alexa-tracking

Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9aea8bc0d770fd1b8b459b/dirut-pertamina-kembali-mangkir-dari-panggilan-kpk
Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK
Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Namun Nicke kembali mangkir dari panggilan tersebut.


'Tidak hadir dalam pemeriksaan hari ini, mantan Direktur Perencanaan di PLN,' ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 13 September 2018.


Ia mengatakan pemanggilan Nicke dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. 


Nicke dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan eks Menteri Sosial Idrus Marham.


Pada panggilan pertama Nicke Senin, 3 September 2018 Nicke juga tidak memenuhi panggilan tersebut dengan alasan ada kegiatan lain. Namun kali ini saksi tidak memberikan konfirmasi apapun kepada KPK.


'Saksi sebelumnya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik KPK dan direncakan dijadwalkan ulang hari ini. Sampai sore ini tidak ada informasi ke penyidik terkait ketidakhadiran,' tutur dia.


Lantaran ketidakhadirannya tersebut, KPK bakal melakukan pemanggilan ulang terhadap Nicke. 'Akan dipanggil kembali sebagai saksi,' pungkas Febri.


Dalam kasus ini KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya yakni Eni Maulani Saragih, Idrus Marham, dan bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). 


Terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Eni diduga kuat telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang Rp6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan Blakcgold sebagai penggarap proyek senilai USD900 juta tersebut.


Penyerahan uang ke Eni dilakukan secara bertahap dengan rincian, pemberian pertama pada November-Desember 2017 sekitar Rp4 miliar. Kedua pada Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.


Pada proses pengembangan kasus KPK akhirnya menetapkan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Diduga, Idrus dijanjikan akan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni yakni senilai USD1,5 juta jika PPA Proyek PLTU Riau-I berhasil dilaksanakan oleh Kotjo dan kawan-kawan.


Idrus juga diduga mengetahui dan memiliki andil atas jatah atau fee yang diterima Eni. Selain itu mantan Sekjen Partai Golkar ini juga disinyalir mendorong proses penandatangan Purchase Power Agreement (PPA) atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-I.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/Zk...-panggilan-kpk

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK Direktur Perencanaan Korporat PLN Diperiksa KPK

- Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK ICW Sebut Beban Parpol Picu Korupsi

- Dirut Pertamina Kembali Mangkir dari Panggilan KPK Pengamat: Biaya Politik Mahal Picu Korupsi Mengalir ke Parpol

×