alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me

a Road to be Me

a Road to be Me



a Road to be Me





Spoiler for mohon dibaca:



Manado, di pertengahan tahun 2004,


Spoiler for Road to J*****:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 30 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 110
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Arsana277 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Lihat 2 balasan
INDEX
MULUSTRASI



BAB - 1

Spoiler for Riri:


Spoiler for Rida:


Spoiler for Nadia:


Spoiler for Reva:


Spoiler for Yulisa:


Spoiler for Aliya:


Spoiler for Sandra:




BAB - 2

Spoiler for Felisa:


Spoiler for Karina:


Spoiler for Stefi:


Spoiler for Mei Mei:


Spoiler for Keyla:




BAB - 3


Spoiler for Luna:


Spoiler for Beby:
profile-picture
profile-picture
17062018 dan Alea2212 memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Wow.
Udah bikin thread baru aja agan 1 ini.
Masih ad hubungan sama kisah thread sblm nya bang ?
Lihat 1 balasan
Balasan post mamangeza
Quote:


ini ceritanya kembali ke masa lalu gan emoticon-Big Grin
rencananya akhir dari trit ini akan nyambung ke trit yang itu
lagian trit yg 1 itu mungkin 3-4 part lagi tamat, jadi ya agak di slow in dikit emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
17062018 dan mr.silentreader memberi reputasi
Road to Putih Abu-Abu | Part 1 |

"ciiiiittttttttttt"

itulah suara decitan ban pesawat yang menandakan gw telah sukses mendarat suatu bandara di kota J******,
sementara pramugari sedang sibuk ngoceh di loudspeaker, gw masih agak murung memikirkan nasib cinta pertama gw yang begitu tragis.

sementara mengantri bagasi, gw mengaktifkan hp dan mulailah dentuman ringtone monophonic(para legend pasti tau ini apa emoticon-Big Grin) berbunyi menandakan banyak sms masuk, gw pencet tombol atas bawah gak ada 1pun sms dari livia, gw coba telepon gak diangkat.

gw tarik nafas dan menghembuskan perlahan sambil memasukan hp kembali kedalam kantong,
setelah berhasil mengambil bagasi gw pun menuju pintu keluar terminal bandara, btw saking badmoodnya, bentuk bandara yang agak "jelek" ini pun lolos dari komentar pedas gw(tapi sekarang bandaranya mantap kali bah)

di pintu keluar bokap gw sudah menunggu, gw hampiri bokap gw dengan tersenyum seadanya, like i already told you gw gak begitu dekat, jadi no time for peluk-peluk kangen emoticon-Big Grin, bokap gw gak sendirian, dia ditemani satu teman kantornya, mari kita sebut saja om bowo karena dulu bokap gw gak bisa nyetir mobil jadi om bowo ini yang di manfaatkan bokap gw untuk nyetir mobil kantor emoticon-Big Grin, jadi kalian gak salah kan kalo gw sampai sekarang gak bisa nyetir mobil hahaha

fakta mengejutkan, ternyata bandara ini, letaknya masih 1 jam dari kota J******, kupandang kiri dan kanan gak ada gedung yang lebih dari 2 tingkat, WTF kayaknya gw bakal tinggal diatas pohon kalo begini.

1 jam berlalu, sampailah kami dirumah, dan thx god(waktu itu masih pake god emoticon-Stick Out Tongue) ternyata gw gak akan tinggal diatas pohon.

Quote:


gw punya 2 adik perempuan yang paling kecil ella yang masih TK dan anne yang masih kelas 4 sd

Quote:


antara nyokap dan bokap gw, gw lebih dekat ke nyokap, karena biasanya nyokap yang ngehubungin gw nanya-nanya soal sekolah dan yang terpenting ngasih tau kalau sudah transfer emoticon-Stick Out Tongue, ya duit dari bokap juga sih, cuma ya itu gw gak nulis obrolan gw sama bokap sedari tadi bukan karena sampai sekarang hubungan kami gak bagus, hanya saja waktu itu obrolan kami benar-benar datar, capek mau nge quote sedangkan obrolannya gak penting emoticon-Big Grin mohon di maafkeun ya.

di tempat tidur, gw keluarkan walkman(jaman gw dulu semuanya serba kaset emoticon-Big Grin) yang gw taro di dalam tas kecil gw, gw play satu-satunya kaset yang gw punya, kaset lagu josh groban dari album closer, "klik" dan mengalunlah lagu berjudul per te menemani saya tidur.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 7 lainnya memberi reputasi
Numapang lapak ganemoticon-Big Grin
profile-picture
kayou memberi reputasi
Quote:


silahkan gan,
Semoga betah yak dimari emoticon-I Love Kaskus
profile-picture
17062018 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
semangat update gan 😂
Lihat 1 balasan
Balasan post goblokers696969
Quote:


amin gan, doain aja ane sehat-sehat jadi bisa nulis terus hehehe
semoga betah dimari,
profile-picture
17062018 memberi reputasi
Quote:


syap!
Road to Putih Abu-abu | Part 2


Tubuh gw terasa diguncang perlahan higga akhirnya gw terbangun, lagu josh groban di walkman gw sudah berhenti berputar.


