alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb10de1cbfaa6f308b4579/infrastruktur-palu-membaik-tanggap-darurat-usai-pekan-ini

Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini

Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini
Seorang Petugas PLN tengah memperbaiki jaringan listrik yang rusak pascagempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Listrik di Palu dinyatakan sudah kembali 100 persen.
11 hari pascagempa yang melanda empat wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng); Palu, Donggala, Sigi, dan Moutong Parigi, fasilitas infrastruktur umum relatif sudah membaik. Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, pun mengatakan situasi--terutama di Palu, sudah jauh membaik.

"Keadaan Palu saat ini jauh lebih baik daripada sebelumnya," tutur Willem dalam jumpa pers di Kantor BNPB di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Menurut dokumen penanganan darurat yang diperoleh Beritagar.id pada Minggu (7/10) malam, aliran listrik sudah 100 persen kembali normal pada tujuh gardu induk yang ada di kota Palu.

Namun distribusi ke pelanggan individu belum sepenuhnya pulih. Maklum, PLN masih memiliki 2.144 gardu distribusi dari 2.253 gardu distribusi yang harus diperbaiki.

Yang pasti, menurut Direktur Bisnis Regional PLN Sulawesi, Syamsul Huda, listrik secara umum untuk Palu, Donggala, dan Sigi sudah kembali 100 persen karena seluruh gardu induk sudah diperbaiki.

"Saat ini kami tengah berfokus untuk secara bertahap memperbaiki jaringan listrik dan gardu distribusi lainnya yang terhubung langsung dengan pelanggan yang memang terdampak cukup parah akibat gempa," tambah Syamsul dilansir Sindonews, Senin (8/10).

Kerja mengembalikan aliran listrik ini dikebut siang dan malam sejak gempa dan tsunami melanda wilayah termaksud pada 28 September lalu. PLN kebetulan mengirim 1.141 personel dari seluruh Indonesia ke Palu. Sebagian besar personel memfungsikan kembali tiang listrik yang rusak atau runtuh dihajar gempa dan tsunami.

Selain listrik, pasokan BBM juga terus membaik. Data BNPB menunjukkan pemenuhan kebutuhan BBM sudah mencapai 75 persen dan akan selesai hingga 100 persen pada pekan ini.

Sejauh ini, Pertamina sudah menyalurkan BBM ke 32 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari 88 SPBU terdampak di Sulteng. Total ada 450 ribu liter BBM khusus untuk kegiatan 11 rumah sakit, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, empat PLTD, dan BTS telekomunikasi seluler.

Sampai Minggu (7/10), sudah 60 persen BTS bisa beroperasi kembali. Artinya sudah ada peningkatan 10 persen dibanding hari sebelumnya. Secara keseluruhan, infrastruktur dasar ini memang kian membaik. Merujuk keterangan Sutopo, sudah 75 persen.

Kebutuhan air bersih pun mulai kondusif meski jumlah toilet atau fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK) sempat sangat kurang memadai dan kini sedang diupayakan mencukupi.

Kebutuhan air bersih dipasok oleh Palang Merah Indonesia sesuai perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjadi Komandan Penanganan Darurat. Humas PMI dalam keterangan resmi, Minggu (7/10), mengatakan lembaganya mengambil air dari sumber PDAM sambil membuat pusat air bersih di pinggiran kota Palu demi kebutuhan MCK para pengungsi.

Hingga Sabtu (6/10), PMI sudah menyalurkan lebih dari 100 ribu liter air bersih ke 24 posko pengungsi di kota Palu.
Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini
Petugas PMI dari Sulawesi Utara tengah menyalurkan air bersih ke warga di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018).Tanggap darurat berakhir pada 11 Oktober
Adapun jumlah korban meninggal, hingga Senin (8/10) pagi, adalah 1.948 jiwa. Sementara menurut data yang disampaikan Ketua Pusat Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Minggu (7/10), 1.755 orang di antaranya telah dimakamkan secara massal.

Sedangkan luka berat 2.362 orang dirawat di rumah sakit. Namun, soal data yang lain --misalnya orang hilang atau tertimbun -- menurut Ketua BNPB Willem Rampangilei masih sebatas data dari pemerintah setempat. Misalnya dari dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil), kecamatan, kelurahan, atau kantor desa.

"Jadi, kami akan mendata lebih lanjut, termasuk dari masyarakat yang melaporkan anggota keluarganya hilang. Ini memang data yang dinamis," tutur Willem.

Sedangkan jumlah pengungsi terbaru mencapai 62.35 orang yang tersebar di 147 titik. Jumlah ini menurun dibandingkan data pengungsi dua hari terdahulu.

"Mengapa jumlah pengungsi berkurang? Sebagian sudah kembali ke rumahnya, sebagian lain mengungsi ke luar kota. Misalnya ke Makassar, Gorontalo, Manado, Balikpapan, dan Jakarta," ujar Sutopo.

Senin ini, perkantoran pemerintah daerah mulai beroperasi lagi. Demikian pula sebagian sekolah. Sutopo menjelaskan data sementara menunjukkan 2.736 sekolah di Palu, Donggala, dan Sigi rusak berat sehingga dibutuhkan pembangunan sekolah darurat.

Sedangkan menurut Willem, data yang ada menunjukkan 22 orang siswa meninggal dan 33 orang lainnya hilang. Sementara 22 orang guru meninggal dan 14 orang lainnya hilang.

"Kami sedang mengupayakan tambahan tenaga pengajar dari Kemendikbud. Krisis guru terjadi karena sebagian guru pun berasal dari daerah luar Palu. Mereka eksodus ketika gempa terjadi dan sudah diimbau untuk kembali," tutur Willem.

Pemerintah, terutama melalui BNPB, terlihat bernafsu untuk mengembalikan situasi secepatnya karena masa tanggap darurat akan selesai pada Kamis (11/10). Sutopo menjelaskan kondisi itu harus diimbangi dengan indikator; tak ada daerah terisolir, tak ada kekurangan bantuan, dan aktivitas masyarakat sudah normal.

Bagaimana dengan aktivitas pencarian masyarakat yang belum ditemukan hingga masa tanggap darurat selesai? Willem dan Sutopo menyatakan mereka akan dinyatakan hilang karena upaya pencarian besar-besaran akan dihentikan.

"Tentu masih ada pencarian, tapi tidak sebesar pada masa darurat. Alat berat juga tidak sebanyak sebelumnya.

"Perlu diketahui, masa darurat ini sudah lebih lama dari lazimnya yang tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari. Sementara tanggap darurat Palu ini 14 hari," kata Sutopo.

Sutopo juga meminta bantuan kepada media atau masyarakat melaporkan jika masih ada daerah atau lokasi pengungsi yang belum menerima bantuan. "Laporkan kepada kami, nanti kami teruskan ke posko penanganan di Makorem Palu," katanya.
Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...usai-pekan-ini

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini Jatah fee proyek jadi modus terbanyak korupsi kepala daerah

- Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini Tak ada proposal pengajuan utang di Bali

- Infrastruktur Palu membaik, tanggap darurat usai pekan ini Kenaikan harga BBM jadi solusi selamatkan cadangan devisa

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di