alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b59de1a997521608b4586/sholawat-di-tempat-maksiat-apa-hukumnya

SHOLAWAT DI TEMPAT MAKSIAT, APA HUKUMNYA??

14 September 2018 01:49:02 23
profile-picture
Loading...

Post Reply

Silakan dikomen gan videonya ...

Replies (1)

profile-picture
Loading...
https://s.kaskus.id/user/avatar/2018/09/14/avatar10341808_1.gif
14-09-2018 14:17 #2

*TEMPATKAN LAH SESUATU PADA TEMPAT NYA*

Entah berapa kali orang orang Islam Nusantara membuat kontroversi , mulai dari perbuatan hingga ucapan ....

Atau kah hal ini menjadi tabiat dan karakter dari kelompok ISNUS untuk mencari popularitas duniawi , sebagaimana yang di katakan dalam sebuah Qoul yang masyhur :

خالف تعرف

*Berbuat lah dengan perbuatan menyimpang (dari aturan Alloh & Rosul nya) niscaya engkau akan di kenal.*

Ada video yang lagi *Viral* salah satu prilaku seorang Ghowagis (salah satu panggilan terhadap anak nya kyai) , membaca Sholawat di Club atau di Bar yang di dalam nya banyak para Akhwat yang mengumbar Aurat nya....

Pasti mereka ber Alasan hal ini di lakukan hanya semata mata untuk mengajak kebaikan atas nama *Dakwah* agar mereka menjadi orang yang lebih baik dari sebelum nya dan bertaubat kepada Alloh SWT ....

Kalo kita berbicara tentang Dakwah , hal ini pernah di katakan oleh AsSyekh Ahmad Hamduh :

حَث النَاسِ عَلَى الْخَيْرِ وَالْهُدَى وَاْلاَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ لِيَفُوْزُوْا بِسَعَادَةِ اْلعَاجِلِ وَاْلاَجِلِ

*“Membangkitkan kesadaran manusia diatas kebaikan dan bimbingan menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari pekerjaan yang munkar supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan akhirat .”*

Tapi yang perlu di garis bawahi dalam Qoul tersebut , hendak nya seseorang dalam berdakwah tidak hanya mengajak dalam hal kebaikan tapi seseorang harus lantang terhadap kemungkaran/kemaksiatan yang ada di sekitar nya , hal Ini mengacu apa yang telah di sabdakan oleh Rosululloh SAW :

ما من قوم عملوا بالمعاصى وفيهم من يقدران ينكر عليهم فلم يفعل الا ان ينكرعليهم فلم يفعل الا ان يوشك أن يعمهم الله بعذاب من عنده.

*”Tidaklah dari suatu kaum yang berbuat ma’siat dan dikalangan mereka ada orang yang mampu ingkar kepada mereka, lalu ia tidak berbuat melainkan hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan adzab dari sisi-Nya."*
( HR. Imam Abu Dawud , Imam At-turmudzi dan Ibnu Majah)

Terlebih dalam Video tersebut , terdapat lantunan Bait bait sholawat yang di bacakan oleh G.Miftah , lantas apakah hal ini di benarkan ....

*Hukum membaca Sholawat sendiri adalah hukum nya Sunnah*

Akan tetapi Pembacaan sholawat tidak dapat di hukumi Sunnah apabila seseorang tidak dapat menempatkan pembacaan sholawat itu di mana , seperti : Membaca sholawat di kamar mandi atau di tempat di mana orang orang memamerkan aurat nya di publik , tentunya Hal ini bertolak belakang dengan ajaran para Aslaf...

Karna dalam pembacaan sholawat itu harus memiliki etika bagaiamana saat kita melantunkan sholawat kepada Rosululloh SAW , tidak sepantas nya orang yang membaca sholawat pada saat berkumpul dengan Ajnabiah yang tidak menutupi Aurat nya ...

Di sisi lain ia mengamalkan apa yg di sukai oleh Rosululloh , akan tetapi di sisi lain melakukan apa yang di benci oleh Rosululloh SAW...

Ter ingat akan firman Alloh SWT :

ولا تلبسوا الحق بالباطل

*"Dan janganlah (kalian) campur adukkan antara yang Haq dengan yang Bathil.."*

Alih alih bahwa prilaku yang di lakukan meniru gaya Gus Miek yang sering kali berdakwah di cafe dan sebagai nya , yang perlu kita ketahui Gus miek cara dakwah beliau adalah secara personal bukan secara umum seperti yang di lakukan oleh G.Miftah...

Kalo pun seseorang ingin meniru Gus Miek , lantas apakah ia mampu menyamai derajat kewalian yang di miliki oleh Gus miek , bahkan kyai Hamid pasuruan (dalam cerita yang tsiqoh) bahwa beliau mengakui kewalian Gus Miek sejak beliau belajar/ngaji ke Mbah Hamid pasuruan ....

Saya akan menambahkan sebuah Qowaidhul Fiqh :

إذا اجتمع الحلال والحرام غلب الحرام

*Jikalau terkumpul (sesuatu/perkara) antara yang halal dan haram , maka hukum nya haram*

Al Imam Assyuthi beliau mengatakan :

إذا تعرض دليلان :
أحدهما يقتضي التحريم , والآخر الإباحۃ ... قدم التحريم في الأصح

*"Apabila terdapat 2 hukum yang berbeda : yang satu nya haram , yang satu nya di perbolehkan , maka dahulukan pendapat yang Ashoh yaitu : kedepankan yang di haramkan."*

*Kesimpulan nya :*

Membaca sholawat adalah sunnah bahkan di anjurkan , tapi kita harus memahami bagaimana etika dalam membaca sholawat , terlebih bersama sama atau bercampur baur jadi satu dengan akhwat yang di dalam nya terdapat aurat yang terbuka...

Sholawat nya baik , tapi bercampur baur nya dengan akhwat tidak baik , maka perkara yang baik kalah dengan perkara yang bathil ....

Semoga Alloh memberikan hidayah kepada orang orang yang menyimpang dari aturan Alloh dan Rosul nya serta menyimpang dari ajaran para Aslaf ....

Wallohul Mustaan

Surabaya 7 - September - 2019
Ja

×