"yan bangun dipanggil mama makan dulu katanya, tidur mulu kayak orang mati" kata anne ketus tapi rona bahagia terlihat dari wajahnya karena akhirnya bisa melihat kakaknya yang ganteng ini lagi(adek gw gak usah di mulustrasi ya, tar lu pada naksir hahaha)

"iya gw bangun" gw pun bangun sambil melepas walkman dan berjalan ke ruang makan
[/quote]

di meja makan sudah ada nyokap gw yang lagi menyuap adik gw yang paling kecil ella


"ih adik kakak udah besar ya" kataku sambil mencubit-cubit pipinya

"...." ella hanya diam dengan makanan penuh di dalam mulutnya sambil menatap gw dengan heran, tatapannya seperti ngomong "kamu siapaaaaaaaaaaaa?"

"dia lupa ya mah?" kataku sambil duduk di kursi

"kayaknya, dulu kan terakhir ketemu kamu di bali dia baru belajar jalan"
[/quote]

tatapan ella masih terpaku ke arah gw, mungkin dia masih mencoba mengingat-ingat kakak ganteng yang ada di depannya
Quote:


sehabis makan gw ambil walkman tak lupa hp gw dikamar lalu duduk-duduk di teras rumah, gw coba telepon lagi livia tapi kali ini di reject, gw coba telepon lagi hasilnya sama, malah dengan cepat di reject. mungkin dia marah, yasudahlah gw pasang headset lalu menyalakan walkman gw, masih dengan album yang sama album closer milik josh groban, kali ini lagu berjudul "Remember when it rain"



cukup lama gw terhanyut mendengarkan lagu itu sambil menatap malam, sampai gw ngerasa ada yang sedang memperhatikan gw, gw melirik ke arah kiri ternyata itu ella sedang menatapku sambil memeluk pintu

Quote:


kami berdua pun hanya duduk mendengarkan lagu sambil menatap malam

Quote:


saat itu masih jam 9 malam, tapi sunyinya sudah seperti jam 3 subuh, agak ngeri juga diluar sini, banyak pohon-pohon pinus besar dan suara daun-daun pinus yang terkena angin malam cukup bikin bulu kuduk gw merinding, gw pun mengajak ella masuk dan saya langsung masuk ke kamar, masih mendengarkan musik sambil menatap langit-langit mencoba membayangkan wajah cantik livia,

ahh livia ini terakhir kali aku akan menyebutkan namamu, livia oh livia sayonara cinta pertamaku emoticon-Big Grin.

skip>> skip>>


keesokan karinya gw terbangun lebih tepatnya di bangunkan oleh nyokap, sembari mengumpulkan nyawa gw melihat jam dinding menunjuk jam 8 pagi

Quote:


gw pun mandi dan bersolek maksimal, kali aja ada yang kecantol hahaha
gw dan nyokap pun bergegas pergi dan waktu itu kami naek angkot saudara-saudara emoticon-Big Grin, mau naik apa lagi gak ada satupun di keluarga kami yang bisa nyetir mobil hahaha naik taxi? gw kaget setelah dikasih tau kalau di kota ini gak ada yang namanya taxi hahaha sabarin aja yan sabar.

sekali naik angkot kamipun sampai di sebuah rumah yang entah daerah apa ini namanya, nyokap gw mengetok rumah itu

[quote]
"eh udah dateng, ayo masuk dulu" sapa seorang ibu-ibu seumuran dengan nyokap gw

"ini anaknya ya?" tanya ibu itu lagi

"saya ryan tante" gw sambil mengulurkan tangan membalas jabat tangan ibu itu

"wah gantengnya ya" kata ibu itu sambil memegang-megang wajah gw
[quote]

sumpah saat itu gw pikir gw mau dijual sama nyokap gw hahaha, tapi ternyata tante itu adalah guru di SMA yang akan gw sekolahi,
kalau dari pembicaraan mereka nyokap gw sama tante ini kelihatannya sudah akrab, sepertinya ini yang namanya "the power of KAWANUA" emoticon-Big Grin tante ini juga sama-sama dari manado tapi sudah lama tinggal di kota J***** ini.

oke obrolan berikutnya sudah gak penting, mari kita skipp>> saja

Skip>> skip>>

besok adalah mos hari pertama gw disekolah baru gw, karena masih orientasi, gw masih harus memakai baju putih biru, tapi masalahnya seragam gw gak ada yang gw bawa, semuanya gw tinggal di manado berikut cinta gw ke livia #ehh emoticon-Big Grin

jadilah gw make seragam smp baru dari ujung kepala sampe ke ujung kaki emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Balasan post zpy
Quote:



Keep update gan jngn ada kentang di antara kitaa huahahahemoticon-Wakaka
MOS Day 1


Jam 6 pagi gw sudah siap tempur dirumah, sedikit sarapan dan saya diantar bokap ke sekolah baru gw,

sesampainya disekolah

Quote:


masih belum begitu banyak siswa baru, gw pun duduk di bawah tiang basket sambil bermain game snake yang dulu sangat melegenda.

