alexa-tracking

Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b466edac13e68358b4570/suu-kyi-izinkan-dua-jurnalis-reuters-ajukan-banding
Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding
Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi ketika menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Hanoi, Vietnam, 13 September 2018.
Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Provinsi Rakhine, Myanmar, bakal terus menghantui Aung San Suu Kyi.

Kemunculannya di forum internasional bakal menjadi kesempatan untuk memepet pemimpin de facto ini agar mau buka mulut atas perkembangan krisis yang turut menyita perhatian dunia.

Seperti halnya ketika Suu Kyi menghadiri Forum Ekonomi Dunia untuk ASEAN (World Economic Forum/WEF) di Hanoi, Vietnam, Kamis (13/9/2018). Pada salah satu panel yang dihadirinya, Suu Kyi dimintai tanggapan atas vonis tujuh tahun penjara yang dijatuhkan kepada dua jurnalis Reuters, pekan lalu.

Reputasinya di kancah internasional bisa semakin berderai jika dia tak menjawab tanya itu dengan apik. Tapi, Suu Kyi telah bertransformasi dari aktivis kemanusiaan menjadi politisi ulung.

Dengan kalimat yang tersusun rapi, Suu Kyi berujar, “Mereka dipenjara bukan karena mereka jurnalis, mereka dipenjara karena pengadilan memutuskan mereka telah melanggar Undang-Undang Rahasia Negara.”

Suu Kyi kemudian menuding balik pihak-pihak yang menyebutnya telah melanggar kebebasan berpendapat di negaranya itu.

“Aku penasaran, apakah orang-orang itu telah benar-benar membaca putusan pengadilan. Sebab, putusan itu tidak memiliki hubungan apapun dengan kebebasan berekspresi,” tuturnya.

Jika putusan itu tak bisa diterima, Suu Kyi pun mempersilakan kepada dua terpidana untuk mengajukan banding. “Kalau percaya pada hukum, mereka punya hak untuk mengajukan banding dan menunjukkan alasan mengapa putusan itu tidak benar,” sambung Suu Kyi.

Jawaban Suu Kyi ternyata tak berhasil meredam ketegangan. Pihak-pihak yang yakin bahwa dua jurnalis Reuters itu dijebak oleh oknum aparat saat melakukan peliputan etnis Rohingya di Rakhine, tahun lalu, menyebut Suu Kyi telah ikut mengaburkan fakta yang sebenarnya.

Direktur Senior Amnesty International Minar Pimple dengan keras mengatakan Suu Kyi telah mengeluarkan pernyataan yang memalukan.

“Kedua pria ini dinyatakan bersalah di bawah hukum era colonial yang kejam dan sengaja disalahgunakan demi menghentikan penyelidikan mereka terhadap kekejaman yang terjadi di Rakhine,” tegas Pimple dalam keterangan resminya, Kamis (13/9/2018).

Pimple menambahkan, kasus hukum ini sebenarnya persis dengan yang digunakan militer ketika menahan Suu Kyi, belasan tahun lalu. “Pernyataan internasional yang dibuat Suu Kyi sesungguhnya tak pantas. Dia seharusnya malu,” tukas Pimple.

Kritik atas pernyataan Suu Kyi juga dilontarkan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley. Haley menyindir, pernyataan Suu Kyi “unbelievable” alias “tak bisa dipercaya”.

“Pertama, dia menyangkal bahwa militer Myanmar melanggar HAM di Rakhine, sekarang dia membenarkan penangkapan dua jurnalis Reuters yang meliput isu pembersihan etnis ini,” kata Haley.

Juru Bicara Wanita Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert juga menegaskan bahwa AS dengan tegas berseberangan dengan pernyataan yang dibuat Suu Kyi.

“Kami mendesak pemerintah Myanmar untuk segera mengambil sikap untuk meluruskan ketakadilan ini,” sebut pernyataan yang dikutip Reuters.
Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding
Dua jurnalis Reuters Wa Lone (kiri) dan Kyaw Soe Oo (kanan) ketika keluar dari ruang sidang, Yangon, Myanmar, 3 September 2018.
Wa Lone (32) dan Kyuaw Soe Oo (28) adalah dua jurnalis Reuters berkebangsaan Myanmar yang ditangkap tahun lalu saat membawa dokumen tentang insiden Rohingya oleh seorang oknum polisi.

Ketika itu mereka sedang menginvestigasi kabar pembersihan etnis Rohingya di sepuluh desa di Rohingya oleh militer Myanmar.

Dokumen itu diserahkan oknum di sebuah restoran di Yangon, 12 Desember 2017. Tak lama setelah pertemuan itu, keduanya ditangkap oleh anggota polisi karena tudingan mencuri dokumen rahasia milik negara.

Selama delapan bulan persidangan, kedua jurnalis ini terus mengelak tuduhan pencurian dokumen resmi milik negara. Namun pada 1 Februari 2018, seorang anggota polisi yang menjadi saksi di persidangan mengatakan dokumen itu telah muncul dalam sebuah pemberitaan di koran lokal Myanmar.

Keterangan itu kemudian dibalas dengan pernyataan seorang saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengakui bahwa penyerahan dokumen itu sengaja dilakukan untuk menjebak dua jurnalis itu.

Kendati demikian, hakim tetap memutuskan keduanya bersalah karena melanggar UU Rahasia Negara. Senin (3/9/2018), keduanya divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Yangon.

Terlepas dari tudingan pencurian dokumen, militer Myanmar pada akhirnya tetap melakukan penyelidikan atas isu pembantaian itu. Hasilnya, mereka membenarkan adanya pembantaian dan berjanji akan menindak semua yang terlibat.
Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ajukan-banding

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding Google larang iklan politik dalam Pemilu 2019

- Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding Cheonggyecheon jadi inspirasi untuk percantik sungai di Indonesia

- Suu Kyi izinkan dua jurnalis Reuters ajukan banding Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu

×