alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Maaf Pak Prabowo, Aku Berbalik Arah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb0ef014088d52778b4567/maaf-pak-prabowo-aku-berbalik-arah

Maaf Pak Prabowo, Aku Berbalik Arah

Maaf Pak Prabowo, Aku Berbalik Arah


Pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Prabowo-Hatta mengumumkan secara resmi kemenangan mereka atas Jokowi-JK. TVOne merupakan satu-satunya stasiun TV Nasional yang menyiarkan peristiwa bersejarah itu secara langsung. Entah konspirasi apa yang dilakukan TV Nasional lainnya sehingga mereka malah menyiarkan fakta sebaliknya. Tapi, ya sudahlah, aku pikir namanya juga politik. Ada-ada saja yang dilakukan orang demi menurutkan ambisi kekuasaan. Yang pasti, aku dan banyak orang ikut bersuka-ria mendengar kabar kemenangan Prabowo-Hatta. Sejak saat itu, secara resmi, aku meyakini Presiden Indonesiaadalah Prabowo Subianto. 


Namun, ditengah suka ria tersebut, aku merasa ada yang aneh karena tak beberapa lama setelah sujud syukur yang dilakukan Prabowo Subianto, KPU malah mengumumkan bahwa Presiden terpilih justru Jokowi-JK. Aku berpikir “Apa-apaan ini? Sungguh, saat itu aku merasa politik telah menjadi tempat paling kotor di dunia. Lebih kotor dari sarang tikus. Ada pertanyaan besar dalam benakku melihat fenomena yang terjadi. Aku berpikir apa yang sebenarnya telah dilakukan KPU sehingga mereka malah tanpa rasa takut kepada Tuhan melakukan cara licik agar Jokowi-JK memenangkan Pilpres? Tapi, aku tak punya daya apa-apabahkan untuk sekadar menyumpah ke sana ke mari. Tak akan mengubah keadaan. Bagiku, Kekuasaan adalah monster besar yang tak bisa dilawan dengan caci-maki.

Meskipun Jokowi-JK sudah dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Aku dan banyak orang tetap percaya pada kebenaran dengan tetap menganggap Presiden Indonesia sebenarnya adalah Prabowo Subianto dan Wakilnya adalah Hatta Rajasa. Sampai di penghujung masa jabatan Jokowi-JK, aku masih yakin dan tetap teguh pendirian serta bersikeras bahwa Presiden Indonesia yang sebenarnya adalah Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, ketika Prabowo-Sandi akan bertarung lagi di Pilres 2019, aku berpikir kejadian yang sama tak boleh terulang lagi. Kuasa Jokowi-JK yang dulu bisa menyogok KPU harus diantisipasi di 2019. Bila KPU saja bisa disogok, tentu hal lain lebih mudah mereka lakukan.

Ketakutan-ketakutan yang ada dalam benakku akhirnya terjadi tepat pada 3 Oktober 2018. Kejadian ini mengundang emosi ketika aku mendengar kabar bahwa aktivis Ratna Sarumpaet dikeroyok. Aku awalnya menduga ada konspirasi besar dalam kasus yang menurutku tak biasa ini. Aku tau, Prabowo memang sering disebut dengan pelanggar HAM semasa Orde Baru. Tapi, benar atau tidak, itu kan masa lalu dan sampai sekarang belum bisa dibuktikan. Sekarang pikirku, tak ada waktu untuk terjebak terus-terusan di masa lalu. Fakta kekinian sudah jelas: Kubu Jokowi-Maaruf telah melakukan pelanggaran HAM dengan cara berbuat keji kepada Ratna Sarumpaet. 

Daripada sibuk ngurusin pelanggaran HAM masa lalu, lebih baik fokus ke pelanggaran HAM saat ini di depan mata. Itulah keyakinan yang menggebu-gebu yang aku utarakan kepada seorang teman. Bak gayung bersambut, pikiranku dijewantahkan oleh Prabowo dan tim pemenangannya dengan melakukan konferensi pers terkait kasus Ratna Sarumpaet tersebut. Kejadian 2014 terulang lagi, hanya TVOne yang berani menyiarkan kebenaran. Aku sudah sangat yakin dan sudah terlihat bahwa kehancuran Jokowi sudah di depan mata. Sebentar lagi Polisi akan menemukan pelakunya. Prabowo-Sandi siap untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Namun, tak lama setelah keyakinan itu membumbung tinggi, Tiba-tiba banyak orang termasuk diriku pribadi jadi bingung ketika Ratna Sarumpaet mengatakan bahwa ia hanya bohong. “Apaaaa?” aku sangat terkejut dengan pernyataan aktivis perempuan berusia 70 tahun ini. Aku jd berpikir ulang apakah Prabowo dan Sandiaga kena tipu oleh orang-dalam sendiri? Tidak mungkin pikirku. Ratna bukan penyusup. Ia orang yang sama-sama merancang strategi pemenangan. Tak mungkin terjadi hal konyol seperti itu. 