Quote:


sambil masih bermain snake, gw berjalan ke arah barisan di lapangan sambil masih berjuang agar ular gw gak sampai mati.

"BRUUUAAKKK"

ada yang menabrak gw dari sebelah kiri sampai-sampai hp gw terpental jatuh

Quote:


serentak pandangan semua orang terarah kepada kami, karena malu gw dan cewek tadi pun bergegas masuk di barisan yang sama

Quote:


kami dibawa ke suatu ruang kelas, untuk meletakan tas kami,

Quote:


satu-satu teman kelompok gw memperkenalkan diri mereka dan gak ada satupun nama mereka yang nempel di otak gw emoticon-Big Grin
hingga berdirilah cewek tadi yang membunuh ular gw #ehh

Quote:


setelah gw perhatikan Riri ini cantik juga, eh gak gak gak, cantik banget, bisalah diadu sama livia.
tanpa sadar gw terus menatap riri tanpa berkedip, yup dia memang cantik


Spoiler for Riyanti a.k.a Riri:


Quote:


"PERHATIAN, PARA PESERTA MOS HARAP KEMBALI BERBARIS DI LAPANGAN"

Quote:


benar saja, begitu kami keluar kelas dan melihat ke arah lapangan, terlihat kelompok-kelompok lain sedang di kerjain oleh para senior,

ada yang disuruh nyanyi-nyanyi sampai teriak-teriak, ada yang jalan jongkok sambil di marah-marahin sama seniornya pokoknya ya ospek gak jelas seperti biasanya,

Quote:


Merasa nama gw dipanggil gw coba melihat ke sumber suara, disana ada tante kenalan nyokap gw yang kemaren

Quote:


sayapun berjalan ke ruang guru, saat gw sudah cukup dekat

Quote:


gw pun mengikuti ibu itu yang ternyata ke uks

Quote:


di dalam uks saya melihat ada 1 laki-laki yang memakai seragam putih biru seperti gw, yang tandanya dia juga siswa baru

Quote:


gw pun akhirnya sadar kalau kami berdua diselamatkan bu siska dari pembantaian di lapangan emoticon-Big Grin
ya begitulah KKN di sekolah baru gw hahaha, setidaknya gw gak perlu cape-cape dikerjain

sepertinya anak bu siska ini tipe pendiam seperti gw, buktinya kami berduaan di uks sampai jam 12 siang tanpa bertukar perasaan #ehh bertukar kata sama sekali, masih terdengar suara-suara sayup pembantaian di lapangan

hmmm riri kamu baik-baik saja kan emoticon-Malu (S)

tok tok tokkkk, suara ketukan terdengar dipintu

Quote:


akupun mengikuti kak rida kembali ke kelas

Quote:


ternyata kami sudah sampai di kelas kami, saat memasuki kelas, terlihat seisi kelas tampak melihat kearahku, mungkin mereka berpikir "ini anak kemana tadi pas lagi di bantai di lapangan", gw cuek aja dan kembali ke meja gw, baru sebentar gw duduk

Quote:


refleks gw menahan tangannya dengan tangan gw yang akhirnya kamipun berpegangan tangan, riri terlihat salah tingkah lalu menarik tangannya, wajahnya memerah dan bersuara

Quote:


lalu kak rida pun masuk kedalam kelas diikuti beberapa senior laki-laki yang sok GG,
mereka menerangkan perihal alat-alat yang harus kami bawa keesokan harinya, lalu kami diperbolehkan pulang

Quote:


sesampainya di gerbang sekolah,

Quote:



sedikit info tentang sekolah baru gw ini, sekolah gw ini ada diatas gunung lumayan jauh dari jalan utama, jadi kalau pulang sekolah, semua siswanya jalan kaki ke jalan utama baru deh nyari angkot masing-masing, nah kalau paginya? naik angkot berhenti di pangkalan ojek, terus naik ojek deh keatas.

Quote:


karena sambil bercanda, perjalanan yang cukup jauh jadi gak berasa, riri ini orangnya cerewet dan enak juga ya diajak ngobrol, mana cantik lagi betah deh gw emoticon-Big Grin

setelah sampai di rumah riri gw sama dia nongrong di terasnya, sebelumnya riri ijin masuk ke dalam untuk ganti baju, celana pendek dan kaos agak kedodoran yang riri kenakan saat itu

Quote:


tak berapa lama bokap gw nyampe dan gw pun pulang kerumah.


MOS Day 1? selesai dengan sukses!
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
Diubah oleh zpy
APA AKU CEMBURU?


