alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[ Cerber ] It's Our Love
4 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb6be7a09a39e3648b4567/cerber--its-our-love

[ Cerber ] It's Our Love

[ Cerber ] It's Our Love




Sinopsis : Menceritakan tentang seorang wanita yang selalu duduk di kursi roda karena dalam masa pemulihan akibat koma selama tiga tahun lamanya, dan seorang laki laki yang jatuh cinta kepada wanita tersebut bernama Bumantara Deva yang memiliki darah setengah darah Indonesia dan setengahnya lagi jepang, cinta pandangan pertama saat pertama kali upacara penerimaan siswa dan siswi baru wanita tersebut bernama Harada Aoi.

Prolog :

Aku baru saja menyadari saat baru pertama kali saat penyambutan siswa dan siswi baru tahun pertama akademi management dan bisnis, di antara orang orang itu aku melihat seorang perempuan yang duduk di atas kursi roda, ia memiliki aura yang berebeda dari orang orang yang ada di sekitarnya.

Disini tidak ada seorangpun yang aku kenal bahkan teman waktu di sekolah dasar dan smp ku, saat jam bebas aku berjalan berkeliling sekolah yang di pandu oleh kaka kelas yang sudah siap mengantar kami untuk mengenalkan lingkungan sekolah, aku melihat wanita itu lagi dan ia terlihat kesulitan.

" Senior maaf, aku harus membantu teman ku "

" Silahkan "

Untung saja tidak sulit dalam meminta ijin, aku menghampiri wanita tadi dan meraih gagang kursi rodanya dan mendorongnya secara perlahan, wanita tadi terkejut dan menoleh ke belakang.

" Maaf aku bisa sendiri "

" Tidak apa, aku lihat kamu ke sulitan untuk mengikuti mereka "

Wanita tadi pun terdiam dan ia menundukan kepalanya, aku sangat malu tapi aku ingin membantunya, beberapa orang melihat aku yang mendorong kursi roda.

" Nama ku Harada Aoi kamu bisa panggil aku dengan sebutan Aoi "

tiba tiba Aoi memperkenalkan diri dan aku menghentikan langkah ku

" Aku Bumantara Deva panggil saja Deva "

" Eh, kita ke tinggalan "

Aoi memberitahukan ku, dan aku pun langsung mendorong kursi rodanya lagi, suasana setelah perkenalan ini sangatlah canggung, aku menikmati pemandangan yang kami lewati sekolah ini penuh dengan pepohonan rasanya sangat nyaman, di waktu bersamaan Aoi tersenyum lebar melihat pemandangan yang ada di sebelah kiri kami.

" Kamu bukan orang jepang ya ? " Aoi membuka percakapan

" Ah iya, Ayah ku orang indonesia dan ibu ku orang jepang saat ini ayah ku bekerja di Tokyo "

" Lalu kenapa kamu tidak sekolah di Tokyo ? "

" Hanya ingin mencoba jauh dari orang tua, jadi aku meminta kepada orang tua ku untuk bersekolah di Kyoto dan bertemu dengan mu teman pertama ku "

" Kamu juga teman pertama ku "

Penjelasan dari senior tidak begitu terdengar oleh kami, kami berdua seolah olah membuat dunia kami sendiri di luar dunia mereka, kami banyak berbicara tentang diri kami masing masing. Setelah acara perkenalan lingkungan sekolah selesai kami mengucapkan terimakasih dan di persilahkan pulang karena esok hari adalah hari pertama kami bersekolah di Akademi Sakura.

" Aoi aku antar sampai rumah gimana ? " tawar ku

" Rumah ku cukup dekat dari sini, jadi aku bisa sendirian " Aoi

" tidak baik pulang sendirian aku akan mengantarkan kamu "

" Apa kamu tidak ada kesibukan ? "

" Tidak ada, lagi pula aku tidak memiliki teman disini kecuali Aoi " 

" Terimakasih "

" Tidak perlu berterimakasih, ini kewajiban ku "

Aoi menerima diri ku untuk mengantarkan dirinya hingga sampai ke rumah.

" Kamu sungguh baik "

" Jangan memuji ku "

Aku tertawa begitu juga Aoi, baru aku sadari saat Aoi terus memandu jalan ke rumahnya jln ini sama dengan arah aku pulang. 

" Bisa tolong berhenti disini sebentar ? " 

" Iya " balas ku singkat

Kami berada di sebuah jebantan panjang dibawahnya terdapat sungai yang dangkal sangat jernih dan penuh akan ikan Koi, kami pun berhenti atas permintan Aoi.

" Tempat ini adalah tempat bisa yang sering aku kunjungi dari sd hingga sekarang "

Tanpa aku sadari aku terhipnotis dengan pemandangan dan suasana ini, tempat ini sepertinya sangat jarang di lalui orang orang. Aku tesedar akan sesuatu hal dimana Aoi bergerak dan mencoba bangkit, aku pun segera menginjak pengunci kursi roda, saat ingin aku tolong Aoi menolak sambil tersenyum, ia pun berdiri. Aoi dapat berdiri sambil berpegagan dengan sisi jembatan yang terbuat dari bahan semen yang sangat kuat. 

" Kamu tau Deva, aku memiliki janji "

" Janji ? "

" Janji yang tidak dapat aku penuhi untuk saat ini tapi aku berniat memberitahu mu "

Aku sungguh tidak mengerti apa yang di maksud oleh Aoi, dan ia tersenyum kepada ku, dan kembali melihat ke langit biru cerah. Dari tatapan matanya saat memandangi langit itu entah kenapa jantung ku berdetak dengan kencang. 

" Aoi " panggil ku

Ia pun menoleh dan tersenyum kepada ku, tiba tiba saja angin berhembus kencang dari belakang Aoi, dengan sekuat tenaga ia bertahan. Entah kenapa aku tidak dapat mengatakan apa yang ingin aku sampaikan kepadanya.

" Aku mengerti "

Tiba tiba Aoi seperti mengerti apa yang ingin aku katakan, dan ia pun kembali ke kursi rodanya, aku membuka kembali kunci dari roda kursi roda tersebut dan aku mulai mendorongnya dengan perlahan. 

" Berikan tas mu ke aku " pinta Aoi

" Tidak apa "

" Setidaknya aku dapat mengurangi beban berat mu "

" Aku ini kuat "

" Kalo gak mau ngasih aku tidak akan mau lagi di antar pulang sama kamu "

" Andai aku berikan ke kamu apa kamu mau aku selalu mengantar mu ke rumah setiap harinya, dan setiap waktu saat kamu ingin keluar rumah ? "

Celaka aku mengatakan yang harusnya aku tidak katakan, karena itu terdengar seperti laki laki yang sangat agresive yang memiliki motive tersembunyi.

" Iya tapi kamu harus janji akan terus mengatar ku "

Ia merespon dengan cepat, jawaban yang sangat ingin aku dengar. Aku sangat bahagia dari lubuk hati ku paling dalam, sekarang aku benar benar jatuh cinta kepadanya, Aku pun memberikan tas ku kepadanya, Aoi memegang erat tas milik ku dan miliknya dengan cara memeluk kedua tas tersebut, dan senyumanya terlihat dari sisi wajahnya sedapat yang aku lihat.
Aoi meminta aku menghentikan kursi rodanya dan ternyata rumahnya ada di sebelah rumah ku.

" Ternyata kita tetangga " ujar ku

" Benarkah !? " Aoi menunjukan reaksi yang luar biasa

Saat itu kami tiba tiba saja terdiam dan tertawa bersama. Aoi memerikan tas ku kepada ku.

" Ingat janji kamu "

" Iya aku akan ingat "

" Bisa berikan nomer handphone mu ? "

Kami pun bertukar nomer handphone kami, aku pun memberikan salam dan Aoi pun masuk ke dalam rumahnya. 
Aoi mendengarkan suara Deva berteriak hingga ia merasa malu

" Bodoh, kamu tau yang ingin aku katakan bahwa aku memilih mu "

Di dalam rumah aku bersendar di pintu masuk

" Aku benar benar menginginkan mu "

gumam ku dalam hati

tanpa disadari Aoi di perhatikan kakanya yang sudah kuliah dan ia mengetahui apa yang sebenarnya dengan adik perempuanya ini.

" Aoi " Panggil Harada Yui

Aoi terkejut saat kakanya memanggil namanya

" Eh kak Yui gak kuliah ? " tanya Aoi

" Hari ini aku malas ke kampus, hmm tapi "

" Tapi ? "

" Sepertinya ada sesuatu yang bagus terjadi " tebak Yui

" Aku dapat teman baru " Aoi mencoba menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi

Apa yang dikatakan oleh Aoi benar apa adanya dan ia tidak berbohong sedikit pun Yui mendekati Aoi dan membantu Aoi berdiri, Aoi pun duduk sambil melepas sepatunya. Yui melihat kursi rodanya dan ia pun duduk di samping Aoi.

" Sepertinya teman baru ini sangat special "

Kata kata Yui sungguh mengena dan membuat wajah Aoi tersipu malu

" Apa sih kak " balas Aoi

" Ternyata benar " Yui tertawa kecil

Aoi benar benar malu hingga kupingnya berwarna merah, Yui pun bangkit dan membantu Aoi berdiri lagi, Perlahan Aoi melangkahkan kakinya.

" Kalo gak sanggup jalan lagi bilang ya " Yui

" Aku sanggup kok " Aoi

" berjuang demi teman baru yang special " ledek Yui lagi

" dasar kak Yui "

Aoi pun duduk di kursi sofa yang terletak di ruangan keluarga, Yui mengambilkan alat trapi untuk adiknya. Dengan lembut Yui meletakan benda tersebut di bawah telapak adiknya. Setelah selesai Yui pun mengambil air putih dari lemari es yang tidak jauh dari tempat adiknya berada.

" Yui kaka harap dia laki laki yang baik "

" Iya kak, aku juga berharap seperti itu " balas Aoi

Yui meletakan air es di atas meja di hadapan Aoi, dan duduk di samping adiknya sambil menyalakan televisi.

" Cerita ke kaka siapa namanya ? "

" Apa sih kak " balas Aoi

" Bilang aja gak apa kok "

" Dia tampan "

" terus "

" Terus dia sangat berbeda dari laki laki yang pernah aku temui "

" Bedanya ? "

" Entah kenapa dia berbeda aja "

" Dia bukan orang jepang "

" Eh, apakah dia orang eropa, amerika, atau ? "

" Indonesia "

" Kamu bisa dapatin cowo dari luar neger hebat " Yui merasa iri
Aoi pun tertawa kecil

" Tempat tinggalnya dimana ? " Yui semakin tertarik

" Dekat kok "

" Iya dekatnya seberapa dekat ? "

" Hmm,,, tetangga kita "

" Eh tetangga kita yang baru pindahan !? "

Aoi menganggukan kepalanya. 

 Capter 1


Pagi pagi sekali aku segera memberseskan perlengkapan sekolah ku, membuat bekal makan siang, dan membereskan alat tulis ku sesuai jadwal pelajaran sekolah, aku pun segera keluar dari rumah dan mengunci rumah ku lalu aku berdiri di bawah tiang listrik menunggu Aoi keluar dari rumahnya.

Pintu rumahnya pun terbuka, aku pun memasang wajah tersenyum lebar.

" Hai " Yui

Ternyata wanita yang tidak aku kenal menyapa ku, aku membalas lambaian tangan dari Yui sambil tersenyum, wanita yang aku tunggu belum keluar rumah, Yui meminta ku untuk mendekat ke pagar mereka.

" Tuan putri sebentar lagi siap " Yui menggoda Deva

Dan ia pun masuk lagi ke dalam dan beberapa saat kemudian Aoi datang duduk manis di atas kursi rodanya, dan Yui tersenyum.

" Saya Bumantara Deva salam kenal "

" Aku kakanya Aoi, nama ku Harada Yui "

" Sudah kenalanya nanti kami terlambat kak " Aoi

" Tuan putri sepertinya sudah cemburu di pagi pagi hari ini "

" Enggah ih " Aoi membela diri

Aoi pun meminta tas ku dan aku memberikannya kepadanya, aku memberikan salam kepada kaka perempuan Aoi dan pergi meninggalnya, di jalan Aoi hanya diam saja dan ia menikmati udara pagi. Aku pun mencoba membuka pembicaraan tapi ternyata Aoi duluan.

