karena memang sebenarnya persoalan yang dikemukakan tak berhubungan. Ada atau tidak ada guncangan ekonomi dan keuangan global pertemuan itu harus dilaksanakan. Begitu pun ada atau tidak bencana alam.

Semestinya Indonesia malah harus tampil lebih percaya diri. Ketika ada bencana, rupiah juga belum membaik dan tahun politik yang penuh intrik, Indonesia masih mampu menyelenggarakan pertemuan internasional secara profesional dan menjadi tuan rumah yang baik.

Beberapa waktu yang lalu kita sudah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 yang mendapat pujian dari berbagai negara. Dan Indonesia punya sejarah panjang sukses dalam penyelenggaraan agenda besar dunia, sebagai modal diplomasi yang tidak kecil.

Tahun 1955, Indonesia mampu dan sukses menggelar Konferensi Asia-Afrika, yang bersejarah di Bandung dengan. Tahun 1994 dan 2013, Indonesia sukses menggelar pertemuan APEC. Lalu 2016, Indonesia berhasil menggelar pertemuan Islamic Development Bank (IDB) dan World Islamic Economic Forum (WIEF) yang berlangsung di Jakarta.

Memang setiap perhelatan internasional membutuhkan biaya yang besar. Untuk Annual Meeting IMF-WBG 2018 ini, pemerintah mengeluarkan dana Rp6,9 triliun.

Namun sebagian besar dana itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Bali, seperti pembangunan Underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Suwung.

Sedang anggaran untuk pelaksanaan Annual Meeting IMF-WBG 2018 menurut Ketua Panitia Nasional Pertemuan Luhut Binsar Pandjaitan, adalah Rp855 miliar. Hingga kemarin, penggunaannya mencapai Rp556 miliar.

Pemerintah hanya menanggung biaya tempat acara. Semua hotel tempat tinggal peserta dibayar oleh peserta.

Dua agenda utama disiapkan dalam pertemuan tersebut: main event dan side event. Main event terdiri dari tiga pertemuan yakni IMF-WBG Plenary Session, International Monetary and Fiancial Committee (IMFC), dan World Bank Development Committee (DC).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,dijadwalkan memberikan sambutan dalam Plenary Session. Sesi ini merupakan pertemuan puncak diikuti oleh seluruh pimpinan delegasi, serta seluruh pimpinan manajemen IMF dan Bank Dunia.

Sementara IMFC adalah komite yang bertugas memberikan masukan mengenai berbagai isu yang memengaruhi perekonomian global serta memberikan arahan program kerja IMF ke depan.

Adapun DC bertugas memberikan masukan kepada Dewan Gubernur IMF dan WB mengenai isu perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati adalah ketua DC.

Selain tiga pertemuan tersebut, akan dilaksanakan pula pertemuan resmi antaranggota negara G-7, G-20, G-24, BRICS, pertemuan bilateral dan multilateral, serta berbagai seminar ekonomi dan keuangan. Setidaknya 2.000 side meetings akan mengisi perhelatan itu.

Selain bisa belajar dari negara lain dalam mengatasi ketidakpastian ekonomi dan keuangan global, Indonesia juga akan memperkenalkan Indonesia yang baru. Yaitu Indonesia yang telah bereformasi, meningkatkan daya tahan ekonominya dari gejolak domestik dan global, serta tumbuh inklusif.

Gubernur BI Perry Warjiyo akan memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Empat tema itu adalah kebijakan ekonomi global, pembiayaan infrastruktur, ekonomi digital, serta ekonomi dan keuangan syariah.

Memang tidak bisa menilai sukses acara Annual Meeting IMF-WBG 2018 seperti manajemen warung. Yaitu hanya dengan menghitung keuntungan dari potensi dolar yang masuk dibanding biaya yang telah dikeluarkan dalam acara tersebut.

Mengusung tema “Voyage to Indonesia” pertemuan terebut diharapkan memberikan banyak keuntungan intangible bagi negeri ini. Misalnya meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

Apalagi bila hasil Annual Meeting IMF-WBG 2018 ini memberi pengaruh terhadap kebijakan IMF dan World Bank serta otoritas keuangan negara-negara peserta dalam memperbaiki ketidakpastian ekonomi dan keuangan dunia saat ini.
Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...ank-dunia-2018

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Inspirasi dan kesetaraan dalam Asian Para Games

- Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Hoaks menimbulkan keonaran hanya jika disebarkan

- Memaknai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Hoaks dan skandal politik

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di