Keesokan harinya gw bangun jam 5 pagi, setelah mandi dan prepare gw akhirnya siap di jam 6 pagi,


"yan kamu berangkatnya bareng anak pak deden tetangga kita ya, anaknya juga siswa baru di SMA kamu" kata nyokap

"ok mah" gw jawab singkat, kalo udah bisa pergi pulang sendiri kan enak bisa naem di rumah riri dulu sebelum pulang emoticon-Stick Out Tongue

"nanti kamu kerumahnya aja, rumahnya diujung jalan itu, namanya nandar mama udah ngomong kok sama mamanya nandar, ini uang jajan"

"rumah diujung yang ada pohon mangga besarnya?"

"iya yang itu"
[/quote]

gw pun pergi menuju rumah yang dikatakan nyokap,


"selamat pagi" sapa gw ke pintu yang masih tertutup dan akhirnya ada yang membuka

"pagi, eh ini anaknya pak Paulus(nama bokap gw) ya? nandaaarrr kamu udah belum?

"iya tante saya ryan" gw mengulurkan tangan untuk bersalaman

"udah mahhhh" kata seorang anak laki-laki yang keluar dari kamar dan menghampiri kami

"ini ryan anaknya pak paulus, kamu berangkat bareng dia ya, dia baru pindah jadi gak tau jalan"

"ryan"

"nandar"

"ok mah, kami berangkat dulu ya, ayo bro"

"ok bro, tante saya permisi dulu"

"hati-hati di jalan ya kalian"

"iyaaaa" kami kompak menjawab
[/quote]

gw tinggal di kompleks rumah dinas, jadi bokapnya nandar ini 1 kantor sama bokap gw
nandar ini sejatinya agak pendiam juga, tapi kalau diajak bicara nyambung, sepanjang perjalanan kedepan kompleks kami hanya berbincang kecil

Quote:


sambil menunggu ada 1 anak yang datang menghampiri kami,

Quote:


evan ini tingginya sedikit lebih tinggi dari saya, dan dia juga sedikit lebih tampan dari saya, harus saya akui dia memang tampan, secara nantinya dia jadi artis di ibukota emoticon-Big Grin

tak berapa lama angkot yang akan kami naiki sudah datang, dan tak berapa lama kami sudah sampai di jalan tanjakan menuju sekolah kami.
kami turun dari angkot dan akan menyebrang jalan

Quote:


suara itu melengking menggelegar memecah keheningan pagi itu, dan sanggup membuat kami bertiga berpaling mencari arah suara itu

Quote:


setelah menggenakan sepatunya, ririn berlari ke arah kami

Quote:


kamipun naik gojek menuju sekolah kami, karena kalau jalan kaki rasanya bakal mandi keringat kami pagi-pagi.

selanjutnya rutinitas mos berjalan sama seperti kemarin jadi saya skip aja ya, gak ada kejadian menarik, hanya baris di lapangan, masuk ke kelas, disuruh keluar lagi terus gw diselamatkan sama bu siska, terus tatap-tatapan sana anaknya di uks sampai siang. sumpah boring emoticon-Big Grin

skip>> skip>>

sayapun kembali ke kelas setelah pembantaian di lapangan selesai,

Quote:


riri terlihat terkejut, dan gw jauh lebih terkejut, apa-apaan ini orang dateng- dateng manggil sayang

Quote:


wajah kakak ini berubah jadi merah padam, mungkin karena emosi dan malu karena ditolak permintaannya

Quote:


mendapat perlakuan seperti itu hal yang paling gw takuti pun terjadi, gw khilaf,
dada gw panas, kepala gw terasa membesar, gw berdiri dengan cepat dan mendorong kaka itu sampai terjatuh menabrak meja kosong,
dia berdiri dan memukul wajah gw dan kena di tulang pipi kiri gw,
balas dengan kepalan tangan kanan gw yang tepat mengenai perut dia,
kakak itu pun tersungkur di tanah sambil memegang perutnya, samar-samar gw mendengar ada yang memanggil nama gw dan menarik-narik tangan kanan gw.

Quote:


mata riri terlihat berkaca-kaca dengan raut muka ketakutan
tiba-tiba emosi gw turun, dan kakak yang tadi masih tersungkur di lantai

Quote:


kak rida membantu berdiri si kakak yang masih tersungkur di lantai

Quote:


gw pun mengikuti kak rida, riri mengikuti gw dengan masih memegang tangan kananku, sepertinya dia gak sadar
gw berhenti sejenak, dan melepaskan tangan riri lalu menggelengkan kepala meminta dia untuk tenang dan tetap di kelas, lalu gw pun menyusul kak rida.

ruang BP dan uks ternyata bersebelahan,

Quote:


gw masuk ke dalam ruangan dan duduk di sebuah kursi di depan meja, ada sekitar setengah jam gw menunggu hingga akhirnya kak rida, kakak yang tadi gw pukul dan seorang guru masuk ke ruangan

kakak yang tadi gw pukul duduk di kursi di samping gw, sedang kan kak rida berdiri di belakang kami, pak guru yang saat itu gw belum tau namanya duduk di balik meja

