alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Jepang dan Vietnam Ajak AS Kembali Gabung ke TPP
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9a2376d675d4316f8b4573/jepang-dan-vietnam-ajak-as-kembali-gabung-ke-tpp

Jepang dan Vietnam Ajak AS Kembali Gabung ke TPP

Jepang dan Vietnam Ajak AS Kembali Gabung ke TPP

Kamis, 13 September 2018 | 14:41 WIB

Jepang dan Vietnam Ajak AS Kembali Gabung ke TPP

HANOI, KOMPAS.com - Jepang dan Vietnam mendesak AS untuk kembali bergabung ke dalam Kemitraan Perdagangan Trans Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Hampir dua tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik AS dari keanggotaan TPP.

TPP disebut-sebut sebagai pakta perdagangan bebas terbesar di dunia. Adapun alasan Trump menarik AS dari keanggotaan TPP adalah sejalan dengan janji kampanyenya untuk memprioritaskan kepentingan ekonomi AS, dikenal dengan istilah America First.

Trump juga pernah menyatakan bahwa keberadaan pakta perdagangan bebas antara 12 negara tersebut membunuh lapangan kerja di AS. Pasca-keluarnya AS, 11 negara lainnya berkomitmen meneruskan TPP yang direncanakan berjalan pada akhir tahun ini.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mendorong AS untuk kembali ke TPP. Hal itu diungkapkan Kono pada pertemuan regional World Economic Forum (WEF) di Hanoi, Vietnam.

Pertemuan WEF kali ini banyak menyinggung kekhawatiran terkait proteksionisme perdagangan.

"Kami percaya bahwa TPP masih merupakan opsi terbaik bagi AS. (TPP) akan sangat atraktif bagi industri dan pertanian AS," kata Kono seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/9/2018).

Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh mengamini ucapan Kono. Menurut dia, kesepakatan TPP merupakan sebuah kesepakatan dengan standar yang sangat tinggi.

Vietnam sendiri dipandang menjadi pemenang utama dalam keterlibatan AS di TPP sebelum akhirnya AS keluar. Skenarionya adalah, pasar AS akan memiliki akses terbuka untuk produk-produk manufaktur murah, mulai dari alas kaki hingga ponsel maupun prosesor komputer.

TPP disebut menyumbang 38 persen perekonomian dunia. Tanpa AS, saat ini TPP menyumbang sekitar 13,5 persen.

Pada April 2018 lalu, Trump menyebut AS bisa saja kembali masuk ke TPP apabila ada kesepakatan yang lebih baik.

Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Sumber: AFP

Sumber
mau lagak apalah bule amerika itu
mayoritas di amerika itu sama spt di australia & kanada
semuanya bule domba kulit putih aka keturunan tukang genosida perampas tanah

leluhurnya bangsa eropa genosida penduduk pribumi asli & merampas tanah pribumi amerika/australia/kanada
setelah sukses genosida ,langsung bule2 eropa berbondong2 pindah ke tanah rampasan & ngesex membuat keturunan
bule2 domba kulit putih yg ada di amerika/australia/kanada skrg itu semuanya keturunan tukang genosida & perampas tanah

kalian bajingan bule domba paok kulit putih yg di amerika/australia/kanada akan selamanya diremehkan !!!

karena kalian bule domba kulit putih paok yg skrg di amerika/australia/kanada adalah keturunan tukang genosida perampas tanah
Negara dengan ekonomi kuat mah bebas mau ngapain aja...

emoticon-Cool
haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

walawpun ane bise ngendus maksud si Trump tetapi ane rasa gak semuwa org cukup cerdas tau maksud si Trump!!!

jd seblm plan nyeee terlaksana semuwa,kemungkinan udeh ganti president kecuali rakyat US gak pd cengeng baru sakit dikit udh ngeluh!!!!

ape yg dijalankan si Trump itu utk stabilitas dunia,negara2 Barat dan sekutu nyeee waaa!!!

walawpun gak ade salah nyeee si trump berembuk laaa sama sekutu ane bukan diajakin berantem waaa!!!

tapi berarti taktik nyeee bise ketauan musuh waaa!!!

Kite liyat Sun Tzu ape Trump lebih cerdas waaaa!!! emoticon-Ngakak (S)

Balasan Post hahaiyaa.20
Quote:


Menang Sun Tzu,
https://www.cnbc.com/2018/09/12/us-proposing-new-trade-talks-with-china-in-the-near-future.html
Quote:


Klipingan basi todemoticon-Wkwkwk


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di