alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b4d7498e31b02118b457b/pembelaan-syafruddin-temenggung-dan-tuduhan-ke-kpk

Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK

Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK
Terdakwa kasus korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).
Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung membacakan pembelaan sekaligus tudingan ke Komisi Pemberantasan Korupsi di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Syafruddin membantah telah memperkaya diri dengan menerbitkan surat keterangan lunas terhadap Sjamsul Nursalim sebagai pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Ia pun menuduh KPK terhasut kampanye konglomerat hitam sehingga menyeretnya dalam perkara ini.

"KPK terhasut kampanye dan siasat obligor BLBI yang tidak mau membayar alias konglomerat hitam yang otomatis mengatakan BDNI belum selesai sehingga konglomerat hitam bebas tapi yang sudah selesai, malah dipidana sedangkan yang ngemplang dibiarkan bebas," kata Syafruddin dikutip Antaranews.

Syafruddin membacakan sendiri pledoi Perjalanan Menembus Ruang Waktu, Ketidakadilan dan Ketidakpastian Mengadili Perjanjian Perdata MSAA (Master Settlement Aqcuisition Agreement) BDNI sepanjang 110 halaman ini.

Syafruddin mengatakan KPK mempermasalahkan BDNI yang sudah dinyatakan selesai bukannya mengejar yang tidak kooperatif. Menurut Syafruddin menilai penegak hukum dalam bertugas haruslah berasaskan hukum dan tidak boleh memutarbalikkan fakta-fakta, bekerja teliti sebagai saksi kebenaran karena bertanggung jawab kepada Sang Pencipta.

Kasus yang menjerat Syafruddin itu berawal dari pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada BDNI milik Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim pada 2004. BDNI adalah salah satu bank yang dinyatakan tidak sehat dan harus ditutup saat krisis moneter pada 1998.

SKL diterbitkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 8/2002 tentang pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitor yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitor yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS).

Inpres dikeluarkan pada saat kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga mendapat masukan dari Menteri Keuangan Boediono, Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjorojakti dan Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

Berdasarkan Inpres tersebut, debitur BLBI dianggap sudah menyelesaikan utang, meski baru melunasi 30 persen dari jumlah kewajiban pemegang saham dalam bentuk tunai dan 70 persen dibayar dengan sertifikat bukti hak kepada BPPN.

Dalam perkembanganya, berdasarkan audit investigatif BPK kerugian keuangan negara kasus indikasi korupsi terkait penerbitan SKL terhadap BDNI menjadi Rp4,58 triliun.

KPK menerima hasil audit investigatif BPK pada 25 Agustus 2017. Dari laporan tersebut nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun dari total kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp4,8 triliun.

Dari hasil audit investigatif BPK itu disimpulkan adanya indikasi penyimpangan dalam pemberian SKL pada BDNI, yaitu SKL tetap diberikan walaupun belum menyelesaikan kewajiban atas secara keseluruhan.

Syafruddin menjadi tersangka dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sejak April 2017 lalu. KPK menahan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung, Kamis (21/12/2017).

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah menuntut Syafruddin 15 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Syafruddin didakwa bersama-sama dengan Dorodjatun Kuntjoro-Djakti selaku Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) serta pemilik BDNI Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nursalim.

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) adalah dana talangan yang diberikan pemerintah ketika krisis keuangan melanda Indonesia pada 1997. Ada 48 bank komersil bermasalah akibat krisis pada saat itu.

Total dana talangan BLBI yang dikeluarkan sebesar Rp144,5 triliun. Namun 95 persen dana tersebut ternyata diselewengkan, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan, dan dinilai sebagai korupsi paling besar sepanjang sejarah Indonesia.
Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tuduhan-ke-kpk

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding

- Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK Google larang iklan politik dalam Pemilu 2019

- Pembelaan Syafruddin Temenggung dan tuduhan ke KPK Cheonggyecheon jadi inspirasi untuk percantik sungai di Indonesia



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di