alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
DALANG Penculikan 13 Aktivis Pro-Demokrasi Tahun 1997-1998 Yang Masih Hilang
1.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9ba13ad675d47a708b456b/dalang-penculikan-13-aktivis-pro-demokrasi-tahun-1997-1998-yang-masih-hilang

DALANG Penculikan 13 Aktivis Pro-Demokrasi Tahun 1997-1998 Yang Masih Hilang

DALANG Penculikan 13 Aktivis Pro-Demokrasi Tahun 1997-1998



Quote:


Penculikan aktivis 1997/1998 adalah peristiwa penghilangan orang secara paksa atau penculikan terhadap para aktivis pro-demokrasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1997 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1998.

Peristiwa penculikan ini dipastikan berlangsung dalam tiga tahap: 
1. Menjelang pemilu Mei 1997
2. Dalam waktu dua bulan menjelang Sidang Umum MPR 10 Maret 1998
3. Setelah Sidang Umum MPR dan menjelang pengunduran diri pak Harto

Sembilan di antara mereka yang diculik selama periode kedua dilepas dari kurungan dan muncul kembali. Beberapa di antara mereka berbicara secara terbuka mengenai pengalaman mereka. Tapi tak satu pun dari mereka yang diculik pada periode pertama dan ketiga muncul.

Selama periode 1997/1998, KONTRAS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mencatat 23 orang telah dihilangkan. Dari angka itu, 1 orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan penculiknya, dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini. dan penculikan itu terjadi saat masa kepemimpinan Jenderal tertinggi ABRI, Wiranto.

Sembilan aktivis yang dilepaskan adalah:

1. Desmond Junaidi Mahesa, Direktur Lembaga bantuan Hukum (LBH) Nusantara - Aktivis Forum Demokrasi (Fordem) dan SPIDE (Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Untuk Perjuangan Demokrasi) ,diculik di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara, Jakarta, 4 Februari 1998 [2]
2. Haryanto Taslam , aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mantan Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI hasil Munas 1993.
3. Pius Lustrilanang, diculik di panpan RSCM, 2 Februari 1998 [3][4]
4. Faisol Reza, diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998
5. Rahardjo Walujo Djati, diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998 [5]
6. Nezar Patria, Aktivis SMID, diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998 [6]
7. Aan Rusdianto, Aktivis SMID,  diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998 [7]
8. Mugianto, Aktivis SMID, diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998 [8]
9. Andi Arief, Ketua SMID, diculik di Lampung, 28 Maret 1998 [9][10][11]


Ke-13 aktivis yang masih hilang dan belum kembali berasal dari berbagai organisasi, seperti Partai Rakyat DemokratikPDI Pro MegaMega Bintang, dan mahasiswa.[12][13]:

1. Petrus Bima Anugrah (mahasiswa Universitas Airlangga dan STF Driyakara, aktivis SMID. Hilang di Jakarta pada 30 Maret 1998) [14]
2. Herman Hendrawan (mahasiswa Universitas Airlangga, hilang setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998) [15]
3. Suyat (aktivis SMID. Dia hilang di Solo pada 12 Februari 1998)
4. Wiji Thukul (penyair, aktivis JAKER. Dia hilang diJakarta pada 10 Januari 1998) [16]
5. Yani Afri (sopir, pendukung PDI Megawati, ikut koalisi Mega Bintang dalam Pemilu 1997, sempat ditahan di Makodim Jakarta Utara. Dia hilang di Jakarta pada 26 april 1997)
6. Sonny (sopir, teman Yani Afri, pendukung PDI Megawati. Hilang di Jakarta pada 26 April 1997)
7. Dedi Hamdun (pengusaha, aktif di PPP dan dalam kampanye 1997 Mega-Bintang. Hilang di Jakarta pada 29 Mei 1997)
8. Noval Al Katiri (pengusaha, teman Deddy Hamdun, aktivis PPP. Dia hilang di Jakarta pada 29 Mei 1997)
9. Ismail (sopir Deddy Hamdun. Hilang di Jakarta pada 29 Mei 1997)
10. Ucok Mundandar Siahaan (mahasiswa Perbanas, diculik saat kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta)
11. Hendra Hambali (siswa SMU, raib saat kerusuhan di Glodok, Jakarta, 15 Mei 1998)
12. Yadin Muhidin (alumnus Sekolah Pelayaran, sempat ditahan Polres Jakarta Utara. Dia hilang di Jakarta pada 14 Mei 1998)
13. Abdun Nasser (kontraktor, hilang saat kerusuhan 14 Mei 1998, Jakarta)



Dari data-data di atas dapat diambil beberapa fakta:

1. Tiga aktivis SMID,, yaitu Mugiyanto, Nezar Patria, Aan Rusdianto (korban yang dilepaskan) tinggal satu rumah di rusun Klender bersama Petrus Bima Anugrah (Aktivis SMID yang masih hilang). Faisol Reza, Rahardjo Walujo Djati (korban yang dilepaskan), dan Herman Hendrawan (korban yang masih hilang) diculik setelah ketiganya menghadiri konferensi pers KNPD di YLBHI pada 12 Maret 1998.

