alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian
3 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc11629a09516a0d8b4567/bambang-widjojanto-pertanyakan-nyali-kpk-periksa-tito-karnavian

Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian

Bambang Widjojanto Pertanyakan Nyali KPK Periksa Tito Karnavian
TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto mempertanyakan keberanian Ketua KPK Agus Rahardjo cs untuk memeriksa Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian terkait kasus korupsi yang menjerat bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Dia juga mempertanyakan kesungguhan KPK untuk menuntaskan kasus tersebut.

Baca: Indonesialeaks Ungkap Aliran Dana Basuki Hariman ke Pejabat Polri

“Pimpinan KPK tengah diuji publik apakah masih punya nyali untuk membongkar kasus ini hingga tuntas, setidaknya memanggil dan memeriksa Tito Karnavian,” kata Bambang dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Oktober 2018.

Bambang menyampaikan itu untuk menanggapi pemberitaan mengenai dugaan perusakan barang bukti berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR oleh dua penyidik KPK, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisarisaris Harun. Roland dan Harun diduga telah merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku bank tersebut dan membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari Basuki.


Peristiwa tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017. KPK telah mengembalikan keduanya ke kepolisian karena dugaan perusakan tersebut.

Baca: Soal Temuan Indonesialeaks, Begini Tanggapan Polri

Isi lembaran buku yang hilang tersebut berisi catatan transaksi keuangan yang dibuat oleh Bagian Keuangan CV Sumber Laut Perkasa Kumala Dewi Sumartono. Keterangan Kumala soal buku tersebut tercatat dalam berita acara pemeriksaan yang dibuat oleh penyidik KPK Surya Tarmiani pada 9 Maret 2017.

Dokumen pemeriksaan tersebut mengungkap keterangan Kumala tentang catatan pengeluaran uang Basuki yang ditengarai salah satunya buat para petinggi polisi, termasuk Tito. Ketika bersaksi untuk kasus yang sama di pengadilan tindak pidana korupsi pada 3 Juli lalu, Kumala mengakui dialah yang membuat buku catatan itu atas perintah Basuki dan atasannya, Ng Fenny, yang menjabat general manager.

Menurut dokumen pemeriksaan yang diperoleh IndonesiaLeaks, Surya meminta penjelasan ke Kumala tentang 68 transaksi yang tercatat dalam buku bank merah atas nama Serang Noor itu. Catatan arus uang masuk dan keluar dalam mata uang rupiah, dolar Amerika, dan Singapura. Tak semua penerima tertulis dengan nama jelas. Sebagian hanya menggunakan inisial.

Baca: Indonesialeaks Menguak Perusakan Barang Bukti Eks Penyidik KPK
Seperti tertuang dalam salinan berita acara pemeriksaan itu, ada 19 catatan transaksi untuk individu yang terkait dengan institusi Kepolisian RI. Tertulis dalam dokumen itu bahwa nama Tito Karnavian tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki langsung maupun melalui orang lain. Tertulis di dokumen itu bahwa dalam buku bank merah nama Tito tercatat sebagai Kapolda/Tito atau Tito saja.

Kumala menjelaskan, dalam dokumen pemeriksaan, ada pemberian dana kepada Tito saat ia menduduki kursi Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Tito memegang posisi ini pada Juni 2015 hingga Maret 2016. Empat pengeluaran lain tercatat ketika ia menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016. Aliran lain tercatat sesudah ia dilantik Kepala Kepolisian RI. Nominal untuk setiap transaksi berkisar Rp 1 miliar.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian enggan menanggapi informasi aliran dana dalam berkas penyidikan Kumala. Tak satu pun pertanyaan yang ia jawab. Ia mengaku sudah mendelegasikan permohonan wawancara tim Indonesialeaks kepada bawahannya. “Sudah dijawab sama humas,” ujarnya.