" Tadi malam kenapa gak kirim massage ke aku ? " tanya Aoi

" Eh itu.. anu "

" Takut ? "

" Emang kamu hantu apa ? "

" Eh! Deva takut dengan hantu ? "

" Gak takut "

Suara tawa dari Aoi pun terdengar, aku ingin sekali mengatakanya bahwa aku menyukainya, tapi sampai sekarang lidah ini sangat kelu rasanya. Kami pun bertemu dengan siswa dan siswa lain di jalan utama, mereka memperhatikan kami berdua beberapa orang tertawa kecil melihat kami. Aku tidak perduli akan apapun tanggapan mereka.

Setibanya di sekolah dan kami melihat kelas tempat kami berada dan syukurlah kami berada di ruangan yang sama. Aoi pun terlihat legah aku pun mendorong kursi tempat Aoi duduk dengan tenang, kami masuk ke gedung sekolah namun ada satu halangan yaitu sebuah tangga, ternyat akelas kami ada di lantai dua.

" Aku rasa aku dapat berdiri untuk menaiki tangga " ujar Aoi

" Tunggu dulu, aku lihat dulu "

Aku naik tangga duluan dan ternyata ada dua tangga, aku pikir Aoi tidak akan bisa naik tangga ini, karena ia akan ke lelahan. Aku pun turun memberitahukan kepada Aoi bahwa tangga ini memiliki dua tangga. Seorang siswa datang menghampiri kami berdua.

" Pagi " sapa siswa tersebut

" pagi " Aku dan Aoi bergantian membalas sapaanya

" Aku kelas 1 ruang 6 apa kalian sama dengan ku ? "

" Iya kami berdua juga 1 ruang 6 " balas ku

" Nama ku Hasegawa Homura, maaf jika nama ku terdengar aneh jadi kalian berdua bisa memanggil ku Hase "

" Kalo begitu, nama ku Harada Aoi panggil saja Aoi " Aoi tersenyum simpul

" Aku Bumantara Deva panggil saja Deva " 

Hase melihat kaki dari Aoi, dan ia juga melihat tangga, Aoi pun bangkit dan berdiri, Aku dengan cepat menggendong Aoi seperti putri raja, aku tau dari suaranya Aoi terkejut, dan wajahnya memerah saat melihat ku, pelan pelan Aoi melingkarkan tanganya di leher ku. Hase yang melihat kejadian tersebut terkesima secara reflek Hase langsung melipat kursi roda dari Aoi.

" Bagaimana jika di lihat yang lainya " tanya Aoi pelan

" Aku tidak perduli "  aku menjawab dengan tegas

Kaki ku mulai melangkah ke anak kaki tangga pertama secara perlahan ke anak tangga selanjutnya, aku merasakan berat tubuh dari Aoi, untung saja aku giat dalam berolah raga jadi tubuh ku selalu bugar. 

" Apakah ini cinta ? "  gumam Hase melihat Deva yang menggendong Aoi

Tiba tiba saja orang orang tersenyum mungkin akan menjadi sebuah legenda pertama kali masuk sekolah seorang laki laki yang menggendong wanita yang ia cintai dalam melewati tangga, Aku tidak sadar terus menggendong Aoi hingga ke depan pintu kelas.

" Deva .... bisa turunkan aku " pinta Aoi pelan

Ternyata kami sudah ada di depan pintu kelas, Hase tadi pun mendekat dan Aoi aku turunkan perlahan dan ia duduk kembali di kursi rodanya. Hase menepuk pundak  ku dan aku melihat ke Hase dimana ia memberikan tanda jempol dengan senyuman entah itu ledekan atau memiliki artian lain.

aku pun membukakan pintu kelas, lalu mendorong kursi roda dengan pelan, di papan tulis terdapat denah kelas yang sudah memiliki nama, ternyata kami berada di belakang, aku duduk paling belakang di depan Aoi ada Hase, dan aku di samping Aoi.

" Tuan putri " panggil Hase ke Aoi

" Tuan Putri ? " Aoi heran

" Iya Aoi itu Tuan Putri dan Deva itu kesatrianya kan " Hase

" Hase, jangan seperti itu " Tegur ku

" Jangan malu malu, kalian ini pacaran kan ? "

mendengar kata kata itu aku dan Aoi saling bertukar pandang dan kami pun memalingkan pandangan dengan cara kami masing masing dengan wajah memerah.

" Oh.... " 

Suara wanita terdengar ternyata ia ada duduk di hadapan ku

" ternyata eh ternyata "

" hi Luna Chan "

" hi playboy Hase " balas Luna

" Jangan panggil aku playboy " Hase

" kamu memang seorang playboy " Luna

" Kalian berteman ? "  tanya Ku

" Tidak " Luna

" Iya " Hase

Luna dan Hase mengatakan secara bersamaan

Tiba tiba Aoi pun tertawa

Kami pun saling berkenalan lagi dengan Fujiwara Luna, ini lah cerita kami bersama orang orang yang baru kami kenal. Walikelas satu ruang enam pun masuk dan mulai meminta satu persatu para siswa dan siswi maju ke depan dalam perkenalan sesuai dengan urutan bangku kami.

Kini giliran ku untuk perkenalan diri yang setelah aku nanti akan di lanjutkan oleh Aoi, mereka bertanya tanya tentang asal negara ku dan aku mengatakan kepada mereka bahwa aku memiliki dua warga negara yaitu jepang dan indonesia, karena ayah ku warga negara indonesia sedangkan ibuku warga negara jepang.

Giliran ku pun selesai 

" kamu populer juga kesatria " ujar Hase saat aku melewati bangkunya

Aoi pun memutar kursi rodanya, dan aku ingin membantu tapi Aoi tidak ingin dengan menggelengkan kepalanya aku pun mengerti, siswa dan siswi yang mengetahui ke adaan tubuh aoi mulai menggeser meja mereka dan Aoi pun lewat.

" Aku Harada Aoi, dari SMP Sakura, sehari hari ku ku habiskan dalam terapi kaki ku di rumah, sambil membaca novel " Aoi mengatakan akan ke adaanya

" Harada memangnya penyakit apa yang kamu derita ? " tanya salah seorang siswa

" Aku pernah koma selama tiga tahun dan ini aku dalam pemulihan " Aoi tersenyum

" Harada punya pacar ? "

" Tidak punya " Aoi tersenyum

" Harada punya yaitu seorang kesatria ! " Hase mengejutkan semua orang

" Aoi itu punya seseorang yang ia sukai " Luna

Luna malah ikut ikutan, aku tidak dapat berkata apa apa, dan Aoi melihat ke arah ku dengan wajah merah, aku yang menyadari hal tersebut jadi ikutan malu. Teman teman di kelas pun bersorak. Untung saja walikelas kami menenangkan mereka semua, Giliran Aoi pun selesai, dan giliran walikelas memperkenalkan diri kepada kami semua.

Aoi pun kembali ke tempat duduknya, dan satu persatu para siswa menggeser meja mereka kembali seperti semula. 

" Sialan dia benar benar seorang putri "

" Putri kelas satu ruang enam yang selalu duduk di singasananya "

Saat jam istrirahat berdering walikelas pun keluar ruangan dan kami memberikan hormat, para siswa dan siswi datang mendekati Aoi, mereka saling berbicara bergantian Hase dan Luna juga turut berada disana sedangkan aku hanya duduk sambil melihat Aoi yang tersenyum lepas aku memperhatikan Aoi sambil tersenyum.

" Hase siapa kesatria yang kamu sebutkan tadi "

tanya salah satu siswi yang mengelilingi Aoi

" Deva " Hase

" Apa benar Luna ? "

" Bahkan kalian tidak melihat seorang kesatria yang menggendong tuan putri saat melewati tangga ? " Luna dengan penuh percaya diri

semua orang melihat ke arah Ku, mereka mulai menanyain kami berdua satu persatu dengan berbagai pertanyaan, entah kenapa aku sangat bersyukur atas kejadian ini kami jadi akrab dengan teman teman di kelas, bel mulai berdering kembali, mereka semua pun meninggalkan kami berdua dan berkumpul, lalu mereka berteriak banzai yang mengejutkan kami berdua.
pemilihan ketua kelas dan perwakilan kelas pun di mulai, mereka pun melakukan penunjukan langsung tanpa melibatkan kami, Hase dan Luna tersenyum kami mengetahui apa yang terjadi, Luna dan Hase pun tidak di pilih, pada istirahat makan siang kami pun menyusun meja makan panjang, aku duduk di samping Aoi.

Aoi ternyata membawa dua buah kotak makan, ia pun memberikan salah satu kotak makan tersebut ke pada ku, aku sebenarnya membuat makan malam ku sendiri tapi aku pun pura pura tidak membuatnya, Aku menerima bekal tersebut dari semua siswa dan siswi di kelas yang ikut dalam makan siang bersama merasa sangat iri dengan kami berdua.
Kami mengulang kembali perkenalan ala kami yang tidak formal dengan kelucuan yang mereka berikan. 

" Deva bahasa jepangnya terimaksih? " Luna sambil membuka kamus dari smartphonenya

" Arigatou " Deva

" Selamat pagi ? "  Hase

" Ohayo "

Teman teman yang lain pun ikut ikutan dan Deva terus menjawab saat itu Aoi pun merasa iri dengan yang lain dan ia ikut bertanya.

" Deva Aku cinta kamu " Aoi

Aku bingung bercampur malu apakah ini sebuah pernyataan atau pernyataan kepada ku, aku melihat ke teman teman yang lain dari sorot mata mereka mereka terlihat sangat ingin tau.

" Ai shiteru Yo " balas ku sambil memandang wajah Aoi

Malah dalam hal ini tidak ada reaksi dari mereka, malah mereka tersenyum sambil memakan bekal milik mereka masing masing. kecuali Aku dan Aoi yang terdiam dan makan dengan wajah memerah.

" Hei gimana rasanya " tanya Aoi pelan

" Sangat enak " Balas ku

" Syukurlah " Aoi tersenyum

Saat jam pulang, Hase dan Luna ikut pulang bersama dengan kami, dan kami saling bertukar nomer hand phone lalu membuat group chat bersama, satu persatu orang orang masuk kedalam group tersebut. Di persimpangan kami berpisah dengan Hase dan Luna. 

" Bisakah kita memutar jalan ? " tanya Aoi

" ok " balas ku singkat

Kami pun melewati jalan yang berbeda kali ini, dan Aoi meminta berhenti saat melihat tangga kuil.

" Ada apa Aoi "

" Kamu tau anak tangga kuil ini berjumblah 99 buah dan memiliki sebuah legenda "

" legenda ? "

" Konon katanya siapapun yang melewati anak tangga ini dengan seseorang yang ia cintai, cinta mereka akan menjadi kenyataan dan akan hidup bersama hingga ajal menjemput " Aoi menjelaskan dengan singkat legenda tangga kuil tersebut

" Kamu ingin melewati tangga itu ? " tanya ku

" Ingin sekali, tentunya dengan orang yang aku cintai " Aoi

" Aku junga ingin melewati tangga itu dengan orang yang aku cintai " ujar ku

Aku tidak dapat mengatakan bahwa aku mencintainya tapi aku memberanikan diri dengan tindakan ku.

" Aoi bisa berdiri sebentar ? "

" Bisa memangnya kenapa ? " Tanya Aoi heran

Bersambung .........












Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Daftar Isi :
BAB I
1. Prolog Dan Capter 1
2. Capter 1.2
3. Capter 2
4. Capter 3
5. Capter 4
6. Capter 5
7. Capter 6.1
8. Capter 6.2
9. Capter 7
10. Capter 8
11. Capter 9
12. Capter 10
13. Capter 11

BAB II
1. Capter 1
2. Capter 2
3. Capter 3
4. Capter 4
5. Capter 5
6. Capter 6

Capter 1.2

sekali lagi aku menggendongnya tanpa minta ijin, kali ini Aoi sangat tenang, Aku melangkahkan kaki ku ke anak tangga pertama, dan Aoi hanya diam saja dengan wajah tersipu malu. Aku berusaha sekuat tenaga menaiki tangga yang berjumblah 99 tersebut. Ini sangat sulit dari yang aku bayangkan, tangga sekolah tidak ada apa apanya dengan tangga yang aku naiki satu persatu ini.

