alexa-tracking

Soal Putusan MA, KPU tak Ingin Gegabah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9cb4e6a09a39f1618b4567/soal-putusan-ma-kpu-tak-ingin-gegabah
Soal Putusan MA, KPU tak Ingin Gegabah
Soal Putusan MA, KPU tak Ingin Gegabah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan memperlajari dan membahas putusan Mahkamah Agung (MA) terkait dibolehkannya mantan narapidana korupsi mencalonkan diri menjadi anggota DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten-Kota.

"KPU sangat hati-hati mengambil kebijakan paska Putusan MA itu karena sifatnya sensitif meskipun ingin segera menindaklanjutinya.
Kami tidak ingin ambil kebijakan lalu dikritik, kami sangat tertib," ujar komisioner KPU RI Viryan Azis di Jakarta, Sabtu (15/9).

"Ada beberapa langkah yang harus diambil sehingga tidak bisa langsung ditentukan, dan KPU RI perlu lakukan Rapat Pleno," kata Viryan dalam diskusi bertajuk "DPT Bersih, Selamatkan Hak Pilih" di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu.

Namun menurut dia, institusinya belum memastikan jadwal rapat pleno tersebut dan hingga saat ini KPU RI belum menerima salinan Putusan MA tersebut dan baru mendapatkan informasi berdasarkan pemberitaan media massa.

Menurut dia, KPU akan mempelajari dan membahas Putusan MA itu dalam Rapat Pleno sebelum mengambil keputusan.

Dia menjelaskan, rapat pleno juga akan membahas mekanisme perubahan Peraturan KPU (PKPU) khususnya PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Legislatif.

Viryan mengatakan, mekanisme perubahan PKPU itu biasanya dilakukan dengan uji publik, Rapat Dengar Pendapat agar tidak ada kekeliruan seperti yang lalu.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) melalui putusan uji materi Peraturan KPU No. 20 Tahun 2018 menyatakan mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten-kota.

"Uji materi tersebut sudah diputus dan dikabulkan oleh MA," ujar Juru Bicara MA Suhadi ketika dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (14/9).

Uji materi terkait larangan mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam Pemilu 2019 sudah diputus oleh MA pada Kamis (13/9).

"Jadi, pasal yang diujikan itu sekarang sudah tidak berlaku lagi," jelas Suhadi.

Dalam pertimbangannya, MA menyatakan bahwa ketentuan yang digugat oleh para pemohon bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu UU 7/2017 (UU Pemilu).

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa mantan terpidana kasus korupsi diperbolehkan mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten-kota asalkan memenuhi beberapa persyaratan.

Sumber: http://harnas.co/2018/09/15/soal-put...-ingin-gegabah
image-url-apps
Anda punya hak dipilih
Dan
Saya punya hak untuk tidak memilih anda wahai mantan napi korupsi
emoticon-Ngacir
yg ngedukung partai gerinjing

enough said

emoticon-Traveller
KASKUS Ads
image-url-apps
masih ada waktu 90 hari,, kemungkinan topig kagak jadi makan lobster.. gw happy emoticon-Traveller
image-url-apps
tinggal serahin ke masyarakat saja
masih mau milih mantan napi atau tidak
klo saiya mah ogah
image-url-apps
Yah. Sayang sekali.
Mantan Maling bs nyalonin jadi maling lagi.
Indonesia penduduknya ratusan juta. Masa ga ada yang jujur sama sekali. Masa diterima lagi mantan maling.
Di perusahaan saja biasanya ada syarat skck loh. Mana mau perusahaan nerima maling. Lah ini negara.
Ayo demo 313 kek apa kek. Klo urusan begini aja pada diem
emoticon-Marah
Quote:


emoticon-Stick Out Tongue

Soal Putusan MA, KPU tak Ingin Gegabah
image-url-apps
dikasih berita kek gini

masih ngimpi di negri ini mau tegas terhadap korupsi emoticon-Ngacir
×