alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dana Asing Keluar USD1,4 Miliar, Bursa Tiongkok Anjlok
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc010892523390118b4568/dana-asing-keluar-usd14-miliar-bursa-tiongkok-anjlok

Dana Asing Keluar USD1,4 Miliar, Bursa Tiongkok Anjlok

Dana Asing Keluar USD1,4 Miliar, Bursa Tiongkok Anjlok

BEIJING – Pasar saham Tiongkok anjlok pada perdagangan Senin (8/10) setelah aktivitas perdagangan dimulai.

Bahkan, investor asing melepas saham kelas A hingga 9,7 miliar yuan (sekitar 1,4 miliar dollar AS). Dikabarkan, saham Ping An Insurance (Group) Co, Kweichow Moutai Co, dan Hangzhou Hikvision Digital Technology Co yang paling banyak dijual oleh asing.

Indeks Shanghai Composite ditutup anjlok 3,72 persen atau 104,84 poin di level 2.716,51,setelah dibuka melorot 1,88 persen atau 53,14 poin di posisi 2.768,21 pagi tadi.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip juga berakhir anjlok 4,30 persen atau 147,97 poin di level 3.290,90, setelah dibuka merosot 2,25 persen atau 77,31 poin di level 3.361,56 pagi tadi.

Sepanjang pekan lalu, mulai dari 1–5 Oktober, aktivitas perdagangan pada dua indeks saham utama Tiongkok ditiadakan karena libur nasional.

Sejalan dengan bursa Tiongkok, indeks Hang Seng Hong Kong juga tertekan dan berakhir melorot 1,39 persen atau 370 poin di level 26.202,57 pada perdagangan hari ini.

Pekan lalu, indeks Hang Seng anjlok 4,4 persen di tengah kekhawatiran investor tentang meningkatnya tensi perdagangan. Direktur Eksekutif Uob Kay Hian (Hong Kong) Ltd, Steven Leung, mengatakan investor asing berubah bearish, tidak lagi optimistis seperti saat membeli saham kelas A Tiongkok.

“Penjualan besar-besaran adalah tanda kekhawatiran yang berkembang atas hubungan antara AS dan Tiongkok,” katanya.

General Manager Shanghai Wisdom Investment Co Ltd, David Dai, mengatakan pemangkasan RRR tidak cukup untuk melawan dampak perang dagang.

“Perekonomian sangat lemah, dan saya melihat semakin banyak perusahaan yang menempatkan aset mereka untuk dijual karena pesimisme.

Dan kejatuhan hari ini tidak mengejutkan setelah kinerja lemah di pasar eksternal selama liburan,” katanya. Sedangkan analis Shanghai- Central China Securities Co, Zhang Gang, mengatakan pemangkasan rasio cadangan wajib (reserve requirement ratios/ RRR) tidak cukup kuat melawan sentimen negatif.

“Bahkan, dana negara Tiongkok tidak akan mampu menopang pasar sampai risiko sistemik diperhitungkan,” ujarnya.

Kebijakan Bank Sentral

Sebelumnya, pemerintah Tiongkok baru saja meluncurkan kebijakan untuk memacu lebih banyak pinjaman pada saat meningkatnya kekhawatiran atas dampak ekonomi dari perang perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) akan semakin mendalam.

Bank Sentral Tiongkok atau People’s Bank of Tiongkok (PBOC) memutuskan untuk memangkas jumlah uang yang harus dicadangkan bank demi mendukung ekonomi Tiongkok.

Rasio cadangan wajib (RRR), yang saat ini 15,5 persen untuk pemberi pinjaman komersial besar dan 13,5 persen untuk bank yang lebih kecil, akan dipangkas sebesar 100 basis point efektif mulai 15 Oktober.

PBOC memangkas cadangan wajib bank untuk keempat kalinya tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan di tengah memanasnya perang perdagangan dengan AS. AFP/Bloomberg/yni/AR-2

sumber http://www.koran-jakarta.com/dana-as...ongkok-anjlok/

Bursa Saham Eropa Merosot ke Level Terendah 6 Bulan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa berakhir merosot pada perdagangan Senin (8/10/2018), saat dampak perang dagang terhadap China menambah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS secara bertahap membuat pasar saham kurang menarik bagi investor.

