alexa-tracking

Indonesia (kembali) tak punya aturan taksi online

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b80a19e7404a7588b4573/indonesia-kembali-tak-punya-aturan-taksi-online
Indonesia (kembali) tak punya aturan taksi online
Indonesia (kembali) tak punya aturan taksi online

JAKARTA (IndoTelko) - Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan terhadap peninjauan kembali (PK) Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau yang dikenal aturan untuk taksi online.

Mengutip dokumen putusan dari situs resmi Mahkamah Agung yang dikeluarkan 12 September 2018, dinyatakan PM 108 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, karena merupakan pemuatan ulang materi muatan norma yang telah dibatalkan oleh Putusan Nomor 37 P/ HUM/2017, tanggal 20 Juni 2017, sehingga harus dibatalkan.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, yaitu Pasal 4 dan Pasal 5 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, sehingga harus dibatalkan.

Dalam putusan, Menteri Perhubungan diminta untuk mencabut puluhan pasal dari PM 108. Beberapa pasal yang dicabut itu mengatur kewajiban besaran tarif, kewajiban pemasangan stiker, kelengkapan dokumen perjalanan, serta ukuran tulisan identitas kendaraan. Dengan putusan ini, maka taksi daring kembali tak memiliki payung hukum.

Keluarnya putusan ini mengembalikan status layanan taksi online atau ride hailing berbasis roda empat di Indonesia menjadi tak jelas status hukumnya.

Tanpa payung hukum, status taksi online akan dianggap sama dengan angkutan omprengan pelat hitam. Artinya, taksi daring bisa dirazia karena melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi menyatakan saat ini sedang mempersiapkan untuk membuat rancangan draft pengganti PM 108.

"Kami pecah jadi 2, satu yang murni menyangkut masalah angkutan sewa khusus yang tidak berbasis online dan yang berbasis online. Regulasi yang pertama relatif mudah dan sudah siap. Regulasi kedua tentang online ini sudah siap juga namun masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung,” jelas Dirjen Budi.(ak)

Sumber : Indonesia (kembali) tak punya aturan taksi online
image-url-apps
lih gimana ini?!
zaman udah berubah...
dulu taxi hanya milik pengusaha, skr tiap org bs punya taxi.
dulu pesan taxi harus pake telp & nunggu, skr bs pake aplikasi, kemonitor posisi taxinya & bs dicancel sewaktu2
dulu taxi brengsek susah di kasih sanksi, skr sekali di banned member nya lsg gak bs cari penumpang

kata kuncinya : EFISIENSI

emoticon-Traveller
KASKUS Ads
sudah lah pak, yang wajib punya KIR sedari dulu aja masih bukan yang paling aman dan nyaman kok.
dipayungin hukum lah segera tapi dengan sedikit kelonggaran. soal tarif sih oke aja, tapi kalo harus KIR, stiker itu rada memberatkan.
image-url-apps
Makanya udah bagus ada pekerjaan yang halal ini malah demo nuntut ini-itu, palingan yang demo yang make tuyul.
bagi ane emang gak perlu diatur
mobil milik pribadi
konsumen bayar uang pribadi

kalau ada tindak kejahatan ya silahkan Hub Kepolisian
Konsumen akan komplain jika Kendaraan / Drivernya gak sesuai atau ada lain hal yang merugikan...
Perusahaan online lah yang ngatur jika ada driver yang tidak patuh ketentuan perusahaan.

Masyarakat bebas memilih jenis transportasi mana yang disukai
Perekonomian makin meningkat dengan adanya inovasi usaha kek gini

malah yang perlu diatur dengan maraknya usaha gini...
misalnya pajak kendaraan dinaikkan, sistem baru pembayaran parkir kendaraan, juga sampai ke peninjauan besaan penerimaan dari pajak perusahaan tsb.
image-url-apps
taxol dan ojol bagusnya dipasangin plat kuning aja
image-url-apps
Konsumen lbh suka taksi online. Alesannya:
1. Aman. Sopir taksi online terekam baik jejaknya.
2. Hemat. Taksi online lbh murah n praktis.
3. Nyaman. Sopir taksi online lbh profesional dg semboyan "my car is my home."
4. Dedikasi. Sopir taksi online lbh mandiri n g banyak nuntut.


Pengalaman ane naik taksi konvensional:
1. Banyak sopir tembak ---> memicu rawan kejahatan.
2. Kendaraan butut kurang terawat asal udah bayar pajak dll. berasa bebas suka2 cem angkot.
3. Mahal n argo kuda.
4. Manja n banyak nuntut.
pengemudi taksi online gak mungkin bawa mobilnya ugal2an soalnya dia pake mobil pribadi, pasti dia takut mobilna baret atau keserempet.
jadi gak perlu diatur lagi apalagi pake kir2an
beda dengan taksi konvensional yg pake mobil perusahaan, nyetirnya juga pasti semau gue

image-url-apps
.
ya ude tempel stiker aje
.
napa? malu?
.
nyari rejeki kok malu
.
emoticon-Ngacir
.
image-url-apps
Quote:


Brpa kali naek online booss.. emoticon-Big Grin


Di kota2 besar sama aja kelakuan driver online sm angkot... Malah ngetemnya lebih parah... Gue dukung dah klo dirazia... Seenak pantatnya ngetem makan lajur jalan.. Yg slonong boy gak ngrti marka jg bejibun...
Reply to ian_tazz's post
Quote:


kalo dijakarta sih semua kendaraan (mobil/motor) meski bukan angkutan online juga sama semua kaya gitu bray
jadi bukan gara2 dia angkutan online
×