alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9caba4582b2e510c8b4568/pilpres-2019-bisa-ditentukan-oleh-ekonomi-bukan-agama

Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama

Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama
source: http://www.abc.net.au/news/2018-09-14/indonesias-sliding-rupiah-could-decide-president-widodos-fate/10244806

Opini: 
Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama
Posted on September 14, 2018

Sumberwww.abc.net.auaziza@digitalvisionpublishing.com
Oleh: David Lipson (ABC News)


Jelang Pilpres 2019, pihak oposisi mulai mengangkat masalah ekonomi yang saat ini dihadapi Indonesia, sebagai kelemahan utama pemerintahan saat ini, di mana mata uang rupiah merosot hingga titik terendahnya sejak tahun 1998. Hal ini menunjukkan bahwa pemilu Indonesia bisa ditentukan oleh sektor ekonomi, dan bukannya agama.

Penurunan rupiah Indonesia dapat mengancam peluang pemilihan kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana lawan politiknya mengalihkan perdebatan ke sektor ekonomi, dalam upaya untuk mengekspos kelemahan utama, kata para analis.
Bulan lalu, Jokowi memilih ulama konservatif Muslim Ma’ruf Amin sebagai pasangan calon presiden, menjelang pemilu yang diperkirakan akan berlandaskan pada isu agama.


Namun, karena nilai tukar rupiah merosot hingga ke posisi terendah yang belum pernah terjadi sejak runtuhnya mata uang Indonesia tahun 1998—yang menyebabkan jatuhnya rezim Suharto—pemilihan wakil presiden Jokowi sekarang dilihat oleh sebagian orang sebagai “penghalang”.

Bisa dibilang,Jokowi melakukan pendekatan pemilu menggunakan taktik perang sebelumnya” kata analis risiko politik independen Kevin O’Rourke, yang menerbitkan buletin Reformasi Weekly, mengatakan kepada ABC.


“Ia memberikan posisi calon wakil presiden kepada ulama Islam yang sangat konservatif, tampaknya, karena ia perlu berjaga-jaga dalam menghadapi serangan terhadap religiusitasnya.”


Kenyataannya, tampaknya lawan-lawannya akan mengkritiknya atas penanganan ekonominya, dan calon wakil presiden Jokowi tidak membantu sama sekali di bidang itu. Bahkan, dia mungkin adalah penghalang.


Sabtu (8/9) lalu, koalisi Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan pemerintahan Jokowi atas kemerosotan mata uang.

Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan AgamaCalon presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah), menyambut para pendukungnya setelah pendaftaran resminya sebagai kandidat. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)


“Kami sangat khawatir dengan melemahnya mata uang rupiah,” kata pernyataan itu.


“Ini menjadi beban ekonomi nasional kita, bagi orang Indonesia yang paling rentan khususnya, yang cepat atau lambat harus menghadapi kenaikan harga-harga komoditas dasar.”


“Fundamental ekonomi kita melemah karena ada kesalahan dalam strategi yang digunakan untuk mendorong pembangunan ekonomi kita.”


HARGA PANGAN JADI MASALAH UTAMA BAGI PARA PEMILIH


Rupiah Indonesia telah jatuh sekitar 9 persen tahun ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dipaksa turun sebagian karena keputusan AS untuk menaikkan suku bunga, yang telah berakibat aliran modal kembali ke kas Amerika, dan menakuti pasar negara berkembang seperti Turki dan Argentina.


Itu membuat banyak barang impor di Indonesia menjadi lebih mahal, yang pada gilirannya memberikan tekanan ke atas pada inflasi.


Jejak pendapat telah menunjukkan selama bertahun-tahun, bahwa kekhawatiran terbesar bagi para pemilih (Indonesia) adalah inflasi, terutama harga makanan,” kata O’Rourke.


Jika mata uang terus melemah, harga makanan akan naik.”


Baca Juga: Gejolak Rupiah dan Bengkaknya Utang Negara Jadi Sorotan Jelang Pilpres 2019


Matthew Busch, rekan pengamat di Lowy Institute, mengatakan bahwa jika makanan menjadi lebih mahal, Presiden akan disalahkan.


“Jika harga makanan mulai naik, itu bisa menjadi masalah nyata,” kata Busch.


“Itu adalah sesuatu yang telah memindahkan suara di masa lalu, dan memiliki dampak nyata pada cara orang mengevaluasi kinerja Presiden.”


Indonesia telah mengimpor 2 juta ton beras tahun ini - jauh lebih banyak dari biasanya - dalam upaya untuk mengurangi biaya.


Pemerintah Jokowi juga telah memperkenalkan langkah-langkah proteksionis, termasuk memberlakukan tarif hingga 10 persen terhadap sekitar 1.000 barang yang diimpor - dari sabun hingga elektronik - untuk membantu mempersempit defisit transaksi berjalan Indonesia.


Baru dua minggu yang lalu, Perdana Menteri Scott Morrison menandatangani perjanjian dengan Jokowi untuk menyelesaikan negosiasi tentang kesepakatan Perdagangan Bebas yang telah lama ditunggu-tunggu.


Hal Hill - Profesor Ekonomi di Australian National University—mengatakan bahwa banyak diskusi tentang rupiah Indonesia telah “berlebihan”.


“Indonesia pernah mengalami salah satu krisis ekonomi terbesar di dunia modern pada tahun 97-98, ketika rupiah terjun bebas dan sektor perbankan runtuh, dan tentu saja itu memicu keruntuhan rezim Suharto,” katanya.