Aoi melihat keringat ku yang mulai kelur dari wajah ku, ia menyadari bahwa sambil menggendongnya sangatlah sulit. semakin tinggi tangga yang di lalui semakin berat rasanya, kaku ku mulai gemetar

" Turun kan aku " pinta Aoi

" Tidak akan " balas ku

" Kenapa .... " tanya Aoi

" Sudah aku bilang bukan, aku akan menaiki tangga ini bersama orang yang aku cintai "

Angin bertiup dengan dengan lembut menggoyangkan ranting ranting pohon di sekitar kami, Aku terus berusaha dan puncaknya semakin dekat, lalu setelah sampai di atas sana aku pun membalikan badan ku dan turun lagi sambil menggendong Aoi tanpa beristirahat, Aoi terlihat sangat khawatir dengan ku dan itu terpancar dari raut wajahnya, aku melakukan ini karena inilah bukti dari besarnya cinta ku kepada Aoi.
Aku hampir ke hilangan ke seimbangan saat berada di tengah tentah perjalanan turun tapi aku berhasil menyeimbangkan tubuh ku, dan aku terus menjaga agar Aoi selamat, akhirnya aku tiba di bawah sambil menggendong Aoi dan Aku menurunkan Aoi, Aoi duduk di kursi rodanya, sedangkan aku tidak kuat lagi dalam berdiri dan duduk di tanah dengan nafas tersengal sengal.

Aoi bangkit kembali dan tiba tiba ia langsung memeluk dan mencium bibir ku, aku tidak menyangka jika Aoi melakukan hal ini kepada ku.

" Ini ciuman pertama ku " Aoi

" Ini juga ciuman pertama ku " Deva

Beberapa saat kemudian kami melanjutkan perjalan pulang, dan kami merahasiakan semua ini, setibanya di rumah aku merasakan kaki ku rasanya ingin lepas. di rumah adik laki laki Aoi sudah pulang duluan, Aoi di bantu adiknya yang masih duduk di bangku SMP.

Ingatan saat Aoi mencium bibir ku dan ia memeluk ku, masih saja terasa pada tubuh ku, entah kenapa tubuh ku mengingat rasa itu.

" kak Aoi "

" Ada apa Yuto "

" Sepertinya aku mencium bau laki laki dari kaka "

" Apaan si "

Yuto langsung berlari dan menekan tombol telp rumah dan ia memberitahukan kepada ayah dan ibunya.

" dari mana saja Yuto "

" Tidak apa apa kak, selamat ya "

" Apa sih, oh iya ini alat trapi kaki kaka "

" terimakasih "

Handphone ku pun berdering sebuah pesan dari group chat dari Hase

" Kesatria bagaimana ke adaan mu ? "

" Aku baik baik saja "

" Aoi apa kamu online ? " chat dari Luna

" Iya aku Online " balas chat dari Aoi

" Apa kalian sudah pacaran ? " tanya Hase

" Rahasia " Aoi menambahkan emoticon yang lucu

" Oi katakan kesatria apa kamu sudah nembak tuan putri " tanya Luna

" Rahasia " balas ku

" Oh iya sudah ada rencana untuk ikutan Club ? " tanya Hase

" Aku belum memikirkanya " Luna

" kalo kamu Deva ? " Hase

" Aku pikir aku akan bergabung dengan club Kendo "

" Aku juga ikut Club kendo " Hase

" Club kendo tidak buruk juga " Luna

" Aku akan menonton kalian " Aoi

" Terimakasih Aoi " balas ku

" Iya, jangan lupa berendam di air panas lalu istriahat lebih awal karena kaki kamu pasti sangat lelah " Aoi

" Nanti dulu aku masih merasa gemetar "

" Maaf "

" Oi oi oi pasti ada sesuatu yang terjadi bukan " Hase

" Ini sangat mencurigakan " Luna

" Tunggu dulu di dekat jalan kalian pulang itu ada kuil anak tangga sembilan sembilan bukan " Hase

" Kuil anak tangga sembilan sembilan ? " Luna

" legenda anak tangga sembilan sembilan Luna " Hase

" Aku pernah mendengarnya, jangan jangan " Luna penuh curiga

" Hahahahaha " Aku hanya mengetikan kata tersebut

" Aoi apa itu benar " tanya Luna

" emoticon-Stick Out Tongue " Aoi

" Hei Luna aku akan menggendong mu melewati anak tangga sembilan sembilan tersebut " Hase

" Kamu tidak akan kuat " Luna

" Kuat " Hase

" Seperti Kesatria yang menggendong tuan putri ? " tanya Luna

" Ayo lah kaki mu itu sangat kuat "

" Lemah! "

" besok aku akan menggendong mu "

" Oh ya "

" Kenapa kalian berdua tidak pacaran saja ? " tanya Aoi

" Tidak akan " balas Luna

" Luna chan, aku cinta kamu "

"Cih pengecut "

" Lihat kan Aoi, Deva, Luna itu sangat kejam "

" Bodo amat "

Aku dan Aoi hanya mengirimkan emoticon tertawa dengan tingkat Hase dan Luna. Aku pun pamit untuk membersihkan badan ku, dan aku berendam air panas, rasanya sangat enak, setelah selesai aku tersendar di sofa pada ruangan keluarga karena kaki ku masih terasa sangat lelah begitu juga tangan ku.

Suara bel pintu berbunyi, Aku pun bangkit dan membuka pintu

" halo tentangga " Yui menyapa duluan

" Deva " Aoi

" Selamat datang, silahkan masuk " ajak ku

Saat aku menutup pintu, aku melihat Yui membawa plastik besar dan penuh akan berisi bahan makanan.

" Aku dan Aoi tadi membeli bahan makanan malam ini kami akan memasak dan makan malam di rumah mu Deva " Yui

" Eh jangan repot repot " balas Ku

" Tidak, pokoknya aku akan memasak " Aoi

" Lihat kan jika tuan putri berkehendak " Yui

" Iya benar juga " ujar ku

Bersambung di Capter 2
Diubah oleh teragaming

Capter 2

Pakaian apapun yang di gunakan Aoi ia tetap terlihat cantik

" Deva kami pinjam dapur mu " Yui

" Aku akan membeli minuman untuk kita " Deva

" Ajak aja Aoi bersama mu " Yui

" kak Yui " Aoi

" Tidak apa ayo sana " Yui tersenyum

" Aku ganti baju bentar "

Aku bergegas masuk ke dalam kamar , baru saja masuk ke dalam kamar, ada suara pintu di ketuk, saat aku membuka pintu kamar ternyata Aoi, Aku pun mempersilahkan Aoi masuk ke dalam kamar ku.

" Jadi ini kamar cowo ? " Aoi tersenyum

" Kenapa gak lihat kamar yang berantakan ya " ujar ku sambil tertawa kecil

Aoi berdiri dan ia duduk di atas tempat tidur ku dan ia pun rebahan, saat aku membalikan badan ku aku melihat Aoi yang berbaring di tempat tidur ku, aku pun mendekatinya dan duduk di sampingnya.

" Cape ? " Deva

" Enggak mau rebahan di tempat aku tiap harinya tidur aja " Aoi

" Kamu bebas kok disini "

" Kita pacaran kan ? "

" Emang kita pacaran ? "

" Dih ! " Aoi mengembungkan kedua pipinya

Aku memberanikan diri ku mendekatkan wajah ku ke wajah Aoi, ia pun berhenti mengembungkan kedua pipinya, kedua tangan Aoi pun memeluk ku dan aku pun mencium bibir Aoi saat aku hendak menyudahinya.

" Lagi " pinta Aoi manja

Sekali lagi aku menciumnya dan lidah kami saling bermain, detak jantung ku berdetak sangat cepat, aku benar benar menikmati ciuman ini begitu juga Aoi. Setelah merasa cukup Kami pun duduk.

" Aoi " panggil ku lembut

" ya " balas Aoi

aku mencium Aoi lagi sebelum kami pergi ke toko terdekat

[ Cerber ] It's Our Love

Tanpa kami sadari ternyata Yui mengawasi kami, setelah selesai berciuman aku pun bangkit membantu Aoi duduk di kursi rodanya, lalu kami pun pergi ke luar rumah. Di jalan yang sunyi hanya di terangi lampu jalan, kami saling bercanda tanpa terasa kami sudah tiba di toko dekat rumah kami.

Aku asik meihat lebel yang tertera pada botol minuman, sedangkan Aoi hanya memperhtikan ku.

" Jangan botol minuman soft drink aja, air putih ingat air putih " Aoi

" Iya aku ingat kok "

Aoi benar benar sangat memperhatikan setiap barang yang aku pilih bakan ia menasehati ku tidak perduli ada siapa di sekitar kami, orang orang yang mendengar percakapan kami, mereka tertawa kecil ada pula yang tersenyum. Kami seperti pengantin baru. Setelah selesai berbelanja kami pun pergi meninggalkan toko tersebut dan kembali ke rumah.

Aku tidak percaya jika ke hidupan sma ku sangat indah seperti ini, Setibanya di rumah Aku seperti biasa membantu pacar ku dia sangat imut dan cantik sekali, bahkan Yui berkali kali mengatakan cemburu dengan kami berdua, dia juga ingin memiliki seorang laki laki seperti ku.

" Deva istirahat aja, biarkan aku dan kak Yui yang mengurus makan malam " pinta Aoi

" Tidak apa ni ? " tanya ku

" Pangeran santai saja " sahut Yui

Yui berbicara dalam hatinya, dan mendoakan agar pilihan adiknya Aoi adalah laki laki yang tepat, di tambah apa yang dia lihat saat Aoi dan Deva di kamar berduaan mereka sudah tahap ke ciuman, semoga tidak terlalu cepat bagi Aoi untuk ke tahap selanjutnya. Yui sekali kali melihat ke kaki adiknya yang masih terlihat bekas jahitan akibat kejadian itu, sampai saat ini mungkin Deva tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi.

Setidaknya Aoi bisa menikmati kehidupannya sebelum hari itu akan tiba, jika saat itu telah tiba, mungkin Deva dan Aoi akan menangis. Aoi melihat Deva tertidur sambil menunggu makan malam siap.

" Aoi " panggil Yui

" Aku tau kak Yui " Aoi

" Kamu yakin ? " tanya Yui dengan raut wajah sedih

" Setidaknya biarkan aku dan deva menikmati hari hari kami " Aoi tersenyum simpul

Beberapa saat kemudian makan malam sudah siap, Aku di bangunkan oleh Aoi saat aku membuka mata ku, aku melihat wajah wanita yang sangat aku cintai, dan Ia pun mengecup bibir ku.

" Yuk kita makan malam " Aoi

" Apa Yui barusan lihat ? " tanya ku khwatir

" Tidak, dia tidak lihat " Aoi

aku pun memegang pipinya sambil tersenyum, begitu cantiknya kekasih ku ini.

" Kalian berdua buruan entar dingin " Yui

" Iya " balas Aku dan Aoi serentak

Kami berdua pun ke meja makan yang tidak jauh dari tempat kami berada.

" romantisnya " Yui merasa iri

Tanpa kami sadari sikap kami berdua membuat Yui sangat iri, kami saling berpandangan dan tertawa bersama, makan malam ini pertama kalinya aku makan bersama, andaikan ibu dan ayah ku tidak sibuk bekerja aku menginginkan makan malam seperti ini.

Setelah makn malam, Aku membantu Yui cuci piring sedangkan Aoi aku minta untuk melihat saja. Malam semakin larut Aoi dan Yui pun berpamitan. Aku mengantar mereka hingga pintu gerbang rumah ku, padahal rumah kami hanya bersebelahan. Inilah tata krama yang di ajarkan oleh nenek ku dulu.

Capter 3

Asuka Emi dia wanita satu sekolah dan siswi tahun pertama, ia sering memperhatikan aku dan Aoi dari kejauhan, aku anggap itu adalah hal yang biasa saja karena ia berada di ruangan yang berbeda dari kami.

" Deva ! " Hase

" Yo " aku sambil menyapanya

" Pulang sekolah kita ke karaoke gimana ? " tanya Hase

Aku pun menoleh ke Aoi

" Aku ikut " Aoi tersenyum

" Ya udah aku ikut " balas ku santai

" Terus gimana kamu Luna ? " tanya Aoi

" Aku ikut saja " balas Luna

Seorang perempuan berjalan mendekati kami, aku tidak sengaja melihatnya dan ia semakin dekat, aku mengetahui dirinya dari Hase karena Emi sering sekali melihat kami dengan tatapan tajam. Saat itu Ia pun berdiri dan Aoi menolehkan wajahnya dan mereka saling bertatapan.

