alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bbca2ddd77096058b456c/riding-to-jannah

Riding to Jannah

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 13
Balasan post elnyu
Quote:

sebenernya nyusahin emoticon-Wakaka

Part 4 - Friendly

Balasan post kkaze22
Aku menancapkan motorku menuju rumah. Setibanya aku dirumah, aku memarkirkan motorku di garasi. Aku berdiri didepan pintu dan Nuri membukakkan pintu.

Aku: Assalamualaikum dek

Nuri: Waalaikumussalam kak. Mana oleh-olehnya?

Aku: Oleh-oleh apa dek . . nih baju basah kakak mau?

Nuri: Iish jahat dikasih baju bekas

Aku: Pada kemana de?

Nuri: Lagi pada keluar kak

Aku: Yaudah, kakak mau mandi dulu, abis itu istirahat

Nuri: Iya kak

Setelah mandi, aku langsung ke kamar untuk tidur. Sekitar jam 5 aku terbangun. Aku berjalan menuju ruang tengah sudah ada kak Afifah dan ibu terlihat sedang memasak di dapur.

Ibu: Eh anak ibu udah pulang

Aku: Iya bu

Aku ke ruang tengah dan bergabung bersama adik dan kakakku. Adikku memulai bertanya-tanya tentang liburan akhir pekanku disana. Aku menceritakan saja apa-apa saja yang aku lakukan disana. Mulailah para gadis kepo ketika aku menyebutkan nama Alyssa dan keponya makin menjadi ketika aku menceritakan tentang kejadian Dimas dengan Alyssa.

Nuri: Kasian ya kak

Afifah: Cie, kamu caper ya dek hahaha

Aku: Apaan sih kak, biasa aja ah

Afifah: Itu, dia bisa sampai cerita gitu, ngajak makan lagi, pelan-pelan ada rasa nantinya haha

Aku: Terserah kakak aja deh

Afifah: Yeeh ngambek . . . cowo ko ngambekan haha

Nuri: Tau nih, sensi banget kalau ngomongin cewek. Pantes ga laku-laku

Aku: Adeee . . . *ucapku sambil mencubit pipinya

Dirumah, aku sangat dekat dengan Nuri. Kak Afifahpun dekat denganku, namun karena ia kini banyak kesibukan, waktunya bersama kami sedikit berkurang. Keesokan paginya, aku bersiap untuk berangkat ke kampus. Aku berangkat menggunakan motor matic milik kak Afifah. Kuliah hari ini hanya satu mata kuliah, namun aku harus tetap ada di kampus untuk mengerjakan tugas kelompok.

Gina: Ardi

Aku: Ya Gin?

Gina: Gue minta file tugas kelompok dong. Kan kemarin ibunya ngasih ke elu

Aku: Oh ada Gin, nanti aja sekalian kerjain di perpus

Gina: Oke deh.

Kuliahku selesai jam 10 pagi. Aku langsung mengajak kelompokku untuk ke perpus mengerjakan tugas kelompok itu. Saat itu juga, aku mendapat SMS dari Dimas. Ia menanyakan kabar tentang Alyssa. Tetapi aku tak membalas SMS itu. aku malas berurusan soal begituan. Biar dia menyelesaikan masalahnya sendiri. Setelah itu, aku mendapat satu SMS masuk dari nomer yang tak dikenal

Dia: Dasar sapiiii . . . .

Sepertinya aku tau ini siapa. Tidak pernah ada yang memanggilku seperti itu kecuali Alyssa, karena nomor itu.

Aku: Tau juga nomer gue

Alyssa: Tau lah, yang cerita tentang sapi lo doang, sapi

Aku: Haha . .

Alyssa: Gue tunggu di kantin jam 12 ya

Aku: Lah ngapain? Gue ada tugas

Alyssa: Gue traktir lo makan

Aku: Jangan telat loh

Alyssa: Huuu . . . giliran makan aja langsung

Setelah kerja kelompok, sesuai janjiku, aku akan menemui Alyssa di kantin. Ia memberitahu bahwa kantin yang dimaksud adalah kantin di fakultasnya. Akupun langsung datang kesana. Aku sampai di fakultasnya, tepatnya sudah di kantin. Mungkin terlalu mudah aku menceritakan tentang Alyssa. Kalian juga pasti dengan mudahnya berfikir bahwa aku akan dekat dengan Alyssa. Tapi bukan itu poinnya. Poinnya adalah bagaimana kehidupanku setelah mengenal dia.Lupakan saja, sebelum semakin rumit.

