alexa-tracking

Mahasiswa Jateng Kembangkan Sociopreneur Berdayakan Keluarga Anak Jalanan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bcecf9e7404110d8b4568/mahasiswa-jateng-kembangkan-sociopreneur--berdayakan-keluarga-anak-jalanan
Mahasiswa Jateng Kembangkan Sociopreneur Berdayakan Keluarga Anak Jalanan
Semarangpos.com, JAKARTA — Mahasiswa dari berbagai univeritas di ibu kota Jawa Tengah yang tergabung dalam Dynamic Learning menggagas startup socioprenuerberbasis pendidikan karakter dan ekonomi demi memupus permasalahan sosial anak jalanan di Kota Semarang.

Pelaksana Tugas CEO Dynamic Learning, Osadhani Rahma Pemila, mengatakan kasus anak jalanan memiliki keterkaitan dengan kondisi ekomoni keluarga. “Setelah diteliti, ternyata kondisi ekonomi yang buruk menjadi faktor utama. Bahkan, beberapa orang tua menyuruh anaknya untuk mengemis atau mengamen di jalanan,” katanya kepada Bisnis.com.

Dynamic Learning dibentuk dengan tujuan memberi motivasi dan pendidikan kepada anak jalanan, karena banyak dari mereka yang putus sekolah. Bahkan, beberapa di antaranya memilih tidak sekolah meski sudah disekolahkan oleh orang tuanya.

Osa, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan telah membuahkan hasil. Beberapa anak didiknya mulai kembali bersekolah, tidak lagi turun ke jalan.

Dynamic Learning juga memberikan pelatihan kepada orang tua dalam bentuk pembekalan materi dan praktik usaha kecil seperti pembuatan aksesori dari barang bekas dan bolu kukus dengan rasa dan varian yang beragam. Osa menambahkan aksesoris dan bolu kukus tersebut dipasarkan melalui media sosial Dynamic Learning.

Kerja keras anggota Dynamic Learning membawa mereka ke kompetisi ide bisnis Asean Startup Accelerator di Kaplan University, Singapura, pada 2017. Dalam kompetisi tersebut, Dynamic Learning memperoleh gelar best pitching, mengalahkan 67 finalis lainnya dari berbagai negara di Asean.

Startup sociopreneur ini juga memenangi kompetisi serupa bertajuk Edge Hackathon di Singapura pada September 2017. Pengalaman tersebut memberi Dynamic Learning ide-ide baru untuk mengembangkan program ke arah yang lebih baik.

“Setelah pulang dari Singapura, kami ingin kegiatan ini lebih berkembang. Caranya, kami bekerja sama dengan berbagai komunitas dan UMKM. Selain itu, kami sedang membuat marketplace untuk menjual produk warga binaan,” kata Osa.

Dia menambahkan pembuatan marketplace ini dinilai perlu sebagai wadah dan sarana dalam memasarkan produk ke lingkup yang lebih luas, sehingga bisa membantu memperbaiki kondisi perekonomian warga binaannya. Hingga kini, Dynamic Learning memiliki binaan di berbagai daerah, yaitu Semarang, Yogyakarta, dan Klaten.

Warga binaan Dynamic Learning terdiri atas anak jalanan, anak putus sekolah, ibu rumah tangga, dan bekas narapidana.

emoticon-Shakehand2 emoticon-2 Jempol

Kereen emoticon-Cool
image-url-apps
lanjutkeun
image-url-apps
beda mahasiswa IPK 3 koma, dengan yg IPK 1 koma
KASKUS Ads
image-url-apps
INI BARU MAHASISWA BUKAN MAHASIWA GOBLOK KEK YG DI SONO emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
Quote:


Yang satu koma kan terbatas SKS nya gan....
image-url-apps
nahh mantepp nih mahasiswanya , ga kaya yang kemaren ntuh, smoga aja berjalan dengan maksimal
image-url-apps
Ini mahasiswa2 calon harapan bangsa kedepannya emoticon-Recommended Seller


Awas disini cebong main bata saja emoticon-fuck3
image-url-apps
Kerja keras anggota Dynamic Learning membawa mereka ke kompetisi ide bisnis Asean Startup Accelerator di Kaplan University, Singapura, pada 2017. Dalam kompetisi tersebut, Dynamic Learning memperoleh gelar best pitching, mengalahkan 67 finalis lainnya dari berbagai negara di Asean.



Kreatif gan... Berita seperti ini seharusnya jadi inspirasi buat mahasiswa yang punya motif prestasi dalam diri mereka, yang ga kalah hebat pasti ada dosen hebat di belakang mereka..... Salut
image-url-apps
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
Quote:


Ane habis dibata gara2 buat berita begini, kampret maunya berita ribut2
×