" Ternyata si lumpuh masuk sma disini juga " Emi dengan nada ketus

Aku pun naik darah dan berdiri tiba tiba di hadapan Emi, Aoi langsung menggenggam baju seragam ku bagian belakang dengan sangat erat, aku tau kenapa Aoi bertindak seperti itu.

" Maaf, bisakah kamu jangan memanggilna dengan sebutan si lumpuh " Aku sambil menahan emosi

Luna menutup buku kecil yang selalu ia baca

" Deva duduk aja dengan tenang, kasihan Aoi " Luna dengan nada ramah

" Oi lumpuh kenapa diam aja " ejek Emi

tiba tiba tamparan keras di pipi kanan Emi oleh Luna, Hase pun langsung menahan Emi.

" Sekali lagi kamu mengejek teman ku maka aku tidak akan segan segan lebih dari ini " ancam Luna

Akibat tamparan tersebut Emi terdiam dan matanya berkaca kaca.

" Lihat saja nanti ! " Emi pergi meninggalkan kami semua

tatapan tajam Luna tidak teralihkan hingga Emi menghilang dari pandanganya.

" Tenang tenang " Hase

" Jika itu menyangkut masalah teman ku, aku tidak akan takut untuk berhadapan dengan pelacur sialan itu " Luna

" Luna sudah " balas ku

Luna pun berbalik dan ia mendekati Aoi

" tenang saja Aoi, aku akan selalu melindungi mu, karena kita teman " Luna tersenyum

tiba tiba Aoi menangis tersendu sendu, semua orang yang ada di kelas berdatangan dan mereka sangat marah atas perlakuan Emi terhadap Aoi, tapi mereka juga bersyukur karena Luna langsung memberikan respon yang cepat dan keras.

" Sialan tu orang "

" Gw gak terima teman sekelas gw di perlakukan seperti itu "

teman teman yang lain sangat kesal, aku pun meminta mereka tidak memperpanjang masalah ini, kasihan Aoi.

" Aoi kita pulang aja gimana ? " tanya Ku

Aoi pun menganggukan kepalanya

Hase dan Luna serta teman teman di kelas membantu dalam memintakan ijin untuk aku dan Aoi. Emi yang merasa sangat kesal atas perlakuan yang telah ia terima, ia sangat marah sekali.

" Hari ini aku ingin ke rumah mu aja " pinta Aoi

" Gak pulang ke rumah mu ? " tanya ku

" Di rumah tidak ada orang " Aoi

" Ya udah " Aku tersenyum

" Deva jangan marah marah lagi, aku sangat takut "

" memangnya aku nyeramin "

" Aku hanya terkejut aja "

" tapi lebih nyeramin Luna kan "

" Luna dari dulu memang seperti itu "

" Luna satu smp dengan kamu ? "

" Dia pindah saat tahun ke tiga karena pekerjaan orang tuanya, tapi dulu ia orang yang sangat pendiam "

" Terus Emi itu siapa ? "

" Dia teman smp ku juga "

" Gitu ya "

" Sebenarnya selama tiga tahun lamanya aku selalu di bully "

" ................. "

" Dari semuanya Emi yang paling sering membuly ku "

" aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, andaikan kita bertemu lebih dulu "

" Tapi aku senang kok sekarang kita bertemu "

" Tiga tahun itu tidaklah sebentar "

" Aku tau itu, untung saja ada kak Yui yang selalu menyemangati ku "

Aku mengelus rambut Aoi

" Tapi aku sudah memaafkan mereka, dan kaki ku ini karena .... "

" Karena ? "

" Nanti aku ceritakan lagi " Aoi tersenyum

Aku tidak ingin membuat Aoi sedih jadi aku tidak banyak bertanya tentang kejadian dulu, mendengar cerita singkat yang abu abu ini saja aku sudah sangat marah karena menyangkut akan Aoi.

Setibanya di rumah, kami duduk di dalam kamar ku. Aoi bangkit dari kursi rodanya dan duduk di atas tempat tidur ku, untuk menghibur kekasih ku, aku mengambil gitar yang selama ini aku simpan.

" Aku akan mengadakan konser "

" Eh kamu bisa bermain gitar ? "

" bahkan aku bisa menyanyi juga "

" Keren, ayo tunjukang sekarang "

" Nanti dulu, sebelum itu aku ambil minuman dan kue "

" Iya "

Emi yang masih di sekolah memikirkan cara bagaimana caranya agar ia dapat menjahili Aoi, karena ia sangat marah dengan Luna. Aku pun membawakan minuman dingin dan kue untuk Aoi, Aoi terlihat sangat senang, dan aku duduk di hadapan Aoi, dan menyanyikan lagu lagu yang aku buat sendiri lagu ini tidak pernah aku dengarkan kesiapapun, kali ini lagu ini di dengarkan pertama kali untuk orang lain tepatnya untuk orang yang aku cintai.

Aoi bertepuk tangan sambil tertawa

" Sayang ke sini " Aoi

Tiba tiba Aoi memanggil ku dengan sebutan sayang, itu membuat ku senang luar biasa aku pun mendekat karena Aoi meminta ku mendekat.

" Selama ini tidak ada pernyataan bukan ? " tanya Aoi

" Pernyataan cinta ? " tanya ku

Aoi menganggukan kepalanya

" Aoi maukah kamu menjadi pacar ku ? " aku mengatakanya begitu saja dengan nada lantang

Suara ku mengejutkan Aoi, dan ia pun tersenyum

" Aku mau " balas Aoi

Kami pun tertawa bersama.

" ngomong ngomong kok rasanya panas yah " Aoi membuka dua kancing baju atasnya

Aku bingung padahal aku sudah menyalakan pendingin ruangan dengan suhu paling dingin, saat aku melihat Aoi dari sela sela kancing baju yang ia buka, aku dapat melihat dengan jelas belahan dadanya. tanpa sadar Aoi menatap ku.

" Dasar mesum " ujar Aoi

Mendengar kata kata dari Aoi aku terasadar dari tatapan mesum ku, wajah ku memerah dan aku mencoba mengalihkan pembicaraan aku sangat canggung. Aoi malah tertawa dan Ia menggeser tempat tidurnya hingga kami sangat dekat, Aoi melingkarkan kedua tangannya di leherku.

" Jadi tuan perayu apakah aku cantik ? " goda Aoi

" Anu... "

" Apa aku gak cantik ? "

" Kamu sangat cantik "

Aoi menggoda ku dengan pesona yang ia miliki

" Aku ini wanita yang sangat pencemburu loh, aku tidak suka kamu dekat dengan wanita manapun " Aoi dengan nada pelan

" Aku hanya mencintai kamu " balas ku

" Kamu itu siapa yah ? " Aoi

" Maksudnya Aku hanya mencintai Aoi seorang " tegas ku

Kami saling berpadangan dan wajah kami semakin dekat, Aoi menutup kedua matanya aku pun mencium bibir Aoi.


wkwkwk numpang baca om
Lanjoet mang emoticon-Salaman:
nambah 1

Capter 4

Entah kenapa tubuh ku menjadi sangat panas apakah perasaan ini yang telah di rasakan Aoi saat ia mengatakan kepada ku bahwa ia kepansan, Aoi merebahkan tubuhnya dengan pelan di atas tempat tidur ku, pemandangan ini pemandangan yang sangat luar biasa. Baru saja aku hendak menyentuh Aoi kami di kejutkan oleh suara handphone milik Aoi.

Aoi pun bangkit dan meminta ku mengambilkan tas miliknya, sekali lagi suasana menjadi sangat canggung.

" Aoi barusan walikelas mu mengatakan kamu pulang cepat ? " tanya Yui panik

" Iya kak Yui, aku merasa kurang enak badan " Aoi

" Hari ini Yuto ada acara tidur di sekolah, dan aku pulang terlambat jadi Deva bersama mu kan ? " Yui

" Iya kak " Aoi

" Nah tinggla saja di rumah Deva dulu, ok " Yui langsung menutup sambungan telpnya

Aku yang hanya duduk saja karena ke bingungan apa yang harus aku lakukan, Aoi pun melepaskan seragamnya hingga tinggal kemeja berwarna putih, pakaian dalamnya pun ia tanggalkan dengan wajah memerah Aoi tetap menuju ke Aku yang hanya bisa mematung, Aoi tersenyum dan Ia meminta aku untuk membiarkanya duduk dia atas diri ku seperti di pangku.

[ Cerber ] It's Our Love

Aku dapat merasakan semua tubuh Aoi, kami pun berciuman sekali lagi, dimana tangan Aoi membuka baju ku, lalu aku berdiri sambil menggendongnya dan merebahkanya lagi di atas tempat tidur, kini aku dapat melihat semuanya dengan sangat jelas, aku melepaskan celana panjang ku, dengan wajah merah padam Aoi menatap ku dengan tatapan penuh harapan.

Dan kami pun melakukan hal yang pertama kali dalam hubungan intim sepasang manusia, setelah melakukan hal tersebut Aoi tertidur kelelahan begitu juga aku yang berbaring di sampingnya, sekali kali Aoi terbangun membuka matanya dan tersenyum melihat ku. aku mengecup keningnya dengan lembut dimana aku sudah menjadi miliknya begitu juga dirinya telah menjadi milik ku.

Harta seorang wanita hanya ada satu kali dalam seumur hidup, jika wanita itu memberikan hartanya kepada seorang laki laki maka seorang laki laki itu wajib untuk menjganya hingga maut memisahkan mereka. Tidak terasa hari sudah semakin sore.

" Sayang bangun " Panggil Aoi

Perlahan aku membuka mata ku

" Ada apa sayang ? " balas ku

" Sudah sore, mandi sana "

Aku melihat ke jendela dan perlahan aku bangun, Aoi pun merangkul tangan ku

" Kita mandi bareng " pinta Aoi manja

" Kalo kita mandi bareng entar gak mandi lagi namanya " ujar ku

" Terus ngapain ? " pancing Aoi

" Nanti aku menjamah mu lagi " Aku dengan nada malu malu

" Kenapa gak sekarang aja ? " Aoi sambil menggit jari telunjuknya

Pacar ku ini selalu saja memancing ku aku tidak tau harus seperti apa

" sayang, gimana nih " Aoi

" apa kamu gak cape ? " tanya ku

" enggak " Aoi tertawa kecil

" Benaran mau lagi ? "

" Yup " Aoi

" Satu kali aja ya "

" Gak mau "

" Tapi sebentar lagi Yui pulang dari kampus kan "

" Terus kenapa ? "

" Nanti kalo kecapean gimana ? "

Aku terus mencoba untuk menolak

" gak gimana mana, pokoknya ayo ih "

" Astaga "

Tiba tiba mata Aoi berkaca kaca, raut wajahnya berubah menjadi sangat sedih

" Aoi jangan sedih "

" Habisnya aku pikir diri ku tidak menarik di mata kamu "

" Kamu sangat menarik, bahkan aku selalu membayangkan kamu "

" Tapi kenapa kamu menolak ? "

" Bukan begitu, kalo kamu ke lelahan nanti kan kasihan kak Yui "

" Tapi kan tapi ... "

" Kecuali kamu mau tidur di tempat ku malam ini "

Aoi meraih handphone miliknya dekat bantal dan mengirimkan pesan kepada kakanya Yui bahwa ia akan tidur di tempat Deva, Yui langsung membalas pesan tersebut dengan kata ok.

" Nih lihat " Aoi menunjukan pesannya kepada ku

Setelah melihat pesan itu Aoi meletakan smarphonenya. Ia kembali berbaring di tempat tidur, dan aku mendekatinya.

[ Cerber ] It's Our Love

malam ini adalah bulan purnama, aku mematikan lampu di kamar ku sinar bulan menerangi kamar melalui jendela kamar ku.

" Sayang, aku milik mu jadi tolong perlakukan aku dengan baik " Aoi

" Aku mengerti "

Sekali lagi aku menuruti ke inginan Aoi, Aku melakukanya dengan pelan, sekali kali Aoi merintih dan memeluk tubuh ku dengan erat

" Apa ingin aku hentikan " tanya ku karena khawatir

" Gak mau " Aoi dengan nada terbata bata

Aku melanjutkanya, kurang lebih setengah jam kemudian kami pun selesai, aku berbaring di samping Aoi, dan Aoi meletakan kepalanya di dada ku, berkali kali ia mengecup bibir ku, tapi entah kenapa seolah olah aku mendapatkan firasat bahwa Aoi akan pergi jauh dari ku, aku tidak ingin ia pergi sungguh aku tidak ingin, dari awal aku jadian denganya aku selalu berdoa agar kami selalu bersama, betapa besar cinta ku kepada Aoi tidak dapat di bendung lagi, aku tidak ingin semua ini berakhir begitu saja.