Quote:


kamipun bersalaman dengan gengsinya

Quote:


kamipun keluar dari ruangan, kak rida juga

Quote:


gw hanya mengangguk dan mengikuti kak rida ke uks

Quote:


wajah kak rida cukup dekat dengan wajahku saat itu, sampai aku bisa mencium aroma parfume kak rida hmmm wangi sekali padahal sudah siang

setelah saya liat-liat kak rida ini orangnya manis juga, baik, rambutnya pendek badannya montok berisi, bibirnya tipis, senyumnya manis, tingginya sih mungkin sekitar 165, mulustrasi? okeeee gw kasih deh

Spoiler for Rida:


Quote:


kamipun berjalan ke kelas, dan benar saja sekolah sudah sunyi tapi ternyata riri masih menunggu di kelas

Quote:


kamipun berjalan pulang, hanya ada kami berdua sepertinya yang lain sudah dari tadi pulang,

Quote:


kamipun kahirnya sampai di pangkalan ojek dibawah

Quote:


tak berapa lama riri keluar dari rumahnya memakai kaos oblong yang agak kedodoran, dan rok masih memakai rok abu-abu, rambutnya diikat 1 agak tinggi
riri membawa segelas minuman dingin dan es batu besar,

Quote:


riri masih dengan brutal mencoba menyiksa gw, dan gw masih kekeh meronta-ronta
karena posisi gw lagi duduk, dan riri yang membungkuk juga kerah kaos riri yang kebesaran, terlihatlah belahan gunung kembar riri yang tertutup bra putih terpampang jelas di depan mata gw, gw yang awalnya meronta-ronda menjadi tenang dengan mata gw yang masih tertuju ke belahan dada riri,

menyadari gw yang tiba-tiba tidak lagi melawan dan mata gw yang dengan polosnya sedang menatap property pribadi miliknya, riri spontan menaikan baunya dengan tangan kirinya,

"PLAAAAKKKK"

satu tamparan cukup keras mendarat ke pipi kiri gw yang lebam, tapi sama sekali tidak terasa sakit, mungkin karena efek keram di kompres dengan es batu tadi

Quote:


tak terasa sudah jam 3 sore, gw pun ijin pamit ke riri

Quote:


dan gw pun naik angkot yang berhenti di depan gw,
sepanjang perjalanan gw melamun,
kenapa hati gw panas pas dengar sammy manggil riri sayang ya? terus makin panas saat riri membalas dengan memanggilnya say
hmmm apa gw cemburu?
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Ngadem di Mari dulu ah,,, ntar malem bacanya...
Diubah oleh achmad526
Mantapp gan lanjutkann
Quote:


mari gan silahkeun, semoga betah ya, maap cuma nyediain kopi item emoticon-Big Grin

Quote:


makasih gan emoticon-Malu
Lihat 1 balasan
meet my demon



"Dek, dek, turun dimana?" kata abang angkot menanyakan gw mau turun dimana karena tersisa gw yang ada di dalam angkot

"eh, loh ini sudah dimana ya bang?" gw tersadar dari lamunan gw dan kebingungan perasaan gw gak ngelewatin jalan ini tadi pagi

"lah makanya gw nanya lu mau turun dimana"

"di kantor T****m ya pak" kata gw

"lah udah lewat jauh dek, lu ngelamun apa orang baru? hahaha"

"ehhh dua-duanya pak hahaha" kata gw sambil ikut tertawa

"yaudah lu ikut muter aja, tapi gw ngetem bentar yak"

"yaudah pak gpp makasih ya"

"iye, lu pindah depan aja biar gak kelewatan lagi"

"iya bang" jawab gw singkat dan pindah duduk disamping si abang

"loh itu di pipi lu tanda lahir apa gimana?"

"hah?" gw coba melihat ke kaca spion dan benar saja, ada lebam pi dekat pipi kiri gw, gw kira bekas pukulan sammy cuma memar merah doang anehnya gak ada rasa sakit

"berantem lu?" tanya si abang

"iya bang tadi disekolah"

"lu pada bukannya lagi mos ya? berantem ama siapa?"

"iya, berantem sama kakak kelas" jawab gw polos

"wahhh boleh juga nyali loe hahaha" kata si abang sambil mengacungkan jempol

[/quote]

si abang pun mulai teriak-teriak mencari penumpang, singkat cerita angkot sudah berjalan dan gw udah nyampe di depan kompleks rumah gw

gw pun berjalan kaki, dan saat melewati rumah nandar, gw liat nandar lagi di depan teras rumahnya sambil bermain gitar

Quote:


gw pun berjalan pulang ke rumah gw

Quote:


merasa kata-kata gw gak diperdulikan gw lebih memilih diam, dan mungkin lebih baik gw terima gak diijinin mos besok daripada nyokap gw yg ke sekolahan, bisa-bisa riri ngejek gw anak mami-papi hahaha

Quote:


gw pun melakukan seperti apa yang diperintahkan
setelah mandi dan makan gw masuk ke kamar entah kenapa mata gw berat sekali sore itu, dan gw pun tertidur.


