alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9cf0a594786847238b457d/sakura-yang-berdarah

Sakura Yang Berdarah

Quote:


Di tengah reruntuhan kyoto
Seorang prajurit sedang mencari sesuatu
Tiada yang tahu
Tak bernama
Raga tegap nan keras bagai baja putih
Berzirah loreng, berlencana saka
Rupa misteri terselubung ketopong loreng
Namun tak bersenjata
Tiada yang tahu

Mencari dan terus mencari
Diantara puing-puing bangunan rapuh
Yang masih berdiri dengan gagah
Diantara rongsokan kendaraan berkarat
Yang masih berdiri dengan angkuh
Yang tertidur dengan terhormat

Memandang langit kelabu yang sunyi

Langit yang tak ingin menangis lagi
Air matanya takkan pernah jatuh lagi di tanah sekarat
Meski takdirnya dipenuhi luka, selaksa nestapa
Meski menyaksikan berlaksa hancur
Langit yang terlalu menderita
Hingga tak pernah lagi ingin menangis
Bahkan surya pun menghilang darinya
Meski sinarnya masih menembus kalbu
Langit yang sekarat

Mencari dan terus mencari
Namun tiada yang tahu
Tiada tanda
Tiada wujud
Tiada suara
Tiada kehidupan
Tiada yang tahu

Mencari sesuatu
Yang menghangatkan
Sanubarinya yang seperti es
Yang menyejukkan
Sanubarinya yang seperti api
Bunga sakura miliknya
Bunga sakuranya

Sangat berharga, terlalu berharga, paling berharga
Mengalahkan ribuan bunga surgawi
Bunga sakuranya
Melunakkan hati kerasnya
Menerangi dunia kelamnya
Mengobati luka imajinya
Menghangatkan kedinginannya
Menyejukkan kepanasannya
Mengisi kehidupan sunyinya

Namun

Menghilang, tak berbekas
Bagai debu yang berterbangan
Dalam sebuah ilusi fana

Dia tahu
Yang bersalah
Menumpahkan terlalu banyak darah
Menjagal terlalu banyak orang
Membakar terlalu banyak kota
Penuh kerakusan, tanpa merasa kenyang
Penuh kebuasan, tanpa mengenal kasih
Penuh keserakahan, tanpa terpuaskan
Hingga seekor monster pun merasa gentar memandang
Mengisi takdirnya dengan goresan luka
Menghiasi kristal hatinya dengan retak dan remuk
Mengeringkan daun-daunnya dengan api derita
Hingga berdarah dan menghilang
Bagai secercah ilusi fana

Dia menemukannya
Tersembunyi di balik rumah itu
Memandang di balik jendela itu
Rambut hitam yang tergerai
Wajah cantik yang sendu
Tatapan mata yang kosong
Penuh ketakutan
Penuh kemarahan
Penuh keputusasaan
Penuh kebencian
Penuh kesedihan
Terlalu gelap, terlalu kejam
Mengenggam sebuah katana tua
Yang bermandikan darah

Sudah terlambat
Terlalu terlambat
Ini salahnya

Dia tahu itu
Dia melihatnya
Bunga sakuranya
Yang dulu sangat ceria bagai anak-anak
Yang dulu sangat polos bagai merpati
Yang dulu sangat lembut bagai kapas
Yang dulu selalu bersamanya, mengisi hari hidupnya
Namun kini teramat membencinya
Nafsu membunuh yang teramat dalam
Rasa dahaga akan darah yang tak terpuaskan
Rasa benci yang menakuti seekor iblis

Sakuranya
Sakura yang berdarah

Dia hanya bisa tertawa
Tertawa dalam kesunyian
Penuh ironi
Sanubarinya terasa pedih, remuk
Meski air matanya tak jatuh
Hingga kemenangan fananya terlupakan
Hingga tujuan perjuangannya terlupakan
Dalam kesunyian
Memandang sakuranya

Takdir mereka berdua
Kini tiada yang tahu



edisi revisi dari puisi ane sebelumnya
Diubah oleh: letnan.dirgan
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di