alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"
4.11 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc29f2c1d77062368b4569/saat-lakalantas-mengapa-lebih-suka-quotdamaiquot

Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"

Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"

Quote:


Saya sering melihat dan menolong korban laka lantas (maklum hoby nya jalan-jalan) menemukan fenomena yang lumayan menggelitik saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika kerusakan dan dampak yang ditimbulkan tidak terlalu parah. apa itu? "Damai Sajalah, ga usah bawa-bawa polisi." Padahal mereka masih melakukan perdebatan keras tentang siapa yang salah.

Kadang perdebatan itu pun tidak lepas dari "skema ganti rugi" yang "adil." Dalam persepsi siapa? Ya persepsi para pelaku yang terlibat kecelakaan itu. Semakin banyak pelaku, ya semakin ruwet negonya. Masyarakat sekitar biasanya akan ikut terlibat untuk menkondisikan TKP Agar tidak terlalu mencolok dan menarik perhatian.

Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"

Biasanya para pihak yang bernegosiasi, akan diminta masuk agak ke dalam, jangan di pinggir jalan. Bisa ke halaman rumah warga di sekitar TKP, bisa juga masuk ke gang. Bila negosiasi lancar, artinya semua pihak sepakat dengan skema ganti rugi, ya sudah urusan akan lanjut ke bengkel untuk beresein motornya. Atau ke tukang urut, klinik maupun RS untuk memeriksa korbannya.

Jika negosiasi buntu, pihak yang tidak puas akan menghubungi polisi. Jadi, dari sini bisa gw bisa simpulkan polisi adalah opsi terakhir. Nah, yang menjadi tanda tanya besar buat saya adalah, mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah polisi adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat? Bukankah polisi adalah salah satu unsur penegak keadilan di negeri ini?

Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"

Faktor pertama yang membuat warga terkesan malas berurusan dengan aparat adalah, image aparat yang buruk di mata warga. Suka tidak suka, diakui atau tidak, ya memang seperti itu keadaannya. Untuk mengeluarkan kendaraan dari kantor polisi, kabarnya, harus ada uangnya. Meskipun, pengalaman saya mengeluarkan kendaraan bekas laka, sama sekali free, tidak dipungut biaya.

Ini menjadi tantangan tersendiri untuk Pak Polisi memperbaiki image nya di mata masyarakat. Berantas itu oknum-oknum yang kadang suka mencari-cari dan meresahkan dan membuat masyarakat jauh dengan polisi. Kasihan polisi yang baik dan punya dedikasi, namanya ikutan rusak oleh ulah oknum tidak bener ini.

Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"

Alasan kedua, mungkin karena orang Indonesia itu cinta damai hehehe. Budaya gotong royong dan musyawarah muafakat benar-benar dijunjung tinggi. Makanya, jika ada laka lantas, dan tidak begitu parah, mari dirembuk dulu. Dimusyawarahkan dulu. Toh kita sama-sama satu nusa dan satu bangsa. kok. Sekali lagi, mungkin ya.

Alasan ketiga, Orang Indonesia itu malas ribut dan ribet. Namanya urusan di kantor polisi pasti akan ditanya secara lengkap kronologi kejadiannya seperti apa. Belum lagi ternyata SIM nya mati, STNK nya telat pajak. Ribet pada akhirnya kan? Nah untuk menghindari hal ini, orang kita lebih memilih damai sajalah, biar cepat selesai urusannya.

Well, siapapun tentu tidak ingin mengalami kecelakaan apapun bentuknya. Makanya, berusaha lah untuk menjauhi faktor yang bisa memperbesar resiko kecelakaan tersebut. Caranya? Patuhi semua aturan lalu lintas. Kalau masih kena juga, ya nasib. Dan sebaiknya jika terjadi laka lantas, tetap libatkan polisi, karena Pak Polisi lah yang paham. Salam Damai.


Ciao.


Sumber Referensi : Pemikiran Sendiri
Sumber Gambar : sini, sini, sini
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
Saat Lakalantas, Mengapa Lebih Suka "Damai?"
Om londo ambil motor bekas lakas free mungkin krn ada knalan org dlm, kakak sepupuku laka smpe meninggal mo ambil motornya musti tebus 2jt atau gak bisa keluar tuh motor emoticon-Cape d...
Quote:

Sebungkus Samsu boleh ga Pak??? emoticon-Big Grin
Quote:


Adanya 20.000 doank nh pak, yaudah sini...emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Ah... Orang dalam sekarang ga ngefek mba... Semua sama kok... emoticon-Big Grin
Quote:

Ngoahahahahaaa... emoticon-Ngakak
polri udah jadi promoter, semoga dalam penerapannya demikian,emoticon-Leh Uga
Quote:


pengalaman itu loh, pdhal yg biru sama merah diumpetin di tempat lain...emoticon-Ngakak (S)
lebih absurd emoticon-Ngakak (S) mati pajak motor tetep ketilang juga

polkis: saya ini penegak hukum, anda salah!! saya tilang motor anda

orang_orangan: ?!@#!@$!@$!%%@#$

emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Amin om... emoticon-Big Grin
Quote:

Maksudnya gimana om??? Ga paham euy... emoticon-Big Grin
Quote:

Lebih aman, taat aja om bayar pajaknya... emoticon-Big Grin
malas dan ribet faktor utama 😆
Quote:

Kalau dipikir-pikir benar ya... emoticon-Big Grin
ribet salah satunya,harus jelasin kronologinya begini dan begitu emoticon-Cape d...


lebih baik diomongin baik2,biar selesai dengan baik juga emoticon-Ngakak
Quote:

Kalau keduanya saling menerima om... Kalau ga??? emoticon-Big Grin
mungkin memang dipersulit birokrasinya, biar pada main damai
biar cepet rebes
Quote:

Manusianya aja yang malas ribet om... emoticon-Big Grin
ketika damai = duit udah jadi rahasia umum emoticon-Hammer2
males ribut dan ribet bre,



Males mbuat izin ke kantor untuk membayar denda, males nunggu antri nya, males berdesak desakan nya,



Sekarang ane tertib mbawa surat" bre, bahkan rela puter balik ke rumah klo dompet ngga kerasa ada di saku, emoticon-Leh Uga
Diubah oleh re.cozy
Kalo gk pakai damai udah penuh penjara
Quote:

Kayaknya emang gitu sih... emoticon-Big Grin
Quote:

Ini soal laka om, bukan razia... emoticon-Leh Uga
Quote:

Benar juga ya om... emoticon-Hammer2
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di