alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b99fa8e1cbfaa73078b456b/gubernur-terpilih-kaltim-minta-kenaikan-dana-bagi-hasil-migas

Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas

Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas
Pasangan Gubernur terpilih Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, bersama Wakil Gubernur terpilih Hadi Mulyadi dalam kampanye Pilkada 2018 di Samarinda, pada Juni silam.
Gubernur terpilih Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, ingin mengejar ketinggalan pembangunan prasarana infrastruktur di Pulau Jawa. Itu sebabnya Isran menyoroti pembagian dana perimbangan sektor migas dari Kaltim.

"Sudah banyak jasa Kaltim bagi pembangunan negeri ini," kata Isran dalam seminar bertema "Pembangunan Infrastruktur Indonesia Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia" di Balikpapan, Kaltim, Rabu (12/9/2018).

Eksploitasi migas di Kaltim, sambung Isran--yang akan dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada 27 September nanti, sudah berkontribusi menopang perekonomian Indonesia sejak 1983 hingga sekarang. Bahkan Isran mengatakan sumbangan migas Kaltim pada kurun 1983-1988 mencapai 80 persen dari total produksi migas nasional.

"Saat itu perekonomian nasional sangat tergantung pada produksi migas. Produksi migas menopang 70 persen APBN Indonesia," imbuhnya.

Sampai saat ini kontribusi migas Kaltim kepada kas negara masih signifikan. Mantan Bupati Kutai Timur ini mencatat produksi migas Kaltim menyumbang sekitar Rp500 triliun bagi pos penerimaan dalam APBN setiap tahun.

Namun demikian, kontribusi Kaltim ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat setempat. Sarana prasarana infrastruktur Kaltim masih jauh tertinggal dibandingkan Jawa.

"Setiap ada pembangunan baru selalu di Jawa, seperti Surabaya dan Jakarta. Kami di Kaltim sarana jalan kualitas 3C dan itu pun masih kurang di pedalaman. Baru seminggu diresmikan sudah pecah akibat tidak kuat menanggung beban kendaraan," keluh Isran.

Selama bertahun-tahun, Isran menyebutkan dana perimbangan sektor migas yang diterima Kaltim hanya berkisar Rp20 triliun. Artinya penerimaan dana perimbangan migas Kaltim hanya sebesar 4 persen dari total produksi migas per tahun.

"Tidak sampai 10 persen dari sumbangan produksi migas Kaltim yang sebesar Rp 500 triliun," paparnya.

Isran menyatakan masyarakat Kaltim butuh anggaran besar untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur daerah perbatasan. Itu sebabnya Kaltim berhak memperoleh revisi besaran dana perimbangan dibandingkan sebelumnya.

"Setidaknya kami berhak memperoleh 50 persen dari total produksinya," tuturnya.

Isran pun memberi contoh. Pemerintah Tiongkok, misalnya, membuat proporsi pembagian dana perimbangan pusat dan daerah dengan baik. Pemerintah pusat "Negeri Tirai Bambu" ini mengembalikan 70 persen hasil eksploitasi sumber daya alam (SDA) ke daerah penghasilnya.

"Kalau di Indonesia malah kebalik, itu pun tidak sampai 30 persen diterima daerah," paparnya.

Isran pun berharap skema Tiongkok bisa menjadi pertimbangan untuk diterapkan di Indonesia. Apalagi, menurutnya, sudah saatnya pembangunan infrastruktur Indonesia diprioritaskan di Kalimantan.

"Sulawesi Selatan sudah lumayan pembangunannya, ada wapres di situ. Sumatra Selatan ikut kebagian saat menjadi salah satu tuan rumah Asian Games," sebutnya.

Kaltim pun tetap berharap pada kemurahan hati para petinggi negeri ini untuk membantu kemajuan masyarakat perbatasan. Maklum, selama bertahun-tahun mereka memperjuangkan ini belum ada perubahan porsi dana bagi hasil dari sektor migas.

Soal keluhan ini; Direktur Utama PT Penjaminan & Infrastruktur Indonesia (PII), Armand Hermawan, menyarankan agar Pemprov Kaltim kreatif dan tidak tergantung pada APBN dan APBD. Armand mengatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) bisa memaksimalkan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

"Saat APBN semakin menantang, kita bisa mulai melirik skema KPBU ini," katanya.