Maaf Pak Prabowo, Aku Berbalik Arah


Banyak orang sekitarku yang mulai berpikir dalam-dalam. Mari ulangi pertanyaan itu: Prabowo dan Sandiaga kena tipu oleh orang dalam sendiri? Aku tiba pada saat dimana mulai meragukan diri sendiri: Apakah semua ini adalah drama yang gagal? Pikiranku kembali ke tahun 2014: Jangan-jangan kemenangan Prabowo-Hatta juga drama? Sebagai seorang mantan Jenderal yang penuh taktik, mungkinkah Prabowo Subianto dua kali menampilkan drama konyol? Pelan-pelan keyakinan diriku pada seorang Prabowo runtuh. Seorang mantan Jendral tidak mungkin masuk ke lubang yang sama lebih dari sekali. Melihat fakta-fakta diatas dan juga berdasarkan pengakuan langsung seorang Ratna Sarumpaet ada kesimpulan besar yang kuyakini bahwa sejak 2014, semua yang dilakukan Prabowo adalah tipu-muslihat. Aku jadi teringat: Di dalam suatu perang, tipu-muslihat adalah strategi yang tak mungkin diluputkan. Disetiap kesempatan aku mengingat dengan baik bahwa Prabowo dan pendukungnya sering mengatakan Pilpres sebagai “perang”.

Baiklah. Sekarang tak ada waktu bagiku untuk berpikir terlalu lama. Sudah terang semuanya bahwa semua ini hanya tipu muslihat Prabowo Subianto. Sebegitu canggih tipu-muslihatnya untuk melumpuhkan musuhnya yang sama-sama berkuatan besar seperti dirinya. Bagaimana nanti kalau rakyat yang tidak punya kekuataan? Tentu akan lebih mudah diperdayakannya. Oh tidak, Prabowo adalah seorang ahli strategi perang. Ia sudah terbiasa membunuh orang tanpa meninggalkan jejak. Oleh sebab itu, terlalu mudah baginya menghancurkan kekuataan rakyat bahkan dengan tetap tampak sebagai pelindung rakyat.

Dalam kondisi krisis kepercayaan seperti ini, sangat tidak mungkin kelompok-kelompok tertentu menjadikan Prabowo sebagai “batu loncatan”. Alih-alih ketika ia terpilih nanti kita bisa ikut mendapat percikan kekuasaan, yang terjadi malah kita diinjak balik sama Prabowo Subianto. Kasus Ratna sudah tampak jelas di depan mata. Orang yang selama ini mati-matian mendukungnya saja bisa dicampakkannya, bahkan mengaku sebagai korban. Apalagi rakyat yang serba tak jelas ini. Ibarat ungkapan orang Indonesia: kalau takut terbakar ya jangan bermain api. Prabowo sudah berkali-kali ketahuan telah menyalakan api, masih saja kita mendustakan diri sendiri?
 
Dari kasus Ratna Sarumpaet setidaknya aku bisa belajar dan sadar bahwa apa yang aku pikirkan selama ini sudah salah dan itu berlangsung 4 tahun lamanya. Sebuah pikiran picik karena fanatisme buta membuat diriku gelap mata dalam menilai realita yang ada.
 
Bekasi, Oktober 2018
Silfia Anastasia
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
kayaknya nanti dia juga bakal menang, tapi di discovery channel doank emoticon-Leh Uga
Balasan post ismyoshi
Wadaaaawwwww emoticon-Traveller
komporin ah



emoticon-Leh Uga
ane mah golput maning emoticon-Leh Uga
selama bukan jadi timses atau anggota partai salah satu paslon

fanatisme buta adalah suatu hal yang sangat tolol emoticon-Angkat Beer

itu sudah emoticon-Angkat Beer
Quote:



Fanatisme buta itu membuat logika berpikir menjadi tumpul dan yang hoaks pun akan ditelan mentah2 emoticon-Toast emoticon-Toast
Balasan post punpun48
Quote:


Dah gak ngeban lagi pun?

