alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tanggapi Rizal Ramli, Pemerintah Potong Anggaran Pertemuan IMF-Bank Dunia hingga 40 %
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb6757d44f9fa10c8b4567/tanggapi-rizal-ramli-pemerintah-potong-anggaran-pertemuan-imf-bank-dunia-hingga-40

Tanggapi Rizal Ramli, Pemerintah Potong Anggaran Pertemuan IMF-Bank Dunia hingga 40 %

Banyak pihak yang menganggap anggaran penyelenggaraan IMF-Bank Dunia terlalu tinggi, padahal pemerintah sudah memangkasnya hingga 40 persen.

Banyak pihak yang menganggap anggaran penyelenggaraan IMF-Bank Dunia terlalu tinggi, padahal pemerintah sudah memangkasnya hingga 40 persen. - Tour from Bali
TRIBUNWOW.COM - Banyak pihak menganggap anggaran penyelenggaraan IMF-Bank Dunia terlalu tinggi, padahal pemerintah sudah memangkasnya hingga 40 persen.

Dilansir dari Kompas.com pada Sabtu (6/10/2018), Staf Khusus Presiden, Adita Irawati mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menghemat pembiayaan acara yang berlangsung di Bali tersebut.

"Pemerintah sudah melakukan efisiensi di berbagai sektor (penyelenggaraan acara) sehingga biayanya bisa ditekan. Penghematannya itu mencapai sekitar 30 hingga 40 persen," ujar Adita kepada wartawan, Sabtu (6/10/2018).

Adita menambahkan bahwa sebagian besar anggaran acara tersebut diperuntukkan bagi pembenahan bandar udara di Bali, bukan semata-mata untuk penyelenggaraan acara.

Anggaran yang dianggap terlalu besar bagi sebagian pihak itu juga dialokasikan untuk kepentingan masyarakat umum.

"Sebagian besar biaya itu untuk pembenahan airport di Bali yang artinya itu juga bermanfaat untuk jangka panjang, tidak hanya saat acara ya," ujar Adita.

Terkait anggaran tersebut, anggota tim ekonomi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rizal Ramli, mendesak supaya mengalihkannya untuk penanganan dampak bencana di Sulawesi Tengah.

"Teman-teman mendesak kepada pemerintah agar menghemat yang masih bisa dihemat," ujar anggota Tim Ekonomi pasangan Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli, saat memberikan pernyataan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018) malam.

"Kedua, dialirkan penghematan itu untuk membantu rakyat kita di Donggala, Palu, dan Lombok karena banyak yang masih belum dikerjakan," tuturnya.

Sementara itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga menilai pemerintah salah prioritas.


Dana besar yang Ferdinand anggap dapat digunakan untuk membantu korban bencana justru lebih diprioritaskan untuk menjamu para tamu acara pertemuan IMF-Bank Dunia tersebut.

"Sudah tau kan mengapa kita harus Ganti Presiden 2019 nanti?

Salah satunya karena mereka lebih memprioritaskan menjamu IMF dan BANK DUNIA daripada memberi makan minum rakyatnya korban bencana," tulisnya di akun Twitter @LawanPolitikJKW pada Senin (8/10/2018).

Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter @LawanPoLitikJW)

Adita menegaskan bahwa anggaran itu sudah dibuat jauh-jauh hari.

Tindakan pengalihan anggaran secara tiba-tiba tidak mungkin dilakukan pemerintah karena menyalahi peraturan perundangan.

Adita menambahkan bahwa pemerintah sudah ada anggaran sendiri yang dialokasikan untuk menangani dampak bencana di Sulteng.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Sabtu (6/10/2018), Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Annual Meeting tahun 2018 dan telah menganggarkan dana sekitar Rp 855,5 miliar yang sudah disepakati bersama DPR RI sejak awal tahun 2017.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat berkunjung ke redaksi harian Kompas pada Selasa (7/8/2018) menjelaskan, anggaran pelaksanaan Annual Meeting telah dibahas bersama DPR RI dan berlaku secara multiyears.