-----------------------


mungkin kalian ngeliat gw sepertinya agak dimanja sama orang tua gw terlebih nyokap gw, well terkadang gw harus tinggal jauh dari orang tua gw, mungkin orangtua gw terutama nyokap gw merasa bersalah kali ya berkali-kali harus nitipin gw sendiri di asuh nenek dan kakek gw,
Jadilah setiap ada gw dirumah seperti dimanja sama nyokap gw, tapi jujur gw gk suka sebenarnya diperlakukan seperti itu, tapi ya karena gw ama orang tua gw kurang deket bingung juga gw mau nolaknya.

sering pindah-pindah dan sering ditinggal sendiri, gw jadi gak punya teman, rasa sedih, sunyi, marah dll semuanya gw pendam sendiri,
sampai suatu saat gw menyadari kalau di dalam diri gw ada orang lain selain gw, dia itu seperti kumpulan segala amarah gw selama ini, dia seperti menjadi suatu karakter yang akan keluar dan mengambil kontrol disaat gw marah(berkelahi)
dia seperti kakak yang gw ciptakan untuk melindungi gw yang gw sebut "khilaf"

tapi gw orangnya penyabar sebenarnya, gw lebih memilih menjauhi pertikaian bahkan mungkin orang sering menganggap gw penakut, tapi sebenarnya gw cuma gak mau melepaskan karakter gw ini saat gw marah
kakek gw pensiunan Marinir AL, dia sangat baik dan dia juga sangat tegas dalam mendidik gw,
kalau pagi-pagi kamar gw masih berantakan sebelum gw ke sekolah gw gak boleh sarapan, kalau gw bohong atau nakal gw bakal di kunci di dalam gudang gelap dan sempit dll

waktu smp gw pernah berkelahi disekolah
gw pulang dengan wajah yang memar lebih parah dari yang sekarang gw alami, begitu gw bertemu kakek gw dirumah gw langsung menangis karena tau bakal tambah di hajar hahaha,

Quote:


itulah ajaran yang paling melekat dari kakek gw.

ajaran kakek gw sedikit banyak berpengaruh ke kepribadian gw dan kepribadian lain yang gw bilang tadi.
disaat gw lagi marah(berkelahi, dada gw biasanya akan panas lalu kepala gw serasa membesar, semakin gw dipukul rasa sakit yang timbul seakan menjadi makanannya untuk menjadi lebih kuat, dan gw? dalam keadaan seperti itu gw masih sadar tapi kadang gak bisa mengontrol diri gw sendiri, kadang gw coba untuk menahan malah nafas gw jadi sesak dan pernah sekali gw sampai pingsan.

---------------------------



gw terbangun sekitar jam 7 malam, gw keluar kamar dan mendapati bokap gw lagi duduk di ruang tamu,

Quote:


gw pun mengambil hp di kamar

Quote:


kami mulai bermain PES, ini pertama kalinya gw maen game bola di PS emoticon-Big Grin jadilah gw bulan-bulanan mereka berdua emoticon-Big Grin
lagian niat gw ikut sebenarnya buat menghindar dari ceramah bokap gw, sekalian ngabisin waktu karena gak tau mau ngapain.
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
Diubah oleh zpy
X1

Seperti yang sudah di titahkan nyokap gw, mos hari terakhir gw cuma dirumah.

tapi sebelumnya gw udah minta tolong nandar buat nyari riri dan nanya nomer hpnya, saking seringnya bareng kemaren-kemaren, gw jadi lupa nanya nomer hpnya riri emoticon-Big Grin

gak ada yang penting yang gw lakuin dirumah selain dikamar dengerin lagu terus mindah-mindahin channel tv, makan dan kembali lagi ke kamar dengerin lagu, cukup gelisah gw nungguin nandar #eh nungguin nomer hp riri yang nanti dibawa nandar.

ok daripada gw yang ngetik juga jadi gelisah, kita skip aja sampe nandar dateng kerumah.

skipp>> skipp>>

Quote:


tak berapa lama gw langsung masuk kerumah, menyambar telepon wireless lalu masuk ke kamar.

kenapa gw telepon pake telepon rumah? percaya deh, sekarang aja lu kadang mikir kan kalau mau nelpon telepon rumah make nomer hp lu? apalagi jaman gw dulu MAHAL!!!!

langsung gw dial nomer telepon yang tertulis di kertas,

Quote:


anjrit gw cerita ke nandar dan gw lupa bilang jangan kasih tau, nandar juga rada-rada, kasih alasan yang keren dikit nape -_-

Quote:


skip >>

Pagi itu gw berangkat sendiri, nandar dan evan sepertinya sudah duluan kesekolah, pipi kiri gw sudah agak mendingan tapi masih agak terlihat lebam, dan tentu saja kali ini saya sudah menggunakan seragam putih dengan celana panjang abu-abu.
sesampainya di sekolah gw agak bingung harus ngapain, soalnya kemaren gw kan gak masuk jadi gak denger pengarahan,
saat gw lagi melangkah di depan ruang guru

