alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9be9acd44f9f3a0b8b4567/dipolisikan-ini-9-fakta-dakwah-gus-miftah-di-klub-malam-di-bali

Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali

Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali
14 Sep. 2018 10:55
Tempo

Gus Miftah membiayai sendiri semua keperluannya selama di Bali.

Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali

TEMPO.CO, Jakarta - Kiai Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengaku sudah 14 tahun menyampaikan ceramah di dunia remang-remang dan lingkungan esek-esek. Namun, baru-baru ini, syiar agamanya di sebuah klub malam di Bali menuai pro dan kontra.

Di luar pro-kontra tersebut, berikut fakta-fakta seputar ceramah tersebut berdasarkan pengakuan Gus Miftah kepada Tempo saat dihubungi pada Kamis malam, 13 September 2018.

1. Dimulai dari kerinduan anak-anak klub

Gus Miftah mengaku mendapat pesan rindu dari para pengelola sebuah klub malam di Bali. Klub itu adalah Bosche. Sebelumnya, pemilik pesantren di Yogyakarta itu pernah mengisi ceramah di klub yang sama, rutin 2-3 kali setahun. "Saya kenal dengan pengelolanya," ujarnya. Namun, tahun ini ia belum sempat ke klub tersebut. Ketika momentumnya tepat, Gus Miftah pun menyediakan waktunya untuk mengunjungi klub.

2. Digelar bertepatan dengan ulang tahun klub

Gus Miftah mengisi ceramah di Bosche pada 6 September 2018. Saat itu bersamaan dengan hari jadi klub. Ia mengatakan kerap diundang Bosche saat momentum demikian untuk mengisi ceramah. Manajemen Bosche, kata dia, selalu memiliki kebijakan mengadakan syukuran. Salah satunya diisi dengan dakwah.

Baca: PBNU: Dakwah Gus Miftah Perkenalkan Tuhan di Kegelapan

3. Beli tiket pesawat dan sewa hotel dengan uang sendiri

Meski diundang, Gus Miftah mengaku membeli tiket pesawat dan menyewa hotel dengan uang sendiri. Ia berujar tak pernah mau memperoleh nafkah dari klub malam. "Ketika bicara soal amplop, itu sensitif. Saya selalu bilang sama manajemen klub untuk tidak memberi saya uang. Saya masih dicukupkan dengan rezeki dari tempat lain, bukan dari mereka," ujar Gus Miftah.

Begitu juga ketika ceramah di klub di daerah lain. Ia mengaku tidak mau menerima bayaran. Sebab, menurut dia, nafkah bagi keluarganya tidak seharusnya dicari di tempat hiburan malam. "Saya murni hanya ingin mengajak mereka, anak-anak klub, ingat akan Tuhan," katanya.

4. Audiens tak semuanya muslim

Audiens dakwah Gus Miftah di Bali tidak semuanya beragama Islam. Gus Miftah mengatakan hanya 50 persen yang muslim. Sisanya adalah penganut agama lain. Maka, saat berceramah, ia memknta izin pengunjung klub untuk memimpin doa dan salawat dengan cara agamanya. Ia mempersilakan audiens beragama lain untuk berdoa menurut agamanya.

5. Dakwah universal

Lantaran dakwah itu disampaikan di publik yang plural, Gus Miftah menyampaikan bahwa ceramah yang disampaikannya ialah menyangkut persoalan universal. "Tentu tak melulu soal halal-haram, surga-neraka," ujar dia. Ceramah yang disampaikan berkenaan dengan bagaimana seharusnya orang mengatur manajemen hidupnya.

6. Isi dakwah

Gus Miftah menyampaikan ceramah seputar hal yang mengingatkan sesamanya untuk tidak melenakan Tuhan. "Saya bilang kepada mereka, ingat betapa baiknya Tuhan sama kalian," ujar dia. "Buktinya, kalian bermaksiat, tapi Tuhan masih menitipkan rezeki," kata Gus Miftah.

Ia mengatakan, betapa naifnya manusia bila sudah diberi rezeki, namun melupakan Tuhan. "Kita manusia enggak bisa apa-apa. Kita bisa karena dibisakan oleh dia," ucapnya.

7. Audiens menangis

Setelah mendengar ceramah dari Gus Miftah, para audiens menangis. Pemilik Bosche pun, menurut Gus Miftah, sempat tertegun. Suasana klub remang-remang itu tak seperti biasanya. Gegap gempita dunia hiburan redup sementara saat Gus Miftah menyampaikan pandangannya tentang kehidupan yang vertikal dan horisontal, yang menyangkut hubungan manusia dan manusia serta manusia dan Tuhan.