Alyssa: Sapi . . . *ucapnya dari belakang

Aku: Apa sih, sapi sapi . . . gue punya nama

Alyssa: Hehe, abis aneh-aneh aja, motor lu dikasih nama sapi, erus nama lo di HP gue dikasih nama sapi juga. Jangan-jangan lo manusia setengah sapi

Aku: Terus kenapa?

Alyssa: Gapapa sih, yaudah ayuk makan . .

Alyssa: Gue boleh tanya sesuatu?

Aku: Silahkan

Alyssa: Apa cita-cita lo?

Aku: Well, waktu lulus SMA, sebenernya gue pengen masuk akmil. Tapi ibu ga ngizinin

Alyssa: Kenapa?

Aku: Simpel sih. Ibu gamau jauh dari gue haha

Alyssa: Elu kali yangga bisa jauh dari ibu lo haha

Aku: Serius hehe . . Ayah juga udah keburu daftarin gue disini. Lo sendiri cita-citanya apa?

Alyssa: Gue pengen jadi dokter, tapi gue ga lolos masuk ke kedokteran

Aku: Kenapa mau jadi dokter?

Alyssa: Aku berfikir, aku akan merasa sangat berguna, jika aku bisa menyelamatkan banyak nyawa.*ia tersenyum sambil menghayal

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Ia punya impian yang begitu besar. Dan aku bisa lihat potensi yang ada dalam dirinya.

Alyssa: Lo sendiri kenapa mau masuk tentara?

Aku: Gue rasa, mengabdi pada negara adalah sesuatu yang saat ini sulit untuk dilakukan orang kita

Alyssa: Sulit?

Aku: Mungkin sekarang belum terlalu terlihat, tapi nanti, lo akan tahu beberapa tahun kedepan

Alyssa: So bijak lo haha

Aku: Yeeey . . .

Satu minggu setelah makan bersama Alyssa, aku menyadari bahwa statusnya masih pacar Dimas. Dan aku hanya menganggap dia sebatas teman saja, tak lebih dari itu. Hari itu, aku tengah menjemput Nuri di sekolah. Aku tak memakai si Sapi, karena ia hanya diperuntukkan untuk jarak jauh, dan jika moodku ingin memakainya saja. Saat itu Nuri baru saja bubar, dan ia langsung datang menemuiku dengan sedikit berlari.

Nuri: Kakaaak . . .

Aku: Udah pulang dek?

Nuri: Udah, yuk pulang

Aku: Manjanya mulai deh *ketika ia menggandengku

Nuri: Kak, nanti antar aku ke toko buku ya. Aku mau cari buku sama mau cari alat tulis.

Aku: Oke dek

30 menit perjalanan kami tiba dirumah. Saat dirumah, aku tak banyak merubah penampilanku, namun aku harus menunggu Nuri selesai berdandan. Sekitar 1 jam berlalu, Nuri sudah siap. Ia mengenakan jaket levis dan celana berwarna hitam sambil membawa tas gendong kecil. Oh cantiknya adikku.

Nuri: Ayo kak

Aku: Ayo . . .

Nuri: Pake si sapi aja kak hehe

Aku: Kenapa? Sayang ah

Nuri: Udah lama aku ga dibonceng pake si sapi hehe

Aku: Ah kamu ribet dek

Nuri: Hehehe

Akupun terpaksa mengeluarkan si Sapi. Setelah sebentar memanaskan motor, aku dan Nuri berangkat ke kota. Posisiku sedikit membungkuk karena jarak stang dengan jok agak berjauhan. Sekitar 30 menit perjalanan, kami tiba di toko yang dimaksud. Beruntungnya Nuri tak seperti cewek pada umumnya jika sudah bertemu dengan yang namanya mall. Nuri benar-benar mencari apa yang dibutuhkan.

Nuri: Udah kak, udah semua nih

Aku: Yaudah, langsung pulang?