Quote:


gw pun naik keatas sesuai petunjuk bu siska, ternyata sekolah gw ini memanjang keatas gunung, dan yang kelas X ada di bagian paling ujung atas,

akhirnya sampailah gw di kelas X1 yang di tunjukan sama bu siska, di pintu ada secarik kertas sepertinya nama-nama siswa, gw cek nama itu satu-satu dan ternyata ada nama Riyanti Christi, saya tersenyum sedikit

Quote:


di dalam kelas baru ada sekitar 10 orang, salah satu dari mereka ada anaknya bu siska yang ketemu gw di uks

Quote:


perlahan tapi pasti kelas gw mulai dipenuhi siswa-siswa penghuninya, bisa gw bilang sepertinya ini kelas unggulan, terlihat dari cara berpakaian anak-anaknya yang benar-benar rapi,

Quote:


meski kelas unggulan tetap saja ribut adalah hal yang wajib kalau kelas gak ada gurunya,
tapi kelas tiba-tiba sunyi saat ada seorang guru perempuan yang masuk ke dalam kelas

Quote:


perkenalan diripun dimulai dari yang duduk di paling depan, gak akan gw jelasin 1-1, kebanyakan
di perkenalan ni gw dan riri jadi tau kalau leo itu cucunya gubernur saat itu emoticon-Big Grin
dari seluruh cewek di kelas, riri lah yang paling cantik, terbukti saat memperkenalkan diri banyak yang iseng menggoda, ya agak cemburu sih tapi biasalah namanya juga nanti jadi temen sekelas

setelah perkenalan dan pemilihan ketua kelas, kamipun mulai pelajaran pertama, yaitu kimia

bell istirahat berbunyi,

Quote:


kamipun berjalan kearah kantin, kami melewati beberapa kelas XI dan riri pun tak luput dari godaan kakak-kakak kelas, oh iya waktu mos rambut riri diikat 2 karena wajib seperti itu, tapi hari ini, rambutnya di biarkan tergerai indah, liat aja di mulustrasi, kayak gitu rambutnya

sekitar 10 meter dari kantin, riri yang berjalan di sebelah kanan gw tiba-tiba memperlambat jalannya lalu tiba-tiba memegang tangan kanan gw
gw kaget dan melihat ririn, ririn tampak terkejut melihat ke arah kantin, gw pun mengalihkan pandangan gw ke arah kantin.
dan gw melihat sammy dkk sedang duduk-duduk di pintu masuk kantin, gw mencoba tenang dan menggenggam tangan riri yang tadi menarik tangan gw dan kamipun tetap berjalan kedalam kantin sambil tetap berpegangan tangan.

saat melewati kumpulan genk sammy, gw dan sammy bertatap mata lalu gw membuang tatapan gw duluan,

Quote:


kamipun membeli beberapa makanan untuk di bungkus, sayup-sayup terdengar obrolan perlahan sammy and the genk

Quote:


dada gw panas, tangan gw yang sedang memegang tangan riri mengeras, sadar dengan perubahan gw, riri kembali memegang lengan kanan gw seperti mau menenagkan gw, dan riri menang, emosi gw pun surut saat itu

Quote:


setelah selesai membeli apa yang harus kami beli, kamipun kembali dan terpaksa harus kembali melewati pintu yang ada sammy and the genknya
hanya saja kali ini mereka gak ada mengganggu, ririn masih memegang tangan kananku, entah dia sadar atau gak

Quote:


gw dan ririn sontak langsung melepaskan pegangan tangan kami dengan wajah memerah
kamipun sudah sampai di kelas, sembari memakan apa yang kami beli tadi leo tiba-tiba menanyai ku

Quote:


bell kembali berbunyi kamipun memulai pembelajaran kami lagi hari itu

pulang sekolah gw main kerumah riri lagi, siapa tau dapat pemandangan indah lagi emoticon-Big Grin

Quote:


tak berapa lama riri keluar dengan celana pendek hanya saja kali ini dia memakai tshirt biasa

Quote:


gw dirumah riri sampai jam 3 sore dan gw pun pamit pulang
kali ini di angkot gw gak melamun emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
suka, sayang atau cinta?

Waktu berjalan, gw semakin dekat dengan riri, semua orang mengira kami pacaran.
tapi kami masing-masing sepertinya belum yakin benar tentang apa yang kami berdua rasakan, terlebih gw pengalaman dengan livia membuat gw sedikit hati-hati sama yang namanya cinta, takutnya ternyata cuma ge er gw aja.

hari itu riri terlihat kurang sehat,

Quote:


gw biarkan dia beristirahat sambil sekali-kali gw menempelkan punggung tangan gw ke kepala riri untuk mengecek suhu badan riri, demamnya belum juga turun, untung saja jam pelajaran setelah istirahat itu gak ada gurunya biar riri masih bisa istirahat,
pelajaran terakhir waktu itu pelajaran bhs indonesia, karena gw liat riri masih demam, gw minta ijin untuk mengantar riri ke uks,

Quote:


gw pun kembali ke meja

Quote:


gw memapah riri berjalan keluar kelas,
dan jadilah gw dan riri di cie-cie in sekelas tapi gak terlalu gw pedulikan

sesampainya di uks, gw bantu riri rebahan di tempat tidur, gw cek lagi suhu badannya ternyata masih panas