2. Motif Tim Mawar VS para penculik 13 aktivis itu berbeda. Buktinya 4 Aktivis SMID (salah satu-nya Ketua SMID) dibebaskan Tim Mawar dan diserahkan pada polisi sebagai tahanan politik. Sementara nasib Pterus Bima dan Suyat yang juga aktivis SMID masih hilang hingga sekarang.

Ada beberapa kemungkinan yang menimpa mereka:

.......BERSAMBUNG

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencul...ivis_1997/1998
https://www.merdeka.com/peristiwa/de...n-prabowo.html
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...98-dekati-maut
https://tirto.id/dulu-tim-mawar-kopa...-jenderal-bEYP
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...digayuti-tanya
https://news.detik.com/berita/d-3810...dah-meninggal-
Diubah oleh l4d13put
Halaman 1 dari 2
reserped
reserped buat update
Cepet ap det.. seru nih.. jadi inget jaman baheula.
Quote:


Suaminya artis Eva Arnaz, d culik di jalan Kramat Jati
tahun segitu emang lagi rame2nya "Mega Bintang" pasca kejadian kerusuhan 27 Juli dan pengambil alihan paksa kepemimpinan PDI oleh Soerjadi yg d bekingi pemerintah (saat itu). Fenomena Mega Bintang mengemuka ke permukaan terkait pemilu 1997 dimana Mega sebagai eks Ketum PDI yg d kudeta belum memberi jawaban hendak kemana menyalurkan aspirasi politiknya setelah gak di PDI ?

ke Golkar gak mungkin, PDI juga lebih gak mungkin, akhirnya satu2nya perkiraan selain opsi golput (saat itu gak bisa ngomong Golput secara terang2an, bisa d ciduk aparat emoticon-Hammer ) ya ke PPP dibawah pimpinan Ismail Hasan Metareum. Ini menarik karena Mega sendiri gak pernah ngomong begitu, tapi pendukungnya udah kadungan euforia aja emoticon-Leh Uga

akhirnya d mana2 banyak bermunculan suara2 "Mega Bintang". Mega Bintang sendiri kalau gak salah d cetuskan Hasan Badjeber deh, cmiiw
Kebiasaan culik menculik ini emang udah terjadi berkali2 sejak Rengasdengklok. Tapi harusnya 'SOP'nya emang gak sampai hilang nyawa kaya G30S atau 98.
Wiranto dan Prabowo emoticon-Shakehand2
dan pelakuny mesti ngabur dulu ke jordania krn dia tau indonesia itu bangsa pelupa dan pemaaf. makanya ilmu kaya gitu d pake sm yg ngabur ke arab biar publik melupakan sepak terjangnya ...stlh itu masalah selesai dan dia jd orang suci lagi
Balasan post smogal
Quote:


kbur ke penjara mako brimob biar orang Indonesia lupa sama penistaan yg dilakukan
ky di onepiece aja. harus dihilangkan dari sejarah. masuk ke Impel Down level 6
emoticon-Takut
dalang penculikan sempat kabur ke yordania itu ya ?

emoticon-Imlek
Balasan post l4d13put
Quote:


Penista penculikan 1997-1998?

emoticon-Hammer2

Ini Pembelaan Kivlan Zen untuk Prabowo Terkait Penculikan Aktivis

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen membuka kembali peristiwa bersejarah penculikan 13 aktivis pada 1997-1998, yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Kivlan mengaku tak ada perintah untuk melakukan penculikan.

Dia menyebut, istilah "penculikan" baru belakangan dibuat. Ketika peristiwa itu terjadi, menurutnya, tentara berusaha mengamankan situasi Jakarta yang mulai kacau.

"Jadi ada rencana operasi, penopskam, yang ditandatangani Panglima ABRI Feisal Tanjung. Saat itu, istilahnya bukan penculikan, makanya Kodam, Kostrad, dan lain-lain bergerak karena untuk mengamankan pergerakan kelompok-kelompok," ujar Kivlan dalam sebuah diskusi tentang hak asasi manusia (HAM) di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Kivlan menuturkan, ketika itu tanda-tanda kekacauan sudah mulai terjadi dengan adanya peristiwa bom di Tanah Tinggi yang dimotori Andi Arief dan kawan-kawan, hingga pengeboman di perumahan Bekasi.

