alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal Vaksin MR, Abdul Somad: Pilih Babi atau Mati?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bb75c947868936c8b4596/soal-vaksin-mr-abdul-somad-pilih-babi-atau-mati

Soal Vaksin MR, Abdul Somad: Pilih Babi atau Mati?

Soal Vaksin MR, Abdul Somad: Pilih Babi atau Mati?

TEMPO.CO, Jakarta - Video Ustadz Abdul Somad menjawab pertanyaan soal vaksin Measles Rubella atau Vaksin MR tersebar di media sosial. Video ini berisi jawaban Somad tentang masalah vaksin campak dan rubella yang belakangan banyak mendapat penolakan oleh umat islam, karena mengandung unsur babi. Menurut Somad, kalau pilihannya babi atau mati, jangan memilih mati.

Baca juga: Menkes Nila Moeloek: Aceh Daerah Terendah Capaian Vaksin MR

Somad menanggapi pertanyaan dalam secarik kertas yang menanyakan soal hukumnya suntik vaksin MR. Somad menjawab dengan balik mengajukan pertanyaan, “pilih babi atau mati?” kata Somad pada jemaah tausiyah, dalam video yang tidak diketahui kapan dan di mana lokasinya ini.

Menjawab pertanyaan ini Abdul Somad melengkapinya dengan analogi. Ia mengatakan apabila di dalam hutan tidak ada makanan halal, yang ada hanya babi. Ketimbang mati, maka diperbolehkan memakan babi.

“Sampai sekarang tidak ada vaksin yang halal, maka sementara kalau takut mati, silakan,” kata Somad. Abdul Somad mengatakan ada dalil yang membenarkan ini, karena dalam keadaan darurat.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin mengatakan hal serupa. Menurutnya penggunaan vaksin ini diperbolehkan sementara, karena dalam kondisi terpaksa atau darurat syar’iyyah.

Baca juga: MUI: Vaksin MR Haram, tapi Boleh Digunakan

"Karena, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci," kata Hasanuddin di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Hasanuddin mengatakan vaksin boleh digunakan karena ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal. Namun, kebolehan penggunaan vaksin MR itu tidak berlaku jika ditemukan ada vaksin yang halal dan suci.
sumur

Gak ada pilihan amoy nya tad? emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2
babi mati
















bpk
Bagi sebagian orang mending mati dan masuk surga, tad.

Tapi tolong jangan ngomong seakan-akan orang yang gak mau mati itu pengecut.
Diubah oleh levyrtrow
emang kalo ga divaksin udah pasti mati? emoticon-Big Grin

“Sampai sekarang tidak ada vaksin yang halal, maka sementara kalau takut mati, silakan,” kata Somad.

Jelas kan bagi mereka yang takut mati silahkan saja divaksin, tapi kita juga harus menghormati bagi mereka yang tidak takut mati
mending mati, tapi ini kan efeknya kalo kena bisa CACAT SEUMUR HIDUP
babi menyelatmakan ribuan nyawa umat muslim tapi masih diharamkan juga

ironis
agama justru jadi alat penghambat evolusi
Quote:


pilihannya cuma dua: babi atau mati emoticon-Cape d... (S)
Bukan masalah mati. Tapi menimbulkan mudharat bagi orang lain.

Anak situ gak divaksin.. Tapi menularkan rubella nya ke ibu hamil yang gak tau apa2.. Bayinya lahir cacat.
TAPI BABI SATU ITU KATANYA MAU MUALA* DEMI SEBONGKAH KUE BAKPAO
Nasbung pilih mampus.
kalau gue sih pilih mati babinyaemoticon-Big Grin

Sudah benar.
Balasan post abdullah.saed
Quote:


Yahudi juga mengharamkan
Balasan post wismangan
Quote:


lah terus?
Balasan post abdullah.saed
Terus disuruh menghalalkan
Soal Vaksin MR, Abdul Somad: Pilih Babi atau Mati?
somad ngaco

pertanyaannya, pilih mati sebagai syuhada atau hidup sebagai munafikun
Balasan post levyrtrow
Quote:


taunya kagak.. wkwkwkwk...
Balasan post ndoromuda
Quote:


jelas mau mati = mau ngerepotin orang, ngerepotin keluarga, ngerepotin semua.. dan masuk surga.. betapa egoisnya..
Lagian yakin anak2 yg kena rubella mau pilih mati? ato ortunya yg pengen anaknya mati? silakan..
Bagi nasbung jelas Allah bisa digoblog2in..
Diubah oleh sibuk.nyaleg
Haram atau mati??
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di