alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbbe264ded7706e208b458a/ada-mobil-pelat-merah-dan-kedutaan-terekam-e-tilang

Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang

Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (20/9/2018).
Tilang elektronik yang diujicobakan di sepanjang jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, telah merekam adanya 613 pelanggaran lalu lintas selama 1-6 Oktober 2018. Para pelanggar itu kebanyakan mobil berpelat hitam, meski ada pula mobil berpelat merah, TNI/Polri, serta kedutaan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf, mengatakan, tertinggi kendaraan yang tertangkap kamera didominasi pelat hitam alias mobil pribadi sebanyak 369 kasus.

Tilang elektronik juga merekam pelanggaran lalu lintas oleh mobil pelat kuning (61 kasus), pelat merah (20 kasus), pelat TNI/Polri (16 kasus), pelat kedutaan (10 kasus), pelat luar DKI (dua kasus), dan diskresi petugas (19 kasus).

Ada juga pelanggaran lalu lintas, tetapi tidak terkena tilang elektronik (116 kendaraan). Dengan demikian, total pelanggaran tilang elektronik selama uji coba enam hari mencapai 613 kendaraan di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman.

Dalam catatan Polda Metro Jaya, jumlah pelanggaran lalu lintas yang terpantau melalui tilang elektronik selama sepekan itu menunjukkan tren menurun.

"Grafik pelanggaran ETLE (tilang elektronik) menurun saat uji coba selama enam hari," kata Yusuf melalui Antaranews, Senin (8/10/2018).

Yusuf menyebutkan jumlah pelanggaran yang tertangkap gambar layar (capture) kamera pada uji coba hari pertama atau Senin (1/10/2018) mencapai 232 kasus.

Pada hari kedua atau Selasa (2/10/2018) dan hari ketiga masing-masing sebanyak 104 kasus, hari keempat (93 kasus), hari kelima (53 kasus), dan hari keenam (27 kasus).

Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), nama resmi e-Tilang, diuji coba di Jakarta mulai 1 Oktober 2018 di ruas jalan protokol sepanjang jalur Jalan Sudirman hingga MH Thamrin.

Penegakan hukum lalu-lintas secara elektronik sudah lama dibahas dan disiapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Bahkan pada tahun 2016 sempat diumumkan penerapannya bakal dimulai pada 2017, diawali di DKI Jakarta, lalu meluas ke 15 daerah lainnya.

Ada dua regulasi yang menjadi fondasi tilang E-TLE. Pertama, Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tertera dalam pasal 272 ayat 1 dan 2.

Kedua, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan, dan Penindakan Pelanggaran LLAJ yang tertera dalam pasal 28 butir 1-5.

Selain memproses hukum para pelanggar lebih cepat dan efektif, e-Tilang juga dianggap bisa menekan pungutan liar atau sogokan oleh oknum penegak hukum. Alasannya, semua tercatat secara elektronik dan pembayaran denda pun dilakukan langsung ke bank yang bekerja sama dengan Polri.

Uji coba tilang elektronik tersebut mengandalkan kamera pemantau berteknologi canggih yang mampu menangkap layar nomor polisi kendaraan secara jelas dan memiliki resolusi tinggi buatan Tiongkok.

Kamera pemantau itu bekerja secara otomatis mencari dan menangkap layar identitas kendaraan yang melanggar lalu lintas.

Kemudian data pengendara yang melanggar itu terkirim ke database server milik Polda Metro Jaya yang selanjutnya petugas akan melakukan konfirmasi melalui surat atau telepon seluler pemilik kendaraan itu untuk memberitahukan surat bukti pelanggaran.

Sejauh ini, sejumlah kamera pengawas telah tersedia dan diujicobakan, selanjutnya alat tersebut akan dipasang pada persimpangan sepanjang Jalan Thamrin-Jalan Sudirman.

Pada tahap awal, pihak kepolisian menyosialisasikan pemberlakuan tilang elektronik selama satu bulan sebelum dilakukan penindakan atau penegakkan hukum.

Nantinya, pelanggar wajib membayar denda dengan cara mengirimkan sejumlah uang sesuai yang tercantum dalam surat tilang elektronik. Denda ditransfer melalui akun virtual Dirlantas di Bank BRI.

Jika dalam dua pekan tidak ada pembayaran, Dirlantas akan melakukan pemblokiran STNK secara otomatis. Denda akan diakumulasikan pada saat perpanjangan STNK.

Denda yang ditetapkan maksimal senilai Rp500 ribu. Untuk sementara, sistem ini hanya berlaku untuk kendaraan dengan pelat B karena data yang dimiliki Dirlantas belum terintegrasi secara nasional.
Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rekam-e-tilang

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang Lokasi likuifaksi akan dijadikan monumen bencana

- Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang Polisi tangkap penyebar hoaks dan penjarah

- Ada mobil pelat merah dan kedutaan terekam e-Tilang PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di