Besaran yang disepakati adalah Rp 45,4 miliar pada 2017 dan Rp 810,1 miliar pada 2018 sehingga total yang dialokasikan adalah Rp 855,5 miliar. (TribunWow.com/Ifa Nabila)

http://wow.tribunnews.com/amp/2018/10/08/tanggapi-rizal-ramli-pemerintah-potong-anggaran-pertemuan-imf-bank-dunia-hingga-40-persen



kata kang kibul perserta bayar sendiri2 ga pake anggaran negara kog dipotong ampe 40%? emoticon-Busa



Diubah oleh: venomwolf

Ekonom Internasional Soroti Kondisi Ekonomi era Jokowi

Steve Hanke, Ekonom asal Amerika Serikat ikut menyoroti kebijakan keuangan era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).

Kondisi ekonomi dan pelemahan rupiah saat ini turut mendapat perhatian ekonom internasional. Steve Hanke, Ekonom asal Amerika Serikat yang pernah berperan saat krisis keuangan Indonesia pada 1998, ikut menyoroti kebijakan keuangan era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
Dalam laman Twitter-nya, Hanke mengkritik pernyataan Jokowi bahwa pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan faktor eksternal merupakan omong kosong belaka.

"Faktor eksternal berada di balik jatuhnya rupiah ke posisi terendah dalam 20 tahun terakhir. Betapa omong kosong," demikian cuitan Hanke pada akun resminya @Steve_Hanke, Kamis (6/9).

Menurut dia, jika Amerika Serikat (AS) dan Dana Moneter International (IMF) tidak berencana menggulingkan Soeharto 20 tahun lalu, Indonesia akan memiliki sistem papan mata uang (currency board)

Kritik itu kemudian dikomentari oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon. Dia mengaku setuju dengan apa yang diungkapkan Hanke.
Fadli bahkan mengaitkan kedekatan pemerintah Indonesia dengan lembaga keuangan internasional tersebut, karena akan menjadi tuan rumah pertemuan IMF-World Bank pada Oktober mendatang.
"Setuju. Ironisnya, pemerintah akan menjadi tuan rumah pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018 nanti dan menghabiskan biaya US$70 juta," ungkap Fadli Zon membalas cuitan Steve Hanke.
Konon, Steve H. Hanke adalah Ekonom Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, yang sempat berkarib 'mesra' dengan Presiden Soeharto karena kecocokan ideologi. Bahkan, Hanke pernah didapuk sebagai penasihat khusus bidang ekonomi saat kondisi keuangan nasional melemah.
Saat itu, Hanke menyarankan secara langsung kepada Presiden Soeharto untuk mengambil kebijakan Currency Board System (CBS) untuk mengatasi krisis ekonomi 1998 silam.
Pemimpin negara tiga dekade itu sempat menyetujui usulan Hanke dan mengumumkannya dalam pidato kenegaraan. Namun akhirnya Soeharto berubah pikiran dan menerima paket bantuan dari IMF

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20180906220143-532-328357/ekonom-internasional-soroti-kondisi-ekonomi-era-jokowi
ketok palu anggaran aja dah dari 2017
efek ekonomi ...

Quote:


Pengalihan hoax ratna dan petinggi² gerindrong emoticon-Ngakak (S)
Quote:
efek nilai tukar

Quote:



jangan makan chicken rice molo emoticon-Malu
Quote:


cukup makan tempe setipis kartu atmemoticon-Embarrassment
Diubah oleh mansion_999
Judulnya seakan2 anggaran dipotong karena omongan rr
Coba buka rekaman acara indonesia outlook 2014 disitu ada JK dan tim ekonomi mukidi. Soal kemahalan harga pangan keliatannya memang salah satu desain rezim mukidi, entah apa maksudnya rakyat disengaja kehidupannya didera kemahalan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di