Nuri: Pengen makan dulu kak

Aku: Hemm . . oke deh, mau makan dimana?

Nuri: Di resto kakek nyengir

Aku: Hehe, yaudah yuk.

Kamipun pergi ke resto terdekat. Aku mendapat SMS masuk dari Alyssa. Ia bertanya tentang keberadaanku. Aku menjawab dengan apa adanya saja. Mungkin karena hari ini ia ada kuliah, sementara aku libur karena dosen tidak masuk. Sebenarnya aku tak enak jika kontekan dengan Alyssa. Cepat atau lambat Dimas akan curiga, meskipun aku memang tak ada hubungan apa-apa dengan Alyssa.

Seseorang: Ardi . . .

Aku: Eh lo?

Dimas: Lo disini juga?

Aku: Iya, nemenin adek gue

Dimas: Oh gitu. Ada yang mau gue omongin, lo bisa ikut?

Aku: Ngomong apa, disini aja

Dimas: Ga, lo ikut gue sekarang *dengan nada sedikit tinggi

Lanjut di,ini pasti pukul2 an wkwkwk
Lihat 1 balasan
dimas esmosi tuhemoticon-Big Grin
bakal ribet nih urusan
Gebukinnnn
Balasan post lanaya41
Quote:


Quote:


Quote:

Sikat boss . . . jangan kasih kendor emoticon-Wakaka

Part 5 - Kebenaran

Balasan post cos44
Aku sudah menduga apa yang akan terjadi selanjutnya. Mungkin benar kali ini Dimas benar-benar sudah curiga soal Alyssa. Aku meminta izin pada adikku dan ia mengiyakan izinku. Aku mengikuti Dimas menuju toilet restoran ini. Kini ia berdiri membelakangiku kemudian saat ia berbalik, ia langsung memukulku seingga membuatku mundur.

Aku: Apaan Dim?

Dimas: Lo yang apaan. Ga ada gue, lo deketin Alyssa.

Aku: Gue deketin Alyssa?

Dimas: Maksud lo apa? Lo mau nusuk gue dari belakang?

Aku: Gue ga ada apa-apa sama dia

Dimas: Alyssa ngehindarin gue, dan gue juga dapet kabar, minggu lalu lo jalan bareng dia

Aku: Alyssa hindarin lo? Sadar diri Dim. Lo yang udah khianatin dia

Dimas: Lo ga tau apa-apa Di. Gue lebih tau

Aku: Gue males berantem cuma karena masalah cewek Dim. Kalau lo berfikir gue deket sama Alyssa, lo salah besar. Gue hadir sebagai teman.

Dimas: Lo itu temen gue Di. Gue percayain Alyssa ke elo. Tapi lo nusuk gue dari belakang. Gue kira lo bisa hargai gue sebagai cowoknya dia

Aku: Alyssa liat lo jalan sama mantan lo. Itu alasan dia hindarin lo. Bukan gue. Gue ga pernah liat cewek sampe se sakit hati itu. Dan lo yang udah bikin dia kaya gitu. Dan lo harus tau, gue ga akan deketin dia selain teman, karena gue masih hargain lo sebagai temen gue

Ucapku sambil keluar dari situ. Hidungku keluar darah dan sedikit memar. Aku langsung menghampiri Nuri dan mengajaknya pergi dari sini. Nuri tampak panik dan ia terus bertanya-tanya padaku. Aku tak menjawabnya, hanya terus menariknya keluar. Setelah itu aku langsung menyuruh Nuri naik ke motor. Aku mengendarai motorku sambil menahan rasa sakit. Aku memutuskan untuk berhenti di sebuah taman kota.

Nuri: Kakak, kenapa? Ko bisa berdarah gitu

Aku: Kakak gapapa

Nuri pergi dariku dengan sedikit berlari. Namun tak lama ia kembali sambil membawa kantong kresek hitam. Ketika ia mengeluarkan sesuatu didalamnya, ternyata sebuah tissue dengan botol minum. Ia lalu membasahi tissue itu dan membersihkan darah mengalir di hidungku.

Nuri: Kakak kenapa

Aku: Gapapa dek, masalah kecil

Nuri: Sakit ya kak

Aku: Coba aja sendiri

Nuri: Iissh malah bercanda, aku serius kaaaa . . .