Bahkan saat ini aku terus belajar dengan giat agar suatu saat aku tidak akan membuat ia kecewa jika bersama ku, walau bagai manapun aku ingin memberikan ke bahagian yang besar dengan semua yang aku miliki.

" Sayang " Aoi

" Ya "

" Aku sangat bersyukur memiliki kekasih seperti mu "

" Aku juga sangat bersyukur, karena kamu memilih ku, dan aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku "

" Dasar gombal "

" Ini bukan gombal tapi ke jujuran hati dari paling dalam "

" Kalo begitu mau berjanji ? "

" Aku tidak hanya berjanji bahkan aku akan bersumpah "

Air mata Aoi pun menetes, aku mengusap air matanya

" Apa aku mengatakan sesuatu yang membuat kamu sedih ? "

" Tidak, aku hanya merasa sangat senang mendengar kata kata itu "

Aoi pun meletakan kembali kepalanya di atas bantal, aku bangkit dan membuat makan malam, sedangkan Aoi melihat ke luar jendela disana ada Yui yang sedang berdiri. Aoi tersenyum dan menutup jendela dengan tirai berwarna putih tersebut, lalu lampu kamar pun di nyalakan.

Tiba tiba kaki Aoi merasa sangat lemah, dan ia pun terjatuh ke lantai, mendengar suara keras tersebut aku berlari ke kamar karena rasa khawatir, saat aku buka pintu kamar, ternyata Aoi terjatuh. Aoi meringis ke sakitan

" Apa kamu gak apa apa ? " tanya ku

" Kaki ku tidak bisa di gerakan " Aoi

" Kita harus ke rumah sakit " balas ku

Aku mengambil pakaian Aoi, dan memasangnya setelah selesai aku menghubungi Yui, Yui pun datang dan ia menghubungi rumah sakit, Aku turut ikut mengantar Aoi ke rumah sakit begitu juga Yui.

" Aku sungguh bahagia " Aoi sambil melihat Deva dan Yui

" Syukurlah kamu bahagia " Yui

" Pokoknya kamu harus kuat, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kamu "

Mata ku berkaca kaca dan nada ku tersendat sendat karena menahan kesedihan yang menyerang diri ku.
nitip jejak om. yang semangat updetnya. balik lagi ntar kalo updetnya dah banyak.
kereenn cerita nya ..penuh dgn romantisme ..moga kalian (aoi n deva) selalu bahagia ..
laanjjuutt lg ya moga lancar update nya ..
salam kenal buat ts nya

Capter 5



Mobil ambulan yang membawa kami tiba di rumah sakit, aku tidak boleh masuk ke ruangan pemeriksaan khusus begitu juga Yui, kami berdua pun duduk di sebuah bangku panjang yang ada di lorong tersebut sambil menunggu dokter yang memeriksa Yui.

" Deva, maaf aku bertanya seperti ini seberapa besar rasa sayang dan cinta mu ke adik ku Aoi ? " tanya Yui

" Ada apa kak Yui ? "

" Jawab saja pertanyaan ku "

" Seberapa besar rasa cinta ku kepada Aoi itu tidak dapat di gambarkan "

" Setidaknya ada kata kata yang lebih jelas "

" Aku sangat mencintai Aoi, jika ke dalaman laut disamakan dengan dalamnya cinta ku kepada Aoi laut pun tidak dapat menyamainya, jika di samakan dengan tingginya gunung, gunung pun tidak mampu menyanginya, lalu jika perasaan cinta ku ini di coba di bendung maka tidak ada satupun waduk yang dapat membendungnya "

" Terus "

" Jika bertanya ke langit seberasa besar rasa cinta ku maka langitpun tidak dapat menjawabnya "

" Sepertinya sangat sulit "

" Apa maksud kak Yui ? "

" Tidak apa jangan di pikirkan "

" Tapi... "

" Aoi itu special, ia adalah wanita yang sanggup mengorbankan segalanya demi orang orang yang ia sayangi dan ia cintai "

" Aku tau "

" Ia juga selalu mengagumi mu, dan menceritakan tentang mu kepada ku hingga aku bosan "

" Aku tau "

" Tapi Deva, jika suatu saat terjadi hal yang tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan dan kamu inginkan maka jangan bersedih "

Kata kata barusan membuat ku berfikir apakah ada sesuatu yang di sembunyikan dari ku, aku benar benar tidak tau. bahkan saat bersama ku Aoi tidak pernah menceritakan tentang masalalunya, kami hanya membicarakan tentang kebersamaan kami.

Dokter pun datang dimana Aoi baik baik saja ia hanya terlalu lama berdiri saja, tapi kemajuanya sudah sangat luar biasa, mungkin sekitar enam bulan lagi Aoi bisa berjalan dengan normal. tapi untuk saat ini Dokter melarang kami untuk menjenguknya.

Aku pun berpamitan dengan Yui, aku pun pulang tapi pikiran ku tidak dapat tenang aku selalu memikirkan tentang Aoi, walau ia tidak apa apa, aku ingin melihatnya jika aku terus memaksakan ke hendak ku maka dokter akan kesulitan dan Aoi kepikiran lebih baik esok hari aku datang ke rumah sakit.

Di rumah aku benar benar tidak dapat tidur, bau Aoi masih ada di tempat tidur ku dan aku sangat menyayangi serta mencintai Aoi, aku pun pergi ke sekolah Hase dan Luna serta teman teman di kelas menanyakan perihal Aoi aku pun memberitahukan kepada mereka bahwa Aoi harus di rawat di rumah sakit, mereka pun menjadi khawatir. setelah pulang sekolah kami pun pergi bersama sama untuk menjenguk Aoi.
Namun saat di rumah sakit tidak sama sekali nama pasien Harada Aoi, aku ke bingungan untuk mengkonfirmasi aku menanyakan kepada Yui lewat sambungan telp tapi nomer tersebut tidak dapat di hubungi. Aku meninggalkan teman teman ku aku mencari cara untuk pergi secepatnya ke rumah Aoi, aku menaiki bis yang barusan saja tiba dengan nafas tersengal sengal aku akhirnya berhasil menaiki bis tersebut.

Tidak mungkin Aoi tidak ada di rumah sakit itu, padahal jelas jelas aku tadi malam ada di rumah sakit itu, Aku turun dari bis dan berlari sekuat tenaga saat tiba di rumah Aoi, aku menekan bel rumah tersebut berkali kali, tapi tidak ada jawaban, dan aku baru sadar bahwa papan nama keluarga yang tertempel di tembok dekat pintu gerbang rumah Aoi tidak ada.

Aku masih tidak percaya, aku memberanikan diri memanjat pagar dan berhasil masuk ke halaman rumah keluarga Harada, saat itu aku berkeliling mencari tempat untuk masuk, saat di samping rumah dari sela sela kaca, tidak ada satupun perabotan disana.

" Mereka pergi kemana, kemana mereka membawa Aoi ku "

Rasa sedih yang luar biasa aku rasakan, aku pun keluar dari rumah yang sudah di tinggalkan itu, seorang tetangga memberitahukan bahwa keluarga itu sudah pindah tadi sekitar jam sembilan pagi, jam itu tepat berada aku masih di sekolah.

Aku kembali ke rumah, dan mengurung diri ku didalam kamar, aku menangis sejadi jadinya, sampai sekarang aku tidak tau kenapa mereka menghilang. Aku benar benar gila jika seperti ini aku tidak ingin seperti ini, wanita yang sangat aku cintai menghilang begitu saja.

Apa kesalahan yang telah aku buat hingga mereka membawanya, teman teman yang ada di rumah sakit juga heran apa yang sebenarnya terjadi.

" Luna coba hubungi Deva " ujar Hase

" Iya ini aku sedang hubunginya "

Handphone milik ku bergetar aku pun segera mengambil handphone yang ada di saku celana sekolah ku, sapa tau itu dari Yui atau Aoi, tapi ternyata Luna.

" Deva kamu kemana ? " Luna dengan nada khawatir

" Mereka menghilang " Aku sambil menangis

" Menghilang apa maksud mu " Luna

" Aku juga tidak tahu ! "

" Sekarang kamu dimana ? "

" Aku di rumah ku "

" Tunggu kami disana "

Luna mengakhiri sambungan telpnya

" Hase kita ke rumah Deva sekarang " Luna

" Si bodoh itu malah pulang ke rumah " Hase kesal

Aku masih saja menangis, dunia ini rasanya sangat hampa dan sepi, aku sangat tidak ingin di tinggal oleh dirinya. Aku mendengar suara Luna dan Hase yang memanggil nama ku dari luar, tapi aku tidak mau bertemu dengan mereka dengan ke adaan ku seperti ini.

" Kenapa aku jadi kesal ya " Luna

" Aku juga " Hase

" Dobrak pintu samping aja " Luna

" Tapi... " Hase

" kamu kan cowo Hase " Luna

" Tapi itu sama saja melanggar hukum " Hase

" Bagaimana jika pangeran kita bunuh diri !? " Luna

" benar juga " Hase

Hase pun memanjat pagar rumah kediaman Deva dan membuka pintu agar Luna dapat masuk. Mereka pun berada di bagian samping rumah Deva, saat Hase ingin memecahkan Luna menghentikan Hase, agar tidak mengganggu tetangga, Luna mengambil lakban dari dalam tasnya dan memplester kaca yang akan di pecahkan seleteah selesai.

" Hase pinjam blezer mu " pinta Luna

Hase melepaskan blezer miliknya dan memberikanya kepada luna, lalu Luna menggulung blezer milik hase ke bagian tangan dan sikunya, merasa sudah Cukuk, Luna menyiku dengan keras kaca tersebut dan tidak ada suara keributan akibat pecahnya kaca, karena sudah di plester jadi tidak akan hancur semua. Perlahan Luna membuka kunci pintu kaca tersebut, lalu mereka masuk ke dalam rumah Deva.

" Pasti dia ada di lantai atas " Hase

" mana mungkin Deva berada di lantai atas " Luna

" kenapa bisa ? rata rata teman teman laki laki ku termasuk aku berada di lantai atas "

" deva tidak akan merepotkan Aoi pikir aja bodoh " Luna

" Hehhee benar juga ya " Hase

Aku yang mengurung diri ku didalam ke gelapan, pintu kamar ku terbuka, entah kenapa tatapan mereka seolah olah sangat marah dengan ku, mungkin karena aku meninggalkan mereka.

Saat Luna hendak berbicara ternyata Hase maju duluan, dan ia langsung mencengkram kerah seragam Deva.

" Bangun ! " bentak Hase

" Hase ... " Suara ku pelan

" Kenapa kamu menangis hah ! apa kalo lu menangis dan mengurung diri dapat merubah semuanya !? " Hase

Luna hanya menjadi penonton, masalah laki laki baiknya di selesaikan oleh seorang laki laki itulah yang dipikirkan oleh Luna.

" tapi dia menghilang hase " Deva dengan nada lirih

Hase duduk bersila di depan Deva, dan Luna menyalakan lampu kamar Deva yang gelap ini. Hase mengacak acak rambutnya sendiri karena merasa kesal.

" Oi pangeran, kenapa tidak bisa memahami sesuatu yang sangat mudah "

" Aku mencoba memahami ke adaan semua ini Hase "

" Jika sesuatu yang hilang maka Carilah dia ! " Hase dengan nada lantang

dan sebuah tinjuan keras mendarat di wajah ku, Aku merasa sangat kesal atas perlakuan Hase, dan aku membalsnya di kamar ku kami berdua berkelahi, Luna menutup pintu dan bersendar di balik pintu kamar ku.

" Sadar pangeran ! " Hase terus memukul

" Kurang ajar ! " balas Deva kesal

beberapa saat kemudian tidak ada lagi ke ributan, Luna pun kembali membuka pintu kamar Deva, dan disana terlihat seperti kapal pecah, Deva dan Hase saling tersenyum.

