alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
MTQ Nasional 2018: Jokowi Ajak Baca Alfatihah untuk Korban Gempa
2.5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb8bf0a09a39a14f8b4568/mtq-nasional-2018-jokowi-ajak-baca-alfatihah-untuk-korban-gempa

MTQ Nasional 2018: Jokowi Ajak Baca Alfatihah untuk Korban Gempa

MTQ Nasional 2018: Jokowi Ajak Baca Alfatihah untuk Korban Gempa

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII tahun 2018 resmi dibuka Presiden Joko Widodo di Gedung Serba Guna, Jalan Wiliam Iskandar, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), Minggu (7/10/2018) malam.

Presiden Jokowi mengajak semua yang hadir dalam acara tersebut untuk bersama-sama membacakan surat Al Fatihah untuk korban bencana alam dan para keluarga yang selamat agar diberi kesabaran dan ketabahan.

“Ala hadiniyah Alfatihah,” kata Presiden Jokowi yang kemudian langsung diikuti semua yang hadir di acara pembukaan MTQ XXVII itu bersama-sama membaca surat Al Fatihah, dilansir setkab.go.id.


Presiden Jokowi mengatakan, bahwa bangsa Indonesia saat ini, khususnya masyarakat di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat sedang menghadapi ujian dan cobaan.

“Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah telah menelan korban lebih dari 1.600 jiwa. Rentetan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat sebelumnya juga menelan korban lebih dari 500 jiwa,” kata Presiden Jokowi.

Semua, lanjut Kepala Negara, tentu tidak menginginkan musibah datang menghampiri, entah berupa bencana alam, penyakit, kecelakaan, atau musibah lainnya, tapi musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman.

Kepala Negara menegaskan, Islam mengajarkan untuk bersabar, berikhtiar secara maksimal dan juga berintrospeksi mawas diri dalam menghadapi setiap musibah.

Sedangkan Rasulullah SAW mengajarkan ketika tertimpa musibah agar membaca doa. “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepadaNya kami akan kembali. Ya Allah karuniakanlah kepadaku pahala kepada musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik dari padanya,” ucap Kepala Negara mengutip doa Rasulullah.

Dalam laporannya, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyebutkan, MTQ Nasional XXVII tahun 2018 ini diikuti oleh 1.550 Khafilah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Seskab Pramono Anung, Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, dan para Duta Besar Negara Sahabat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, turut serta mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka MTQ tingkat Nasional ke-XXVII tahun 2018 yang di gelar di Gedung Astaka, Medan, Sumatera Utara.

Menko PMK menyampaikan harapan agar MTQ Nasional 2018 akan menghasilkan qori dan qoriah yg kelak mampu mengharumkan bangsa Indonesia.

"Merekalah yang nantinya mewakili Indonesia dalam MTQ Internasional," ujar Menko PMK dalam rilis persnya.

Menko PMK juga berharap MTQ Nasional ini dapat memperkuat kebhinekaan karena selama mengikuti berbagai perlombaan, kafilah dari berbagai provinsi berkumpul.

"Di sinilah kesempatan untuk saling memahami dan membangun jejaring guna memperkuat persatuan," tambah Menko PMK.

https://tirto.id/mtq-nasional-2018-jokowi-ajak-baca-alfatihah-untuk-korban-gempa-c5pk

Merdu juga Bacaan alfateka jokowi emoticon-Matabelo

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
MTQ Nasional 2018: Jokowi Ajak Baca Alfatihah untuk Korban Gempa

kenangan terindah itu saat kalah tapi sujud syukur emoticon-rose
Balasan post adoeka
Quote:


Keinget lagi deh

Ngoahaha

emoticon-Ngakak
Balasan post adoeka
Quote:


doek ..... napa lo sekarang jadi nastak die hard emoticon-Malu
Quote:


Bray.. ente buka aib orang.. emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
alfa teka emoticon-Wkwkwk emoticon-Hammer2




SUMBER

Zulfikar Mahdanie
8 hrs ·

Tadi saya dikirimkan video oleh sahabat Saiful Amri dan Ira Achjar Koto tentang pengucapan kata Al Fatekhah oleh Presiden Jokowi saat membuka Acara MTQ ke 27 di Medan Sumatera Utara

Perhatikan video di bawah ini, yang sudah saya edit dengan menghilangkan suara background agar terdengar Jelas apa yg di ucapkan oleh Presiden Joko Widodo

Pernyataaan nya adalah sbb :

➡️ Oleh karena itu mari kita bersama sama mengirimkan FAATIHAH kepada korban Bencana alam dan para keluarga yang selamat agar diberikan kesabaran dst nya

➡️ ALA HADZIHI NIAT AL FATHEKHAH...dan kemudian Presiden membacakan Al Fatihah

Yang kemudian viral adalah pada kalimat kedua yaitu Al FATEKHAH..