Oke, hati-hati di jalan yaa..
Quote:


ehm... Lalu apakah anda akan pilih JOKOWI... emoticon-Amazed
Kampanye ko di kaskus wkwkw.... gini saya ibaratkan untuk cebongers di alam semesta, .. ada seorang anak di pukul orang tak di kenal si anak mengadulah kepada bapaknya, si bapaknya merasa anaknya di dzolimi mencari orang tersebut sampai dia suruh orang mencarinya karena rasa sayang terhadap anaknya tersebut tapi ketika bapaknya sibuk mencari tersangka pemukulnya tapi karena kebodohan anaknya si anakpun berkata jujur kepada bapaknya bahwa anaknya tidak di pukul melainkan jatuh dari sepeda , begitu geram bapaknya kepada anaknya tersebut , karena ada tetangga yang menguping kejadian tersebut dan di saksikan oleh mata sendiri tanpa ikut menanyakan hal sebenarnya ,si tetangga langsung menyimpulkan bahwa si bapak memberikan berita dan kabar palsu... karena si tetangga memang sirik dengan keluarga si bapak tersebut dia bawa semua tetangga yang lain untuk mengolok ngolok keluarga mereka ... " sosok seorang bapak itu melindungi keluarganya wajar saja ketika anak di sakiti bapaknya tidak diam " ... silahkan nilai sendiri arti cerita di atas ... saya harap para cebongers termasuk anda berpikir lebih waras jngan terlalu fanatik bahkan menggiring opini publik yang sangat busuk ...!!! Dsni saya bukan pendukung prabowo tapi saya gerah liat tingkah yg terus menyudutkan pak prabowo...! Entah siapapun 2019 yang menjadi presiden saya harap PRESIDEN YANG JELAS ASAL USULNYA ,JELAS BAPAK IBUNYA ,JELAS SEKOLAHNYA DMNA ,JELAS AGAMANYA APA ,JELAS DAN TEGAS OMONGANYA ....!!!!
klo dah dibalut benci,ikut bantu yg lg kena bencana dianggap pamer/pencitraan, tp klo cinta buta,korupsi adalah oli pembangunan emoticon-Thinking
Napa kampanye disini sich emoticon-No Hope
Balasan post Deckay
Quote:


Kasus diatas mah ruang lingkup nya kecil gan, gak kaya kasus RS, Kesalahan fatal Wowo ya kenapa dia langsung maen briking nyuss aja, padahal blom laporan ke polisi, itu sama aja mau ngeberakin polisi, makanya polisi lngsung gercep daripada polisi yg dicecer...klw capres yg bener2 jelas ya cuman 1 gan, gak ada lagi...bapak nya JELAS2 pemimpin pemberontak PERMESTA, AGAMANYA JELAS2 NYURUH CEWE JADI IMAM SHALAT BERJAMAAH, JELAS & TEGAS OMONGANNYA, HARUS DI BRIKUNG NYUSS...emoticon-Traveller

Quote:


Yang Pasti sekarang saya tidak pilih Prabowo, Sesuai dengan judul thread saya, Saya berbalik arah emoticon-Shakehand2
Quote:


Maaf, Saya bukan kampanye gan emoticon-Salaman
Quote:


Pertama saya bukan kampanye gan, maaf yaa emoticon-Shakehand2

Kedua, analogi agan justru tidak tetap dan tidak apple to apple dengan penjelasan di thread saya. Disamping analogi agan ruang nya sempit, perumpamaannya jg tidak pas dg logika yg agan bangun emoticon-Toast
santai kalem aja, katanya manusia itu bisa brubah...katanya ya emoticon-Big Grin
kali aja bisa brubah jadi lebih parah emoticon-Ngakak (S)

lagian kalo udah milih skr itu = fanboy(nastak nasbung) emoticon-Embarrassment
tim sukses ya

basi yang ginian mah
jujur ane 2014 milih prabowo
Diubah oleh g2reload
Ane cek nama penulis pake Google. Malah muncul gambar bule pake BH

emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di