" ternyata kamu sangat kuat Hase " Deva

" Aku ini ikut Kempo saat masih smp " Hase

" pantas saja " Deva

" jadi gimana keputusan mu ? " Hase

" Tentu saja aku akan mencarinya " Deva

" Itu baru teman ku " Hase

" Jangan lupa nilai akademik mu " Luna

" iya aku mengerti "

" ngomong ngomong kamu tinggal sendirian di rumah ini ? " tanya Hase

" Iya, ayah ku membelikan rumah ini untuk ku " Deva

" Apa ayah dan ibu mu tidak tinggal disini ? " Luna

" Mereka bekerja di kedutaan " Deva

" Ternyata kamu seorang anak pejabat pemerintah ? " Luna

" bisa di bilang seperti itu " Deva

" Aku lihat rumah mu banyak kamar kosong " Luna

" Karena aku sendirian di rumah yang besar ini " Deva tersenyum

Luna dan Hase saling berpandangan dan mereka mengangguk

" Kalo begitu mulai sekrang kami pindah ke rumah mu " Luna

" Eh kok " Deva

" Aku lantai dua " Hase

" Aku di lantai satu samping kamar Deva " Luna

" Tunggu dulu "

" Kenapa ? " tanya hase

" Kalian bukanya tinggal di rumah masing masing ? "

" Aku ngekos " Luna

" kalo aku sih tinggal di rumah ku tapi jarak rumah ku ke sekolah sangat jauh ibu ku sudah menyarankan ku untuk tinggal ngekos dekat sekolah tapi aku tidak ingin menjadi beban ibu ku " Hase

" Karena sudah di putuskan kami akan pindah ke sini " Luna

" terserah kalian, tapi ingat bahan makanan, listrik, air , internet semua yang ada di rumah ini kita tanggung bersama " Deva

" setuju " Hase dan Luna secara bersamaan

Mereka berdua benar benar memutuskan tanpa berbicara lebih lanjut kepada ku, tapi aku tidak keberatan malah aku sangat bersyukur mereka sangat perduli dengan ke adaan ku, bahkan mereka rela untuk pindah mungkin salah satunya untuk menghemat uang. Mereka benar benar hebat terutama Luna yang penuh akan perhitungan.

Dengan adanya kami bertiga rumah ini masih memiliki empat kamar lagi, setidkanya aku tidak ke sepian, Luna mulai membereskan kamar ku yang berantakan, hase dan aku pun tidak tinggal diam, karena kami bertiga kamar ini pun berhasil di rapikan. seminggu setelah kejadian itu, aku masih saja merasa ke sepian, bahkan nama Aoi dalam buku absiensi kelas saja sudah tida ada.

Emi dari kelas sebelah mengetahui bahwa Aoi telah menghilang, ia meminta bertemu dengan ku saat istirahat jam makan siang di dekat gudang olah raga.

" Ada urusan apa lagi si jalang itu ? " tanya Luna

" dia meminta ku untuk menemuinya di gudang olah raga " Deva

" Temui saja " Hase

" Iya aku akan bertemu dengannya " Deva

Saat jam makan siang aku pun memenuhi janji ku untuk bertemu dengan Emi, disana Emi sudah ada menunggu ku dengan tatapan kesal, Emi pun langsung menghampiri ku dan menarik dasi ku hingga aku tercekik.

" Kenapa kamu biarkan dia pergi ! " Emi tiba tiba menangis

" Tolong jangan tarik dasi ku " aku dengan nada pelan

Emi menangis dan memukul tubuh ku berulang ulang hingga ia berhenti dan menundukan kepalanya di hadapan ku.

" Aku tidak ingin ia pergi, aku orang yang harusnya di salahkan " Emi

" kenapa Emi "

" Tiga tahun yang lalu ia yang menyelamatkan ku, hingga ia terluka parah tapi ia tidak pernah menyalahkan kejadian itu karena ku, padahal sebenarnya penyebab kecelakaan itu adalah aku " Emi

" .............. "

" Aku masuk ke sekolah yang sama dengan Aoi karena aku ingin meminta maaf atas semua yang telah aku lakukan kepadanya, aku
membullynya setiap hari tapi dia tidak pernah melawan itu membuat ku sangat kesal, dia malah diam dan terus diam itu membuat ku semakin muak "

" ........... "

" Saat aku tau di sekolah ini ia menjadi seorang tuan putri karena seorang laki laki yang menggendongnya melewati tangga aku sangat senang ia mendapatkan banyak teman, teman teman di kelasnya juga selalu membelanya aku sangat senang, sungguh aku sangat senang "

" .......... "

" Teman teman di smp telah menjauhi ku karena aku telah mengatakan apa yang sebenarnya, dan aku ingin menebus semua kesalahan ku, saat aku sudah mengumpulkan semua ke beranian ku aku ingin meminta maaf kepada Aoi secara langsung tapi ia tiba tiba pergi dari sekolah ini "

" ......... "

" Pangeran katakan ke aku, apakah dia membenci ku ? "

" selama dia bersama ku ia bahkan tidak ingin membicarakan tentang masalalunya "

" Aku ada permintaan ke kamu "

" Apa itu ? "

" Tolong jangan menyerah dengan Aoi, temukan dia "

" Aku pasti menemukanya kembali "

Di tempat lain yang dirahasiakan, Aoi melihat ke atas langit dengan tatapan sedih, di dunia maya Deva terus mencari informasi sapa tau dari jaringa sosial Aoi ada update yang akan menuntun ke tempat ia berada.

Para siswa dan siswi di sekolah belajar seperti biasanya, semua usaha yang di lakukan oleh Deva bisa di bilang buntu, mereka benar benar menghilang tanpa ada petunjuk sedikit pun. Hari ini ada tema cita cita di sekolah, pelajaran dari walikeas sangatlah membosankan, sekarang tidak terasa kami sudah kelas dua.

Di samping ku ada tempat duduk kosong, dan aku selalu membayangkan Aoi berada disana, aku masih merindukanya.

" Oi pangeran jangan melamun ! " ujar walikeas Sato

" Iya bu " sahut ku lemas

Kelas dua ruang enam, kedua teman ku yang sulit di tebak Hase dan Luna masih sekelas dengan ku, aku bosan melihat wajah mereka setiap hari dan hampir setiap waktu, padahal waktu itu aku berharap tidak sekelas dengan mereka berdua Hase dan Luna sekarang tidak pernah menanyakan tentang Aoi seperti dulu lagi.

Sekarang Emi juga tinggal di rumah ku, ia seperti seorang ibu sangat bawel memarahi kami semua, bahkan sekarang Luna saja menjadi seorang wanita penurut, tapi setiap hari pertengkaran pasti saja terjadi. Kadang aku penasaran apakah mereka masih mengingat soal Aoi, tapi aku rasa mereka masih mengingatnya bahkan mereka masih menjuluki ku dengan nama Pangeran.

Pangeran tanpa tuan putri itu seperti manusia yang hanya memiliki satu kaki, Aku hanya memiliki dua buah fhoto, fhoto berdua Aoi dan Fhoto Aoi sendirian yang selalu aku simpan, aku tidak ingin melupakanya bahkan tidak ada satupun yang dapat menggantikanya.

" Giliran Hase, apa cita cita mu ? " tanya wali kelas Sato

" Aku ingin menjadi seorang Pilot " Hase dengan tegas sambil menunjuk wajahnya

" Melihat nilai mu rasanya akan mustahil "

" Tapi bu aku tidak akan menyerah, aku pastikan ke semua teman teman disini aku akan menjadi seorang pilot "

" Sebaiknya di sesuaikan dengan nilai akademik mu "

" Tidak, aku harus menjadi seorang pilot "

" Sekarang kamu selalu ingin jadi pilot, bahkan kemaren saran dari ibu kamu tidak turuti memangnya kenapa ingin menjadi pilot "

" Karena aku akan mengantar pangeran untuk mencari tuan putri kami " Hase dengan nada tegas

Aku yang dari tadi malas malasan terkejut, kedua mata ku melebar aku pun duduk tegak melihat punggung Hase dari belakang, ternyata mereka benar benar tidak melupakan Aoi dan aku.

" Aku akan menjadi pengusaha sukses, agar aku bisa membantu pangeran dan teman ku yang bodoh ingin jadi pilot untuk mencari tuan putri " Luna

Aku tidak dapat berkata apa apa mereka bahkan menentukan cita cita mereka hanya untuk mencari Aoi.

" bagaimana dengan mu Deva ? "

" Sebelum menyampaikan cita cita ku aku ingin mengatakan dari lubuk hati paling dalam kepada orang orang yang perduli dengan Aoi, atas nama Harada Aoi aku ucapkan terimakasih "

Hase dan Luna tersenyum kepada ku

" cita cita ku ingin menjadi tentara JSF ( Japan Special Force ) saat ini aku memiliki dua warga negara walau ayah ku orang Indonesia dan Ibu ku orang Jepang aku menghormati tanah kelahiran ibu ku dimana ini juga tanah kelahiran ku, dan aku berjanji akan menemukan Harada Aoi dan membahagiakanya "

Hase pun bertepuk tangan lalu di ikuti oleh teman teman yang lain, aku melihat ke sekeliling ruangan, mereka mulai mengatakan satu persatu lagi bahwa mereka akan membantu ku untuk menemukan Aoi. Jam istirahat pun tiba seperti biasa aku, Hase dan Luna makan siang bersama.
Luna membuka tas dan ia menyiapkan tiga buah kotak makanan berukuran besar.

" Memangnya isinya apa itu ? " tanya Hase

Dengan pelan Luna membuka bungkusan dan membuka kotak makanan mewah tersebut satu persatu Hase terlihat sangat senang sekali.

" Selamat ulang tahun Hase ! " Aku dan Luna dengan nada lantang

Hase tidak tau bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya, biasanya Hase sangat bersemangat tapi kali ini ia menjadi diam seribu bahasa ini pertama kalinya kami melihat Hase meneteskan air mata Hase berdiri dan membungkuk mengucapkan terimakasih kepada kami berdua. Hase mulai berdoa untuk menyapaikan harapanya, saat kami tanya apa yang ia doakan Hase tidak ingin memberitahukan kepada kami berdua.

" Aoi kenapa masih di luar " panggil Yui

" Aku hanya melihat langit biru dan merasakan angin " Aoi

Yui berdiri di samping Aoi sambil melihat ke atas langit

" Sampai sekarang aku tidak tau harus berbuat apa untuk kalian berdua Aoi "

" Setidaknya kami masih berada di bawah langit yang sama, awan yang sama, dan menghirup udara yang sama " Aoi tersenyum

Entah kenapa Yui merasa kesal bercampur sedih melihat senyuman dari Aoi, Aoi pun meninggalkan Yui

" Tunggu ! " Yui

" Ada apa kak Yui ? "

Aoi tidak membalikan badanya dan tetap membelakangi Yui

" Jangan bohongi diri mu sendiri, kaka akan mendukung apapun ke putusan mu asal itu adalah keputusan dari hati mu paling dalam " Yui

" ........................... "

" Aku sudah tidak tahan lagi melihat kamu seperti ini "

" Ini demi kebaikan kami bukan "

Kaki Aoi mulai melangkah lagi dan meninggalkan Yui

" Sialan, sialan, sialan ! " Yui sangat kesal

Didalam kamar Aoi bersujud dan ia menangis ruangan yang terang dengan cahaya lampu ini tapi rasanya tetap gelap, bahkan semua yang di lihat dengan kedua mata Aoi tidak memiliki warna.

[ Cerber ] It's Our Love

" Aku sangat merindukan kamu Deva, sungguh aku sangat merindukan mu, tapi aku tidak bisa " Aoi sambil menangis tersendu sendu
akan sangat sempurna jika fokus dengan sudut pandang orang ketiga.

Capter 6.1

Yui mengambil ke putusan yang tidak di duga, melihatnya saja sudah sangat menyakitkan apa lagi orang yang merasakan.

" Aoi " Yui mengetuk pintu dengan keras

" ........ " Aoi mengusap air matanya

" Aoi buka pintu ! " Yui

" Tunggu sebentar " balas Aoi

Aoi pun membuka pintu dan ia melihat Yui sambil membawa tas ransel

" Sekarang bawa barang barang yang menurut mu penting "

" kita mau kemana ? "

" Kita pergi dari rumah ini "

" Kak Yui "

" Aku akan selalu mendukung mu, jadi ayo cepat sebelum tidak ada yang mengetahui ini "

Segera Aoi mengambil tas dari tangan Yui dan mengambil barang barang yang ia butuhkan, Yui terus mengawasi bagian luar setelah selesai Aoi memberitahukan Yui.

" ikuti aku " pinta Yui

" iya " Aoi

Tapi langkah mereka terhenti saat dua orang penjaga memergoki mereka.