Para pendukung Capres PS menggunakan isu ini untuk menunjukkan bahwa Presiden Jokowi tidak fasih mengucapkan nama salah satu surat yg paling sering di ucapkan dalam kehidupan beribadah umat muslim

Benarkah demikian ? Mari kita teliti

Pada kalimat pertama pak Jokowi terbukti mengucapkan dengan fasih, namun pada kalimat kedua saat membaca teks beliau berusaha mengucapkan dengan tepat kata kata yang tertulis Ala Hadzihi niat (artinya menghadiahkan sesuatu dengan niat baik) al Faatekhah..

Pengucapan ini sebenarnya agar pengucapan teks latin kalimat berbahasa arab tepat makhraj atau tata cara pengucapan berdasarkan tempat keluarnya huruf (kata FATIHAH dalam pengucapannya (makhraj) huruf HAH dalam tenggorokan, sehingga terucap KAH

Hal ini sangat umum lazim karena merupakan dialek atau tata cara pengucapan, sama seperti kata lain misalnya Ramadhan menjadi Romadhon, huruf a tebal dalam dialek jawa di ucapkan O, dalam bahasa inggris disebut Pronounciation, dalam.konteks di atas HA di ucapkan KAH

Jika diperhatikan utuh maka tidak ada hal yang salah karena saat tanpa teks presiden Jokowi lancar dan fasih mengucapkan kata fatihah, saat mengucapkan huruf latin dari bahasa arab beliau justru ingin terlihat fasih dengan mengucapkan HAH menjadi KAH walaupun tidak sempurna karena faktor dialek dan dilanjutkan kemudian pengucapan isi al fatihahnya pun sempurna (pengucapan keras atau Jahar di setiap awal ayat)

Dan ternyata di video lainnya saya juga menemukan Presiden Jokowi fasih dan lancar mengucapkan salam dan salawat saat membuka pidato pembukaan MTQ

Sahabat saya mbak Mita Simbolon militan hardcore jokowi yang kebetulan ada di lokasi mengirimkan rekaman pidato presiden langsung melalui HP nya, yang menguatkan dugaan saya bahwa pengucapkan Fatekhah oleh Presiden di lakukan karena ingin tepat tata cara pengucapannya serta karena faktor dialek daerah jawa, suku darimana Presiden berasal

Dari rekaman mbak mita bahkan ternyata tidak terdengar huruf K tetapi clearly huruh H yang di ucapkan dari dalam tenggorokan Yaitu berasal dari Tengah tenggorokan Tengah tenggorokan Tengah tenggorokan ( ع،ح ) bukan ha’ ( هـ )

Selain daripada itu karena dalam konteks pilpres membandingkan cara mengucapkan Jokowi jikapun dianggap kurang fasih tetap saja tidak bisa di bandingkan dengan Prabowo

maka jika kefasihan makhrajul huruf dalam al quran di jadikan paramater tentulah seperti membandingan bumi (Prabowo) dengan Langit (Jokowi)

Diubah oleh pokerstar
presiden kita termasuk org yg menganut agama kaum bar2 peminum kencing onta ga?

biasanya di thread2 berbau agama islam banyak komen2 ttg kaum barbar, kencing onta dll. Tp klo tokohnya jokowi, ga keliatan ya org2 yg komen gt. 🤔
Diubah oleh samudra6969
Balasan post pokerstar
Quote:


Negara laen dah syuting bokep diluar angkasa ente masih memperdebatkan pengucapan alpa tekah emoticon-Leh Uga
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Bagus nih, yang penting gak ngajak sebar-sebar hoax ya...
emoticon-Leh Uga
ah, sudah viral itu di grup WA emoticon-Malu (S)
Para setan ga ada bahan berbobot, semua lini di hajar tanpa memperhitungkan bebet dan bobot bahan serangannya emoticon-Malu (S)
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Quote:
[QUOTE

Tadi saya dikirimkan video oleh sahabat Saiful Amri dan Ira Achjar Koto tentang pengucapan kata Al Fatekhah oleh Presiden Jokowi saat membuka Acara MTQ ke 27 di Medan Sumatera Utara

Perhatikan video di bawah ini, yang sudah saya edit dengan menghilangkan suara background agar terdengar Jelas apa yg di ucapkan oleh Presiden Joko Widodo

Pernyataaan nya adalah sbb :

➡️ Oleh karena itu mari kita bersama sama mengirimkan FAATIHAH kepada korban Bencana alam dan para keluarga yang selamat agar diberikan kesabaran dst nya

➡️ ALA HADZIHI NIAT AL FATHEKHAH...dan kemudian Presiden membacakan Al Fatihah

Yang kemudian viral adalah pada kalimat kedua yaitu Al FATEKHAH..

