alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bc3e6d44f9fb4768b4568/benarkah-seks-mematikan-ini-jawaban-dari-para-peneliti

Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti

Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti

Sering kali kita dengar guyonan tentang melakukan hubungan intim hingga membuat salah satu dari pasangan tersebut meninggal dan kemungkinan besar kita hanya tertawa tak percaya, namun betulkah berhubungan intim dengan seseorang dapat menghentikan detak jantung kamu?

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan pada lebih dari 4500 orang yang mengalami cardiac arrest, yaitu sebuah kondisi dimana jantung penderita tiba-tiba berhenti berdetak karena adanya masalah dengan aktivitas listrik pada jantung.

Di antara kasus-kasus yang terjadi pada 4500 orang ini, kurang dari 1 persen dari serangan jantung tersebut terjadi saat sedang melakukan aktivitas seksual atau setelah melakukan aktivitas seksual. Jadi sebetulnya, hubungan intim memang dapat menyebabkan cardiac arrest yang mematikan namum kemungkinannya sangatlah kecil.


1. Cardiac Arrest saat berhubungan seksual kebanyakan terjadi pada pria
Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti
Ternyata ini adalah penelitian pertama yang dilakukan untuk memeriksa apakah aktivitas seksual dapat menjadi potensial terjadinya serangan jantung secara mendadak, kata peneliti. Penemuan yang dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association's Scientific Sessions, California, Amerika Serikat yang kemudian diterbikan di Journal of American College of Cardiology.

"Walaupun cardiac arrest yang terjadi secara tiba-tiba merupakan kondisi yang memiliki tingkat kematian yang tinggi, kemungkinan terjadinya kondisi ini saat melakukan aktivitas sexual... sangatlah rendah," ujar Dr. Sumeet Chugh, direktur medis dari Heart Rhythm Center at the Cedars-Sinai Heart Institute yang belokasi di Los Angeles.

Dr. Sumeet Chugh yang juga penulis utama di penelitian ini menambahkan, "Inilah jaminan yang sekarang dapat diberikan kepada pasien yang mengidap penyakit jantung dan didasarkan pada data yang aktual."


2. Mereka yang berumur 60 tahun lebih rentan terkena cardiac arrest saat berhubungan seksual
Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti
Dalam kasus langka yang terjadi dimana aktivitas seksual dikaitkan dengan terjadinya cardiac arrest pada penderita, 94 persen dari kasus yang diteliti terjadi pada pria. Di antara para pria tersebut, 1 dari 100 kasus tersebut dikaitkan dengan hubungan intim, sedangkan pada wanita hanyalah 1 dalam 1.000 kasus banyaknya.

Uniknya, para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang mengalami cardiac arrest saat berhubungan intim berumur cukup muda daripada yang diperkirakan, yaitu 60 tahun. Sedangkan mereka yang mengalami cardiac arrest yang tidak disebabkan oleh aktivitas seksual rata-rata berusia 65 tahun.

Mereka yang mengalami cardiac arrest saat berhubungan seks cenderung berumur lebih muda daripada yang diperkirakan, yaitu rata-rata berusia 60 tahun. Dibandingkan mereka yang mengalami serangan jantung mendadak di lain waktu, yang rata-rata berusia sekitar 65 tahun.

Walaupun begitu menurut data yang dikumpulkan, mereka yang mengalami cardiac arrest mungkin telah memiki kondisi jantung atau pada saat itu sedang menjalani pengobatan jantung.


3. Masyarakat disarankan untuk berlajar CPR ketika cardiac arrest terjadi pada pasangannya
Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti
Mirisnya, mereka yang mengalami cardiac arrest saat melakukan hubungan intim kemungkinan besar sebetulnya telah memiliki gangguan pada jantung mereka atau sedang menjalani pengobatan penyakit jantung.

Mereka dengan kasus cadiac arrest yang berkaitan dengan aktivitas seksual kebanyakan disaksikan oleh pasangannya namun hanya sepertiga dari mereka diberikan CPR sebelum diangkut ke rumah sakit dengan ambulans. Karena itulah mereka menganjurkan masyarakat untuk belajar melakukan CPR agar dapat membantu pasangannya ketika terjadi cardiac arrest.

Mereka percaya melakukan CPR kepada penderita cardiac arrest dapat meningkatkan kemungkinan penderita untuk bertahan hidup.


Sumber : https://www.idntimes.comscience/disc...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti Gak Kalah dengan Bumi Inilah 5 Aurora Menakjubkan di Tata Surya

- Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti Jangan Membenci Ini 4 Fakta Emosi Mempengaruhi Kesehatanmu

- Benarkah Seks Mematikan? Ini Jawaban dari Para Peneliti Ketika Mencium Aroma BAB Kamu Sebenarnya Juga Menghirup Bakterinya

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di