alexa-tracking

Penyuap Politikus Golkar Divonis 2 Tahun Penjara

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9a4ebc1854f712548b4568/penyuap-politikus-golkar-divonis-2-tahun-penjara
Penyuap Politikus Golkar Divonis 2 Tahun Penjara
Penyuap Politikus Golkar Divonis 2 Tahun Penjara

Majelis hakim sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang dipimpin ketua Bambang Hermanto memvonis Ahmad Ghiast , Direktur CV Iwan Binangkit 2 tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan karena terbukti menyuap anggota DPR Komisi XI nonaktif dari fraksi Partai Demokrat Amin Santono dan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo sebesar Rp 510 juta.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ahmad Ghiast telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan korupsi secara berlanjut seusai dakwaan primer. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Ghiast selama 2 tahun ditambah denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan," kata Bambang Hermanto di Jakarta, Kamis (13/9).

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut agar Ahmad Ghiast divonis 3 tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Vonis itu berdasarkan dakwaan pertama dari Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim juga menolak permohonan saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum alias "justice collaborator" untuk Ghiast.

"Perbuatan terdakwa telah terbukti dalam dakwaan primer. Terdakwa adalah pelaku utama dan punya peran penting. JPU tidak menyatakan yang bersangkutan telah memberi keterangan yang signifkan sehingga mengungkap pelaku lain yang lebih besar. Maka sesuai SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung), permohonan sebagai 'justice collaborator' tidak beralasan, tidak berdasar dan karenanya harus ditolak," tambah hakim.

Dalam perkara ini, Ahmad Ghiast memberikan uang sejumlah Rp 510 juta kepada Amin Santono selaku anggota Komis XI DPR periode 2014-2019 dan Yaya Purnomo selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Tujuan pemberian uang adalah agar Amin Santono dan Yaya Purnomo mengupayakan Kabupaten Sumedang mendapatkan alokasi tambahan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018.

Ahmad Ghiast merupakan penyedia barang dan jasa yang biasa mengerjakan proyek infrastruktur di Kabupaten Sumedang. Ghiast mendapat informasi dari rekannya Iwan Sonjaya mengenai kesempatan mendapat tambahan anggaran dari APBN-P 2018 menggunakan usulan dari Amin Santono dengan kompensasi "fee" sebesar 7 persen dari anggaran yang diterima.

Selanjutnya dibuat usulan tambahan anggaran kepada Kementerian PUPR untuk APBNP 2018 sejumlah Rp 21,85 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan dan Rp 4 miliar untuk pengembangan pengelolaan jaringan irigasi, rawa danpengairan sehingga totalnya Rp 25,85 miliar.

Dokumen ditandatangnai Pjs Bupati Sumedang Sumarwan Hadisumarto dan diserahkan kepada Ahmad Ghiast untuk disampaikankepada Amin Santono.

Proposal itu disampaikan oleh Iwan Sonjaya kepada Eka Kamaluddin yang dekat dengan Iwan pada Maret 2018 dan Eka berjanji mengusahakan dengan syarat Ghiat memberikan "fee" kepada Amin Santono. Proposal diberikan pada 6 April kepada Amin melalui Eka.

Pada 24 April 2018, Amin berbicara dengan Ghiast melalui telepon selular dan Amin pun menyetujui proposal itu. Amin memita uang muka kepada Ghiast melalui Eka sebesar Rp 500 juta pada 30 April 2018 dan pada 10 April 2018, Eka meminta fee Rp 10 juta sebagai biaya pengawalan.

Uang diberikan pada 1 Mei 2018 sebesar Rp 10 juta melalui transfer selanjutnya pada 4 Mei 2018 juga dikirimkan uang sejumlah Rp 100 juta kepada Amin melalui Eka ditambah Rp 400 juta yang diserahkan secara tunai di restoran Hollycow bandara Halim Perdanakusumah.

Terhadap putusan itu, Ghiast menerima putusan sedangkan JPU KPK menyatakan pikir-pikir. "Saya menerima yang mulia," kata Ahmad Ghiast. 

Sumber: http://harnas.co/2018/09/13/penyuap-...-tahun-penjara
sokorin dah lu

semoga saja kasus ini bisa jadi pelajaran pengusaha2 serakah emoticon-Traveller
hmmm yang nyuapin tikus mestinya dibasmi atau dibinasakan juga sih......emoticon-Ngacir
×