alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pangkal Persoalan Wajib Diselisik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b99e5da62088170128b4567/pangkal-persoalan-wajib-diselisik

Pangkal Persoalan Wajib Diselisik

Pangkal Persoalan Wajib Diselisik

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) wajib menyelidiki pangkal persoalan, menyusul temuan ribuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta 9 Kartu Keluarga (KK) di tempat sampah dan semak belukar di Kampung Tarikolot RT 03/RW 02, , Senin (10/9). Bisa jadi, beberapa di antaranya masih aktif dan merugikan publik.

Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menilai, belum ada terobosan yang baik dari Kemendagri karena kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Insiden data kependudukan tercecer di jalan juga pernah terjadi di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurut Kaka, peristiwa ini tentu membuat publik khawatir adanya penyelewengan soal hak suara menjelang Pemilu 2019.

"Kemendagri harus punya langkah konkret menyelisik persoalan ini dan belajar dari kasus sebelumnya. Jangan sampai, peristiwa ini hanya lewat," katanya dikonfirmasi HARIAN NASIONAL, Rabu (12/9).

Sebagai barang negara, KTP memiliki aturan yang jelas, mulai dari penyimpanan hingga pemusnahan bagi yang sudah tidak aktif. Pihak Kemendari dan Disdukcapil Serang, kata Kaka masih menganggap persoalan ini sekadar kesalahan teknis. Padahal, kasus ini sangat berpengaruh dan berpotensi mengganggu jalannya proses pemilu tahun depan karena berkaitan daftar pemilih tetap (DPT).

"Jika di kemudian hari benar terjadi keanehan pada DPT di Serang, persoalan ini bisa digulirkan kembali," ujar Kaka.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sudah mengingatkan berkali-kali jajaran Dukcapil di daerah untuk menjaga seluruh data kependudukan dengan baik, termasuk yang sudah tidak aktif maupun rusak. Menurut Tjahjo, ini merupakan kesalahan prosedur karena staf di bawah pejabat Disdukcapil menganggap blangko, KTP, dan KK lama serta KTP-el rusak barang yang tidak berguna.

"Mereka main buang di tempat sampah atau membawa ke gudang tidak hati-hati. Padahal, instruksi kami meminta untuk yang rusak harus dipotong atau dibakar, tapi kadang tidak diindahkan. Terkait kasus ini Disdukcapil Serang diberi sanksi berupa pergantian dan nonjob," kata Tjahjo.

Sebanyak 2.910 keping terdiri atas blangko KTP lama dan KTP-el serta KK ditemukan di tempat pembuangan sampah dan semak belukar sekitarnya oleh masyarakat, kemudian diserahkan ke Koramil Cikande. Dinas Dukcapil Kabupaten Serang pun langsung merespon dan berkoordinasi serta mengambil barang tersebut di Koramil untuk diamankan (disimpan) di Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang.

Menurut Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, dari total 2.910 keping, sebanyak 513 KTP manual (KTP lama), dan 111 KTP-el rusak secara fisik. Sisanya 2.286 KTP-el yang invalid karena sudah tidak berlaku akibat adanya perubahan elemen data seperti pindah alamat dan mengubah status. Itu dibuktikan dengan pengecekan melalui alat baca (card reader) KTP-el.

"Untuk blangko KK juga tidak berlaku karena adanya perubahan tanda tangan camat. Petugas keamanan masih melakukan pendalaman kenapa barang-barang blangko rusak itu sampai berada di tempat sampah. Saya memastikan, semua KTP-el tersebut rusak dan bekas (invalid data), walaupun secara fisik terlihat utuh," ujar Zudan.

Sumber: http://harnas.co/2018/09/12/pangkal-...ajib-diselisik
harus sanksi keras... biar lebih mikir 2 kali kalau mau ceroboh
judul. berita nya ga menarik



emoticon-Cape deeehh


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di