Para pendukung Capres PS menggunakan isu ini untuk menunjukkan bahwa Presiden Jokowi tidak fasih mengucapkan nama salah satu surat yg paling sering di ucapkan dalam kehidupan beribadah umat muslim

Benarkah demikian ? Mari kita teliti

Pada kalimat pertama pak Jokowi terbukti mengucapkan dengan fasih, namun pada kalimat kedua saat membaca teks beliau berusaha mengucapkan dengan tepat kata kata yang tertulis Ala Hadzihi niat (artinya menghadiahkan sesuatu dengan niat baik) al Faatekhah..

Pengucapan ini sebenarnya agar pengucapan teks latin kalimat berbahasa arab tepat makhraj atau tata cara pengucapan berdasarkan tempat keluarnya huruf (kata FATIHAH dalam pengucapannya (makhraj) huruf HAH dalam tenggorokan, sehingga terucap KAH

Hal ini sangat umum lazim karena merupakan dialek atau tata cara pengucapan, sama seperti kata lain misalnya Ramadhan menjadi Romadhon, huruf a tebal dalam dialek jawa di ucapkan O, dalam bahasa inggris disebut Pronounciation, dalam.konteks di atas HA di ucapkan KAH

Jika diperhatikan utuh maka tidak ada hal yang salah karena saat tanpa teks presiden Jokowi lancar dan fasih mengucapkan kata fatihah, saat mengucapkan huruf latin dari bahasa arab beliau justru ingin terlihat fasih dengan mengucapkan HAH menjadi KAH walaupun tidak sempurna karena faktor dialek dan dilanjutkan kemudian pengucapan isi al fatihahnya pun sempurna (pengucapan keras atau Jahar di setiap awal ayat)

Dan ternyata di video lainnya saya juga menemukan Presiden Jokowi fasih dan lancar mengucapkan salam dan salawat saat membuka pidato pembukaan MTQ

Sahabat saya mbak Mita Simbolon militan hardcore jokowi yang kebetulan ada di lokasi mengirimkan rekaman pidato presiden langsung melalui HP nya, yang menguatkan dugaan saya bahwa pengucapkan Fatekhah oleh Presiden di lakukan karena ingin tepat tata cara pengucapannya serta karena faktor dialek daerah jawa, suku darimana Presiden berasal

Dari rekaman mbak mita bahkan ternyata tidak terdengar huruf K tetapi clearly huruh H yang di ucapkan dari dalam tenggorokan Yaitu berasal dari Tengah tenggorokan Tengah tenggorokan Tengah tenggorokan ( ع،ح ) bukan ha’ ( هـ )

Selain daripada itu karena dalam konteks pilpres membandingkan cara mengucapkan Jokowi jikapun dianggap kurang fasih tetap saja tidak bisa di bandingkan dengan Prabowo

maka jika kefasihan makhrajul huruf dalam al quran di jadikan paramater tentulah seperti membandingan bumi (Prabowo) dengan Langit (Jokowi)

[/QUOTE]
Setuju Gan memang aksen penyebutan di Jawa seperti pengucapan tersebut lumrah.. emoticon-Maaf Agan
Quote:


yang ini ane angkat topi salut...
beda kubu tapi bisa melihat dan lebih mengedepankan persatuan.. emoticon-Shakehand2

Quote:


Yg ngetawain jokowi ngucapin alfateka pasti blum pernah denger org ngaji ala banyumasan. Lebih aneh lagi. Mau yg muda, sampai yg mbah2 ya bgitu. Tp ya itulah logat. Mau diubah gmn ya tetep kedengeran
MENJAWAB SOAL KESALAHAN MAKNA "AL-FATEKA"

*Ust. Dr. Miftah el-Banjary
Dosen Ilmu Semantik Arab

Ada diantara kalangan para sahabat melaporkan pada Rasulullah bahwa ada para sahabat lain di suatu perkampungan suku Arab badui lainnya yang keliru bacaan al-Qur'annya, lantas Rasulullah memanggil sahabat itu dan meminta diperdengarkan.