Dalam beberapa kasus, lanjut Armand, PII mendampingi pengerjaan proyek infrastruktur sejak studi kelayakan hingga proses lelang swasta. Dan pemda punya keuntungan karena penghematan anggaran untuk proyek infrastruktur bisa dilakukan dengan menggandeng partisipasi swasta.

Selain itu; pemda pun bisa mendorong terwujudnya tata kelola pelaksanaan proyek dengan baik, efektif, dan efisien. Pemda mengucurkan anggaran minimal dalam pembiayaan proyek infrastruktur senilai maksimal Rp20 triliun.

Menurut Armand, skema KPBU sudah banyak dimanfaatkan dalam pembiayaan mega proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi salah satu yang mampu mengoptimalkannya.

"Prioritas anggaran kita juga dipergunakan untuk membayar utang luar negeri. Sisanya dibagi-bagi ke seluruh daerah. Komitmen pemerintah sudah jelas dalam pembangunan daerah tertinggal dan terluar. Hanya saja keterbatasan anggaran juga menjadi pertimbangan," ujar Armand.
Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...gi-hasil-migas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019

- Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas Tambal defisit APBN, pemerintah terbitkan surat utang lagi

- Gubernur terpilih Kaltim minta kenaikan dana bagi hasil migas Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
udah ht aja emoticon-Bingung
baca dulu gan
yah klo menurut ane yah gak masalah juga klo SDA migas itu d kelola sama lokal, jangan sama pajak mulu,, kecuali d tangani oleh asing emoticon-DP
Diubah oleh abk3304157
Setuju sih...

merasa dianaktirikan...

sumbangsih besar buat negara,

timbal balik gk banyak...

mantab nih gubernur terpilih....


Mejeng Pejwan di Trit HT emoticon-Cool
buat apaan disono udah jd kebon sawit smua..
Diubah oleh Guntzz
wew.
Kaltim itu apa yang 2 kali bupatinya ada yang kena garuk KPK? Sepertinya semua dibagi rata, kecuali memang proyek-proyeknya dikuasai oleh orang-orang tertentu yang ingin memperkaya diri sendiri. Coba dibersihin dulu baru minta dana diperbanyak
makin gede anggaran, makin besar juga duit yg ditilep emoticon-Big Grin

liat tuh Papua, anggaran gede tapi ttp blangsak aja karena pemda kurang keatif dan terlalu bergantung kpd pusat
Diubah oleh KRAVZHENKO
klo memang bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat setempat ya monggo2 sajalah
asal tar duitnya dipantau kemana arah tujuannya
bersihin dulu tikus tikusnya
Quote:


la kalau kualitas SDM pemda nya udah setara jawa, kalo masih jauh ya cuma jadi ladang korupsi... contoh tuh Papua dan Aceh, anggaran gede tpi ttp blangsak juga...malah hobi nyalahin pusat aja emoticon-Cape d...
Kaltim ini termasuk provinsi yg bener" mendukung nkri. Dari dahulu kaltim ini menopang ekonomi nasional. Perusahaan besar dunia bejibun becokol disana. Walaupun pembangunan nya masih minim, tapi ga pernah masyarakat nya ribut apalagi mau minta merdeka. Sudah sewajarnya kaltim menjadi perhatian pemerintah pusat. Bandingin ama papua yg cuma punya freeport. Itu freeport sumbangsihnya ke apbn cuma secuil dibandingin perusahaan yg ada dikaltim. Tapi masyarakat papua ributnya minta ampun
Diubah oleh bimozbimo
Balasan post KRAVZHENKO
Quote:


bener banget gan
alesannya selalu demi rakyat
tapi entah rakyat mana yang menikmati
Masak sih nyampe 500 Triliun tiap tahun?
emoticon-Ngakak (S)
bukannya klo daerah itu klo bagi hasil ini, terus dapet 10 persen, terus nanti dapet dana transfer lagi ya? yg asalnya dr apbn.
Kasih dah.. emoticon-Wagelaseh
hampir
walik dah emoticon-Hansip
Kasih Pak !! Asal di Pantau yak emoticon-Leh Uga
Jgn jawasentris terus deh
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di