alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc4bdd1cbfaaf53d8b4583/hutan-gunung-ciremai-terbakar-lagi-kali-ini-lebih-luas

Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas

Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas
Sejumlah petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018). Kebakaran hutan di Gunung Ciremai belum juga padam hingga Senin (8/10).
Hutan di gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali terbakar dalam waktu kurang dari satu bulan. Kebakaran kedua terjadi sejak 30 September silam dan belum juga padam hingga Senin (8/10/2018).

"Selama sembilan hari, sudah 900 hektare kawasan hutan gunung Ciremai yang hangus terbakar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan Agus Mauludin di Kuningan, Senin (8/10/2018), dalam lansiran kantor berita Antara (h/t Liputan6.com).

Adapun luas area 900 hektare yang terbakar itu nyaris setara 10 kali kawasan Kebun Raya Bogor di Jawa Barat. Kebun Raya Bogor yang berimpitan dengan Istana Bogor memiliki luas area 87 hektare.

Agus menjelaskan tim gabungan sudah bekerja keras, tapi belum berhasil memadamkan api. Kesulitan mereka tergolong klasik; luas area kebakaran cukup luas, fasilitas pemadaman pun seadanya, kondisi iklim yang mempercepat api menjalar, dan lokasi kebakaran yang berada di dataran tinggi (300-1.600 meter dpl).

Kebakaran hutan di Gunung Ciremai ini diketahui pertama kali pada Minggu (30/9), sekitar pukul 12.00 WIB. Api diduga berasal dari kawasan Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan.

Agus lebih lanjut mengatakan bahwa kebakaran ini sudah dipantau dengan drone pada Senin (8/10) sekira pukul 08.00 WIB. Dari pemantauan diperoleh tiga titik api dan kepulan asap. Masing-masing titik api di area Karang Dinding, kepulan asap di area Cileutik, dan area Cibuntu.

Kebakaran pun meluas hingga ke Kebun Raya Kuningan (KRK). "Di kawasan itu, lahan yang sudah terbakar diperkirakan seluas 19 hektare," kata Agus dipetik Republika.co.id.

Kebakaran terbaru ini merupakan yang kedua. Pertengahan September lalu (18/9), kawasan gunung Ciremai terbakar meski masih sebatas 87 hektare. Kebakaran meliputi wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Ketika itu Agus menyatakan kepada detikcom bahwa 60 hektare kawasan yang terbakar sudah berhasil dipadamkan sehari kemudian (19/9). Namun, tim gabungan tetap siaga (stand by) untuk menjaga kemungkinan api muncul lagi.

Agus dan pihak kepolisian pun langsung menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, penyebab belum diketahui, kebakaran kembali terjadi.

Kepala Unit Polisi Hutan TNGC, Cita Aswara, Senin (1/10), mengatakan penyebab kebakaran yang kedua ini juga belum diketahui. "Sebelumnya seluas 94 hektare lahan hutan Gunung Ciremai juga terbakar di Desa Setianegara, Kuningan, beberapa minggu yang lalu," kata Cita dalam Sindonews.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejatinya tak bisa dihindari pada saat musim kemarau yang panas dan kering saat ini. Bahkan kebakaran bukan cuma melanda wilayah gunung Ciremai, tapi juga sejumlah gunung lain.

Sebut saja gunung Sundoro-Sumbing di Jawa Tengah yang terbakar pada pertengahan September. Kemudian gunung Pundak di Mojokerto, Jawa Timur, juga terbakar kemarin. Gunung Batur di Bali juga mengalami kebakaran.
Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas
Jumlah titik api kebakaran lahan dan hutan di seluruh Indonesia dalam 24 jam terakhir, Selasa (9/10/2018), menurut citra satelit Lapan.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menunjukkan dalam 24 jam terakhir sedikitnya ada 22 titik api di seluruh wilayah hutan dan lahan Indonesia. Semua titik diperoleh lewat citra satelit.

Uniknya, kebakaran di kawasan gunung Ciremai tidak nampak dalam citra satelit itu. Dari data Lapan; titik api terdapat di Merauke, Papua; Bondowoso, Jawa Timur, Jombang, Jawa Timur; Nagakeo, NTT; dan Kapuas, Kalimantan Tengah.

Secara umum, jumlah karhutla pada 2018 memang tak sebanyak periode sebelumnya. Setidaknya hingga Agustus 2018, menurut catatan Lokadata Beritagar.id, karhutla terjadi sekitar 5.000 lebih sedikit dibanding periode 2015.
Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ini-lebih-luas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas Kota Palu mulai bersih-bersih

- Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas Global pangkas pertumbuhan, Indonesia perkuat kebijakan

- Hutan gunung Ciremai terbakar lagi, kali ini lebih luas Diskusi ekonomi dunia yang muram dibayangi perang dagang

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di