Akhirnya, Rasulullah bersabda bahwa "al-Qur'an itu diturunkan pada 7 dialek/aksen yang berbeda-beda." Mengapa Rasulullah menerima perbedaan dialek para sahabat yang berbeda-beda bacaannya itu?

Jawabannya, karena perbedaan bacaan para sahabat, tidak merubah pada makna subtansi makna al-Qur'an itu. Menjadi lain persoalannya, jika ucapannya itu merubah pada subtansi makna dari ayat al-Qur'an itu sendiri. Nah, tentu Rasulullah tidak akan mentolerir.

Masih ingat kisah kemarahan Sayyidina Umar bin Khattab terhadap orang yang sembarangan menyebutkan lafal al-Qur'an, beliau marah menegur seraya ingin memukulnya?!!

Soal aksen kita tidak boleh saling menghujat dan hina, tapi soal ketepatan makhrijul huruf dan ketepatan melafadzkan huruf itu wajib diluruskan dan wajib belajar untuk mengucapkan lafal yang tepat dan benar. Apa pasalnya?

Sebab bahasa Arab merupakan bahasa yang paling kaya makna dan paling sensitif terhadap pergeseran makna. Artinya, kesalahan mengucapkan berakibat pada kesalahan makna.

Contohnya:
√ Lafadz "Qalbu" (قلب) bermakna "Hati", namun jika dibaca "Kalbu" (كلب) berubah menjadi "Anjing".

√ Kosakata "Katala" (كتل) bermaknan"Menawan", tapi jika dibaca "Qatala" (قتل) berarti "Membunuh".

√ Kata "Sakin" (سكين) dengan fathah bermakna "Ketenangan" bisa berubah menjadi "Pisau" jika dibaca "Sikin" dengan Kasrah.

Dari sinilah seharusnya kita belajar dan harus terus belajar memperbaiki bacaan makhrijul huruf kita, sebab kesalahan dalam pengucapan makhraj huruf pastinya berakibat pada kesalahan-kesalahan bacaan al-Qur'an selanjutnya.

Sekarang mari kita perhatikan pergeseran makna dari "al-Fatihah" menjadi "al-Fateka", bukan menurut saya, tapi menurut al-Mu'jam al-Wasith kamus yang menjadi rujukan bahasa Arab yang cukup dianggap sangat repesentatif saat ini. Apakah merubah makna atau tidak?

Al-Fatihah bermakna "Pembuka"
Al-Fatika/al-Fateka bermakna "Kesewenangan, "Membunuh" dan "Kekerasan."

Jadi, kesimpulannya budaya dan aksen/dialek bahasa daerah tidak bisa dijadikan justifikasi atas kesalahan pengucapan makharijul huruf bahasa Arab yang bisa dianggap disepele.

Barangkali Allah ingin menunjukkan kepada kita siapa sosok pemimpin kita dari ucapan yang keluar dari ucapannya sendiri. Bukan sekedar kesalahan pengucapan, tapi faktornya karena ya tidak terbiasa melafalkan kalimah-kalimah thayyibah. Ini faktor yang seringkali ditemui dari orang-orang yang sering keliru bacaan al-Qur'annya.

Wallahu 'alam.
Prabowor telah menghina logat dan dialek bahasa Jawa, makanya wong jowo haram pilih Prabowo, 60% penduduk NKRI adalah wong jowo yang tersebar di seluruh pulau, prabowor ngajak perang ayo sedulur kabeh cancut tali wondo 2019 ojo ono wong jowo sing pilih Prabowo, prabowor wis nginjak nginjak harga diri wong jowo, ayo woro woro Nyang sedulur liyane.
berdoa masing2 aja ya
Mungkin krn aksen & faktor kebiasaan jokowi jd dimaklumi aja kl Al Fatihah dibaca al fatekah

Tapi kalo baca La Hawla Wala Quwwata Illah Billah dibaca La kalawakalakata ila bililah aneh aja emoticon-Big Grin masa krn aksen & faktor kebiasaan jg emoticon-Big Grin

Ya.. normalx seorg muslim indonesia walopun awam dia tetap familiar dgn kalimat2 tersebut, krn sejak kecil pasti pernah belajar ngaji, jumatan, denger ceramah, dll emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di