" Nona .. " Penjaga

" Mana ada, Nona Yui dan Aoi sedang tidur "

" benar juga "

Kedua penjaga tersebut pura pura tidak melihat, Yui dan Aoi saling berpandangan heran, saat menuju dapur Yui dan Aoi mencoba merangkak untuk menghindari penglihatan tukang masak dan pelayan rumah yang ada disana. Tidak sengaja Aoi menyenggol pel lantai dan jatuh terkena alat makan hingga mengeluarkan suara yang keras. Orang orang yang ada di dapur berdatangan dan mereka melihat Aoi dan Yui.

" Ternyata peralatan makan jatuh "

" Iya kita harus mencucinya lagi "

" Ayo kita beresin "

Aoi dan Yui berdiri kemudian mereka berjalan saat melewati dapur dan menuju pintu belakang disana ada lima orang penjaga sambil merokok, melihat Aoi dan Yui mereka pun pergi.

" Aduh kunci ku jatuh " penjaga tersebut sengaja menjatuhkan kunci

" Di balik pintu ada motor yang barusan aku dapatkan dari undian, disana kuncinya aku letakan "

" gak takut hilang ? "

" Siapa aja yang mau ambil aja "

Saat keluar dari pintu belakang tersebut apa yang di katakan para penjaga memang benar.

" Aoi ayo cepat naik " Yui

" Iya kak "

Waktu hendak naik ke atas motor Aoi terhenti melihat seorang wanita yang tersenyum kepadanya.

" Ada apa Aoi "

" Ibu .. "

Yui melihat ke arah Aoi melihat ibunya, Yui pun turun dari motornya lalu ibunya pun mendekat.

" Yui, Aoi " Ibu

" Ibu " Yui dan Aoi secara bersamaan sambil menundukan kepala mereka

Sentuhan lebut pun merka rasakan pada kepala mereka berdua. Entah kenapa sentuhan tangan dari seorang ibu bisa menusuk hingga ke hati, membuat jantung tenang, dan menghilangkan seluruh ego.

" Ibu menyayangi kalian berdua " Ibu sambil memeluk Aoi dan Yui

" Yui pun menyayangi ibu "

" Aoi juga "

" Ibu tidak akan menghentikan kalian, tapi biarkan ibu memeluk kalian agak lama "

Aoi dan Yui meneteskan air mata mereka

" Jika kalian pergi malam ini, maka kalian mengerti bukan karena kalian tidak akan bisa kembali lagi ke rumah ini "

" Kami mengerti bu " Aoi

Kaka laki laki Yui pun muncul, pelukan sang ibu pun mulai di lepaskan.

" Kak Eiji " Aoi

" Sekali kali kirimi kami pesan biar ibu merasa tenang " Eiji

" Iya kak " Aoi

Eiji pun berlutut memegang besi yang menjadi penyangga kaki Aoi

" Lain kali ceritakan ke Ibu dan Aku seperti apa laki laki yang dapat merebut hati adik ku " Eiji

" Pasti kak " Aoi

Eiji bangkit dan melihat ke arah Yui

" Yui, jaga adik mu " Eiji

" Iya kak " Yui

lalu Yuto pun tiba dengan nafas tersengal sengal dan langsung memeluk Aoi

" Kak Aoi, aku menyayangi kak Aoi " Yuto

" kaka juga sayang Yuto " Aoi

" Sekarang sudah tidak ada waktu lagi " Ibu

" Iya bu " Yui

Yui meminta Aoi untuk naik ke atas motor bersamanya, mesin sepeda motor tadi pun menyala, mereka pun pergi meninggalkan keluarganya dan rumah yang besar itu. Eiji mengambil handphonenya.

" Buka gerbang biarkan Putri Aoi dan Yui pergi " Eiji

Para penjaga pun mulai membiarkan Aoi dan Yui pergi begitu saja melewati gerbang, para penjaga serta pelayan sangat sedih mendengar suara Aoi yang hampir setiap malam menangis, senyuman yang hampa, seperi seorang yang telah mati tapi masih hidup.

========================================================================================
[ Cerber ] It's Our Love

Untuk para pembaca Light Novel Its Our Love, mohon maaf sebesar besarnya bukannya tidak ingin membalas komentar kalian, karena aku harus menulis empat jedul Light Novel yang berbeda jadi atas semua komentar serta masukan dari kalian semua akan aku balas dengan update yang cepat dari ku.

Karena setiap kalian komentari aku sangat senang sekali dan itu membuat ku bersemangat untuk memberikan cerita lanjutan dengan sebaik mungkin, mungkin kalian banyak menemukan kata kata Typo aku sungguh minta maaf, aku sangat terbantu jika kalian yang menemukan kata kata Typo memberitahukan kepada ku lewat komentar kalian jadi aku bisa memperbaiki kata kata yang typo tersebut.

Q : Apa benar cerita ini hanya di tulis untuk Kaskus.co.id ?
A : Yup cerita ini hanya aku tulis untuk Kaskus.co.id

Q : Sebelum di kaskus biasanya nulis dimana ?
A : Di Wattd

Q : Apa ada alasan jadi pindah ke kaskus ?
A : Saat tau vitur kaskus Creator aku pun sangat tertarik, sapa tau nanti aku bisa buat buku dari karya ku

Q : Sejauh ini ada yang copas cerita kamu ?
A : Ada walau rasanya sakit hati sih saat tau, tapi ya ke banyakan aku diemin aja

Q : Kamu ini jarang banget namanya kasih balasan komentar pembaca ya bahkan gak di balas sama sekali
A : Kalo itu benar apa adanya, aku memang jarang membalas komentar para pembaca bahkan gak aku balas sama sekali karena aku lagi nulis light Novel lain juga jadi sebagai gantinya semakin banyak mereka komentar aku semakin cepat dalam menulisnya

Q : Nama Pena kamu apa ?
A : Nama Pena ku Aeria86

Q: Apa ada artian khusus dari Aeria86 itu ?
A : Gak ada sih karena kemaren Mau pake Nama Aeria aja sudah ada jadi aku tambahin angka 86 yang mudah aku ingat

Q : Dengar dengar suka main MMO juga ?
A : Banget, karena itu sumber inspirasi ku, disana ada banyak cerita dari masing masing orang dan aku suka mendengarkan curhatan mereka jadi aku bisa menambah imajinasi ku tentang dunia ini

Q : Kesulitan dalam menulis Light Novel It's Our Love ini apa ? "
A : Kesulitanya salah satunya takut cerita ini menjadi cerita cerita seperti yang sering aku tulis, yang tidak jauh dari kata Sihir, pedang, kerajaan, kekaisaran dan sebagainya. Karena menulis cerita romance ini sangat sulit bagi ku pribadi

Q : Dengar dengar banyak nulis cerita fiksi dewasa dalam kata lain yang Ero ero gitu ya
A : Rahasia

Q : sebenarnya Aeria86 ini laki laki atau perempuan ?
A : Rahasia

Q : Sejak kapan suka menulis ?
A : Sejak SMA kelas 1 saat itu jadi anggota Osis yang salah satunya mengurusi mading sekolah dan mengisi konten madingnya

Q : Udah punya pasangan ?
A : Ada dalam hayalan hahahaaha

Q : Kalo begitu semangat dalam menulisnya
A : Itu pasti

Berikut Ilustrasi karakter dari " It's Our Love "

Asuka Emi
[ Cerber ] It's Our Love

Harada Aoi
[ Cerber ] It's Our Love

Harada Yui
[ Cerber ] It's Our Love

Hasegawa Homura (Hase)
[ Cerber ] It's Our Love

Bumantara Deva
[ Cerber ] It's Our Love

Fujiwara Luna
[ Cerber ] It's Our Love

Ibu Aoi dan Yui
[ Cerber ] It's Our Love

Tunggu aja lanjutan capter 6.2 akan di update segera mungkin
fix. cantikan emi.

tapi ane Bukan wibu loh emoticon-Hammer2

Kalau bisa Q&A jangan disatuin sama jalan cerita. Bikin dipostingan baru aja gan
Diubah oleh ucln
Quote:


ok gan nanti di Capter selanjutnya ane edit ya, btw entah kenapa ilustrasi Bumantara Deva nya keq kaum pelangi ya wakkkakakakkaa
Quote:


Nah ini satu lagi yg mau ane protes sbnernya tadi emoticon-Hammer
ilustrasi nya aoi mirip "candy " di komik candy candy ( jadul bgt ya ) 😁😁
Balasan post dewinaraza
Maksudnya candy candy Ya XD

Capter 6.2

Aku menyadari untuk mencari Aoi tidaklah mudah, saat itu aku menyendiri di belakang bangunan sekolah, aku tidak menyangka jika Emi datang menghampiri ku dan duduk di samping ku.

" Jadi ini tempat rahasia mu ? " Emi

" Iya, tempat aku sendirian " Deva

" Hase dan Luna benar benar berusaha bahkan Hase yang nilainya pas pasan ia terus belajar mati matian di bantu oleh Luna "

" Benarkah ? "

" Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri "

" Tidak pernah terbayangkan dalam benak ku bahwa kalian menentukan pilihan masa depan kalian demi Aoi "

Emi memeluk kedua lututnya dan menyendarkan kepalanya di pundak ku, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dengan sikap Emi seperti ini, Jika di perhatikan penampilannya saat ini sangat berbeda saat pertama kali bertemu denganya pada tahun lalu. Emi banyak berubah, dan ini agak berbahaya bagi ku walau begitu aku juga seorang laki laki yang sehat.

Pemandangan dari sela sela bajunya memperlihatkan sedikit bagian dadanya bukanya aku munafik tapi tentunya seorang laki laki pasti memeliki perasaan yang sama bukan.

" Deva "

" Kenapa Emi "

" Besok apa kamu sibuk ? "

" Enggak "

" Berkencanlah dengan ku besok "

" berkencan !? "

" Ya berkencan dengan ku "

" Tapi..."

" Aku tidak suka di tolak "

" Aku tau itu "

" Jadi apa jawaban mu jika kamu tau aku tidak suka di tolak "

" Baiklah "

Luna yang tidak sengaja melihat Deva dan Emi memasang wajah kesal, dimana ia beranggapan Emi pasti memiliki niat lain dengan cara mendekati Deva. tapi Emi tidak mau menuduh emi dengan kata kata yang tidak tidak. Luna pun berniat menyelidiki niat dari Emi.

" Luna ! " panggil hase

" Ada apa ? "

" besok ke perpustakaan dengan ku yuk " ajak Hase

Wajah luna merah padam, ini pertama kalinya hase mengajak Luna keluar

" un un untuk apa ? "

" Aku ke sulitan dalam mengerti rumus kalkulus "

" tapi kenapa mendadak "

" Ayo lah aku mohon "

" Iya bawel "

" Hore ! "

Hase pun duduk di bangkunya, tiba tiba apa yang ia teringat akan hal barusan saat ia mengajak luna ke perpustakana dan ia menjadi salah tingkah sendiri.

" ini kencan bukan ? " gumam Hase dalam hati

sekali kali hase melirik ke arah Luna, dalam hati Hase terus berkata lama lama memperhatikan Luna, ternyata Luna cantik juga. Yui dan Aoi terus mengendarai motor menuju jalan keluar kota, Aoi hanya diam saja dan memeluk kakanya dari belakang dengan eratnya.
Malam hari Emi memuka lemarinya ia memperhatikan berbagia macam baju serta setelan pakaian yang akan di gunakan besok hari, Dengan wajah berseri seri Emi mengambil baju dan ia letakan di atas tempat tidur.

" Baju ini terlalu terbuka " Emi sambil memperhatikan bajunya

Ia bahkan menggunakan mesin pencarian di internet untuk mencari refrensi pakaian yang digunakan dalam berkencan.

" Kenapa ini membahas hingga ke pakaian dalam " Emi

Emi melanjutkan membaca artikel tersebut

" Apa mungkin dia akan tertarik ? " Emi

Sedangkan aku tidak begitu memikirkan untuk kencang hari esok, aku tidak tau apakah ini langkah yang tepat dimana aku mencintai wanita lain dan sekarang aku harus berkencan dengan wanita yang pernah membuli kekasih ku.

Aku mengambil baju yang biasa saja, dimana menurut ku rapi. Luna mengetuk pintu kamar Hase, Hase yang sedang memilih baju menjadi panik dan ia menggumpal semua pakaianya dan ia sembunyikan di bawah tempat tidur.

