alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Medcom.id /
Tujuh Negara Afrika Belajar Nuklir di Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb3e5898e31b37578b4574/tujuh-negara-afrika-belajar-nuklir-di-indonesia

Tujuh Negara Afrika Belajar Nuklir di Indonesia

Tujuh Negara Afrika Belajar Nuklir di Indonesia

Tangerang: Sebanyak tujuh perwakilan dari sejumlah negara berkembang di Benua Afrika belajar teknologi nuklir ke Indonesia.  Mereka akan belajar ke seluruh fasilitas nuklir di Indonesia, seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), di Pasar Jumat, Puspiptek, Bandung dan Yogyakarta. 


Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto menerangkan, Batan telah dipandang cukup maju dalam penguasaan teknologi nuklir, dan pemanfaatannya oleh negara-negara di Afrika.   “Hal ini dibuktikan dengan kunjungan para National Liassion Officer (NLO) dari negara-negara di Kawasan Afrika ke Batan,” kata Djarot, Senin, 8 Oktober 2018, di BSD, Tangerang Selatan. 


Diterangkannya, kehadiran tujuh perwakilan negara Sudan, Angola, Senegal, Tanzania, Kongo, Malawi, dan Nigeria itu, akan mendatangi seluruh fasilitas nuklir Batan, selama dua minggu, 8-19 Oktober 2018.


“Yang melatarbelakangi kunjungan ini adalah, posisi Batan (Indonesia) yang dipandang sudah cukup maju dalam penguasaan teknologi nuklir khususnya nonenergi,' ujar Djarot.


Selain itu, kunjungan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan practical arrangement antara Menristekdikti dengan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agenncy (IAEA), 5 Februari lalu.  Di mana Indonesia akan membantu negara berkembang lainnya, dalam kerangka kerja sama selatan-selatan.


Pihaknya, kata Djarot, akan menyampaikan beberapa capaian dari program penelitian dan pengembangan.  Dalam rangka penguasaan teknologi nuklir yang dilakukan Batan di berbagai bidang. 


Termasuk di antaranya bidang pertanian, pangan, kesehatan, lingkungan, industri, reaktor riset, dan pendidikan sumber daya manusia.   Menurut Djarot, hal penting yang harus disampaikan kepada delegasi Afrika adalah, Batan telah menjadi collaborating center untuk dua bidang sekaligus.  


Kedua bidang tersebut adalah, pemuliaan tanaman dan uji tak merusak.  'Capaian ini menempatkan Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang menjadi Collaborating Center untuk dua bidang sekaligus,” ucap Djarot. 


Baca: Dua Mahasiswa Uhamka Raih Beasiswa Erasmus ke Bulgaria


Kunjungan ini penting bagi Indonesia.  Di mana Batan sebagai lembaga yang bergelut dengan penguasaan teknologi nuklir dapat mengenalkannya kepada negara-negara di Afrika. 


“Pertemuan ini adalah bentuk pengenalan apa saja yang kita kuasai yang dapat dipelajari oleh negara-negara Afrika tersebut.  Apabila mereka tertarik dengan pemanfaatan teknologi nuklir di bidang tertentu, maka dapat ditindaklanjuti dengan bentuk kerja sama,” lanjut dia. 


Sementara perwakilan International Atomic Energy Agenncy (IAEA), Sharmila Banerjee menjelaskan, dirinya akan melihat langsung keberhasilan Batan dan menciptakan fasillitas riset nuklir nonenergi. 


“Dari pengalaman ini kami akan menceritakan ke negara-negara lain tentang kemampuan Batan dalam menyiapkan infrastruktur nuklir di bidang radio farmaka terutama di bidang medis,' terang Sharmila.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...r-di-indonesia

---

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di