Aku: Yaiya sakit, tapi udah gapapa. Makan siang kita jadi keganggu yah

Nuri: Ah kakak . . . jangan mikirin itu dulu. Yang penting sekarang kakak gapapa.

Aku: Yaudah, kita beli makan aja, terus kita makan dirumah aja ya dek

Nuri: Iya kak, tapi beneran kakak gapapa?

Aku: Gapapa, yuk

Dua hari setelah kejadian itu, aku pergi ke kampus seperti biasanya. Namun pagi ini, ada seseorang yang tengah menunggu didepan kelas. Dia adalah Alyssa.

Aku: Sa?

Alyssa: Lo kemana? Ga ada kabar

Setelah makan bersama itu, Alyssa memang terus SMS, tapi aku tak membalas SMSnya. Aku tak mau Dimas berfikir macam-macam. Dan terjadilah hal seperti kemarin.

Aku: Ada gue *sambil berjalan berlalu

Alyssa: Ardi . .

Aku: Ya kenapa?

Alyssa: Lo kenapa?

Aku: Kayanya lebih baik lo jangan hubungi gue lagi

Alyssa: Kenapa? Gue ngelakuin kesalahan?

Aku: Lo ga salah. Lo udah punya cowo, gue gamau dianggap perebut cewek orang

Alyssa: Siapa yang bilang gitu?

Aku: Ga ada, gue ngehargain perasaan Dimas

Alyssa: Tapi kan kita cuma temenan

Aku: Maaf Sa, gue ga bisa

Aku berjalan melewatinya, namun Alyssa menahan tanganku. Aku menatapnya sambil tersenyum sedikit

Aku: Ada lagi yang bisa aku bantu?

Alyssa: Jangan hindari gue

Aku: Gue ga ngehindar, gue hanya membatasi. Gue masuk dulu ya

Aku melihat Alyssa jalan tertunduk menjauhi kelasku. Aku merasa tak enak, tetapi mungkin lebih baik seperti ini, sebelum semua terlalu jauh. Jam pertama selesai pada pukul 9. Aku ada kelas lagi nanti jam satu siang. Setelah pertemuan tadi pagi, Alyssa tak lagi menemuiku. Aku pergi ke kantin bersama salah satu temanku untuk sekedar ngopi. Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang

Dia: Hey

Aku: Ya? *sambil berbnalik ternyata adalah kak Afifah

Afifah: Ngopi terus

Aku: Hehe biarin, tumben kesini.

Aku dengan kak Afifah satu kampus, hanya saja kak Afifah saat ini sedang mempersiapkan untuk ujian sidang.

Rudi: Siapa tyuh Di? Kenalin dong

Aku: Oh, ini cewek gua . . . Hahaha

Afifah: Yeeh . . *sambil menyenggolku

Rudi: Kok mau sama dia?

Aku: Mau gue gibeng?

Afifah: Udah ah, malah pada berantem. Temenin aku yu

Aku: Kemana?

Afifah: Ambil foto buat persyaratan

Aku dan kak Afifah berangkat bersama tadi pagi, hanya saja ia selalu turun di gang yang langsung menuju ke fakultasnya.

Aku: Yaudah, abis ngopi yah

Afifah: Jangan lama-lama, aku mau ke kamar mandi dulu

Aku: Iya iya . . .

Kak Afifahpun pergi meninggalkanku dengan temanku. Oh ya, aku belum cerita tentang kak Afifah. Seperti yang sudah aku katakan tadi bahwa kak Afifah sedang mempersiapkan untuk ujian sidang. Dan aku duduk di semester 4, jadi hitung saja kami berbeda berapa tahun. Kak Afifah kesehariannya mengenakan jilbab syar'i. Namun Nuri masih belum mengenakan hijab. Kak Afifah sangat peduli terhadap adik-adiknya. Bahkan pernah ia datang ke sekolahku saat aku masih SMA, hanya untuk membawakan aku makan, katanya ga ada kerjaan, kuliahnya libur. Sampai aku dikatain anak mami. Tetapi aku suka perhatian kak Afifah. Saat ini, kak Afifah masih sendiri. Sama sepertiku, tak ada pikiran untuk memiliki pasangan saat ini.

