alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tak ada proposal pengajuan utang di Bali
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bba9a4514088de0378b4570/tak-ada-proposal-pengajuan-utang-di-bali

Tak ada proposal pengajuan utang di Bali

Tak ada proposal pengajuan utang di Bali
Menteri Keuangan Sri Mulyani mencoba podium kepala negara saat inspeksi kesiapan pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Minggu (7/10/2018).
Rangkaian pertemuan tahunan IMF dan World Bank 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, sudah dimulai, Minggu (7/10/2018).

Sepanjang kawasan resor Nusa Dua, dari pantauan Beritagar.id, sudah steril. Pengunjung yang tidak memiliki identitas khusus dilarang masuk. Penjagaan baik kepolisian maupun militer terlihat di mana-mana.

Bank Indonesia (BI), sebagai salah satu panitia acara, mengonfirmasi puluhan nama-nama petinggi negara maupun ribuan pelaku ekonomi internasional hadir dalam ajang yang akan berlangsung hingga sepekan ke depan ini.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde bahkan sudah melakukan penanaman terumbu karang di kawasan Nusa Dua, Minggu pagi, ditemani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Akhir pekan kemarin Luhut mengakui, jumlah peserta pertemuan IMF-Bank Dunia melebihi ekspektasi; dari 19.000 orang menjadi sekitar 32.000 orang. “IMF-WB Meeting sejak tahun 1946, (tapi) yang terbesar di Bali,” sambung Luhut, dikutip dari AntaraNews, Jumat (5/10/2018).

Agenda ini memang menyedot ongkos yang sangat besar. Beragam versi beredar terkait biaya penyelenggaraan acara ini, mulai dari Rp800 miliar hingga Rp6 triliun—meski terakhir pemerintah mengaku berhasil menekan anggaran hingga 40 persennya. Sebagian besarnya adalah memperbaiki infrastruktur di Bali dan sekitarnya.

Perhelatan ini begitu mudah menuai kontroversi. Pemerintah dikritik untuk lebih memfokuskan perhatiannya kepada dua bencana alam besar baru saja menghantam wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Palu, Sulawesi Tengah, dalam waktu yang relatif dekat.

Bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli bilang, ada baiknya pemerintah mengalihkan anggaran pertemuan ini ke dua lokasi itu.

Selain itu, citra yang melekat atas Dana Moneter Internasional alias IMF bagi sebagian masyarakat Indonesia adalah utang. Kembali ke 1998, IMF dulu digembor-gemborkan sebagai salah satu penyebab terjadinya krisis moneter di Indonesia.

Tak ayal, tak sedikit juga yang menduga acara ini digelar sebagai dalih untuk mengajukan proposal utang yang baru.

Bekas menteri yang lain, Chatib Basri, punya jawaban untuk ini. Menurutnya, perhelatan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pengajuan utang.

Jika pun mau mengajukan utang, tak perlu repot-repot mengajukan diri sebagai tuan rumah. Untuk diketahui, pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah ini sudah sejak lama. Tepatnya pada 2014, saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat sebagai Presiden ke-6 RI.

Argentina baru meminta utang ke IMF karena krisis. Mereka bukan tuan rumah (pertemuan tahunan),” jelas Menteri Keuangan era SBY ini dalam serial tweet-nya.
Ada satu lg pertanyaan ke saya, apakah biayanya diajukan th 2014? Tentu tidak. Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Okt 2015. Setelah itulah baru anggaran disusun. Dan itu terserah Indonesia mau membuatnya besar atau kecil. Sama spt Asian Games juga.
— M. Chatib Basri (@ChatibBasri) October 7, 2018
Adapun tujuan Indonesia mengajukan sebagai tuan rumah pada ajang internasional ini, sambung Chatib, tentu saja demi memasukkan agenda kebijakan ekonomi global demi kepentingan Indonesia.

“Seperti juga ketika kita menjadi tuan rumah APEC 2013. Apalagi Indonesia anggota G-20,” tuturnya.