Aksi pengeboman ini dilakukan untuk menggagalkan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Ketika operasi ini dilancarkan, Prabowo Subianto menjabat sebagai Pangkostrad yang mendapat mandat dari Panglima ABRI Jenderal (Purn) Feisal Tanjung.


TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/3/2014). Partai Gerindra dari jauh hari sebelumnya telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014.

Sementara itu, Kivlan adalah wakil Prabowo di Kostrad yang membawahi pergerakan intelijen. Kivlan mengaku menerima semua laporan gerakan kelompok-kelompok yang berusaha mengacaukan Jakarta. Saat perintah penangkapan aktivis diluncurkan, Kostrad pun bergerak.

"Yang saya tahu kalau ada kekacauan, ya ditangkap karena waktu itu belum kondusif setelah Sidang Umum MPR. Maka rencananya akan dimasukkan ke sidang pengadilan anti-teror," ucap Kivlan.

Berdasarkan catatan Kontras, sebanyak 23 aktivis dihilangkan ketika itu. Dari angka itu, 1 orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan, dan 13 orang lainnya masih hilang hingga kini.

Dari sembilan orang yang dilepaskan itu, ada di antaranya yang bergabung bersama Prabowo ke Partai Gerindra, yakni Desmond Junaidi Mahesa dan Pius Lustrilanang.

Kivlan menuturkan, Prabowo sudah melepaskan semua aktivis. Namun, Kivlan menduga, setelah para aktivis ini dilepas, ada kelompok kontra intelijen yang kemudian menculik aktivis kembali hingga hilang agar Prabowo menjadi kambing hitam dari peristiwa penculikan ini.

"Kemungkinan ada double agent. Banyak jenderal, militer, sipil yang menjadi double agent dan yang tidak suka Pak Harto. Ini sudah mainannya kontra intelijen. Mereka inilah yang menculik 13 aktivis itu," ujarnya.

Di dalam kasus penculikan ini, Kivlan mengaku tak bermaksud membela Prabowo. Dia menampik dibayar Prabowo untuk membela mantan Danjen Kopassus itu.

"Saya bukan orang Prabowo. Saya hanya mau berbicara kebenaran. Kenapa saat polisi menembak, tidak ada yang protes? Saat kami bergerak, disebut menculik? Ini tidak benar," ujar pria yang kini maju sebagai caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.


Penulis: Sabrina Asril
Editor: Sandro Gatra

https://nasional.kompas.com/read/2014/05/06/1800180/Ini.Pembelaan.Kivlan.Zen.untuk.Prabowo.Terkait.Penculikan.Aktivis

Munir Sebut Nama Prabowo dan Wiranto Soal Kasus Orang Hilang & Pelanggaran HAM

TRIBUN-TIMUR.COM - VIRAL! Munir Sebut Nama Prabowo Wiranto Soal Kasus Orang Hilang & Pelanggaran HAM
Pollycarpus, terpidana kasus pembunuhan aktivis Munir akhirnya bebas.
Bebasnya Pollycarpus mencuatkan kembali sosok Munir hingga videonya terkait sejumlah kasus penculikan, Tragedi berdarah Trisakti, Semanggi I-II dan pelanggaran HAM lainnya menjadi viral.
Siapa yang seharusnya bertanggung jawab, masih bisakah misteri ini terkuak?

Sebuah rekaman wawancara almarhum Munir kembali menjadi pusat perhatian publik, setelah sosok Pollycarpus Budihari Priyanto akhirnya bebas.
Pollycarpus terbukti terlibat dalam kegiatan membunuh Munir yang dilakukan di pesawat Garuda dengan racun arsenic yang sangat mematikan.


Racun itu bekerja dengan cepat di saat Munir ada di penerbangan pesawat Garuda dari Jakarta menuju Amsterdam dengan transit di Changi.

Sidang membuktikan, Pollycarpus menguntit Munir dan kemudian dianggap sebagai sosok yang menjalankan perintah untuk mengeksekusi Munir.
Lantas siapa yang memerintahkan Pollycarpus?
Sebuah video kembali menjadi viral, saat Munir bicara dari sudut berbeda tentang sosok Prabowo Subianto, yang dinilai diperlakukan tidak adil.

Kala itu, Panglima ABRI dan Menhankam Pangab adalah Wiranto.
Sejumlah posisi militer diisi antara lain oleh Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Hendropriyono, dan sejumlah nama lainnya.
Kalau memang Prabowo dinilai bersalah kenapa tidak pernah dibawa ke pengadilan?
Keadilan harus ditegakkan siapa pun itu.

Pernyataan Almarhum Munir tentang Ketidakadilan yang Menimpa Capres Prabowo Subianto pada tragedi berdarah Mei 1998, isu penculikan, dan penembakan mahasiswa Universitas Trisakti.

