alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Begini Saran Chatib Basri Untuk Selamatkan Rupiah
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb973c714088d667a8b4568/begini-saran-chatib-basri-untuk-selamatkan-rupiah

Begini Saran Chatib Basri Untuk Selamatkan Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal berlangsung lama. Prediksinya, pelemahan ini akan berlangsung hingga Juni 2019.

Pada pekan lalu, rupiah menembus nilai psikologis baru Rp 15.100/US$. Bahkan pada penutupan pasar kemarin (5/10/2018) nilai tukar rupiah sudah menembus Rp 15.175/US$.

Untuk menahan penurunan rupiah yang lebih dalam Bank Indonesia (BI) agresif menaikkan suku bunga acuan. BI sudah menaikkan suku bunga acuan 150 bps untuk membuat yield lebih menarik di mata investor.

BI pun gencar melakukan operasi pasar dengan melepas dolar AS ke pasar. Dampaknya cadangan devisa turun menjadi US$3,12 miliar menjadi US$114,8 miliar di akhir September 2018.

Kondisi pelemahan rupiah agak mirip dengan kondisi ekonomi 2014 ketika terjadi tamper tantrum. Lalu bagaimana langkah yang dilakukan pemerintah kala itu?

"Policy options seperti dejavu. Saya tak tahu apakah anda ingat, kalau tak ingat berarti saya Menkeu yang baik. Yang jelas [kebijakan dijalankan] 6 bulan setelah tapper tantrum. Pemerintah dengan BI mau stabilitas, sektor pariwisata berkembang," ujar Chatib Basri, Rabu (3/10/2018).

Pada 2014, pemerintah dengan sengaja melemahkan nilai tukar rupiah hingga 20% karena nilai rupiah sudah overvalue. Makanya pada tahun itu eksportir mengabaikan nilai tukar rupiah di pasar non delivery forward (NDF) Singapura dan kembali menggunakan patokan Jakarta Interbank Spot Dolar Rupiah (JISDOR).

Langkah lainnya, pemerintah membiarkan yield surat utang mengambang untuk menarik investor membeli surat utang pemerintah.

"Asuransi, dapen harus ditarik untuk membeli obligasi pemerintah. Porsi non-residence makin kecil. Ini bukan karena asing diusir," ujar Chatib Basri.

Ekspor barang yang menyerap banyak tenaga kerja di dorong oleh karena itu daya beli naik.

Pemerintah juga memutuskan menaikkan harga BBM. Kenaikannya hingga 40%. "Ada demo besar-besaran [kenaikan BBM]. Waktu itu 3 bulan gak nonton lokal tv dan news. Saya tonton travel and living dan asian food," terang Chatib.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181006110212-17-36310/begini-saran-chatib-basri-untuk-selamatkan-rupiah

Nih kasih saran sekali lagi, bukan politisasi emoticon-Big Grin

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:
jadi intinya apa bre?

emoticon-Hammer2
Quote:


Jadi... panjang lebar begini, sarannya hanya begini? Ada yang mau menyanggah? Masih bingung dengan penjelasannya yang kurang jelas, kebanyakan cuma bahas yang lalu tapi sarannya sendiri nggak banyak diperjelas. Apa dampaknya nanti dengan melakukan saran ini, positif dan negatifnya?
Diubah oleh lupineprince
Mana sarannya ?

Ane ketifu baca ampe habis, sialllemoticon-Hammer
Dipolitisasi ga boleh, dikasih saran ga digubris, jadi nastak ini maunya gemana emoticon-Big Grin

1. membiarkan rupiah naik (udah.. eh sedang dalam proses)
2. dapen dan asuransi diswap untuk membeli kembali surat utang, dampaknya nilai yield bond lebih menarik investor untuk membeli obligasi
3. ekspor didorong, terutama yang menyerap tenaga kerja (agrikultur dan industri padat karya kali ye..)
4. kenaikan bbm (pasti nggak mau tahun politik)

saran sesepuh ekonom akan cebong perhatikan emoticon-shakehand
Balasan post lupineprince
Quote:


Ekspor atas barang yg nyerap tenaga kerja.
naikin harga BBM..


Solusi tambahan beliau..
Terus berhentinya nonton tv swasta selama 3bulan, dan beralih nonton tv living traveling n asian foods..

Ini solusi dr wowok bukan atau dr independen?
kalau dr wowok... siap2 mewek lagi deh..
ngak ada terobosan.. mana yg katanya ngak bakal naikin harga BBM?
Solusi yang diajukan Chatib Basri ini ada benarnya.
Jika Rupiah dibiarkan lemah, maka diharapkan nanti akan ada reversal effect, karena sektor ekonomi lain (misalnya pariwisata atau ekspor) akan mengalami peningkatan dan nantinya cadangan devisa akan naik dan rupiah pada gilirannya akan menguat kembali.

Namun agar lebih manjur harus disertai kebijakan lain yang akan membantu meredam pengurasan devisa seperti kenaikan harga BBM.
BBM adalah sektor yang paling memberatkan dalam hal pemakaian devisa, karena saat ini Indonesia net importer crude dan BBM jadi.
Kapasitas produksi dalam negri keduanya tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumsi.
Kebijakan BBM ini lah yang simalakama untuk Pemerintah saat ini, karena mendekati pilpres,menaikkan harga BBM tidak akan populer.

Kedua kebijakan itu tentu harus dibantu dengan kebijakan lain yang lebih mikro yang mendorong implementasi keduanya.
masuk kan dompet
naikin BBM popularitas bakal jatuh.

sekarang mentingin 2 periode, ekonomi ambruk belakangan.
Diubah oleh binokulars


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di