Senada dengan Chatib, Tim Persiapan Penyelenggaraan Annual Meetings 2018, Devy Listya dalam BBC Indonesia mengatakan, Indonesia akhirnya dipilih karena dipercaya sebagai negara yang ekonominya berkelanjutan (sustainable), berhasil melakukan reformasi (structural reform), negara indah yang kaya akan kebudayaan, serta memiliki stabilitas keamanan dan politik.

Indonesia juga bisa memetik keuntungan dengan mendapatkan pelajaran tentang arah ekonomi global dalam pertemuan ini; mulai dari pajak, ekonomi digital, hingga keuangan yang bisa diterapkan.

Bukan hanya itu, Devy mengatakan pemerintah juga optimistis acara ini dapat mendatangkan manfaat ekonomi yang tak kalah banyak untuk Indonesia. Dengan asumsi tamu 19.000 saja, estimasi belanja wisatawan bisa mencapai Rp630 miliar. Apalagi, jika delegasi yang hadir dua kali lipat dari itu.
Alur peminjaman di IMF
Mengajukan utang ke IMF juga tidak mudah. IMF bakal menyalurkan utangnya untuk dua kondisi. Pertama, demi mencegah terjadinya krisis pada suatu negara, dan kedua untuk memulihkan ekonomi negara yang sudah dilanda krisis.

Berbagai instrumen peminjaman IMF dirancang khusus untuk berbagai kebutuhan neraca pembayaran serta keadaan khusus yang dialami negara-negara anggotanya.

Dikutip dari laman resminya, negara berpendapatan rendah dapat meminjam dengan persyaratan konsesional (pinjaman lunak) melalui fasilitas yang tersedia dalam Dana Amanah Pengurangan Kemiskinan dan Pertumbuhan (Poverty Reduction and Growth Trust/PRGT)--saat ini berada pada tingkat bunga nol persen.

Sejarahnya, negara-negara kekuatan ekonomi berkembang dan negara maju yang berada dalam krisis, sebagian besar bantuan IMF disediakan melalui Stand-By Arrangements (SBA) untuk mengatasi potensi masalah neraca pembayaran jangka pendek.

Untuk membantu mencegah (mitigasi krisis) dan meningkatkan kepercayaan pasar selama periode risiko tinggi, negara-negara anggota dengan kebijakan yang sudah kuat dapat menggunakan Flexible Credit Line (FCL) atau Precautionary and Liquidity Line (PLL).

Biasanya, pemerintah suatu negara dan IMF harus sepakat terhadap suatu program kebijakan ekonomi sebelum IMF mengucurkan pinjaman kepada negara tersebut.

Komitmen suatu negara untuk melakukan tindakan kebijakan tertentu, yang dikenal dengan persyaratan kebijakan, pada umumnya merupakan bagian yang sangat penting dari pemberian pinjaman IMF.

Program kebijakan yang mendasari pengaturan ini umumnya disampaikan kepada Dewan Eksekutif IMF dalam surat perjanjian dan diperinci lebih lanjut dalam suatu nota kesepahaman.

Sebelum cair, IMF bakal meninjau calon negara peminjam tersebut. Namun, untuk kesepakatan tertentu, beberapa negara memang bisa mengajukan pinjaman tanpa persyaratan atau dengan persyaratan terbatas, selama mereka telah membuat komitmen terhadap kebijakan yang sehat (FCL dan PLL).

Kebijakan itu penting dibuat, demi memastikan ekonomi sebuah negara sehat sehingga bisa segera melunasi utangnya. Sebab, dana utang itu bakal berputar bagi negara-negara anggota lainnya.
Tak ada proposal pengajuan utang di Bali


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-utang-di-bali

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tak ada proposal pengajuan utang di Bali Kenaikan harga BBM jadi solusi selamatkan cadangan devisa

- Tak ada proposal pengajuan utang di Bali Anjing Indonesia punya KTP, manusianya belum tentu

- Tak ada proposal pengajuan utang di Bali 38 Perguruan tinggi siap tampung mahasiswa Untad Palu

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di