alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
SEPENGGAL KISAH ALAY KU 3
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bba53d0d9d770d81b8b4567/sepenggal-kisah-alay-ku-3

SEPENGGAL KISAH ALAY KU 3

Semingu setelah sang kakak kelas misterius itu memberiku nomor ponsel kak ozy, aku malah jadi seperti orang sakit jiwa. Hampir saban hari ku pandangi kertas yang mulai kusam dan lecek itu sembari senyum tanpa alasan. Aku sangat bahagia sekali, lebih bahagia dari menerima beasiswa juara umum sekolah. Ya, walaupun aku pecicilan dan kadang suka tidur di kelas, prestasiku di sekolah bisa di sebut membanggakan. Dari SD hingga sekarang aku selalu mendapat beasiswa.
Aku mendapatkannya bukan karena aku pintar, hanya saja aku sadar bahwa aku terlahir dari keluarga yang biasa saja, dan aku termotivasi untuk belajar giat setiap hari, tekun belajar walaupun itu sangat sulit bagiku dan kadang membuatku mual, semua kulakukan demi meringankan beban ayah dan ibu dalam membiayai sekolahku. Aku sangat menyayangi mereka, aku selalu ingin membuat mereka tersenyum, sebab sebanyak apapun uang yang ku miliki nanti, takan pernah bisa membayar hutang-hutang ku pada keduanya, jadi setidaknya dengan prestasi ini aku bisa membuat keduanya selalu tersenyum bahagia dan lega, terutama lega dalam segi finansial. Dan kini, aku di uji oleh Tuhan melalui perasaan yang pasti dirasakan oleh semua remaja se-umuran ku. Perasaan yang seperti pisau bermata dua. Perasaan yang dapat menuntun mu ke arah yang positif atau menjerumuskan mu ke jurang ketidak baikan.
Tanganku mulai menari di atas keypad ponsel mengetik sebuah pesan untuk kak ozy. Hatiku, entahlah hati atau jantung, berdegup tak karuan. Padahal aku hanya mengirimi dia pesan, tapi aku gugup seperti aku mau mengirimi pesan kepada pak presiden saja.
“ Assalamualaikum, hai kak, ini nova” ku tekan tombol send. Ku tunggu sampai malam tiba tapi tidak ada jawaban. Hari kedua “assalamualaikum, kak lagi apa ?” send, tetap tidak di balas. Hari ketiga “ kak, aku nova, ingatkan ? kakak lagi apa ?” hampir tiap menit ku pandangi ponselku, tapi tetap dia tak membalas. Dan berlangsung seperti itu selama sebulan hingga aku lelah mengiriminya pesan.
Tlah ku nyanyikan alunan – alunan sendu ku
Tlah ku bisikan cerita – cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi – mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takan bisa sentuh hati mu ….”
Sepenggal bait dari lagu sherina munaf yang kudengar lewat radio tetangga seperti mengejek ku. Hatiku, mendadak mendung.
“Baiklah, ini pesan untuk yang terakhir kalinya, jika dia tetap tidak membalas, maka aku akan menghapus nomornya dari ponselku, tidak akan mengirimi dia pesan lagi, atau bahkan melupakan perasaan polos ini untuknya” gumam ku dalam hati.
 
 
 
                                          ***
emoticon-Pelukemoticon-Pelukemoticon-Pelukemoticon-Pelukemoticon-Pelukemoticon-Peluk

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di