Afifah: Udah?

Aku: Ayo . .

Aku berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Kak Afifah menggandeng tanganku. Saat aku berjalan, aku lihat Alyssa yang hendak menghampiriku, namun ia terhenti, dan ia menunduk sambil berjalan melewatiku begitu saja. Aku tak terlalu memikirkannya.

Sore di hari yang sama, aku tengah bersiap untuk pulang. Kak Afifah sudah pulang lebih dulu setelah mengambil foto. Kondisi kelas sudah setengah kosong. Tiba-tiba ada seseorang masuk dan menghampiriku.

Alyssa: Lo kenapa???
maksih quote gaibnya heee lanjutkan
kok terkesan buru2 yaemoticon-Smilie

no oot
yaah..mulai baper keknya
Quote:

Oke emoticon-Big Grin
Quote:

Karena kita gatau kejadian seperti apa sebelumnya emoticon-Big Grin langsung ke inti.
Hmm IG, WA, by request, gimana sih maksudnya emoticon-Bingung (S) lanjut lanjut emoticon-Big Grin
Quote:


nice sharenya!
sukses selalu gan untukmu.

emoticon-Peluk
emoticon-Matahari
lanjut mamank . . up up up

Part 6 - Antara Aku dengan Dia

Balasan post cos44
Aku: Kayanya lebih baik lo jangan hubungi gue lagi

Alyssa: Kenapa? Gue ngelakuin kesalahan?

Aku: Lo ga salah. Lo udah punya cowo, gue gamau dianggap perebut cewek orang

Alyssa: Siapa yang bilang gitu?

Aku: Ga ada, gue ngehargain perasaan Dimas

Alyssa: Tapi kan kita cuma temenan

Aku: Maaf Sa, gue ga bisa

Aku berjalan melewatinya, namun Alyssa menahan tanganku. Aku menatapnya sambil tersenyum sedikit

Aku: Ada lagi yang bisa aku bantu?

Alyssa: Jangan hindari gue

Aku: Gue ga ngehindar, gue hanya membatasi. Gue masuk dulu ya

Aku melihat Alyssa jalan tertunduk menjauhi kelasku. Aku merasa tak enak, tetapi mungkin lebih baik seperti ini, sebelum semua terlalu jauh. Jam pertama selesai pada pukul 9. Aku ada kelas lagi nanti jam satu siang. Setelah pertemuan tadi pagi, Alyssa tak lagi menemuiku. Aku pergi ke kantin bersama salah satu temanku untuk sekedar ngopi. Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang

Dia: Hey

Aku: Ya? *sambil berbnalik ternyata adalah kak Afifah

Afifah: Ngopi terus

Aku: Hehe biarin, tumben kesini.

Aku dengan kak Afifah satu kampus, hanya saja kak Afifah saat ini sedang mempersiapkan untuk ujian sidang.

Rudi: Siapa tyuh Di? Kenalin dong

Aku: Oh, ini cewek gua . . . Hahaha

Afifah: Yeeh . . *sambil menyenggolku

Rudi: Kok mau sama dia?

Aku: Mau gue gibeng?

Afifah: Udah ah, malah pada berantem. Temenin aku yu

Aku: Kemana?

Afifah: Ambil foto buat persyaratan

Aku dan kak Afifah berangkat bersama tadi pagi, hanya saja ia selalu turun di gang yang langsung menuju ke fakultasnya.

Aku: Yaudah, abis ngopi yah

Afifah: Jangan lama-lama, aku mau ke kamar mandi dulu

Aku: Iya iya . . .

Kak Afifahpun pergi meninggalkanku dengan temanku. Oh ya, aku belum cerita tentang kak Afifah. Seperti yang sudah aku katakan tadi bahwa kak Afifah sedang mempersiapkan untuk ujian sidang. Dan aku duduk di semester 4, jadi hitung saja kami berbeda berapa tahun. Kak Afifah kesehariannya mengenakan jilbab syar'i. Namun Nuri masih belum mengenakan hijab. Kak Afifah sangat peduli terhadap adik-adiknya. Bahkan pernah ia datang ke sekolahku saat aku masih SMA, hanya untuk membawakan aku makan, katanya ga ada kerjaan, kuliahnya libur. Sampai aku dikatain anak mami. Tetapi aku suka perhatian kak Afifah. Saat ini, kak Afifah masih sendiri. Sama sepertiku, tak ada pikiran untuk memiliki pasangan saat ini.