" Hase buka pintu " Luna dengan nada datar

" Tunggu sebentar " Hase

setelah membuka pintu Hase terpana dengan penampilan Luna yang cukup mengundang nafsu seorang laki laki. Luna masuk begitu saja, di dekat kaki tempat tidur telihat beberapa lembar pakaian Luna pun pun langsung menunduk dan mengambil gumpalan pakaian tersebut.

" Apa yang kamu lakukan Hase ? " tanya Luna

" Anu, itu... heehehe " Hase salah tingkah

" Dasar bodoh " Luna sambil menghembuskan nafas panjangnya

" Maaf "

" kamu ngegumpal semua pakaian ini jadi lecek kan, sekarang buka lemari mu "

" Iya "

Hase menurut saja apa pun yang di katakan oleh Luna, Lemari Hase pun terbuka, luna berdiri di depan lemari tersebut dengan raut wajah yang serius. Ia mengambil beberapa potong celana dan baju Hase sambil melihat ke Hase.

" Nah gunakan besok baju ini " Luna

" Siap " Hase

Luna pun meninggalkan Hase, entah kenapa Luna sangat perhatian dengan Hase, sementara itu di kamarnya Luna guling guling di lantai ia merasa sangat malu dengan tindakanya yang barusan, bahkan ia ke bingungna dalam menuntukan pakaian untuk berkencan besok.

" Disini ada perempuan tapi aku tidak begitu menyukainya " gumam Luna

Jam satu malam Yui dan Aoi tiba di sebuah rumah kosong dimana rumah tersebut sudah siap untuk di tinggali.

" Kak Yui ini rumah siapa ? " tanya Aoi

" Ini rumah kita " Yui

Aoi pun turun dari sepeda motor secara perlahan, Yui memasukan sepeda motornya ke dalam gerasi.,

" Aoi ayo masuk " Yui

" Iya kak " Aoi

Di dalam rumah Aoi dan Yui duduk di sofa.

" kenapa kita gak pulang ke rumah kita dulu "

" Untuk saat ini kita tidak mungkin kembali ke rumah kita yang dulu, ayah pasti mengirim seseorang untuk mencari kita "

" Iya kak Yui "

" Nah dalam ke adaan seperti ini, hal ini bisa menjadi masalah untuk Deva "

" Aku mengerti kak Yui "

" tunggu saja sebentar, nanti aku akan pertemukan kamu dengan Deva aku janji "

" Terimakasih kak yui "

pagi pagi sekali aku dan Emi pergi berkencan, aku memuji emi dan pujian ku jujur dari hati ku paling dalam, Emi sangat cantik. Mungkin jika aku tidak bersama Aoi aku bisa jatuh cinta dengannya.

Tapi aku tetap menjaga hati ku agar tidak goyah, saat ini kami pergi ke kota sebelah disana ada bangunan bekas istana jaman kamakura tempat orang orang berkencan, pemandangan disana juga sangat indah sekali.

" kereta hari ini sangat sesak " keluh Emi

" Sini dekat dekat " pinta ku

Emi aku tarik ke pojokan dan aku menahan dengan kedua tangan ku agar ada ruangan gerka dari Emi, tapi Emi malah diam saja aku pun mengalihkan pandangan ku ke tempat lain.

Kereta pun berhenti di tempat tujuan kami, aku dan Emi segera keluar, kami harus menaiki bis lagi untuk menuju tempat tersebut. sementara itu hase dan Luna pergi ke kebun binatang dalam acara kencan mereka.

Siang itu Hujan pun turun, aku dan Emi berteduh hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, hujan turun dengan sangat lebatnya, orang orang di sekitar kami yang berpasangan saling berpelukan, Aku dan Emi hanya mematung seperti ada pembatas di antara kami. Orang orang berdatangan untuk berteduh membuat tempat ini semakin sesak, secara tidak langsung kami menjadi sangat dekat, dan tangan Emi berkali kali menyentuh tangan ku, ku menoleh ke Emi tapi Emi diam saja. Seolah olah tidak ada yang terjadi.

" Kak Yui hari ini hujan tidak redah redah " Aoi

" Sepertinya Dewi hujan sedang memberikan berkahnya hari ini " Yui

" Padahal hari ini hari minggu aku ingin pergi berdoa " Aoi

" Jika hujan seperti ini kita batalkan saja " Yui

" Iya kak "

Capter 7

Entah ini benar atau tidak di saat aku bersama Emi aku tetap memikirkan Aoi, tidak sadar aku tenggelam dalam lamunan ku, apakah di tempat Aoi juga hujan ? aku memikirkan itu terus menerus aku selalu berdoa ingin bertemu dengan Aoi ia telah menjadi ke biasaan ku walau pertemuan kami sangat singkat tapi aku masih tetap disini dengan hati ku yang sama.

Walau sekarang ini Aoi berada di tempat lain yang terbebas dari aturan keluarganya, Aoi tetap tidak dapat bertemu dengan Deva, dan harus menahan sedikit lebih lama lagi rasa ini, Aoi sangat takut jika ia ke hilangan akan seperti apa wajah dari Deva. Bahkan ia tidak memiliki fhoto dirinya bersama Deva.

Emi mengejutkan ku, dengan memanggil nama ku berulang ulang, dengan raut wajah marah ia menatap ku, aku yakin dia pasti menyadari bahwa pikiran ku saat ini sedang kemana mana. Aku tidak bisa fokus dalam kencan kami ini.

" Bahkan dewa pun menghalangi ku untuk mendekati mu " Emi dengan nada pelan

" Apa yang barusan kau katakan Emi ? " tanya ku

" Tidak apa, sebaiknya kita pulang aja " ajak Emi dengan wajah sedih

Aku tidak ingin membuat Emi sedih, dan aku memikirkan sebuah tempat yang bisa kami datangi.

" Gawat saat ini ada badai yang akan datang kita harus segera pergi dari sini " Emi

" Ayo kita cari tempat berlindung "

Kami pun pergi untuk mencari tempat berlindung walau tubuh kami basah dengan air Hujan, aku menggenggam tangan Emi agar ia tidak terpisah dari ku, Emi merasakan genggaman tangan ku pada tanganya sangatlah erat mungkin terasa sakit tapi Emi bukanya kesakitan ia malah tersenyum.

Untuk berlindung dari cuaca seperti ini kami masuk ke dalam bangunan hotel tapi sayang hotel ini sudah penuh dengan pengunjung, Aku mengajak Emi mencari tempat lain hingga kami menemukan sebuah hotel yang tidak begitu jauh dari hotel pertama, Aku pun memesan satu kamar dan meminta layanan kamar.

Suasana di dalam kamar hotel ini sangatlah canggung, Karena kami hanya menggunakan handuk saja, sedangkan pakaian kami sedang di cuci oleh pegawai hotel yang bertugas dalam salah satu layanan kamar.

Aku pun duduk di sisi kanan tempat tidur yang ada di hotel ini, karena cuaca seperti ini kami tidak mendapatkan dua tempat tidur dan hanya ada satu tempat tidur. Aku merasa sedikit lelah perlahan aku merebahkan badan ku dan menarik selimut hari ini sangat dingin sekali. Aku perhatikan Emi masuk ke dalam kamar mandi.

Di dalam kamar Mandi Emi melihat ke kaca

" Apa yang aku lakukan, dari awal aku mengajak kencan Deva ini sudah sangat sangat salah " Emi memandangi bayanganya di cermin

" Saat ini kami hanya berdua saja di kamar hotel ini, tidak akan ada yang tahu, tapi jika aku menggodanya...., aku benar benar wanita yang sangat kejam "

Emi berfikir sejenak apa ia harus melakukanya atau tidak tapi kondisi ini sudah sangat sempurna bagi Emi, Dimana Emi juga merasa sangat ke dinginan dan ia pun memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, Deva ternyata sudah tertidur perlahan Emi naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Deva, tidak sengaja tangan Emi menyentuh tangan Deva dan membuatnya salah tingkah.
Apa lagi saat ini mereka berdua hanya menggunakan handuk saja tanpa ada pakaian lain yang melekat pada tubuh ini. Emi memandangi wajah tidurnya Deva.

" Pemandangan ini baru pertama kali aku melihatnya, wajahnya saat tidur sangatlah polos " Gumam emi dalam hati

Perlahan Emi mendekatkan wajahny dengan niatan mencium bibir Deva, namun Ia terkejut dimana Deva membuka matanya.

" Emi apa yang kau lakukan ? " tanya ku

" Aku.... hanya.... " Emi dengan nada terbata bata

Aku pun duduk dan ikatan pada handuk yang di kenakan Emi terlepas, hingga aku dapat melihat semuanya dengan jelas, saat hendak memalingkan wajah ku Emi langsung memeluk ku, aku merasakan ke hangatan pelukanya, serta sentuhan antar kulit kami, Kulit Emi sangatlah halus.

" Kenapa kamu bereaksi seperti itu kepada ku ? " tanya Emi

" Maaf aku hanya tidak ingin lebih jauh saja " balas ku

" Apa emi tidak menarik ? "

" Kamu menarik "

" Bohong ! apa kamu masih teringat akan Aoi !? " Emi dengan nada tinggi

" Ya " balas ku singkat

Emi pun melepaskan pelukanya dan mengambil handuknya dan ia kenakan kembali. beberapa saat suasana menjadi hening tiba tiba di pecahkan oleh teriakan dari Emi, aku terkejut dengan luapan Emosi dari Emi, dan ia menghadap kepada ku sambil meneteskan air mata.

" Kenapa !? selalu saja Aoi Aoi dan Aoi dia sudah pergi meninggalkan mu ! "

" .............. "

" Sudah berapa lama dia pergi meninggalkan mu hah !, kamu sendirian apa kamu yakin Aoi tetap setia seperti kamu ? "

" ........ "

" Jangan hanya diam Bodoh, jika kata kata ku salah maka sanggah lah jangan terus diam ! "

" Bukan begitu "

" Bukan begitu apanya hah ! kenapa kamu tidak menolak kencan hari ini ! "

" .................. "

" Seharusnya kamu menolak ku, walau aku sedih setidaknya jangan mempermalukan aku sampai sejauh ini "

" ......... "

" Aku tau aku banyak salah dengan Aoi tapi aku juga bosan melihat kamu seperti ini terus, aku benci kalian berdua ! "

" Emi tenangkan diri mu "

" Aku sudah sangat tenang "

" Emi .... "

" katakan pada ku apakah aku tidak menarik !? "

" Jujur kamu sangat menarik Emi, ke indahan tubuh mu lebih dari Aoi "

" Terus apa lagi "

" Kamu juga wanita yang selalu jujur dengan perasaan mu "

" Apa lagi "

" Tapi ..... "

" katakan kepada ku "

" Aku tidak bisa melupakan Aoi, karena aku masih mencintainya dan ia juga tidak pernah mengatakan bahwa hubungan kami sudah berakhir "
" Apa itu alasan mu menolak ku ? " Emi masih saja marah

" Kurang lebih seperti itu "

" Kamu memang berengsek ! "

Pintu kamar kami pun di ketuk, dan aku pun bangkit dari tempat tidur, ternyata pelayan hotel yang membawa pakaian kami, aku pun meletakan baju kami di atas tempat tidur, Emi mengambil pakaianya dan aku juga kami bergantian menggunakan kamar mandi.
Petir menyambar yambar terdengar dengan sangat jelas dalam ruangan kamar kami, memangnya apa yang tidak menarik dari Emi, tubuhnya yang indah laki laki mana yang tidak terpikat tapi aku tidak bisa karena aku sudah berjanji dengan Aoi.
Aku memberanikan diri berbicara dengan Emi.

" Emi maafkan aku "

" maaf soal apa ? " tanya Emi

" Soal barusan, bukanya aku tidak .... "

" Aku sudah lupa jadi jangan di ungkit lagi " Emi memotong pembicaraan

Emi tersenyum simpul, aku pun membalas senyumanya tapi aku tau bahwa wanita tidak akan tersenyum semudah itu. Aku pun duduk lagi kami saling membelakangi, tiba tiba aku mersakan Emi bersendar pada punggung ku.

" Jika Aoi pergi meninggalkan mu, apa kamu akan bersama ku ? " tanya Emi

" Mungkin "

" Tapi sepertinya kalian berdua tidak akan mudah untuk di pisahkan "
deva dan aoi punya ikatan cinta yg kuat ...
ayo dilanjut lg lah ..nice story
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di