alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pelemahan Rupiah, Pengusaha Alat Berat Terdampak
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbab8ba14088daf148b4567/pelemahan-rupiah-pengusaha-alat-berat-terdampak

Pelemahan Rupiah, Pengusaha Alat Berat Terdampak

JAKARTA--Tren nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS membuat beban operasional pengusaha alat berat meningkat. Pengusaha memilih untuk menggarap kontrak dari sektor pertambangan untuk menjaga kinerja usaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Berat dan Konstruksi Seluruh Indonesia (Appaksi) Dipar Tobing mengatakan kurs rupiah yang melemah telah membuat harga suku cadang naik hingga 20%. Pergerakan kurs amat berpengaruh terhadap beban operasional karena suku cadang masih didatangkan dari luar negeri.

Pekan lalu kurs rupiah sudah tembus ke level Rp15.000 per US$1. "Spare part sudah naik 20 persen, tapi tarif [sewa] kami belum bisa naik karena sudah kontrak [dengan klien]. Jadi, [kondisinya] makin berat," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), pekan lalu.

Menurut Dipar, sejauh ini kalangan pengusaha dan pemilik alat konstruksi belum berencana menaikkan harga sewa.
Anggota Appaksi, ujarnya, masih perlu berhitung sebelum memutuskan penyesuaian harga sewa alat konstruksi.

Kendati demikian, para pengusaha, menurut Dipar, masih bisa mereguk kontrak dari sejumlah pekerjaan konstruksi maupun pertambangan. Secara khusus, anggota Appaksi lebih melirik kontrak-kontrak dari sektor pertambangan. Pasalnya, sektor ini kembali menggeliat seiring dengan kenaikan harga batu bara. Walhasil, permintaan terhadap alat-alat berat pun meningkat.

Berdasarkan harga acuan batu bara (HBA), Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM), HBA per Oktober 2018 mencapai US$100,89 per ton. HBA tersebut lebih tinggi dari posisi Oktober 2017 sebesar US$92,03 per ton.

Dipar mengungkapkan geliat sektor pertambangan turut mengerek harga sewa alat berat. Tarif sewa untuk sektor pertambangan lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan sipil.

Oleh karena itu, kenaikan beban operasional bisa terkompensasi oleh kontrak-kontrak pertambangan. Secara umum, porsi perolehan kontrak dari sektor pertambangan mencapai 50%, sisanya dari pekerjaan sipil.

Di sisi lain, kontrak-kontrak pekerjaan sipil juga masih mengalir karena sejumlah proyek infrasruktur seperti jalan tol dan bangunan gedung tetap berjalan.

Dipar berharap agar perolehan kontrak baik dari sektor pertambangan maupun konstruksi tetap bisa menopang kinerja pengusaha alat berat.


http://m.harianjogja.com/ekbis/read/2018/10/08/502/944305/pelemahan-rupiah-pengusaha-alat-berat-terdampak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ah paling juga udah pake hedging..
lain kali kontraknya mencakup perubahan nilai tukar juga.. emoticon-Wowcantik
TS makar wong rupiah cuman 10rebu emoticon-Big Grin



SANG TJAHAJA ASIA TIDAK MUNGKIN SALAH emoticon-Big Grin
Diubah oleh jonwick
Quote:

Dasar pengusaha makar emoticon-Marah

makanya mulai sekarang kembali beralih pakai cangkul, kerbau dsb demi memajukan kearifan lokal
ganti aja alat ringan gitu aja repotemoticon-Big Grin
Gak mungkin kalau dia gak Hedging... emang lu pengusaha newbie? Ngomong kaya obrolan warung kopi
kegagalan rezim kodok yg nyata!!!emoticon-Wow
itu lat berat kasih lampu kelap kelip kek


Dasar pengusaha kurang kreatip
ya ga BONG?

emoticon-Leh Uga
kenaikan dolar tetep ada pengaruhnya
Ganti filter solar nya pake bakso aj

Kn hrg bakso msh ttp 10rb


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di