Quote:


di kelas pikiran gw gak tenang, lalu bell pulang pun berbunyi

Quote:


leo ini walaupun cucunya gubernur orangnya gak neko-neko n sombong,
gw buru-buru ke uks setelah merapikan barang-barang milik riri dan gw.

di uks riri masih berbaring sambil menutup mata, gw tempelkan lagi punggung tangan gw ke dahi riri, dan ternyata riri masih panas
merasakan ada tangan yang menyentuhnya, riri terbangun

Quote:


singkat cerita gw udah sampai dirumah riri, seperti biasa rumah riri gak ada orang, begitu masuk gw langsung mengantar riri masuk ke kamarnya

Quote:


gw ke dapur riri, merebus air dan menyiapkan gelas, tiba-tiba gw ingat kalo ini udah siang, sekalian aja gw bikinin bubur buat riri.
karena gw sering tinggal sama kakek nenek gw, gw jadi tau cara bikin bubut dan masak-masakan standart

sambil menunggu buburnya matang, gw membawa teh hangat tadi ke kamar riri

Quote:


gwpun masuk ke kamar riri,

Quote:


gw ke dapur dan buburnya sudah jadi, gw biarkan sejenak biar gak terlalu panas

Quote:


gw cek bubur yang tadi ternyata masih terlalu panas, bubur yang gw bikin bukan bubur polosan, udah gw tambahin batang bawang, telur, seledri dan potongan wortel, tak lupa gw tambahkan penyedap rasa, calon suami idaman kan? hahaha

sambil menunggu buburnya cukup dingin ke kembali ke kamar riri,
melihat gw balik ke kamar leo pamit pulang,

Quote:


tiba-tiba gw teringat sesuatu

Quote:


leo menyalakan motornya lalu kamipun bergegas ke apotik, waktu itu gw belum ngerti soal obat-obatan, gw cuma nanya aja obat buat demam apaan ke mbak-mbak yang jaga apotiknya, singkat cerita, leo udah nganter gw balik ke rumah riri

Quote:


gw ke dapur riri mengambil bubur yang gw bikin tadi, lalu membawanya ke kamar riri

Quote:


di ruang tamu gw sms nyokap bilang gw ada belajar kelompok di rumah temen jadi pulangnya agak sore, gw liat jam di dinding sudah menunjukan jam setengah 3 sore, tapi gw gak tega ninggalin riri kalau dia masih demam,
sekitar 15 menit tiba-tiba gw liat riri keluar dari kamarnya membawa bantal dan selimutnya

Quote:


gw kaget, baru kali ini gw ngeliat riri semanja ini, gw salah tingkah sendiri bingung melihat gadis cantik yang sedang tidur di paha gw,
gwpun membelai pelan kepalanya, terlihat ada senyum merekah di pipi riri tapi ditahan, tak terasa sudah hampir jam 5 sore, riri masih tertidur lelap di pangkuan gw, paha gw agak keram, tapi gw gak tega bangunin riri.

gw raba dahinya ternyata demamnya sudah turun meski masih hangat, setidaknya sudah gak sepanas tadi siang, gw udah harus pulang sekarang, gw gak enak kalo nyokap riri pulang dan ada gw, bisa-bisa nyokap riri mikir macam-macam,

pelan-pelan gw coba mengangkat kepala riri agar gw bisa bangkit berdiri, sepertinya riri tidur nyenyak sekali, dia sama sekali gak bereaksi. mungkin pengaruh obat, gak mungkin gw pulang dan membiarkan riri tidur di ruang tamu tapi ya masak gw tinggalin dia tidur di ruang tamu, akhirnya gw beranikan untuk menggendong riri, cukup berat ternyata, padahal badan riri ini kurus, gw gendong riri ke kamarnya dan meletakannya di tempat tidurnya, gw berlutut tepat di depan wajah riri, cantik sekali dia kalau lagi tidur seperti ini, apa gw jatuh cinta? gumanku dalam hati, tapi siapa sih yang gak jatuh hati sama riri, takutnya ini hanya perasaan terbiasa aja yang nantinya akan hilang di gerus waktu.

gw keluar dari kamar riri setelah memakaikan selimut, gw ke dapur mengecek bubur yang tadi gw bikin ternyata sudah dingin, sedikit gw tambahkan air, lalu memanaskannya lagi agar riri bisa makan nanti malam, setelah selesai, gw ke kamar riri gw liat riri masih tertidur, gw buka tas gw gw sobek kertas selembar, dan gw tulis

Quote:


gw lipat kertas tadi lalu menaruhnya di samping wajah riri,
gw tutup pintu kamarnya, gw ambil tas gw, gw tutup pintu rumahnya dan gw pulang kerumah
dan gw lupa kalau dari siang gw belum makan.
profile-picture
Bangliam memberi reputasi
Diubah oleh zpy
Halaman 1 dari 110


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di