alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbbe3cdddd7703c448b457b/luhut-pastikan-tak-ada-yang-berlebihan-di-bali

Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali

Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali
Spanduk ucapan selamat datang dalam beberapa bahasa bagi delegasi, peserta dan awak media yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 dipasang berjajar di salah satu sudut kawasan Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).
Anggaran penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, masih menjadi polemik. Pemerintah akhirnya kembali angkat bicara meluruskan persoalan ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan agenda pertemuan ini diselenggarakan tidak dalam kemewahan.

Luhut, yang juga dipercaya sebagai ketua penyelenggaraan pertemuan, memaparkan pagu biaya untuk anggaran ini adalah Rp855,6 miliar, diambil sebagian besarnya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017-2018 dan dana talangan Bank Indonesia.

Namun sampai Senin (9/10/2018), anggaran yang baru terpakai sebesar Rp192,1 miliar, dengan estimasi keseluruhan anggaran yang akan digunakan bisa ditekan hingga Rp566 miliar.

“Pejabat dan pengusaha dari luar negeri datang. Mereka pakai pesawat sendiri. Tidak ada yang kita bayari. Begitu juga dengan keluarga mereka,” kata Luhut dalam jumpa pers, Senin sore waktu Bali (WITA).

Jika pun ada dana tambahan di luar itu—khususnya untuk memperbaiki infrastruktur, Kementerian Keuangan memastikan anggaran itu bukan dari APBN, melainkan bentuk investasi jangka panjang yang dikeluarkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Contohnya adalah perbaikan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang memakan biaya hingga Rp2,3 triliun. Anggarannya dikeluarkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero).

Begitu juga dengan pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, yang menelan biaya hingga Rp168 miliar. Anggarannya digelontorkan melalui kas daerah. Sama halnya dengan perbaikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Suwung, Denpasar, yang menghabiskan Rp250 miliar.

Ada juga perbaikan infrastruktur di sekitar 30 titik destinasi pariwisata di seluruh nusantara (kecuali Bali) yang dilakukan jelang perhelatan ini.

“Apa yang kita buat, tanpa kita sadari memperbaiki pariwisata, sebagai sumber pemasukan ke depannya,” tegas Luhut.

Dari perbaikan apron, klaim Luhut, jumlah turis di Bali per Oktober ini meningkat hingga 1,2 juta, selaras dengan okupansi hotel yang naik dari 70 persen ke 80 persen (Luhut tidak memerinci angka pastinya).

Di luar Bali juga sama, seperti halnya di Danau Toba, Sumatra Utara; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Sebab, dalam perhelatan ini pemerintah juga menawarkan paket perjalanan wisata untuk para delegasi asing.

“Ini manfaatnya jangka panjang. Ga ada main-main kita, memangnya kita sudah gila,” tukasnya.
Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Menkominfo Rudiantara (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan) menyampaikan keterangan kepada media di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).
Pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran yang dikeluarkan Indonesia untuk agenda internasional ini adalah wajar, bahkan cenderung hemat dibanding negara-negara sebelumnya.

Apalagi, seluruh pembangunan dan perbaikan infrastrukur bermanfaat untuk jangka panjang. Seperti halnya membangun jalan tol dan kelistrikan.

“Di Peru (dua tahun lalu) misalnya. Mereka harus bangun gedung baru untuk ini. Kita di sini kan tidak, kita pakai hotel yang sudah ada. Kita bisa lihat perbandingannya dengan annual meetings di negara lain,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo juga punya penegasan serupa. Di Jakarta, Jokowi memastikan penyelenggaraan acara bertaraf internasional ini bisa membawa manfaat bagi Indonesia.

Annual meetings sebesar itu menjadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu,” kata Jokowi melalui keterangan pers yang dibagikan Deputi Protokol, Pers, dan Media Istana Kepresidenan.

Kembali di Bali, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan empat aspek keuntungan yang bisa diambil Indonesia dengan menjadi tuan rumah perhelatan tahunan ini.

Pertama, Indonesia bisa menyuarakan harmonisasi kebijakan antar-negara demi memulihkan dan mengatasi risiko ketidakpastian ekonomi gobal.

Indonesia juga bisa mendorong negara-negara lain untuk bersinergi meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya dikuasai Amerika Serikat (AS), melainkan juga negara-negara berkembang. Hal ini sejurus dengan normalisasi suku bunga The Fed dan efek perang dagang AS-Tiongkok.

Kedua, Indonesia bisa memperkuat dan memperluas pembiayaan infrastruktur melalui kerja sama investasi. “Ini salah satu isu yang kita angkat untuk memperjuangkan agar pembiayaan infrastruktur tidak hanya dari APBN,” sebut Perry.

Ketiga, bagaimana Indonesia bisa belajar mengembangkan ekonomi dan keuangan digital yang berpengaruh kepada pengembangan UMKM. Tujuannya adalah agar bisnis-bisnis fintech, startup (rintisan), dan sistem pembayaran digital bisa berkembang pesat di Indonesia.

Terakhir, dalam perhelatan ini juga akan difokuskan pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang sudah mulai diadopsi oleh bisnis global.

“Indonesia bisa menjadi early adapter di sini. Apalagi menjadi yang pertama menerbitkan sovereign sukuk green bonds,” tandasnya.
Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ebihan-di-bali

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang

- Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali Lokasi likuifaksi akan dijadikan monumen bencana

- Luhut pastikan tak ada yang berlebihan di Bali Polisi tangkap penyebar hoaks dan penjarah

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di