8. Mengunggah video karena diminta

Gus Miftah mengatakan mengunggah video ceramahnya di Bali lantaran diminta oleh teman-temannya. Ia mengaku, selama ini tak pernah mempublikasikan sendiri. "Saya iseng saja. Enggak ada niat untuk menjadi populer. Kalau niat tenar udah dari dulu," katanya.

Ia mengunggah videonya pertama kali di Instagram tepat setelah mengisi ceramah pada 6 September. Ceramah itu menjadi viral lantaran diunggah kembali oleh akun Lambe Turah.

9. Menuai pro dan kontra

Setelah viral, Gus Miftah mengaku menerima banyak masukan, pujian, sampai hujatan. Ia juga mengatakan memperoleh informasi telah dilaporkan sejumlah pihak lantaran dianggap menista agama. "Hari ini saya dilaporkan ke beberapa Polres dan Polda. Ya, silakan itu hak mereka," tuturnya.
Gus Miftah mengatakan tak gentar. Ia tetap akan pada kebiasannya menyampaikan ceramah di klub malam, kawasan prostitusi, sampai spa plus-plus.

https://nasional.tempo.co/read/1126430/dipolisikan-ini-9-fakta-dakwah-gus-miftah-di-klub-malam-di-baliDipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di BaliDipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali
Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di BaliDipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di BaliDipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali

Gimana koment agan2 ttg aksi gus miftah ne?...
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
perlu nya gak cuma baik tapi juga tepat
Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali
Yg ada di club tsb ada yg terganggu apa kaga? si gus ini maksa kaga ngasih ceramah di club tsb?

Yg melaporkan itu orang yg ada di club atau orang yg denger kabar bahwa ada orang yg ceramah di suatu/banyak club?

Atau si gus ini ngajak2 orang yg berbeda agama biar masuk agamannya si Gus?
Diubah oleh khayalan
orang bagus dakwah diperkarakan..itu yang jualan ayat malah dipuja2..
Itu yg ngelapor org dari wilayah manaaaaa yaaaaah emoticon-Traveller
jadi gagal fokus gegara nama aslinya ada "HABIBUROKHMAN" nya..

kali2 aja ngaku tamvan juga...

ampun deh..
cari member gak gini gini juga kale
Ngajak ke jalan yg baik kok dilaporkan?! Esensi dakwah ya mengajak ke jalan yg benar. Kalau dakwah di masjid itu bukan dakwah tapi khotbah atau kajian ilmu keislaman. Nabi dulu berdakwah bukan di masjid. Ini logika pelapor udah mati suri kali ya. Masa dakwah di masjid, buat apa..kalo khotbah make sense.
Kmaren liwat legian
Semriwing vener kalo malem
yang lapor gimana yak.. justru tepat sasaran bukannya? emoticon-Bingung
Memang ada tempatnya kan kalau ceramah Agama itu
Tinggal buat aja undangan ke club malam
Ada ceramah oleh tokoh agama X lokasi di tempat ibadah Agama X

Kan kurang etis ya kalau ceramah disana

Lagian kalau profesi yang begitu
Misalnya saja PSK

Sebodoh Bodohnya orang
Tau kok itu dosa

Tapi OK Ngoceh gak mampu buka lapangan pekerjaan ya mau kerja apa

Kira-kira begitulah

emoticon-Traveller
Pasti dakwahnya gak nyuruh milih Prabowo. Makanya dilaporin. Coba kalo ngata2in Joko, TGB, Ma’ruf, NU, dll, aman dari gangguan laskar.
Agama makin jadi bahan ketawaan, yang satu bilang boleh yang lain bilang ga boleh..
and what are they expect ? Tuhannya langsung kesini buat konfirmasi..?
ooh no, dia lebih suka liat manusia terus bertengkar selama ribuan tahun.. emoticon-Berduka (S)
demen nempel popularitas orang lain

Dipolisikan, Ini 9 Fakta Dakwah Gus Miftah di Klub Malam di Bali
coba sering2 ceramah di berbagai klub malam di bali
Diubah oleh app.developer
kalo caranya gini terus mana ada turis datang ke bali, bisa-bisa bali jadi blangsak macam si jawir nanti emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata emoticon-Lempar Bata
iki sing ngelaporne sopo toh ya?
Quote:



lah terus napa dilapor? yg lapor kurang kerjaan apaemoticon-Wakaka
mau tenar
mungkin orang-orang terganggu makanya dilapor polisi emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di