Lewat surat tertulis, Muhammad Iqbal selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri saat itu, membantah aliran dana kepada Tito. Menurut dia, catatan dalam buku merah itu belum tentu benar. “Tidak benar, Kapolri tidak pernah menerima itu. Dulu waktu menjadi Kapolda Papua, Kapolri juga pernah mengalami hal yang sama dan sudah diklarifikasi,” kata dia.

Bambang mengatakan meski telah dibantah, KPK masih perlu memeriksa Tito. Dia mengatakan pemeriksaan Tito diperlukan untuk mengkonfirmasi bantahan Iqbal mengenai aliran dana tersebut. “Untuk mendapatkan konfirmasi soal klaim Muhammad Iqbal,” kata dia.

TEMPO | INDONESIALEAKS

Sumber
https://nasional.tempo.co/read/11343...ito-karnavian?
======================================
Investigasi tempo dan 9 media laen dah mulai lagi..
kalo ntar kejadian kayak kasus tenabang gimana ya
emoticon-Bingung
KPK yg sekarang dah ga kayak yg dulu emoticon-Cool

INVESTIGASI TEMPO! Dokumen Pemeriksaan yang Menghilang
Diubah oleh cerminbp
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Diubah oleh cerminbp
Quote:
jatah makan siang sudah habis kah? emoticon-Matabelo
Sama aja kpk dulu sama sekarang emoticon-Embarrassment
bongkar lah emoticon-Shakehand2
Bambang menyampaikan itu untuk menanggapi pemberitaan mengenai dugaan perusakan barang bukti berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR oleh dua penyidik KPK, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisarisaris Harun. Roland dan Harun diduga telah merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku bank tersebut dan membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari Basuki.

Peristiwa tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017. KPK telah mengembalikan keduanya ke kepolisian karena dugaan perusakan tersebut.



Wao...
Balasan post malaydeat
Quote:


Dulu ada cicak versus buaya
ganti rezim trus buaya nelen cicak.. sampe ada ketua KPK yg ditangkap diborgol kayak kriminil
ganti ketua tajinya dah pada ilang emoticon-Big Grin
emoticon-Cool
Si bambang kebanyakan bacot.. masalah waring, bongkar pasang trotoar sudirman, duit apbd buat ormas ga jelas itu mingkem aja.. goblog.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
kalo bener, ya sikat aja

polisi bagus masih banyak
Quote:


Para pembela koruptor mulai kelejotan
Balasan post victimofgip44
Quote:


gw ga pernah bela si duo badut dki dan timses goblognya kaya si bambang ini kok.. emoticon-Malu (S)

gegayaan ngurusin KPK.. pdhl d depan matanya banyak duit rakyat dki d garong malah diem aja.. kan goblog.. emoticon-Malu (S)

dulu gegayaan sidak tempat kir.. sekarang bamyak petugas dishub dki pungli d jalan malah mingkem.. kan tambah goblog.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
kan berkaca kasus kriminalisasi elu dan samad cs, bang.
macem-macem ntar diabisin KPK sekarang ma wereng emoticon-Belgia
Quote:


Dia pernah jadi pimpinan KPK. Ente apa? Hanya sampah yang menjilat pantad koruptor
duwe data laporke emoticon-Big Grin
Balasan post victimofgip44
Quote:


Setnov juga pernah jadi ketua DPR.. wowo goblog juga pernah jd pangkostrad.. trus kenapa ??.. kalo goblog ya goblog aja kan !?.. emoticon-Malu (S)

logika goblog dari orang goblog kaya elo gip.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Quote:


akun legend nya nastak muncul lagi dengan kegoblokanya sebagaintukang jilat emoticon-Wakaka
Balasan post laziale.id
Quote:


semua ini terjadi karena.. gada nasbung yg ga goblog.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Yang dia tanya ente udh fernah jadi afa selain jd samfah dumay???emoticon-Ngakak
Diubah oleh crottafterkiss
Balasan post crottafterkiss
Quote:


Ga guna juga gw kasih tau k elo kan.. karena elo goblog.. emoticon-Malu (S)

kalo gw bilang gw yg motong burungnya wowo.. lo juga ga akan percaya kan ??.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Kok gak lucu yaemoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di