alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb356cc1d77096548b4568/pupr-akan-bangun-hunian-sementara-di-balaroa-dan-petobo

PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo

PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo
Presiden Joko Widodo (kanan) berdiskusi dengan Menko Polhukam Wiranto (kiri), Kepala BIN Budi Gunawan (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) ketika mengunjungi lokasi yang rusak akibat gempa di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun rumah sementara untuk warga terdampak gempa dan tsunami di wilayah Balaroa dan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah.

Di wilayah tersebut, terdapat ribuan rumah yang hancur dan rata dengan tanah akibat likuifaksi yang terjadi hampir bersamaan dengan gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/2018) sekitar pukul lima sore WIB.

Saat ini sudah ada beberapa lokasi milik pemerintah yang rencananya akan menjadi tempat didirikannya hunian sementara tersebut. Namun, menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, lokasi tersebut masih akan didiskusikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, dan para pakar lainnya karena akan menyangkut keamanan jika kembali terjadi gempa.

"Relokasi perlu dilakukan perencanaan dan persiapan yang matang. Oleh karenanya Pemerintah akan membangun hunian sementara (Huntara) yang ditargetkan rampung dalam dua bulan. Makin cepat Huntara selesai, makin cepat penduduk bisa pindah dari tenda," kata Basuki seperti dikutip Republika.co.id, Sabtu (6/10/2018).

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan, butuh dua tahun untuk memulihkan kerusakan pascagempa disertai tsunami yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah seperti Palu dan Donggala. Proses pemulihannya pun dilakukan secara bertahap, yakni masa tanggap darurat dilanjutkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Saat ini, menurut Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga, pemerintah sedang dalam masa tanggap darurat. Artinya, fokus akan terpusatkan untuk membantu evakuasi korban bencana, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing bangunan, serta penyelesaian masalah konektivitas."Untuk konektivitas saat ini jalan jalan sudah mulai terbuka dari mulai lintas barat, lintas tengah, lintas timur, dan perbaikan dua jembatan di jalan nasional. Dengan terbukanya konektivitas, bantuan logistik sudah mulai lancar," papar Danis, dilansir Merdeka.com (7/10).

Menurut Basuki pula, cara penanganan rumah rusak di Palu dan sekitarnya akan berbeda dengan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di NTB pemerintah hanya memberikan bantuan berupa rekonstruksi bangunan, bukan relokasi, sehingga tidak dibangun hunian sementara.

Sebelumnya, Kementerian PUPR pun telah mengajak beberapa pihak kontraktor non-BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk membenahi infrastruktur di Sulawesi Tengah.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, pun menegaskan bahwa pemerintah akan membayar kontraktor non-BUMN yang mau ikut serta membantu pembangunan di Palu.

"Tapi yang paling penting sekarang, kalau ada alat-alat berat dekat Palu, itu bisa dikirim. Itu semua dibayar. Pemerintah membayar. Jadi tidak ada kekhawatiran bekerja secara gratis (tidak dibayar)," jelasnya, seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (2/10).

Namun ia belum mengetahui berapa persisnya anggaran yang disiapkan pemerintah untuk membayar uang sewa alat berat tersebut.

Oleh karena itu, Syarif meminta pihak kontraktor seperti yang berdiri di bawah Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), yang sebelumnya telah membantu di Lombok, untuk mau meminjamkan alat berat.

Apalagi saat ini alat-alat berat masih sangat dibutuhkan untuk berbagai hal, terutama proses evakuasi. Sebab, saat ini seperti yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, diperkirakan masih ada 5.000 orang yang tertimbun tanah di wilayah Balaroa dan Petobo.

"Jumlah itu menurut informasi yang disampaikan kepala desa. Tapi masih belum terverifikasi," ujar Sutopo dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, dilansir Kompas.com, Minggu (7/10).

Ketua Umum AKI, Budi Harto, menyatakan telah menginstruksikan kepada seluruh anggotanya, baik kontraktor BUMN maupun swasta, untuk memobilisasi alat berat mereka ke wilayah yang terkena bencana.

Budi memperkirakan ada sekitar 15 unit alat berat yang bisa dikirim untuk membantu evakuasi dan membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa dan tsunami. "Dari Adhi Karya hari ini bisa 5 unit eskavator. Itu sangat diperlukan untuk angkat puing reruntuhan," ujar Budi dalam Tirto.id.
PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...roa-dan-petobo

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo Indonesia akan tambah ekspor ke Tiongkok lewat Jack Ma

- PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo Pemerintah dan swasta sepakati pembiayaan proyek non-APBN

- PUPR akan bangun hunian sementara di Balaroa dan Petobo Ada 3 zona festival untuk penonton di GBK

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di