Meningkatnya perselisihan antara pemerintah Italia dan Belgia atas rencana anggaran pengeluaran pemerintah Italia juga menambah sentimen negatif.

“Munculnya kembali perselisihan defisit anggaran Italia/Uni Eropa sebagai penggerak pasar utama terbukti menjadi permasalahan bagi indeks Eropa,” kata analis Spreadex, Connor Campbell, seperti dikutip Reuters.

Bursa saham Asia merosot semalam meskipun bank sentral Beijing meningkatkan likuiditas untuk mengimbangi dampak dari pertikaian tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS), sementara Wall Street dimulai di zona merah.

Indeks saham Stoxx 600 Eropa ditutup merosot 1,1% ke level penutupan terendahnya dalam sekitar enam bulan, sedangkan indeks saham Jerman yang berorientasi pada ekspor merosot 1,4%.

Namun indeks FTSE MIB Italia-lah yang mencatat penurunan terbesar, yakni 2,4% ke level terendahnya dalam lebih dari 17 bulan, dengan saham bank tertekan setelah biaya pinjaman Italia naik lebih lanjut.

Bank-bank Italia, yang sensitif terhadap risiko politik, turun 3,7% juga membebani sektor perbankan Eropa.

Penurunan persentase terbesar pada Stoxx adalah perusahaan teknologi finansial Jerman, Wirecard, yang melorot 12% akibat faktor teknikal menurut para pedagang.

Saham produsen alat bantu pendengaran William Demant juga mengalami penurunan terbesar, yakni 10,6%, akibat kekhawatiran persaingan setelah AS menyetujui alat bantu pendengaran produksi Bose Corp. yang dapat digunakan tanpa bantuan dokter.

sumber http://market.bisnis.com/read/201810...endah-6-bulan/
Diubah oleh: ikardus
trade war arah2nya mamarica yang menang.
nonton aja lah. gak kejangkaau
Balasan Post udonmaniak
Quote:


Cina kan cuma imitasi negara maju. Ibarat telur ditabrakkan ke baru. Trump ga sebego obama yg takut ama china.
Diubah oleh buncitbubar
Quote:
Amrik sama cina perang dinginnya sadis cuy drpd jaman perang dingin uni soviet emoticon-Matabelo
untung Cina bukan negara kita
Cadevnya RRT dipakai, kira2 gimana reaksi US

RRT cadevnya lumayan bisa untuk buat panik US.

Tapi ngeri ya, perang dagangnya, bisa dikatakan efeknya lebih parah dari WW 2 ini
Diubah oleh hartantoshine
Balasan Post buncitbubar
Quote:


trump pengusaha dia faham apa yang dia lakukan
cinak lagi apes, salah pilih lawan

ato apes gara2 di indo ngundang wowow ngerayain hari nasionalnya ??


emoticon-Wkwkwk
semakin panas.
Liat kan betapa sadisnya perang dagang 2 Raksasa ( USA vs China )....negara2 berkembang dan kecil kena imbasnya.

Bahkan eropa kena imbas, gimana Indo gak gonjang ganjing coba.

Tapi selama harga2 masih terjangkau, gaji masih nutup. ekonomi masih stabil. Gak perlu khatir berlebihan kek kubu hoax sana da.

Quote:


Quote:


Quote:
Gara2 si paet nih.. emoticon-Leh Uga
Balasan Post hartantoshine
Quote:


gk bikin panik kayanya, karna cadev usa masih lebih gede dari RRT
Balasan Post Zielregent
Quote:


Cadev terbesar di dunia milik RRT. Jauh pakai banget diatas US.

Masalahnya itu US$ dipakai dimana2. Ini kekuatan Amerika di bidang ekonomi, yg sdh mengurangi pemakaian US$ baru yg tergabung di Euro (Inggris keluar)
Diubah oleh hartantoshine
Terus kita perang dagang nya sama siapa, masak gak ikutan... emoticon-Big Grin
siap2 indonesia segera meroket gan
Balasan Post dancingdisco
Quote:


Indo juga lawannya amerika, yang kena tarif dagang sama amerika ngga cuma Cina, banyak negara2 lain juga kena

amerika ini kayak thanos, 1 lawan banyak, sekarang trade war baru part 1, taun depan part 2 setelah captain marvel keluar awal taun depan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di