alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b99f924529a45e4408b456e/kasus-korupsi-kian-susutkan-suara-partai-golkar-pada-pemilu-2019

Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019

Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018).
Partai Golkar mendapat dua pukulan telak menjelang Pemilu 2019, yaitu kasus Setya Novanto dan PLTU-1 Riau yang menyeret Idrus Marham. Dua kasus korupsi itu memunculkan sentimen negatif sehingga suara partai beringin ini diperkirakan bakal melorot.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan Partai Golkar terancam tak masuk peringkat dua besar pemenang Pemilu 2019. Survei ini dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia.

Dari 1.200 responden, elektabilitas Golkar sebesar 11,3 persen. Sedangkan PDIP 24,8 persen dan Gerindra 13,1 persen. Pada Pemilu 2014, Golkar meraih 14,75 persen PDIP 18,95 persen, dan Gerindra 11,81 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan, Golkar selama empat kali pemilu di era Reformasi selalu berada pada peringkat dua besar. Kini, Golkar terancam keluar dari peringkat dua besar itu.

"Perubahan dukungan dan posisi Golkar dikarenakan dua faktor utama. Warisan kasus mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto (kasus korupsi KTP elektronik) dan kasus korupsi baru PLTU Riau membebani partai Golkar," kata Adjie melalui Kompas.com.

Menurut Adjie, sentimen negatif itu terakumulasi dan berdampak buruk pada elektabilitas Golkar jelang Pemilu 2019. Kasus e-KTP telah menyeret Setya Novanto dengan hukuman 15 tahun penjara.

Setelah Novanto mendekam di lapas Sukamiskin, Golkar kembali diterpa kasus korupsi yang menyeret eks Menteri Sosial, Idrus Marham. Kasus itu pun dapat berpotensi menyeret partai Golkar.

Adjie melihat sentimen negatif dari dua kasus itu tak diimbangi dengan upaya Golkar membangun sentimen positif. Di sisi lain, tidak ada kader atau tokoh yang identik dengan Golkar menjadi capres dan cawapres.

Di sisi lain, Adjie melihat PDI-P dan Gerindra semakin kuat. Pasalnya, keduanya mengusung calon presiden yang terasosiasi dengan partai masing-masing. PDI-P mengusung kadernya Joko Widodo, sementara Gerindra mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto.

Adjie mengatakan PDI-P dan Gerindra mampu memaksimalkan semua potensi partainya. Kedua partai itu terlihat sebagai partai yang minim konflik internal dan sentimen negatif.

Golkar, kata Adjie, masih bisa merebut 25,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya pada Pemilu 2019. Oleh karena itu, ia menilai masih ada upaya bagi Golkar dan partai lainnya untuk mengubah peta dukungan jelang Pemilu 2019.

Berdasarkan survei LSI, ada enam parpol yang diprediksi tidak lolos itu adalah, yaitu Partai Hanura (0,6 persen); Partai Bulan Bintang (0,2); Partai Solidaritas Indonesia (0,2); Partai Berkarya (0,1); Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) (0,1); dan Partai Garuda (0,1 persen).

Peta partai pada Pemilu 2019 dari LSI itu tak jauh dengan survei-survi sebelumnya. Hasil survei LSI itu seirama dengan survei lain yang digelar sebelumnya. Berdasarkan survei Alvara pada periode 20 April-9 Mei 2018, Golkar hanya meraih 8,9 persen, di bawah PDIP 28,2 persen dan Gerindra 14,6 persen.

Jumlah swing voters atau masyarakat yang belum menentukan pilihannya berdasarkan survei Alvara masih cukup tinggi, yaitu sekitar 29,7 persen. “Pemilu 2019 ini akan jadi panggung pertarungan bagi partai besar," kata CEO Alvara Research Hasanuddin melalui Kumparan.com.

Dalam survei lain, Partai Golkar masih menempati urutan kedua. Elektabilitas parpol ini didasari hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang digelar pada 19 April-5 Mei 2018 sebelum kasus PLTU-1 Riau.
Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...da-pemilu-2019

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019 Tambal defisit APBN, pemerintah terbitkan surat utang lagi

- Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019 Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia

- Kasus korupsi kian susutkan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019 Kebakaran gunung Sindoro-Sumbing dan perkakas misterius



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di