alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”
1 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9d02d4902cfe89218b4567/ketum-pemuda-muhammadiyah-karena-pemimpin-gak-bisa-mikir-maka-kerja-kerja-kerja

Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”

Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak berpandangan ada upaya menggeser pola pikir, di mana seorang pemimpin tak perlu harus cerdas, tapi hanya perlu populer dan memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi melalui perang stasus ‘alay’ di media sosial.

Kecenderungan itu, menurut Dahnil, nampak jelas dari slogan ‘kerja, kerja, kerja’. Slogan tersebut, kata dia, hanya upaya untuk menutupi kekurangan dari seorang pemimpin yang harusnya lebih banyak mengeluarkan buah pikirannya untuk didiskusikan ke ruang publik.

“Menurut saya ini tradisi buruk. Kata-kata ‘kerja, kerja, kerja’ itu cuma ungkapan untuk menganulir pikir, pikir, pikir. Karena nggak bisa mikir, maka pilihan katanya adalah ‘kerja, kerja, kerja’. Karena nggak bisa pidato, maka pilihan katanya adalah ‘kerja, kerja, kerja’ untuk menutupi ketidakmampuan yang sesungguhnya,” kata Dahnil dalam diskusi yang diselenggarakan oleh InDEMO bertajuk ‘Pemilu dan Pilpres di Tengah Badai Krisis’ di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

“Maka intelektualitas nggak dapat tempat sekarang. Yang muncul adalah gincu, bedak, dan ideologi itu berubah jadi propaganda, komoditi. Pancasila berubah menjadi propaganda, Pancasila berubah jadi komoditi, bukan berarti gagasan, ide sesuai dengan ideologi,” imbuhnya.

Hal itu, kata Dahnil, menjadikan seseorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi tidak mendapat tempat sebagai pemimpin. Orang-orang cerdas di negeri ini malah cuma pasrah dikendalikan oleh penguasa.

“Mohon maaf bagi saya hari ini banyak orang cerdas, banyak profesor bisa dikendalikan oleh kebodohan yang berkuasa. Memang kalau kebodohan itu berkuasa mengerikan menurut saya. Karena orang pintar dan orang cerdas itu menjadi lebih bodoh ketimbang orang yang berkuasa,” ujarnya.

Padahal, lanjut Dahnil, seorang pemimpin seharusnya memiliki ide otentik yang bisa dieksplorasi ke ruang publik untuk diperdebatkan sebagaimana yang dicontohkan oleh para pendiri bangsa ini, salah satunya Bung Hatta.

“Nah, politik sekarang karena pemimpinnya tidak melahirkan ide otentik, gagasan utama dia, dia nggak mampu mengeksplorasi, malah pakai teks. Akhirnya tradisi dialektika di ruang publik ini nggak muncul. Akhirnya apa-apa, otaknya sekitar 220 karakter. Mirip Twitter. Akhirnya tradisi baca itu jadi nggak penting, tradisi ilmu pengetahuan itu jadi nggak penting. Bung Hatta bilang bahwa yang mempersatukan negeri ini bukan karena warna duit, bukan bahasa kita sama, bukan karena nasib kita sama, yang bikin kita bisa bersama, bersatu itu namanya nalar ilmiah,” urainya.

Jika keadaan semacam itu terus berlanjut, ujar Dahnil, Indonesia bisa saja masuk dalam jurang krisis politik. Adapun satu-satunya cara untuk keluar dari ancaman krisis politik itu adalah melalui ajang Pilpres tahun 2019.

“Ini situasi politik yang menurut saya berbahaya dan ini bisa krisis,” tandasnya.

kolam

benar apa kata rocky gerung,
kita punya kepala negara, tapi kepalanya gak ada isinya
emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2
Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”
Pemimpin yg onoh malah ngoceh, ngoceh, ngoceh doang, kagak dipikir
Maju jakarta bahagia warganya yang 1tahun ini di pimpin orang pinter
Quote:
Betul pimpinan yg ono emang titisan nabi yg telah menjamin rakyat sejahtera, pangan sandang murah, dolar auto 2000, surga uda tinggal masuk aja..... yg lain goblok dan tolol
oke trit ini bakalan jd tempat coli nasbung emoticon-Traveller

mending ngurusin nasib pabrik kertas emoticon-Traveller
Diubah oleh rumputteki99
binguang guah kalau ketua ini ngomong!!! ra.mudeng!
Overly Scientifically Intellectual!
emoticon-Traveller
masalah yang kompleks di NKRI tidak bisa dan tidak akan selesai hanya dengan mikir dan debat publik tapi tanpa aksi (kerja). dalam hidup gak perlu banyak mikir, tapi dilaksanakan sehingga ada hasilnya.

untuk apa banyak mikir, dan debat tapi gak dilaksanakan atau tanpa implementasi ? hasilnya apa ? sekedar rencana dan wacana tanpa bukti nyata ?

emoticon-Jempol emoticon-Cool
Mikir mikir Mikir tapi gak kerja

Sama saja seperti mimpi mimpi mimpi

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Mendikbud itu bukannya dari Muhammaddiyah

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Kerja kerja kerja
Ngutang ngutang ngutang

Urusan ngelunasi utang biar rakyat yang mikir.
kardus kardus kardus... diem diem diem
emoticon-Ngakak
Balasan post YourLord
Muhammadiyah yg ikut Pa Dhe, dianggap auto tapir
Malu-maluin aja nih ku Dhanil
kabur..kabur..kabur..
ke jordania

emoticon-Shutup
Diubah oleh BMAGLY
kita adalah bangsa yang udah terlalu lama berdoa, berharap dan berpikir
actionnya dari dulu gak jalan jalan
Balasan post Muzmuz
Quote:


Benar sekali, milih bapak jokowi auto surga emoticon-Imlek

Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


maklum aja bray namanya juga cebong iq 200 sekolam

2014 -> koalisi indonesia hebat
2019 -> koalisi indonesia kerja
2024 -> koalisi indonesia mikir

jadi 5 tahun hebat dulu terus 5 tahun kerja, 5 tahun lagi baru mikir emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”
Ketum Pemuda Muhammadiyah: karena Pemimpin Gak Bisa Mikir, Maka “Kerja Kerja Kerja”


jleeeb banget nih


Orang-orang cerdas di negeri ini malah cuma pasrah dikendalikan oleh penguasa.

“Mohon maaf bagi saya hari ini banyak orang cerdas, banyak profesor bisa dikendalikan oleh kebodohan yang berkuasa. Memang kalau kebodohan itu berkuasa mengerikan menurut saya. Karena orang pintar dan orang cerdas itu menjadi lebih bodoh ketimbang orang yang berkuasa,” ujarnya.


emoticon-Traveller


Dari dulu orang Pinter dikangkangin orang persistent & go getter. Kya anak bocah Aja dahnil ini ngomongnya.

Klo dapet orang persistent & Pinter jarang emang, suatu nilai plus. Yg ini ane pikir Ada di diri sandiaga uno emoticon-Cool
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di