Afifah: Udah?

Aku: Ayo . .

Aku berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Kak Afifah menggandeng tanganku. Saat aku berjalan, aku lihat Alyssa yang hendak menghampiriku, namun ia terhenti, dan ia menunduk sambil berjalan melewatiku begitu saja. Aku tak terlalu memikirkannya.

Sore di hari yang sama, aku tengah bersiap untuk pulang. Kak Afifah sudah pulang lebih dulu setelah mengambil foto. Kondisi kelas sudah setengah kosong. Tiba-tiba ada seseorang masuk dan menghampiriku.

Alyssa: Lo kenapa???

Aku: Kenapa apa Sa? Gue ga kenapa-kenapa ko

Alyssa: Lo di apain sama Dimas?

DEGG . . . tau darimana dia soal aku dengan Dimas? Apa mungkin Dimas yang ngomong langsung?

Aku: Ga di apa-apain ko

Alyssa: Jangan bohong . . . *nadanya meninggi

Aku: Bener Sa

Alyssa: Di, gue putus sama dia

Aku: Lah, ko putus? Gara-gara gue ya

Alyssa: Bukan, tapi karena dia yang udah khianatin gue

Aku: Sa, intinya gue ga mau ya jadi penyebab lo sama dia putus

Alyssa: Engga, semua bukan karena lo

Aku: Oke

Alyssa: Gue minta maaf

Aku: Maaf untuk apa?

Alyssa: Gue minta maaf karena udah bikin lo jadi ngerasa kaya gini

Aku: Gini gimana maksud lo?

Alyssa: Intinya gue minta maaf

Aku: Yaudah lupain aja. Lo ga salah apa-apa. Gue balik duluan ya

Alysas: Ardi

Aku: Apa lagi?

Alyssa: Gue ikut yah

Aku: Kemana?

Alyssa: Kemana aja . . yah yah yah . .

Ekspresinya berubah menjadi sedikit lebih ceria.

Aku: Ah engga engga . . gue mau pulang Sa

Alyssa: Pokonya gue ikut. Gue bosen dirumah terus. Atau jangan-jangan lo takut cewek lo marah ya?

Aku: Hah? Cewek?

Alyssa: Iya, yang tadi pagi

Aku: Oh, Afifah

Alyssa: Oh jadi namanya Afifah. Cantik ya

Aku: Tentu, dia cantik banget. Gue sayang sama dia

Alyssa: Hmm . . . *ia sedikit tertunduk

Aku: Kenapa?

Alyssa: Gapapa ko. Lo masih mau kan temenan sama gue?

Aku: Jelas mau lah Sa . . . tapi gue ga mau sampai dibilang perusak hubungan orang ya, ya lo sama Dimas

Alyssa: Engga, tenang aja. Eh cewek lo ga akan marah kan gue ikut sama lo?

Aku: Cewek yang mana sih?

Alyssa: Ih, au ah . .

Aku: Jadi ikut?

Alyssa: Iya jadi . .
Oh tadi belum selese ya post nya haha
Btw Alyssa jadi cameo aja kah bang disini?
yailah ane kok greget sama alyssa -_-
Lihat 1 balasan
Quote:

Liat nanti emoticon-Big Grin tunggu up nya
Quote:

Greget gimana gitu emoticon-Ngakak (S)
Lihat 1 balasan
Sorry dopost. Lupa ke quote

Quote:

Ya gitu, personal, ga dipublikasi terang2an emoticon-Wakaka (just for friend)
Quote:

Aamiin smg bermanfaat
Quote:

Siap siap emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Balasan post neopo
Quote:


Boleh tuh, tuker IG emoticon-Malu (S) emoticon-Big Grin
yang agresif rata-rata cowo ini malah cewenya ayo semangat alysha uhuk

Riding to Jannah
Halaman 2 dari 13


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di