alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b0724c1d770b8628b4585/bongkar-pasang-direksi-demi-muluskan-holding-bumn

Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN

Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN
Arief Budiman (kiri) saat ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Danareksa (Persero) oleh Kementerian BUMN, Kamis (13/9/2018).
Perombakan para pucuk pemimpin perusahaan pelat merah oleh pembantu presiden bukan lagi hal yang fenomenal. Pergantian kursi direksi belakangan ini dianggap menjadi jalan pemulus pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN yang telah dirancang sejak awal pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Tidak kurang dari satu bulan sejak Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengangkat Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada 29 Agustus lalu, Kementerian BUMN kembali melakukan perombakan terhadap pemimpin BUMN besar seperti PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT Danareksa (Persero).

Pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menunjuk Gigih Prakoso sebagai Direktur Utama PGN yang baru pada 10 September 2018 lalu. Gigih menggantikan Direktur Utama PGN sebelumnya, Jobi Triananda.

Di samping itu pemerintah juga mencopot Pahala Mansury dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia pada Rabu (12/9/2018) dan mengangkat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau lebih dikenal dengan panggilan Ari Askhara sebagai penggantinya.

Rotasi pun tidak berhenti di situ. Pahala kemudian diberikan jabatan baru sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Mantan bankir PT Bank Mandiri Tbk (Persero) tersebut menggantikan posisi Arief Budiman yang kali ini ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danareksa (Persero). Arief menggeser Heru Adhiningrat yang telah menjadi nakhoda perusahaan jasa keuangan itu selama sembilan tahun.

Rini menjelaskan, pertimbangannya untuk mengganti dirut Garuda tidak terlepas dari faktor keahlian masing-masing individu. Ia menilai, sebagai maskapai nasional, Garuda harus mampu menghadapi tantangan global yang semakin berat ke depannya.

"Di Garuda Indonesia kami butuhkan expertise yang bagaimana itu kami lihat. Jadi, semua kami analisis secara total, tujuannya untuk meningkatkan kinerja BUMN, kerja lebih erat antara dewan komisaris dan direksi," ujar Rini dalam CNBC Indonesia, dikutip Jumat (14/9).

Sementara itu Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, mengatakan tidak ada hal politis yang melatarbelakangi pergantian pemimpin di tubuh BUMN. Menurutnya hal itu merupakan kebijakan biasa yang dilakukan pemerintah--selaku pemegang saham mayoritas--untuk meningkatkan kinerja perseroan.

"Tidak ada yang politis. Semua murni sesuai profesionalisme masing-masing," jelas Gatot kepada Beritagar.id, Jumat (14/9).

Gatot menambahkan, pergantian pemimpin di sejumlah tubuh BUMN juga merupakan langkah untuk memuluskan pembentukan holding BUMN. Ia menyebut penunjukan Arief sebagai dirut Danareksa merupakan rencana jangka panjang Kementerian dalam menyukseskan pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan.

"Memang (Arief) disiapkan untuk itu (holding) salah satunya," kata Gatot.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan dipilihnya Arief untuk mempersiapkan holding industri jasa keuangan. Pertama, pengalaman sukses Arief di holding migas bersama Pertamina bisa menjadi modal pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan. Kedua, Arief juga memiliki pengalaman sukses di perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey.

Dalam peta jalan pembentukan holding, Danareksa akan ditunjuk sebagai holding BUMN keuangan yang akan membawahi beberapa bank dan lembaga keuangan pelat merah seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia hingga PT Permodalan Nasional Madani (PMN).

"Pembentukannya menunggu holding BUMN tol dan perumahan jadi," ujar Gatot.

Skenario pergantian direksi untuk memuluskan konsolidasi holding di sektor minyak dan gas (migas). Menempatkan Gigih di kursi nomor satu PGN dinilai cocok karena dia merupakan orang lama di PGN dan pernah menjadi steering committee percepatan pembentukan holding BUMN Migas.

Sebelumnya, PGN resmi mengambil alih 51 persen saham Pertagas dengan nilai akuisisi sebesar 1,2 miliar dolar atau setara Rp16,6 triliun. Transaksi tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sales purchasing agreement (CSPA) pada 29 Juni 2018 antara PGN dengan Pertamina sebagai pemilik 49 persen saham Pertagas.

Komisaris Utama PGN, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan keputusan terpilihnya Gigih Prakoso merupakan kewenangan dari pemegang saham seri A dwi warna. Saham ini dimiliki oleh Kementerian BUMN.

"Pertimbangannya ada di Kementerian BUMN sebagai pemegang saham seri A dwi warna," kita Wiratmaja dalam Kumparan, Senin (10/9).

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memandang ada tiga kemungkinan mengapa Rini kerap merombak direksi BUMN. Pertama, pergantian direksi menunjukkan bahwa pada saat pengangkatan proses pemilihannya tidak hati-hati.Alasan kedua yakni kemungkinan, penilaian kinerja dari direksi yang dianggap tidak konsisten.

"Karena sering tidak konsisten makanya banyak yang kerap tidak sesuai ekspektasi kinerjanya," ujar Said kepada Beritagar.id, Kamis (13/9).

Said juga menerangkan, proses penentuan direksi BUMN memang dipilih oleh Menteri BUMN. Namun Presiden seharusnya juga ikut menentukan, sebab ketua Tim Penilai Akhir sekarang diisi oleh Presiden.
Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-holding-bumn

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN Solusi untuk rumah yang terkepung tetangga

- Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN Paripurna DPR kosong, tak nyaring kinerjanya

- Bongkar pasang direksi demi muluskan holding BUMN Pemerintah sebelumnya membuat PNS korup tak dipecat



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di