alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Proyek Pembangunan Jalan di Bandar Khalifah Disebut ‘Diganggu’, Rekanan Membantah
3.29 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9adbd5529a45ee3c8b4567/proyek-pembangunan-jalan-di-bandar-khalifah-disebut-diganggu-rekanan-membantah

Proyek Pembangunan Jalan di Bandar Khalifah Disebut ‘Diganggu’, Rekanan Membantah

Proyek Pembangunan Jalan di Bandar Khalifah Disebut ‘Diganggu’, Rekanan Membantah
Mhd Amin Sembiring (berkacamata) saat menengahi pertikaian antara rekanan dan oknum yang diduga meminta uang. (ist/metro24jam.com)


Proyek Pembangunan Jalan di Bandar Khalifah Disebut ‘Diganggu’, Rekanan Membantah

Terkait pemberitaan metro24jam.com, Minggu (9/9/2018), berjudul: ‘Proyek Pembangunan Jalan di Bandar Khalifah ‘Diganggu’, Warga Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas’, pihak rekanan melalui Mhd Amin Sembiring (38), warga Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, menyangkal isi yang ditayangkan redaksi tersebut

Melalui email yang diterima redaksi, Kamis (13/9/2018), Mhd Amin Sembiring, yang mengaku sebagai salah seorang teman rekanan, menyampaikan hak jawab dan koreksinya kepada redaksi metro24jam.com.

“Bahwa saya berada tempat kejadian, dan tidak ada pembangunan jalan diganggu ataupun dihadang oleh oknum-oknum sebagaimana yang diterbitkan didalam berita,” sebut Mhd Amin Sembiring dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (13/9/2018).

Menurut Mhd Amin Sembiring, kronologis kejadian sebenarnya, BS datang ke lapangan membawa mobil Xenia berwarna silver, karena Gogon berjanji menyatakan dia akan memberikan uang terima kasih kepada inisial BS, karena sudah banyak membantu pihak rekanan di lapangan.

Akan tetapi ada selisih paham karena setelah BS datang dan menjumpai Gogon ke lapangan membawa mobil xenia warna silver, Gogon mengatakan ini uang rokok abang kepada BS.

“Biarlah gaji saya yang saya kasi ke abang,” ungkap Gogon.

Lalu BS menjawab, “Kalau gaji abang yang abang berikan sama aku tidak usah, kau punya anak istri,” ungkap BS dan ditemani PG, seperti disampaikan Mhd Amin Sembiring kepada redaksi.

Tidak berapa lama kemudian Mhd Amin Sembiring datang. “Ada apa ini kok ribut-ribut?” tanya Mhd Amin Sembiring sembari menyuruh untuk bubar kepada BS.

“Jangan nanti karena kalian, macet jalan dan tidak bisa dikerjakan, dan baru ini jalan dinikmati masyarakat kalian ribut-ribut,” ungkap Mhd Amin Sembiring lebih lanjut.

Selanjutnya Mhd Amin Sembiring menyuruh bubar [pihak yang diduga bertikai], dan pihak rekanan agar melanjutkan pekerjaan.

“Bahwa tidak benar adanya premanisme dan pemerasan di tempat kejadian. Gogon selaku pengawas rekanan yang di lapangan membantah bahwa tidak ada yang berinisial BS, MS, PG, melakukan pemerasan sebagaimana pernyataan Gogon yang dimediasi oleh Pihak Polsek Bandar Kahlifah,” sambung Mhd Amin Sembiring dalam keterangannya.

Menurut Mhd Amin, Gogon menyatakan kurang pemahaman komunikasi saja yang sebenarnya, dan Gogon ketika di klarifikasi TIDAK PERNAH diwawancarai oleh metro24jam.com terkait yang dimuat di dalam berita, “Kita baru bisa lanjut kerja setelah saya memberikan uang sebesar Rp200.000 pada mereka,” sebut Gogon pada metro24jam.com”, sehingga Gogon merasa heran mengapa ada komentarnya di dalam berita dimaksud.

Diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek pengaspalan hokmix di Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai, mendapat ‘gangguan’ dari beberapa oknum yang meminta-minta dan menghalangi pihak pekerja, Sabtu (8/9/2018).

Warga merasa keberatan dan sangat menyayangkan perlakuan itu, seperti diungkapkan Jubernius Sitinjak, warga Desa Gelam Sei Serimah pada metro24jam.com.