“Jadi, setiap kali Anda melihat pergerakan signifikan dalam rupiah, orang-orang mulai sedikit tegang.”


“Saya tidak memperkirakan bahwa ini akan menjadi sesuatu seperti krisis besar Indonesia sebelumnya, atau menjadi seperti krisis yang cukup serius saat ini di Argentina dan mungkin Turki.”


Tapi bukan berarti lawan-lawan Presiden Jokowi tidak akan terus menggunakan masalah mata uang untuk menyerangnya.
Lawannya, Prabowo - mantan pemimpin kuat militer - telah memilih Sandiaga Uno, seorang pengusaha kaya dan sukses, sebagai pasangannya.


Jokowi adalah seorang presiden populer dan secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilihan pada bulan April, tetapi O’Rourke percaya bahwa gabungan kenaikan harga pangan dan calon wakil presiden yang dipilih, dapat secara signifikan mempersempit kesenjangan.


“Dua faktor ini dapat membuat Pemilihan Presiden lebih kompetitif, bahkan mungkin sangat kompetitif.”
Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.
https://www.matamatapolitik.com/opini-pilpres-2019-bisa-ditentukan-oleh-ekonomi-bukan-agama/

Masalah Ekonomi jelang Pilpres 2019 (selain Utang Luar Negeri):
Impor Beras atau Impor Minyak yang bikin Kurs Rupiah terhajar Dollar?

Quote:


--------------------------

Impor beras, dengan alasan menjaga stabilitas harga dalam negeri, masih bisa diterima logika sehat daripada terjadi kerusuhan akibat beras langka dan mahal misalnya. Tapi yang impor minyak itu? Ada penjelasan logisnya? Kalau impor minyak yang menjadi biang kerok (diakui juga oleh Sri Mulyani bahwa titik lemah perekonomian nasional saat ini ada di Neraca Berjalan yang defisit berat itu) atau  penyebab defisit Neraca Perdagangan sehingga cadangan devisa tergerus dan kurs rupiah mendekati Rp15.000, kenapa nggak ada yang berani mendengarkan cuitan Rizal Ramli diatas itu? Takut sama om Bewok juga kalian semua?

emoticon-No Hope
Diubah oleh naniharyono2018
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Ntar mate bangke lo suruh sholat sendiri kl gt ye ngoahahahaha emoticon-Traveller:
Isu agama gak berpengaruh karena sudah berhasil ditangkis Jokowi. Jadi sekarang tinggal ekonomi dan penegakan hukum.
Thread dan postingan ane tidak akan mengubah kenyataan tentang impor minyak emoticon-Leh Uga
Justru joktod dan cebonger yg mainim isu agama.... Secara itu nilai jual maaruf....
bukankah 3 tahun lalu ada kejadian serupa?
dollar sampe ke 14800, oposisi lomba2 cari panggung
kemana mereka saat dollar balik.ke 13500?
di mana2 mah pemilu itu ditentuin siapa yang paling banyak pemilihnya....soal kenapa banyak yang milih, itu kompleks emoticon-Thinking

ga menutup kemungkinan yang banyak milih alasannya konyol atau sederhana kayak si ini suka si itu soalnya tampangnya bawa hoki emoticon-Hammer2

klo mau alasan umum yang simple...si ini milih dia soalnya ada untungnya/bagi hasil ke yang milih, gitu sih emoticon-Traveller
Balasan post TERA.BORKA
Quote:


Jadi Wowo agamanya kuat ? atau Nasbung pada Goblok percaya sama embel2x koalisi umat, ngaku2x pilihan ulama tapi gak milih ulama, padahal lebih banyak ngejanjiin berpihak ulama dan mengkafir2x kan lawan politik emoticon-Leh Uga

kubu wowo ngomongin agama mulu nastak nunggu wowo ngaji sama jadi imam, inget cewek imamnya cowok bukan tebalik emoticon-Leh Uga




































Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama
Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama
Pilpres 2019 Bisa Ditentukan oleh Ekonomi, Bukan Agama

UDAH JELAS EKONOMI HANCUR MASIH AJA NASTAIK DONGOK BUNGKAM!!! emoticon-Najis
Balasan post temonoid
Quote:


Ekonomi kita itu meroket gan!!

Lihat ekonomi kita tumbuh capai 5% walau disokong utang.
Lihat pembangunan infrastruktur dimana-mana walau habis itu sepi pengguna.
Lihat pula fundamental ekonomi kita yang kuat walau rupiah melemah hampir terhadap seluruh mata uang ASEAN dan Asia Timur.

Salam 2 Periode!!
Quote:
Yakin kalo bukan kader NU yg jd cawapres bakalan ada lg isu2 agama yg diangkat geng kampreters emoticon-Blue Guy Bata (L)
pd dasarnya agama cuma utk menenangkan hati dan pikiran. tp nasbung lebay sekali memaksa bawa2 agama utk urusan politik. ya keblinger jadinya
blangsak kaw bung !
Santai gak usah panic son,untuk ekonomi,amunisi masih sampe 2020, tinggal diglontorin sebulan ato dua bulan sebelum Pemilu buat ngebungkem para kampret, anteng dah...
Quote:


Contoh nastaik cebonger mainin isu agama.... Hahaha
Quote:


Orang milih kan milih Jokowi, bukan milih ekonomi.
Quote:

Rizal ramli nya udah dibungkam sama somasi oleh anak buahnya om brewok bre

Brewok emang sakti bre
Pemilik Kejaksaan gitu loch (kata Ridwan Kamil)

emoticon-Traveller emoticon-Traveller


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di