alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bb9bdc1d770d61f8b4575/mewaspadai-kebakaran-hutan-yang-meluas

Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas

Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas
Ilustrasi: Sejak Agustus lalu terjadi kebakaran hutan di Gunung Lawu.
Sejak akhir Februari lalu ada 4 provinsi yang menyatakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun tentu sebetulnya bukan hanya 4 provinsi saja yang patut mewaspadai ancaman kebakaran hutan. Terlebih karena terkait cuaca yang sangat panas pada musim kemarau ini.

Empat provinsi yang telah menerapkan status siaga darurat karhutla itu antara lain Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Dalam menerapkan status siaga darurat itu, para gubernur di 4 provinsi tersebut mempertimbangkan peningkatan jumlah titik panas, masukan dari Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah, serta pengalaman penanganan karhutla sebelumnya.

Meski begitu sebetulnya kewaspadaan juga seharusnya dilakukan di berbagai daerah di luar keempat provinsi itu. Di wilayah Jawa, misal. Gunung Lawu adalah salah satu kawasan yang rawan mengalami karhutla.

Terbukti, hutan di Gunung Lawu terbakar pada Agustus lalu. Ironisnya, api mulai menyala menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Dan tengah malam yang menjadi pergantian hari itu, sekitar pukul satu, sejumlah pendaki melihat api membesar di pos 4 dan pos 5. Akibatnya, lebih dari 1.500 pendaki yang akan memperingati HUT Kemerdekaan di puncak gunung itu diperintahkan turun.

Yang cukup mengenaskan, api itu diduga dari api unggun yang ditinggalkan secara sembarangan oleh para pendaki.

Upaya pemadaman langsung dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan. Empat jam kemudian, menurut pengakuan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Feri Yoga Saputra, api berhasil dipadamkan.

Namun ternyata api tidak benar-benar padam. Api berkobar lagi setelah dinyatakan berhasil dipadamkan. Itu terjadi berkali-kali.

Cuaca panas dan tiupan angin membuat karhutla di Gunung Lawu merembet dan meluas meliputi wilayah di 3 kabupaten: Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah, dan Kabupaten Magetan serta Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.

Meskipun karhutla terjadi di wilayahnya, sebagian penduduk yang tinggal di Gunung Lawu tetap menjalankan aktivitas sehari-harinya nyaris seperti biasa. Selain merasa jarak antara tempat tinggalnya dan titik kebakaran cukup jauh, hampir setiap tahun terjadi karhutla di Gunung Lawu.

Di Jawa Timur, gunung yang rawan mengalami karhutla bukan cuma Lawu. Menurut data Perhutani Jatim yang dikutip Kompas, ada 9 gunung yang rawan mengalami kebakaran setiap tahun. Yaitu Lawu, Kelud, Wilis, Arjuno, Botak, Panderman, Kawi, Raung, dan Ijen.

Jalur pendakian Gunung Lawu dibuka kembali Kami (13/9/2018) lalu karena sudah dianggap aman untuk dilalui. Di sejumlah pos pendakian, titik api sudah padam dan kepulan asap dilaporkan sudah berkurang. Sejak Agustus lalu, area Lawu yang terbakar mencapai 70 Ha.

Lawu tidak sendirian. Ketika jalur pendakian Lawu belum dibuka kembali, karhutla terjadi di Gunung Sindoro. Api terlihat pertama kali pada Jumat (7/9/2018) malam di Pos 2 Gunung Sindoro yang masuk wilayah kabupaten Wonosobo. Api dengan cepat merembet ke arah timur, ke hutan Kabupaten Temanggung.

Semula, dilaporkan, kebakaran terjadi area seluas 9,5 Ha. Namun dengan cepat area kebakaran meluas menjadi 156 Ha, dan meluas lagi menjadi 245 Ha.

Tidak sampai seminggu sejak Sindoro mulai terbakar, Gunung Sumbing yang berdekatan pun terbakar. Luas lahan yang terbakar, sampai Senin (10/9/2019), di Sumbing mencapai 239 Ha.

Pemadaman api di kedua gunung itu tidaklah mudah. Upaya-upaya manual tidak membuahkan banyak hasil. Itu sebabnya, untuk menundukkan api, upaya yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pemboman air (water bombing).

Rencana itu ternyata tak bisa dilakukan. Dari uji coba yang dilakukan Jumat (14/9/2018) ini, helikopter yang akan mengangkut air ternyata tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran. Upaya pemadaman masih tetap akan dilakukan dengan cara lain.

Seperti yang dilakukan di provinsi yang telah ditetapkan berstatus siaga darurat karhutla, pemerintah perlu menjajagi dengan segera rekayasa cuaca untuk memadamkan api di dua gunung di Jawa Tengah itu.

Karhutla yang terjadi di Lawu, Sindoro dan Sumbing itu mengingatkan kita bahwa kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran tak bisa dikendurkan terutama di musim kemarau ini. Terlebih sebetulnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan agar mewaspadai musim kemarau yang meluas.

Dalam pantauan BMKG, Jawa merupakan salah satu wilayah dengan deret hari tanpa hujan (HTH) yang tergolong ke dalam kategori sangat panjang (31-60 hari) hingga ekstrem (>60 hari). Kondisi kering semacam itu akan dengan mudah memicu kebakaran hutan.

Kita berharap pemerintah bisa dengan segera mengatasi karhutla yang sedang terjadi di sejumlah daerah. Bersamaan dengan itu, di wilayah-wilayah lain yang rawan dengan karhutla –meski tidak berstatus siaga darurat, pemerintah bisa mengantisipasinya dengan mitigasi yang baik.
Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...an-yang-meluas

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas Di antara kehumasan pemerintah dan kampanye Pilpres

- Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas Rabies masih jadi ancaman

- Mewaspadai kebakaran hutan yang meluas Mewaspadai tekfin abal-abal



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di