Gogon sebagai petugas lapangan pengerjaan proyek saat diwawancarai yang DIREKAM metro24jam.com, mengaku ketika itu dia telah didatangi beberapa orang yang diduga meminta uang.

Menurut Gogon, peristiwa itu terjadi disaksikan sejumlah warga yang kemudian menyampaikan keberatannya, karena pembangunan jalan di desa mereka terganggu.

“Kan di depan orang bang,” kata Gogon.

Meski begitu, Gogon mengaku bahwa dia ada berjanji kepada pria dimaksud. Gogon juga tak menyangkal, bahwa tindakan para oknum berinisial BS dan PG tersebut bisa menghambat pengerjaan jalan tersebut.

Terpisah, Bupati Sergai, Ir H Soekirman ketika dikonfirmasi metro24jam.com, mengaku kesal terkait kabar adanya oknum yang menghalangi pembangunan jalan di Kecamatan Bandar Khalifah.

“Saya perlu diberitakan jika oknum menghalangi pembangunan, karena kepentingan orang banyak harus didahulukan daripada pribadi atau golongan,” katanya. (*/red)

https://news.metro24jam.com/read/201...anan-membantah
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah kalian lihat sendiri kan ? berita preman medan itu kebanyakan hoax lae,lihat konfirmasi korban pemerasan sesudah digandeng dengan ketua ormas pemuda sumut setempat, korban sendiri sudah konfirmasi kalau berita pemerasan itu adalah tidak benar, miskomunikasi ini adalah murni kesalahan Polsek Bandar Khalifah, dan korban, karena korban dan polsek bandar khalifah kurang bisa berbahasa indonesia yang baik, maklum namanya juga tenaga kerja asing aseng, untung ada Sodara Mhd Sembiring yang berbaik hati membantu sebagai translator emoticon-Cendol (S)

Dan ketiga preman yg berinisial BS,MS,PG di foto yang diblur adalah murni makhluk khayalan yang tidak eksis, hasil Photoshop belaka, jangan percaya mulut puluhan warga yang jadi saksi di sekitar TKP, semuanya halusinasi massal yah, say no to HOAX yah emoticon-Malu

Kalau rekaman wawancara. itu murni hasil editan, mana mungkin bisa ada hasil rekaman, toh korban sudah konfimasi tidak pernah diwawancarai, OK ?! emoticon-2 Jempol

Lihat dialog antara korban dengan BS(non eksis) dan PG (non eksis), yang menolak pemberian uang gaji korban, dengan alasan korban punya anak istri, sebagaimana yang disampaikan oleh kesaksian Mhd Sembiring,begitu mengharukan dan menyentuh qolbu, seperti dialog2 di sh1tnetron rohani di tipi2 itu lae (sambil menghapus air mata yang menetes di keyboard)

Say no to hoax, no preman in sumut emoticon-Shakehand2

emoticon-Leh Uga


Petisi Program Bahasa Indonesia EYD untuk Polsek Bandar Khalifah
Urutan Terlama
nama jalannya makar nihemoticon-Marah
anti kebasukian gondrong berpopok doangemoticon-Marah
Ts ngomongnya bertele2. Malu2in sumut aja.
Gubernur nya BARU kan... dan Mantan Anggota kan?
Preman2 itu org malas yg tak produktif ingin hidup santai enak dgn teror pd orang bekerja buat biaya hidup tinggi sehingga menggerus kesejhtraan banyak orang yg produktif bekarya .
Quote:


itu sarkas tingkat tinggi bray emoticon-Ngakak
Balasan post l4d13put
Quote:


Pengikut matpedo berisik aje
sdh dikalungin clurit, makanya ubah pengaduan emoticon-Leh Uga
“Kita baru bisa lanjut kerja setelah saya memberikan uang sebesar Rp200.000 pada mereka,” sebut Gogon

dia yg menyangkal tp dia juga yg mengakui...
Hati-hati kyk di Sumbar, preman mati digilas ambulans gara-gara sering malak supirnya emoticon-Leh Uga
Balasan post guni
Quote:


Sama kayak mulut si sembiring, katanya tidak ada yg inisial bs, ms, pg, tapi omongan berikut nya katanya nolak, bijimane seh ?

Putera sumut itu rata2 bajingan semua emoticon-Big Grin
Quote:


bagus itu mah emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di