Semuanya ditimpakan pada sosok Prabowo.
Menurut Munir, Kontras mengajukan gugatan kepada Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Penculikan itu karena perintah orang dan kemudian orangnya dilakukan tindakan, tapi begitu disidang, pelaku menyatakan, ini atas hati nurani," katanya.
"Prabowo mengapa tidak ditarik menjadi saksi, tidak hanya korban, tapi Prabowo butuh pengadilan," katanya.

Adanya ketidakjelasan yang ada sekarang, menurut Munir, sama saja mencemarkan nama baik Prabowo Subianto untuk selamanya.
Kalau memang bersalah hukum layaknya orang yang bersalah, kalau memang tidak bersalah jangan terus menerus dibiarkan.

Penculikan itu karena perintah orang dan kemudian orangnya dilakukan tindakan, tapi begitu disidang, pelaku menyatakan, ini atas hati nurani.
Prabowo mengapa tidak ditarik menjadi saksi, tidak hanya korban, tapi Prabowo butuh pengadilan,
"Jadi, ini kan persoalannya begini, orang gak tahu sebenarnya, Pak Prabowo itu benar menculik atau tidak, investigasi mengarah ke situ, tapi dia sendiri tidak pernah (diberikan kesempatan untuk) bicara," katanya.

Menurut Munir, berapa besar sih rutinitas dia untuk melakukan itu?
"Bagaimana otoritas di atas dia mengetahui tentang itu, ada tidak pernah dilaporkan, tapi tidak ada tindakan dari atasan untuk menghentikan, macam-macam," katanya.

Jadi, kata Munir, ada satu ruang kosong tebal di situ, tidak tersentuh, ini perlu ruang.
"Jadi, saya kira, ini semua, yang begini begini harus digugat, memang," katanya.
Sementara itu, saat bebasnya Pollycarpus membuat sejumlah kalangan bicara terkait misteri kasus Munir.
Otak pembunuhannya belum diketahui.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengungkapkan, dirinya akan menanyakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait kelanjutan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir pada rapat kerja komisi, demikian diungkap Kompas.com.

Hal itu menyikapi bebasnya terpidana kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto.
"Saya akan tanyakan nanti di raker Komisi III dengan Kapolri, apakah memang penyidikannya sudah ditutup, dihentikan atau sebetulnya masih terbuka," kata Arsul di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Arsul menilai hingga saat ini kasus Munir belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Selain itu, ia juga akan menanyakan kasus pelanggaran HAM lainnya yang belum menemukan titik terang.

Ia menegaskan, penegakan hukum kasus ini tak ada sangkut pautnya dengan Presiden.
Tautan asal
Menurut Arsul, pengembangan kasus-kasus hukum pada dasarnya merupakan kewenangan dari aparat penegak hukum itu sendiri.
Apabila pengusutan suatu kasus lamban, presiden dinilainya juga tak bisa disalahkan.
"Penegak hukum siapa pun, KPK, Polisi, Kejaksaan itu punya indenpendensinya. Jangan kalau sebuah proses penegakkan hukum kecuali bisa dibuktikan ada intervensi langsung dari presiden maka kalaupun lamban enggak bisa disalahkan presidennya karena dia punya independensinya sendiri," ujar Arsul.
"Yang bisa dinilai pimpinan lembaga hukum karena ini beda, kecuali masalah pembangunan," katanya.
Pollycarpus adalah satu-satunya terpidana dalam kasus pembunuhan Munir.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly memberikan pembebasan bersyarat bagi Pollycarpus.
Pollycarpus, saat itu, menerima pembebasan bersyarat setelah menjalani 8 tahun dari 14 tahun masa hukuman
nya

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Viral Video Munir Menarik Nama Prabowo hingga Wiranto di Kasus Orang Hilang dan Kejahatan HAM, http://medan.tribunnews.com/2018/08/31/viral-video-munir-menarik-nama-prabowo-hingga-wiranto-di-kasus-orang-hilang-dan-kejahatan-ham?page=all.

Editor: Salomo Tarigan

http://makassar.tribunnews.com/2018/08/31/viral-munir-sebut-nama-prabowo-dan-wiranto-soal-kasus-orang-hilang-pelanggaran-ham?page=all
comment2ny kyk di bp emoticon-Ngakak
Quote:


sf sejarah rasa bpemoticon-Hammer (S)
Kalau bersih mengapa mesti ngabur hahhahahaha
Wowo kebanyakan dosa masa lalu
yg berhasil selamat dr penculikan 1997-98 apa artinya sdh dibina ama penculik nya kah, gan??
Diubah oleh yoseful
Tanya si bowo, wiranto, dll.
ente wolak ane walik

GTT :

Ini kelanjutannya mana yak?

Mungkin yang agak fenomenal bagi ane, itu adalah saudara wiji thukul...siapa tau ada yang membahasnya disini emoticon-No Hope
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di