alexa-tracking

Dua Polisi Diduga Lakukan Pungli Pakai Bahasa Batak hingga Videonya Jadi Viral

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9c2d2a9252331d2a8b4569/dua-polisi-diduga-lakukan-pungli-pakai-bahasa-batak-hingga-videonya-jadi-viral
Ngakak 
Dua Polisi Diduga Lakukan Pungli Pakai Bahasa Batak hingga Videonya Jadi Viral
Dua Polisi Diduga Lakukan Pungli Pakai Bahasa Batak hingga Videonya Jadi Viral
Dua polisi diduga lakukan pungli ke warga yang melapor


Video dua personel polisi diduga melakukan pungutan liar (Pungli) beredar di media sosial.

Keduanya mengenakan seragam polisi dengan pangkat Aiptu dan Bripda.

Video ini kali pertama diunggah oleh akun Facebook Roida Tampubolon pada Selasa lalu (11/9/2018).

Dalam unggahanya dia menuliskan "Polisi minta2 duit y klo lapor".

Pada video, tampak kedua polisi meminta uang kepada seorang ibu yang membawa anaknya.

Bahasa yang dipergunakan dalam video tersebut adalah bahasa Batak Toba yang dicampur dengan bahasa Indonesia.

Tonton video polisi diduga lakukan pungli;



Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV


Perbincangan dimulai oleh sang polisi berpangkat Aiptu, dia meminta warga yang baru saja mengadu supaya memberikan duit.

"Sadia leanon (berapa saya kasih)," ujar si Ibu.

Polisi pun menjawab, "Lomom ma (terserah kamu)".

Si Ibu pun kembali bertanya. "Sadia lomo ku (berapanya saya kasih)?".

Sang polisi pun kembali menyampaikan bahwa terserah sang warga.

"Lomom ma, anggo au dang pola, tu ibana ma (terserah kamu. Ini bukan untuk ku, ini untuk temanku)," ujarnya seraya menunjuk rekannya yang berpangkat Bripka.

Dua Polisi Diduga Lakukan Pungli Pakai Bahasa Batak hingga Videonya Jadi Viral
Kolase Foto Polisi Diduga Pelaku Pungli (Screenshot)


Kemudian sang warga pun bertanya kenapa polisi yang berpangkat Aiptu tidak mendapat uang tersebut.

Polisi berpangkat Aiptu pun menjawab bahwa yang mengerjakan laporannya adalah rekannya tersebut.

"Ai imanan do makkarejoi on (dia yang mengerjakan laporan ini)," ujar polisi berpangkat Aiptu.

Mendengar perkataan polisi, sang Ibu pun meminta anaknya mengambilkan tas nya. Terjadi perbincangan singkat tentang tas sang warga dan polisi. Polisi mengira sang ibu meletakkan tas nya di luar.

Namun kembali lagi sang ibu menanyakan berapa duit yang harus diberikan kepada sang polisi, dan polisi kembali menyampaikan terserah si warga.

Tak lama sang ibu merogoh tasnya. Kemudian dia pun mengeluarkan dua lembar pecahan uang Rp 10 ribu dan meletakkan duit tersebut di meja sang polisi.

Melihat uang tersebut, polisi berpangkat Aiptu pun menayakan berapa yang diberikan ibu tersebut.

"Sadia do dilean ko (berapa yang kamu kasih)," ujarnya.

Dua Polisi Diduga Lakukan Pungli Pakai Bahasa Batak hingga Videonya Jadi Viral
Kolase Foto Dua Polisi Pelaku Pungli (Screenshot)


Sang warga pun kembali menayakan berapa yang seharusnya dia berikan.

"Sadia do lehanon, (berapanya aku kasih)?" tanyanya.

Polisi pun kembali mengutarakan supaya menambahinya.

"Tamba i ma (tambahilah)," tuturnya.

Warga pun mengutarakan tidak memiliki duit lagi.

"Dang adong be hepeng ku (Ngak ada lagi duitku)," ujarnya

Sang polisi pun kembali meminta tambah dengan mengutarakan bahwa di rumah sakit aja dia memberikan duit lebih besar daripada duit yang diletakkkanya di atas meja polisi.

Mendengar perkataan polisi, si warga menyampaikan bahwa duitnya sudah habis bayar di rumah sakit Rp 50 ribu, padahal dia hanya bawa duit Rp 100 ribu.

"Nga habis di rumah sakit nakkin (di rumah sakit sudah habis) Rp 50 ribu," ujarnya.

Si warga pun mengeluarkan duitnya uang lembar Rp 100 ribu.

Melihat hal ini polisi pun mengutarakan supaya menambahinya.

"Godang do hepengmu, tambahi ma. (banyaknya duitmu, tambahilah," ujarnya.

Namun si warga mengganti uang lembaran Rp 100 tersebut dengan uang pecahan Rp 10 ribu.

"Na 30 majo da itu (Ini ya pak, Rp 30 ribu aja), cuma itu ada duit" ujar si Warga.

Kemudian sang polisi berpangkat Bripka pun mengambil duitnya. Namun sang polisi berpangkat Aiptu masih meminta tambah.

Namun sang ibu pun memilih untuk pergi, kemudian kembali sang polisi menahan.

"Paima jo (tunggu dulu)," ujarnya. Namun sang Ibu tidak menggubrisnya.

Belum diketahui dimana lokasi kejadian kedua polisi ini diduga melakukan pungli.

Tribun Medan pun sedang mencari soal kebenaran informasi ini. (*)

http://medan.tribunnews.com/2018/09/...ya-jadi-viral.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini cuma kesalahan kecil,bu, tolong jangan dibesar besarkan, nanti saya instruksikan kepada anak buah saya, untuk memungli dengan bahasa Indonesia EYD emoticon-2 Jempol

emoticon-Leh Uga

Petisi Bahasa Falak
lean maa...sadia pe taho...mangattusi ma ho....bodat
waduh pantas aja juara 1
KASKUS Ads
image-url-apps
biasalah akupun pernah kenanya
bilangnya pemerasan panas kupingnya bodat2 ini tapi otaknya entah ditaro kemana.
image-url-apps
kok bisa ngerekam sih?
image-url-apps
Ehm, bahasa falak emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Kira-kira masalah apa ya?
Kok ada disebut rumah sakit segala?

Kecelakaan sepeda motor kayaknya ya?
Reply to printeer's post
image-url-apps
Quote:


Maksudnya ?
Quote:


aku pernah kena langgar dan itu pula saya pula yang diminta tanggung jawab dia asik minta2 uang sama saya KYK KELAKUAN ANAK INANG.

Quote:


mending kalo masuk kantor diam ajalah jangan banyak tingkahlah bisa2 kamu jadi mesin atm disitu
image-url-apps
Paima jo
image-url-apps
Quote:


Bahasa Falak emoticon-Ngakakemoticon-2 Jempol
×