alexa-tracking

Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b1ad4dc06bdd15e8b4581/kemenlu-minta-nelayan-tak-melaut-dulu
Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu
Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu
(Foto ilustrasi) Kapal nelayan tertahan di muara Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (3/8/2018).
Kamis (13/9/2018), Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Sabah, Malaysia, yang bekerja di kapal penangkap ikan untuk tidak melaut dahulu sampai ada jaminan keamanan dari otoritas setempat.

Imbauan disampaikan melalui kantor Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu dan Konsulat Tawau, Malaysia, menyusul penculikan dua nelayan WNI oleh kelompok bersenjata di perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia, Selasa (11/9/2018), sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

"Pemerintah akan melakukan upaya-upaya perlindungan bagi kedua WNI sebagaimana yang dilakukan terhadap 11 nelayan WNI yang diculik di perairan Sabah sebelumnya," ucap Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu M Iqbal dalam rilisnya.

Saat insiden penculikan dilaporkan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi langsung memerintahkan perwakilan Konsul RI berkunjung ke Semporna untuk bertemu otoritas setempat, pemilik kapal, dan saksi pelapor. Hal ini dilakukan guna memverifikasi informasi penculikan dan mengumpulkan informasi tambahan.

"Menlu juga telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia guna menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut," sambung Iqbal.

Adapun identitas dua nelayan WNI yang diculik adalah Samsul Saguni (40) dan Usman Yunus (35). Keduanya sama-sama berasal dari Sulawesi Barat dan bekerja untuk kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya 1.

Belum ada keterangan lebih lanjut apakah kelompok bersenjata yang menculik dua WNI ini bagian dari Abu Sayyaf, kelompok militan Filipina yang berbaiat kepada ISIS.

Sejak November 2016, kelompok militan Abu Sayyaf dilaporkan telah menculik 11 nelayan WNI yang tengah berlayar di perairan Malaysia dan Filipina. Penculikan dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda; 5 November 2016, 19 November 2016, dan 19 Januari 2017.

Pembebasan terakhir tercatat pada Januari lalu. Laporan CNN Indonesia menyebut, dua nelayan WNI dibebaskan di Sulu, Filipina Selatan. Keduanya diculik dari dua kapal ikan milik warga negara Malaysia pada 5 November 2016 di perairan Kertam, Sabah, Malaysia.

Informasi terkait sisa WNI yang disandera Abu Sayyaf masih simpang siur. Tepat satu tahun lalu, dua WNI juga dibebaskan di Indanan, Sulu. Keduanya melarikan diri setelah pasukan militer Filipina terlibat bentrok dengan 20 militan Abu Sayyaf di Talipao, Sulu.

Ketika itu, Menlu mengatakan sisa WNI yang menjadi sandera adalah lima orang. Artinya, dengan pembebasan awal Januari lalu, maka masih ada tiga WNI yang disandera Abu Sayyaf. Namun hal ini tidak dikonfirmasi lebih jauh oleh Kemenlu.

Kendati demikian, pemerintah Filipina telah lama menyatakan bahwa perang terhadap kelompok militan di negaranya telah berhasil dimenangkan. Akhir Oktober 2017, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana bahkan begitu optimistis menyebut tidak ada lagi militan tersisa di Marawi.

Pernyataan itu dilontarkan setelah pertempuran tanpa ampun terhadap kelompok militan yang terafiliasi dengan ISIS berlangsung selama 154 hari.

Akhir pertempuran ditandai dengan pendudukan sebuah bangunan di pusat kota Marawi yang menjadi basis pertahanan kelompok militan seperti Maute dan Abu Sayyaf.

Jumlah yang dilaporkan tewas mencakup 920 militan, 165 tentara militer dan polisi, serta 45 warga. Selain itu, puluhan tawanan militan juga diklaim telah berhasil diselamatkan.

Meski begitu, militer Filipina meyakini beberapa militan lain, dalam jumlah kecil, masih bersembunyi di sebuah tempat. Namun, pengaruh mereka tidak akan signifikan karena seluruh pemimpinnya telah berhasil dilumpuhkan.

Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Filipina sebenarnya telah membuat kesepakatan untuk melakukan patroli bersama di perairan tiga negara. Kesepakatan itu terjadi Agustus 2016 melalui perwakilan menteri pertahanan tiga negara.

Dalam kesepakatan itu lahir dua poin penting, yakni patroli bersama serta latihan gabungan untuk menumpas kelompok Abu Sayyaf. Selain itu ada empat kesepakatan lain yakni bantuan darurat, jaringan komunikasi langsung, berbagi informasi intelejen, dan sistem identifikasi otomatis.

Untuk saat ini, Kemenlu juga meminta jaminan keamanan dari otoritas setempat terkait keselamatan WNI yang bekerja sebagai nelayan untuk kapal berbendera Malaysia.
Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ak-melaut-dulu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu Badai super Mangkhut mengancam Filipina

- Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN

- Kemenlu minta nelayan tak melaut dulu Solusi untuk rumah yang terkepung tetangga

×