alexa-tracking

DILEMA MENJADI AKTIVIS

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b28abdcd770fa278b456d/dilema-menjadi-aktivis
DILEMA MENJADI AKTIVIS
DILEMA MENJADI AKTIVIS
Menjadi aktifis, bukan hanya tentang berani bersuara dan mengkritik tapi juga tentang berilmu dan berwawasan luas. Ini penting supaya suaramu tidak terdengar omong kosong. Tak peduli, kamu aktifis mahasiswa, lingkungan, perempuan dll.

Di jaman kami, malu rasanya menjadi aktifis mahasiswa yang tdk memiliki wawasan. Setidaknya ada beberapa buku yang semacam ‘wajib’ di baca sbg kitab perjuangan seperti Sabda Zarathustra-nya Nietzsche, membongkar akar krisis global dan Das capital dari Karl Marx, Negara dan Hegemoni yang ditulis Gramsci hingga pemikiran-pemikiran Suhrawardi, seorang pemikir dan filsuf iluminasi yg ditulis oleh Hozzein Ziai (sy lupa judulnya), buku priorities of the Islamic movements in the coming phase- nya Yusuf Qardawi pentolan IM yg berkali-kali masuk penjara. Beragamnya perspektif buku yang dibaca tersebut memiliki satu kesamaan, buku-buku itu tentang semangat perubahan, tentang gerakan melawan ‘hegemoni’ mendobrak kemapanan, dan cenderung beraliran kiri. Tapi selain itu, kami juga membaca surat kabar (bukan media abal-abal) dan tau peraturan perundang-undangan.

Di kampus, muncul banyak komunitas-komunitas diskusi, yang digawangi oleh teman-teman sendiri.Di sana pergulatan pemikiran dan dialektika pergerakan menjadi satu. Mahasiswa yang tumbuh dalam komunitas diskusi dan aktif dalam pergerakan bertransformasi menjadi individu humanis. Mereka bergerak dengan ide dan wacana yang matang, bukan hanya sekedar isu halu yang tdk jelas.

Di kampus, senior komunikasi kami memperkenalkan jargon cinta, buku dan pesta. Ini tentang persahabatan, pengetahuan, dan merayakan akal sehat. Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang pergerakan dan buku tapi juga memaknai kegambiran, persaudaraan, kemanusiaan. Dan hasilnya akan terlihat bahwa orang-orang yang dulu menjadi mahasiswa yang menghayati perannya sebagai aktifis dan bergelut dengan sungguh-sungguh dengan isu-isu disekitarnya tau, dipihak mana dia akan berdiri saat ini. (entah kalo mahasiswa yg dulu rutenya hanya kampus-kos2an, atau kampus-tempat hiburan-kos2an).

Sejak orde baru, presiden terpilih dan terganti, saya melihat perubahannya, perbedaan, dan hasil pembangunannya. Dan tidak pernah saya merasa begitu perlu untuk turun sendiri, dan bersuara lantang seperti saat ini untuk membela seorang presiden yang telah mengembalikan harga diri bangsa di depan negara lain, dan yang telah membangun Indonesia melebihi pencapaian presiden sebelumnya.


DANIEL SAPUTRO.
×